Articles
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG CARDIOPULMONARY RESUSCITATION MELALUI PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA PECALANG DAN KADER DI DESA WISATA BONGAN TABANAN
Suindrayasa, I Made;
Manangkot, Meril Valentine;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p14
Desa Wisata adalah satu program yang dibuat oleh satu desa yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan. Bongan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Bali yang sedang berkembang. Industri pariwisata harus didukung oleh berbagai aspek khususnya kesehatan. Ketika melakukan pertolongan dalam situasi kegawatdaruratan, seseorang harus mempunyai pengetahuan yang baik dan sikap yang positif. Pengetahuan menolong meliputi pemahaman dalam prinsip, langkah, dan tata cara menolong. Sikap positif dalam menolong adalah posisi seseorang dalam berkeinginan untuk menolong sehingga nanti ditunjukkan dengan perilaku menolong. Persiapan, pencegahan, dan penanganan kondisi kegawatdaruratan yang baik akan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung dan pelaku jasa pariwisata yang ada di desa wisata. Pecalang dan kader merupakan perwakilan dari masyarakat yang dapat diandalkan saat terjadi kondisi-kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan Basic Life Support terhadap pengetahuan dan sikap pecalang dan kader dalam penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode quasi experimental dengan pre-post test. Perlakuan yang diberikan berupa Pelatihan Basic Life Support berupa ceramah, demontrasi, tanya jawab yang dilaksanakan secara tatap muka. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value < 0,05 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation melalui pelatihan BLS.
PENINGKATAN SELF EFFICACY MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KEBENCANAAN FADIP (FIRST AID AND DISASTER PLAN TRAINING)
Suindrayasa, I Made;
Manangkot, Meril Valentine;
Saputra, I Kadek;
Wibawa, Ari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i06.p04
Dalam kondisi kebencanaan persiapan penanggulangan dan mitigasi harus disiapkan self efficacy yang baik. Self-efficacy dalam kebencanaan adalah kepercayaan diri individu terhadap kekuatan yang dipunyai untuk mampu melakukan mengatasi kondisi kebencanaan. Pelatihan kebencanaan FADIP (First Aid and Disaster Plan Training) merupakan pelatihan yang berisi tentang topik-topik persiapan, penanggulangan, dan mitigasi bencana. Desa Tista adalah desa wisata yang terletak di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali yang sedang berkembang. Industri pariwisata harus didukung oleh berbagai aspek khususnya kesehatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah ada peningkatan self efficacy masyarakat melalui pelatihan kebencanaan FADIP (first aid and disaster plan training) di Desa Wisata Tista Kabupaten Tabanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu peningkatan self efficacy masyarakat melalui pelatihan kebencanaan FADIP (first aid and disaster plan training) di Desa Wisata Tista Kabupaten Tabanan. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan metode quasi experiment dengan pre-post test. Sampel penelitian ini adalah responden yang berada / tinggal di daerah Desa Wisata Kabupaten Tabanan. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapat nilai p-value < 0,05 yang memiliki arti ada peningkatan self efficacy masyarakat melalui pelatihan kebencanaan FADIP (first aid and disaster plan training) di Desa Wisata Tista Kabupaten Tabanan.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MENOLONG KORBAN KEGAWATDARURATAN WISATA PADA PEDAGANG PESISIR PANTAI DENGAN EDUKASI WATER RESCUE DI KABUPATEN BADUNG
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Saputra, I Kadek;
Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p14
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk berwisata di pantai selain berdampak positif juga akan menjadi perhatian khusus pada kejadian kegawatdaruratan. Banyaknya kasus kegawatdaruratan pada wisawatan dipengaruhi oleh pertolongan pertama orang terdekat/bystander salah satunya adalah peran pedagang pesisir. Pedagang pesisir menyatakan sangat jarang terpapar pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaannya dan apabila ditinjau dari kesibukannya, pedagang pesisir akan lebih memprioritaskan untuk berdagang dibandingkan meningkatkan kompetensi pertolongan. Untuk menanggulangi hal tersebut, metode yang dipilih adalah dengan pembuatan media audio visual berupa video Water Rescue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan pedagang pesisir untuk menolong korban kegawatdaruratan wisata pantai di Kabupaten Badung. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode pre-experiment one group pretest-posttest dan dilaksanakan pada delapan lokasi pantai yang ada di Kabupaten Badung. Pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan total responden sebanyak 103 orang. Pengambilan data dengan kuesioner untuk menilai kesiapsiagaan sebelum dan setelah pemberian video Water Rescue. Hasil analisis dengan uji t-Test menyatakan ada perbedaan kesiapsiagaan pedagang pantai yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video Water Rescue dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Edukasi melalui pemberian media audio visual bisa dikatakan efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan kelompok pedagang pantai karena media dibuat dengan real setting dan real time, serta memadukan pendekatan budaya setempat dengan penggunaan bahasa yang sesuai dengan responden. Selain itu, diperlukan lokasi khusus untuk scan barcode penanganan kegawatdaruratan di lokasi pantai/air serta pelatihan secara berkala guna memantapkan kemampuan psikomotor dari pedagang sekitar lokasi wisata pantai/air.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA DENGAN MOTIVASI MENOLONG KORBAN KECELAKAAN BERWISATA DI DUSUN SOMPANG, NUSA PENIDA
Purnawan, I Wayan Agus;
Suindrayasa, I Made;
Sawitri, Ni Komang Ari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p04
Kecelakaan lalu lintas dan tenggelam merupakan jenis kecelakaan yang paling sering dialami oleh wisatawan ketika berkunjung ke objek wisata di Dusun Sompang, Nusa Penida. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dan motivasi menolong sangat penting dimiliki oleh masyarakat, mengingat kedua hal tersebut sangat diperlukan ketika hendak menolong wisatawan yang mengalami kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama dengan motivasi menolong korban kecelakaan berwisata di Dusun Sompang, Nusa Penida. Metode yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki tingkat pengetahuan dan motivasi menolong yang berada pada kategori sedang. Kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi p = 0,007 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi 0,337. Nilai koefisien korelasi menandakan bahwa kekuatan hubungan rendah dengan arah hubungan yang positif.
GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN SATGANA PMI DALAM PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN BENCANA KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BULELENG
Alit Suardani, I Gusti Agung Ayu;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Saputra, I Kadek;
Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p11
Sepanjang tahun 2022, telah tercatat 16 kejadian kebakaran permukiman di Kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng memiliki angka kejadian kebakaran permukiman yang tinggi dibandingkan dengan kejadian bencana lain. Satuan Siaga Penanggulangan Bencana (SATGANA) adalah tim khusus yang dibentuk, dibina dan diterjunkan oleh PMI untuk menangani masalah bencana kebakaran permukiman tersebut. Dalam melakukan pertolongan, SATGANA memiliki potensi risiko kecelakaan saat bekerja. Sehingga diperlukan sikap yang harus diterapkan untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan kerja tersebut dengan menerapkan Budaya Keselamatan atau Safety Culture. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan pengambilan data menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 30 orang anggota SATGANA yang diberikan kuesioner SCART melalui Google form, dan pengambilan data dilakukan pada tanggal 15-28 Februari 2023. Didapatkan hasil bahwa Budaya Keselamatan anggota SATGANA PMI Buleleng dalam memberikan pertolongan pertama pada korban bencana kebakaran permukiman termasuk dalam peringkat kategori B dengan bobot total skor 696,88. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko pelanggaran pemenuhan persyaratan keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait kinerja keselamatan yang perlu ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan rutin, melibatkan semua tingkatan organisasi untuk mengadakan pertemuan tingkat institusi dengan menekankan pentingnya safety, memberikan penghargaan berupa piagam atau reward kepada anggota setelah mengikuti pelatihan dan pertolongan serta mengadakan kegiatan evaluasi kinerja dan dokumentasi evaluasi dilengkapi dengan pemberian rekomendasi tindak lanjut.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI HEMODIALISA
Rilla, Eldessa Vava;
Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p05
Gagal ginjal kronik merupakan suatu penyakit yang disebabkan tidak berfungsinya ginjal dengan baik, karena ginjal tidak mampu mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan, dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia. Pasein gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sangat membutuhkan dukungan keluarga. Dukungan dari keluarga pasien akan meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan. Dari hasil studi pendahuluan, masih ada beberapa pasien yang menjalani terapi hemodialisa yang belum mendapatkan dukungan dari keluarga. Dukungan keluarga dan motivasi sangat berperan penting bagi pasien yang menderita penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa di RSUD dr. Slamet Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden. Analisis bivariat yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa di RSUD dr. Slamet Garut dengan p-value (0,001). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Slamet Garut.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
I Kadek Jodi;
Gusti Ayu Ary Antari;
I Made Suindrayasa;
Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p03
Diabetes melitus tipe 2 sering disebut silent killer disease, karena seringkali pasien tidak menyadari dirinya mengalami diabetes hingga muncul komplikasi. Salah satu pilar pengelolaan diabetes melitus yang penting adalah pengaturan diet. Pada penderita diabetes melitus tipe 2, diet merupakan dasar penatalaksanaan yaitu pengaturan makan dengan memberikan dan memperhatikan unsur makanan esensial sesuai dengan kebutuhan energi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor yang berkontribusi kuat untuk mempengaruhi akan kepatuhan diet pada pasien diabetes tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet diabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilaksanakan pada Bulan April-Juni 2024. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan didapatkan 31 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan adalah Hensarling Diabetes Family Support scale untuk mengukur dukungan keluarga dan Perceived Dietary Adherence Questionnaire untuk mengukur kepatuhan diet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dukungan keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagian besar baik, yaitu sebanyak 28 orang (53,7%). Kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 tertinggi sebanyak 19 orang (61,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif kuat yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet (p-value = 0,000 ; rₛ = 0,634). Dari penelitian ini, diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA GIGITAN ULAR PADA KELOMPOK PETANI DI BANJAR PALAK DESA SUKAWATI
Ni Made Dwiyana Sinta;
Meril Valentine Manangkot;
Made Oka Ari Kamayani;
I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p01
