Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peningkatan Pakan Ternak Berkualitas dengan Metode Pencampuran dan Penghalusan Mesin Disc Mill Portable di Pekon Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu Oktarina, Devi; Apriyanto, Agus; Ergantara, Rani Ismiarti; Natalina, Natalina; Ibrahim, Fauzi
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 6, No 02 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v6i02.4406

Abstract

Pekon Mataram di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, merupakan salah satu sentra peternakan ayam ras petelur yang memiliki potensi ekonomi lokal cukup signifikan. Namun, mayoritas peternaknya masih menghadapi permasalahan mendasar, terutama terkait tingginya biaya produksi akibat ketergantungan pada pakan komersial serta keterbatasan dalam manajemen usaha dan pemasaran. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kemandirian peternak melalui pemanfaatan teknologi tepat guna berupa mesin disc mill portable, pelatihan formulasi pakan mandiri berbasis bahan lokal, serta penguatan kapasitas manajerial dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan mencakup kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis dan manajerial, pendampingan intensif, dan evaluasi capaian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 70 persen peternak mitra mampu mengoperasikan mesin secara mandiri, dan 80 persen telah mengimplementasikan formulasi pakan lokal. Selain itu, terjadi peningkatan produktivitas ternak sebesar 10–15 persen, penurunan biaya pakan hingga 30 persen, serta peningkatan kompetensi manajerial dan adopsi pemasaran digital oleh sebagian besar mitra. Program ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga mendorong terbentuknya kelembagaan peternak mandiri yang berorientasi pada keberlanjutan usaha. Dengan demikian, hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi sederhana, pelatihan praktis, dan pemberdayaan berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan daya saing peternak skala kecil di pedesaan. Model ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN DI SD NEGERI 1 BERINGIN RAYA KEMILING BANDAR LAMPUNG Kurnia, Chandra; Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol14.iss2.art5

Abstract

Sekolah adalah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Salah satu faktor untuk mencapai kondisi lingkungan belajar yang baik adalah terhindar dari masalah kebisingan. Sekolah yang berada dekat dengan jalan rayadapat mengganggu aktivitas siswa yang berlangsung. Gangguan yang sering ditemui di sekolah-sekolah adalah gangguan kebisingan yang berasal dari sektor transportasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kebisingan dan menggambar pemetaan di SD Negeri 1 Beringin Raya. Alat yang digunakan untuk menentukan kebisingan dalam penelitian ini adalah Sound Level Meter, pemetaan menggunakan softwere Surfer 16, dan perhitungan kebisingan menggunakan rumus pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No: KEP-48/MENLH/11/1996. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan dengan cara mencatat setiap 5 detik selama 10 menit diperoleh tingkat kebisingan rata–rata pada titik 1 (pinggir jalan) sebesar 76 dB, pada titik 2 (depan kelas 5) sebesar 68,5 dB, pada titik 3 (depan kelas 1) sebesar 62,5 dB, pada titik 4 (depan kelas 4) sebesar 58,0 dB, pada titik 5 (depan kelas 6) sebesar 57,1 dB. Berdasarkan hasil Analisa tingkat kebisingan rata-rata di SD Negeri 1 Beringin Raya belum memenuhi standar yang telah ditentukan yaitu 55 dB. Tingkat kebisingan dari hasil perhitungan selanjutnya dilakukan pemetaan dengan Surfer 16 dan didapatkan alternatif pengendalian antaralain pelarangan membunyikan klakson, dilarang berhenti bagi kendaraan bermotor, membuat zona selamat sekolah di jalan raya, pembangunan noise barrier (dinding peredam suara) berupa pagar tembok pada halaman sekolah setinggi 2,8 m, dan penanaman tumbuhan tanaman kembang sepatu (hibiscus rosa sinensis L) di depan pagar sekolah.
SOSIALISASI JAMBAN SEHAT DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN WAY GUBAK, KECAMATAN SUKABUMI, KOTA BANDAR LAMPUNG (Socialization of healthy latrines with stunting events in way gubak village, Sukabumi district, Bandar lampung regency) Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti; Wulandari, Diah Ayu; Andriani, Rida Yuliana; Munira, Munira; Agustin, Nesti
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v2i2.8691

Abstract

Stunting in infants and children has until now become a major problem in the world, including Indonesia. One of the risk factors for stunting is poor environmental sanitation. Sukabumi Subdistrict has a prevalence of stunting in Bandar Lampung Regency so that it is one of the priorities of the Bandar Lampung Regency Government in an effort to reduce stunting. A healthy latrine is a family sanitation facility that must be owned by every household. The purpose of this activity is to increase public knowledge about healthy latrines by analyzing the relationship between the condition of the latrine and the incidence of stunted children. This research was conducted in the 1st ward of Way Gubak Village, Sukabumi District on 03 August 2022. The method used in this activity is an interactive lecture using a proyector slide tool prop with a presentation on small-scale, household and communal healthy latrines, followed by a question and answer. This activity was attended by 46 people from the way Gubak village.The results obtained include the community being very enthusiastic about the material provided; this can be seen from the questions asked by the community and the number of people who are able to answer questions. With this activity, it is hoped that it can change people's minds that healthy latrines are necessary for children's growth.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOBRICK DALAM MENGURANGI SAMPAH PLASTIK DI PEKON GISTING BAWAH Ergantara, Rani Ismiarti; Marsad, Hardoyo; Nasoetion, Panisean; Sulastri, Sulastri; Atmono, Atmono; Sahara, Kiki Iqbal
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v5i1.21854

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang, permasalahan sampah harusnya mendapat perhatian lebih, dan salah satu jenis sampah yang harus mendapat perhatian lebih adalah sampah plastik. Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik di Pekon Gisting Bawah Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dengan metode ecobrick. Salah satu permasalahan yang dihadapi sebagian besar masyarakat termasuk masyarakat Pekon Gisting Bawah Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus adalah sampah. Ecobrick merupakan pemanfaatan sampah plastik ramah lingkungan yang dijadikan sebagai barang berguna yang bernilai ekonomis dan estetis seperti kursi, meja . Selain itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini juga merasakan manfaat dari pembuatan ecobrick tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pekon Gisting Bawah Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dilakukan dengan sosialisasi dan pelatihan secara langsung dengan memaparkan materi pemahaman tentang sampah dan bagaimana cara pengolahan sampah plastik dengan metode ecobrick yang dilaksanakan di balai Pekon Gisting Bawah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat respon dan atusias dari peserta dengan praktik membuat ecobrick, selanjutnya ecobrick yang sudah dibuat dan dirangkai menjadi satu produk ecobrick yaitu tempat duduk, sehingga dengan adanya kegiatan ini masalah sampah plastik di Pekon Gisting Bawah Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dapat teratasi.  
GERAKAN MEMILAH SAMPAH SEJAK USIA DINI ( THE GARBAGE-SORTING PROGRAME SINCE CHILDHOOD) Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti; Nasoetion, Panisean; Hardoyo, Hardoyo; Sutikno, Sutikno
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 1, No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v2i1.7310

Abstract

Pengetahuan memilah sampah sangat penting dalam mengawali langkah untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada.  Membiasakan membuang sampah dengan memilah sampah terlebih dahulu akan lebih baik jika dilakukan sejak usia dini, karena diusia inilah karakter seseorang akan dibentuk bagi anak di TPA Darul Ilmi Dusun Totoharjo 2 Desa Poncorejo Kec. Way Ratai, Kab.Pesawaran.  Adapun metode yang digunakan yaitu sosialisasi, dengan adanya sosialisasi ini anak-anak TPA mendapatkan informasi bagaimana memilah sampah sesuai dengan karakteristik sampah. Hasil dari kegiatan ini diperoleh yakni adanya beberapa kegiatan yang kami lakukan di TPA darul ilmi dalam memahami pemilahan sampah maupun pengelolaan sampah. Dengan adanya pemahaman tersebut maka akan tertanam kepada anak-anak mengenai cinta lingkungan dan estetika. Pendidikan karakter dalam membuang sampah kepada anak-anak bisa berhasil. 
PEMANFAATAN FILTRASI SEDERHANA PENJERNIH SUMBER AIR RUMAH TANGGA SEBAGAI AIR BAKU KELURAHAN PIDADA KOTA BANDAR LAMPUNG Ergantara, Rani Ismiarti; Marsad, Hardoyo; Atmono, Atmono; Dwicahya, Vina
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v3i1.11257

Abstract

: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five (babies under 5 years old) due to chronic malnutrition, so that children are too short for their age. Malnutrition occurs while the baby is in the womb and in the early postnatal period after the baby is born; however, the stunting condition only appears after the baby is 2 years old. According to Ministry of Health (2018) research, stunting can be caused by poor nutrition (40%), a lack of clean water, and poor sanitation (60%). Clean water is one of the basic human needs to meet healthy living standards. In the Pidada neighborhood itself, there is still a lack of access to clean water, and the problem related to clean water is that there is a lime substance contained in the water. The goal of this activity is to provide the community with solutions for turning dirty water into clean water through the use of filtration. Twenty people from the Pidada Village community participated in Posyandu activities. The results of the implementation of activities where the community is enthusiastic and can understand the criteria for clean water also indicate that the community can also understand the right simple filtration techniques. This can be seen from the many questions and the number of residents who want to try the simple filtration props that have been designed. The simple filtration props demonstrated were made from plastic bottles with a volume of 1.5 liters. Through the socialization method of this activity, it is hoped that it can raise public awareness about improving and maintaining the quality of clean water and also be a solution to the problem of clean water in Pidada Village, which can prevent stunting for the Golden Generation launched by the government.
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK GORENG MENJADI LILIN JELANTAH (The Utilization Of fried Oil Waste Into Used Cooking Candle) Ergantara, Rani Ismiarti; Nasoetioen, Panisean; Sulastri, Sulastri; Atmono, Atmono; Maurinnisa, Dhea Aulia; Lestari, Agustia Indah
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v3i2.14208

Abstract

Used cooking oil is one type of hazardous waste produced from the food processing process with cooking oil. This waste can come from households, stalls, restaurants and other food businesses. Repeated use of cooking oil will result in oil damage because unsaturated fats oxidize to form peroxide compounds and cause many diseases and cause environmental pollution. This activity aims to provide education about the importance of a healthy and clean environment, know how to use used cooking oil waste, and help reduce environmental pollution to be clean and healthy. The methods used are the planning stage, the collection stage of tools and materials, the process stage of making used cooking candles, and the socialization stage. The result of this activity is the use of used edible oil waste into used cooking candle can be an innovative solution in an effort to reduce the level of environmental pollution.
DAYA SERAP CO2 TANAMAN PENGISI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PRIVAT RUMAH BESAR PERUMAHAN SPRINGHILL DAN CITRA MAS DI KELURAHAN KEMILING PERMAI Febriansyah, Aldy Rahmat; Ergantara, Rani Ismiarti; Nasoetion, Panisean
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v6i1.5862

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Kemiling Permai berpotensi besar terjadi pencemaran udara akibat kegiatan transportasi, dan perdagangan. Sedangkan saat ini ketersediaan ruang terbuka hijau menurun akibat konversi lahan menjadi pemukiman. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengembangkan ruang terbuka hijau di kelurahan kemiling permai dengan memaksimalkan daya serap emisi karbon dioksida oleh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah emisi di kelurahan kemiling permai serta mengevaluasi kecukupan daya serap emisi karbon dioksida oleh pohon pengisi ruang terbuka hijau. Analisis dilakukan dengan metode perhitungan emisi dari kendaraan bermotor. Perhitungan emisi kendaraan bermotor merujuk pada PermenLH 12/2010, jumlah pohon menggunakan sensus, daya serap diperoleh dari studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi karbon dioksida di Perumahan Citra Mas 3,86 g CO2/jam, Springhil Blok A 2,37 g CO2/jam dan Springhill Blok B 13,28 g CO2/jam. Lebih lanjut, daya serap tanaman di Perumahan Citra Mas 1813,47 g CO2/jam, Springhill Blok A 369,84 g CO2/jam dan Springhill Blok B 879,88 g CO2/jam. Dengan demikian ruang terbuka hijau yang tersedia di Citra Mas dan Springhill Blok A dan B telah mencukupi untuk menyerap emisi CO2. Strategi pengoptimalan ruang terbuka hijau dilakukan melalui pemilihan jenis pohon serta tanamnan pelengkap perdu dan semak dengan daya serap karbon dioksida yang tinggi, antara lain 1) Ficus benjamina 2) Mangrifera indica 3) Persea Americana 4) Zamioculcas 5) Pennisetum purpureum. Kata Kunci : emisi, ruang terbuka hijau, rumah besar, rekomendasi, tanaman ABSTRACT CO2 Absorption Of Private Green Open Space Filling Plants At Springhill And Citra Mas Residence In Kemiling Permai Sub District. Kelurahan Kemiling Permai has a large potential for air pollution due to transportation activities and  trade. Meanwhile, currently the availability of green open space has decreased due to land conversion into settlements. One of the strategic steps taken is to develop green open spaces in rural villages by maximizing the absorption of carbon dioxide emissions by plants. The purpose of this study was to determine the amount of emissions in the village of Kemiling Terbang and to evaluate the adequacy of the absorption of carbon dioxide emissions by the trees filling green open spaces. The analysis was carried out by the method of calculating emissions from motorized vehicles. The calculation of motor vehicle emissions refers to PermenLH 12/2010, the number of trees using a census, absorption capacity is obtained from literature studies. The results showed that the total carbon dioxide emissions in Citra Mas residence were 3,86 g CO2/hour, Springhil Block A 2,37 g CO2/hour and Springhill Block B 13,28 g CO2/hour. Furthermore, the plants absorption capacity in Citra Mas residence is 1813.47 g CO2/hour, Springhill Block A 369,84 g CO2/hour and Springhill Block B 879,88 g CO2/hour. Thus, the green open space available in Citra Mas and Springhill Blocks A and B is sufficient to absorb CO2 emissions. The strategy for optimizing green open spaces is done by selecting tree species and complementary shrubs and shrubs with high carbon dioxide absorption,  including 1) Ficus benjamina 2) Mangrifera indica 3) Persea Americana 4) Zamioculcas 5) Pennisetum purpureum. Keywords : emissions, green open space, big houses, recommendations, plants
EFFECT OF ACTIVATION TYPES ON THE MAKING OF ADSORBENTS FROM COCONUT SHELLS TO REDUCE SALINITY LEVELS OF WELLS IN LEMPASING REGENCY Rafizan, Sasli; Marsad, Hardoyo; Ergantara, Rani Ismiarti; Wulandari, Diah Ayu
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v6i1.4718

Abstract

ABSTRAK Air merupakan komponen lingkungan yang mempunyai peranan cukup besar dalam kehidupan. Bagi manusia, air berperan dalam kegiatan pertanian, industri dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Air yang digunakan harus memenuhi syarat dari segi kualitas dan kuantitasnya. Kelurahan Lempasing merupakan daerah dengan ketersediaan air yang memenuhi syarat kesehatan sangat terbatas sebagian dari wilayah ini banyak yang menggunakan air sumur untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi karena kualitas air sumur yang mengandung salinitas yang tinggi maka air ini tidak layak untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi penggunaan cangkang kelapa sebagai adsorben dalam penurunan salinitas air sumur warga Lempasing dan untuk mengetahui jenis aktivasi yang efektif dalam menurunkan salinitas air sumur warga Lempasing. Penelitian ini merupakan penelitian experiment. Sampel yang di uji pada penelitian ini adalah kandungan salinitas air sumur warga Lempasing dengan menggunakan cangkang kelapa sebagai adsorben dengan berat 2 gram pada dua jenis aktivasi yaitu aktivasi fisika (pemanasan pada suhu 100ºC selama 3 jam) dan aktivasi kimia (pencampuran dengan larutan asam klorida HCl). Serta menggunakan waktu kontak 50, 100, dan 150 menit. Hasil penelitian didapatkan bahwa seluruh jenis aktivasi pada penilitian ini berpotensi untuk menurunkan tingkat salinitas air. Pada aktivasi fisika dan aktivasi kimia jenis cangkang kelapa merah lebih efektif dalam menurunkan salinitas air sumur warga Lempasing. Kecepatan penurunan aktivasi fisika dan aktivasi kimia dengan jenis cangkang kelapa merah untuk waktu adsorpsi 50 menit sebesar 0,01 ppt/menit dan 0.05 ppt/menit. Dengan demikian aktivasi kimia dengan jenis cangkang kelapa merah memiliki kecepatan penurunan paling besar. Kata Kunci : air sumur, salinitas air, cangkang kelapa. ABSTRACT The Effect Of Activation Types On Adsorbent Production From Coconut Shells To Reduce The Salinity Levels Of Well Water In Lempasing Village. Water is an environmental component that has a significant role in life. For humans, water plays a role in agricultural, industrial and household needs. The water used must meet the requirements in terms of quality and quantity. Lempasing Village is an area with very limited availability of water that meets health requirements. Some of these areas use well water for daily use, but because the quality of well water contains high salinity, this water is not suitable for consumption. This study aims to see the potential use of coconut shells as an adsorbent in reducing the salinity of well water in Lempasing residents and to determine the type of activation that is effective in reducing the salinity of well water of Lempasing residents. This research is anresearch experimental. The sample tested in this study was the salinity content of the well water of Lempasing residents using coconut shells as an adsorbent weighing 2 grams in two types of activation, namely physical activation (heating at 100ºC for 3 hours) and chemical activation (mixing with hydrochloric acid HCl solution. ). As well as using contact times of 50, 100, and 150 minutes. The results showed that all types of activation in this study have the potential to reduce the level of water salinity. In physical activation and chemical activation of the type of red coconut shell, it was more effective in reducing the salinity of the well water of the Lempasing residents. The decreasing rate of physical and chemical activation with the type of red coconut shell for an adsorption time of 50 minutes was 0.01 ppt/minute and 0.05 ppt/minute. Therefore,chemical activation with the type of red coconut shell had the greatest reduction rate. Keywords: well water, water salinity, the dregs of cane.
Pengaruh Kompos Limbah Kulit Nanas (Ananas Comosus) Dan Feses Ayam Terhadap Penurunan Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) Pada Proses Bioremediasi Tanah Tercemar Oli Rahmawati, Fahra; Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.19267

Abstract

Bioremediasi merupakan suatu metode yang berbiaya rendah dan dapat diterima secara lingkungan untuk memperbaiki tanah yang terkontaminasi limbah organik maupun anorganik dengan menggunakan organisme. Bioremediasi telah terbukti efektif dalam mengubah hidrokarbon minyak bumi dan polutan organik menjadi bahan kimia yang lebih sederhana yang tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang pada lingkungan yang rusak. Salah satu limbah berbahaya adalah oli bekas, yang menyebabkan tanah kehilangan nutrisi, mengubah struktur, fungsi dan komposisi tanah, serta membunuh hewan dan tumbuhan di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana perubahan waktu dan penambahan nutrisi mempengaruhi pengurangan kadar TPH di tanah yang terkontaminasi limbah minyak bumi. Penelitian ini dilakukan secara artifisial di laboratorium selama 28 hari. Perbaikan tanah dengan mengkomposkan kotoran ayam dengan kulit nanas (ananas comosus). Jumlah unsur hara yang ditambahkan pada tanah tercemar limbah oli berkisar antara 20 g, 40 g dan 60 g, sedangkan pengujian sampel dilakukan pada hari ke 7, 14, 21 dan 28. Parameter yang diuji adalah TPH. Pada penelitian ini, penambahan unsur hara berupa kompos kulit nanas dan kotoran ayam sebanyak 60 gram massa kompos memberikan hasil terbaik dalam pengolahan biologis TPH dengan metode pengomposan.yaitu mampu menurunkan  TPH sebesar 61% dalam kurun waktu 28 hari.