Gigitan ular merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di daerah pedesaan, terutama di kalangan masyarakat yang bekerja sebagai petani. Minimnya pengetahuan tentang pertolongan pertama dapat memperburuk kondisi korban. Pertolongan pertama wajib dilakukan untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pertolongan pertama gigitan ular pada kelompok petani di Banjar Palak Desa Sukawati. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dengan metode analisis deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang yang didapatkan melalui teknik total sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengetahuan Pertolongan Pertama Gigitan Ular yang dibuat oleh peneliti dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama gigitan ular mayoritas pada kategori pengetahuan tinggi sebanyak 46 orang (76,70%), kategori pengetahuan sedang sebanyak 11 orang (18,30%), dan kategori pengetahuan rendah sebanyak 3 orang (5%). Dapat disimpulkan meskipun mayoritas memiliki pengetahuan kategori tingkat tinggi akan tetapi masih ada sebagian kecil memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai pertolongan pertama. Intervensi lebih lanjut diperlukan baik dalam bentuk penyuluhan atau paparan informasi yang lebih luas melalui berbagai media agar pemahaman masyarakat semakin baik dan dapat mengurangi risiko komplikasi akibat kesalahan dalam melakukan pertolongan pertama gigitan ular gigitan ular.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR MAHASISWA KEPERAWATAN ANGGOTA DAN NON-ANGGOTA VOLUNTARY NURSING TEAM DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
Rapmauli Tambunan;
I Kadek Saputra;
I Gusti Ngurah Juniartha;
I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p04
Voluntary Nursing Team (VNT) adalah komunitas mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berfokus pada pengembangan kompetensi kegawatdaruratan, salah satunya Bantuan Hidup Dasar (BHD). Keterampilan BHD menjadi krusial dalam menangani kasus henti jantung, karena keterlambatan penanganan dapat mengurangi peluang kelangsungan hidup hingga 7-10% setiap menit. Anggota VNT mendapatkan pelatihan intensif yang tidak tersedia bagi mahasiswa non-anggota, meliputi pendidikan dan latihan mengenai BHD serta simulasi penanganan kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam tingkat pengetahuan BHD antara mahasiswa keperawatan yang menjadi anggota VNT dan yang tidak menjadi anggota VNT di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mengingat pentingnya BHD dalam praktik keperawatan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan disebarkan kepada 84 mahasiswa keperawatan, terdiri dari 42 anggota VNT dan 42 non-anggota VNT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan tingkat pengetahuan BHD antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan BHD antara anggota dan non-anggota VNT (p < 0,05). Mahasiswa anggota VNT memiliki tingkat pengetahuan BHD yang lebih tinggi dibandingkan non-anggota dengan skor rata-rata anggota VNT adalah 72,68 dan skor rata-rata non anggota VNT adalah 55,73. Hal ini mengindikasikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan oleh VNT berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan BHD. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatihan yang diberikan oleh VNT efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan di bidang kegawatdaruratan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program serupa di institusi pendidikan di bidang kesehatan lainnya untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN PADA PELAKU WISATA DI OBYEK WISATA CEKING DESA TEGALLALANG
Nikadek Pramesti Dewi Puspita Sari;
Made Oka Ari Kamayani;
I Made Suindrayasa;
Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p07
Kecelakaan saat berwisata merupakan hal yang tidak diinginkan namun dapat terjadi. Salah satu obyek wisata yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan yaitu obyek wisata Ceking. Lingkungannya yang panas karena berada di pinggir sawah, area lahan yang tidak rata, serta lokasi yang berdekatan dengan jalan raya, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengunjung. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perilaku pertolongan pertama, yaitu tindakan cepat yang dilakukan seseorang untuk menyelamatkan korban kecelakaan. Tindakan ini memerlukan efikasi diri, yakni keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengambil tindakan yang dapat memengaruhi keselamatan diri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan perilaku pertolongan pertama kecelakaan pada pelaku wisata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelaku wisata yang berada di obyek wisata dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner perilaku pertolongan pertama kecelakaan. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r = 0,427, dapat diartikan terdapat hubungan dengan kekuatan sedang antara efikasi diri dengan perilaku pertolongan pertama kecelakaan dengan arah hubungan positif, maka semakin tinggi efikasi diri semakin tinggi juga perilaku dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan.