Articles
PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PASIEN HEMODIALISIS DALAM UPAYA AKSELERASI CAPAIAN ADEKUASI HEMODIALISIS
G. A. A. Antari;
N. L. P. S. Devi;
M. V. Manangkot;
I. M. Suindrayasa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.772 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i04.p13
Adekuasi hemodialisis merupakan parameter penting yang mencerminkan keberhasilan proses hemodialisis. Salah satu permasalahan terkait capaian adekuasi hemodialisis adalah tidak patuhnya pasien terhadap manajemen dan peresepan hemodialisis. Oleh karenanya perlu dirancang program yang melatih pasien sehingga memiliki kemampuan dalam melakukan manajemen penyakit dan meningkatkan kepatuhan terhadap terapi. Program pelatihan dan pendampingan dirancang untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi dan untuk memantau perubahan kondisi pasien selama proses hemodialisis. Tujuan program ini adalah untuk mempercepat capaian adekuasi hemodialisis. Peserta yang terlibat adalah pasien yang rutin menjalani hemodialisis selama dua kali seminggu. Pasien diberikan pelatihan dan pendampingan mengenai adekuasi, manajemen penyakit gagal ginjal dan hemodialisis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam melakukan manajemen penyakit. Capaian adekuasi ditemukan meningkat setelah diberikan program ini. Oleh karenanya pendampingan bagi pasien hemodialisis sangat penting dilakukan dan perlu mendapatkan perhatian oleh tenaga kesehatan yang bertugas di ruang hemodialisis.
HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
Putu Veren Devayanti;
Made Rini Damayanti S.;
I Made Suindrayasa
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.964 KB)
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i03.p02
Mahasiswa keperawatan diharapkan memiliki kemampuan kontrol diri yang baik karena berkaitan dengan pekerjaannya kelak sebagai perawat. Mahasiswa yang tidak mampu mengendalikan diri dengan baik selama proses pendidikan akan cenderung melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik akan lebih banyak memberikan dampak negatif bagi mahasiswa yang dapat mempengaruhi keberhasilan akademik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik pada Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 164 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Spearman Rank. Sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki kontrol diri rendah (57,9%) dan tingkat prokrastinasi akademik sedang (48,8%). Hasil penelitian didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p ? 0,05). Nilai coefficient correlation didapat sebesar -0,623 menunjukkan korelasi negatif dengan kekuatan korelasi kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Hubungan Sikap Duduk terhadap Kejadian Nyeri Leher pada Mahasiswa PSSIKPN selama Pembelajaran Daring
Ulfiana Ulfiana;
I Kadek Saputra;
I Made Suindrayasa
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022 "The 4th Udayana International Nursing Confer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.567 KB)
Perubahan proses pembelajaran selama masa pandemi COVID-19 menyebabkan aktifitas fisik mahasiswa berkurang dan lebih banyak duduk saat perkuliahan daring. Sikap duduk yang tidak ergonomi jika dilakukan dalam kurun waktu lama mengakibatkan timbulnya keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) salah satunya nyeri leher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap duduk terhadap kejadian nyeri leher pada mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Keperawataan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana selama pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah deskritptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 55 orang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Adapun karakteristik responden yaitu 10 (18,2%) orang responden laki-laki, 45 (81,8%) orang responden perempuan dan rata-rata usia responden adalah 20,05 tahun dengan usia termuda 18 dan tertua 22 tahun. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank, didapatkan hasil nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk terhadap kejadian nyeri leher pada mahasiswa PSSIKPN FK UNUD selama pembelajaran daring. Hasil nilai r=0,760 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara variabel sikap duduk dan nyeri leher adalah kuat dengan arah korelasi positif. Artinya, semakin beresiko sikap duduk maka semakin berat keluhan nyeri leher. Hal ini terjadi karena sikap duduk yang tidak ergonomi akan menyebabkan gangguan pada leher dan gangguan akan memberat apabila dilakukan berulang dalam kurun waktu yang lama. Hasil penelitian ini merekomendasi agar mahasiswa diberikan edukasi sikap ergonomi saat pembelajaran daring serta mengatur waktu lama duduk yang diselingi dengan istirahat sejenak dan stretching secara berkala.
Perbandingan Efektivitas Penggunaan Video Animasi dengan Video Demonstrasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar Remaja
I Made Dyanta Anwar;
I Gusti Ngurah Juniartha;
I Made Suindrayasa
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022 "The 4th Udayana International Nursing Confer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.545 KB)
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) secara mandiri dapat dilakukan menggunakan media video edukasi. Namun, belum ada kepastian apakah video animasi atau video demonstrasi yang lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan seseorang dengan cepat, mengingat semakin meningkatnya kejadian henti jantung di Indonesia. Sasaran penelitian ini adalah remaja di SMP Ngurah Rai Pecatu untuk menciptakan bystander muda yang memiliki sikap positif dalam melakukan BHD. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan video animasi dengan video yang diperagakan oleh manusia dalam meningkatkan pengetahuan tentang BHD. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental designs dengan rancangan non equivalent control group pre test dan post test. Sampel penelitian berjumlah 48 siswa kelas IX SMP Ngurah Rai Pecatu yang masih aktif dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perbandingan yang dilakukan adalah membandingkan efektivitas video animasi dengan video demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan tentang BHD. Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara langsung dan analisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan kedua video tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden dengan nilai signifikansi 0.000 (p<0.05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara video animasi dan video demonstrasi dengan nilai signifikansi 0.816 (p>0.05). Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas video edukasi animasi dan video demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan BHD siswa SMP Ngurah Rai Pecatu.
GAMBARAN INTENSI MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS
Dewa Ayu Dwi Yaswari Temala;
I Made Suindrayasa;
Kadek Saputra
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i02.p06
Intensi merupakan salah satu faktor penting dalam memprediksi perilaku menolong pada kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas adalah salah satu jenis kecelakaan yang banyak terjadi dan mengakibatkan kerugian dari segi mortalitas dan morbiditas. Keberadaan first responder yang mengetahui tahapan pertolongan pertama, serta mampu dan mau menolong korban sangat dibutuhkan. Salah satu responder potensial adalah mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intensi mahasiswa keperawatan dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan observasional. Responden penelitian ini adalah 111 orang mahasiswa aktif Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang telah lulus dalam mata kuliah keperawatan gawat darurat. Penelitian ini menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Measure of Intention to Help Road Accident Victim (MIHRAV) yang telah diterjemahkan dan dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden merupakan angkatan 2019 (59,5%), mayoritas responden berusia 22 tahun (47,7%), berjenis kelamin perempuan (90,9%), pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait pertolongan pertama pada kecelakaan (81,1%), pernah melihat kecelakaan lalu lintas secara langsung (85,6%), dan mayoritas tidak pernah menolong korban kecelakaan lalu lintas (55,9%). Mayoritas responden memiliki intensi yang tinggi untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas (53,2%).
PELATIHAN SELF HYPNOSIS EMPOWERMENT MENINGKATKAN EFIKASI DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS
Manangkot, Meril Valentine;
Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p15
Diabetes mellitus merupakan salah satu gangguan metabolik dengan karakteristik peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah. Penatalaksanaan pengobatan DM berlangsung seumur hidup, sehingga memerlukan efikasi diri yang optimal. Efikasi diri dapat diwujudkan dengan membangun kepercayaan diri individu, salah satu caranya dengan melakukan self-hypnosis empowerment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan self-hypnosis empowerment terhadap efikasi diri pasien DM. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Responden penelitian terdiri dari 30 orang kelompok eksperimen dan 30 orang kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan self-hypnosis empowerment, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi umum. Pengumpulan data menggunakan kuesioner efikasi diri Diabetes Management Sel-Efficacy Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan skor efikasi diri pre dan post intra kelompok eksperimen (p-value = 0,000), terdapat perbedaan skor efikasi diri pre dan post intra kelompok kontrol (p-value = 0,000), serta terdapat perbedaan selisih skor efikasi diri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p-value = 0,000). Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi bagi pasien DM untuk meningkatkan efikasi diri dan motivasi, demi terwujudnya perilaku manajemen kesehatan yang optimal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG CARDIOPULMONARY RESUSCITATION MELALUI PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA PECALANG DAN KADER DI DESA WISATA BONGAN TABANAN
Suindrayasa, I Made;
Manangkot, Meril Valentine;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p14
Desa Wisata adalah satu program yang dibuat oleh satu desa yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan. Bongan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Bali yang sedang berkembang. Industri pariwisata harus didukung oleh berbagai aspek khususnya kesehatan. Ketika melakukan pertolongan dalam situasi kegawatdaruratan, seseorang harus mempunyai pengetahuan yang baik dan sikap yang positif. Pengetahuan menolong meliputi pemahaman dalam prinsip, langkah, dan tata cara menolong. Sikap positif dalam menolong adalah posisi seseorang dalam berkeinginan untuk menolong sehingga nanti ditunjukkan dengan perilaku menolong. Persiapan, pencegahan, dan penanganan kondisi kegawatdaruratan yang baik akan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung dan pelaku jasa pariwisata yang ada di desa wisata. Pecalang dan kader merupakan perwakilan dari masyarakat yang dapat diandalkan saat terjadi kondisi-kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan Basic Life Support terhadap pengetahuan dan sikap pecalang dan kader dalam penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode quasi experimental dengan pre-post test. Perlakuan yang diberikan berupa Pelatihan Basic Life Support berupa ceramah, demontrasi, tanya jawab yang dilaksanakan secara tatap muka. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value < 0,05 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang penanganan kegawatdaruratan khususnya tentang cardiopulmonay resuscitation melalui pelatihan BLS.
PENINGKATAN SELF EFFICACY MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KEBENCANAAN FADIP (FIRST AID AND DISASTER PLAN TRAINING)
Suindrayasa, I Made;
Manangkot, Meril Valentine;
Saputra, I Kadek;
Wibawa, Ari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i06.p04
Dalam kondisi kebencanaan persiapan penanggulangan dan mitigasi harus disiapkan self efficacy yang baik. Self-efficacy dalam kebencanaan adalah kepercayaan diri individu terhadap kekuatan yang dipunyai untuk mampu melakukan mengatasi kondisi kebencanaan. Pelatihan kebencanaan FADIP (First Aid and Disaster Plan Training) merupakan pelatihan yang berisi tentang topik-topik persiapan, penanggulangan, dan mitigasi bencana. Desa Tista adalah desa wisata yang terletak di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali yang sedang berkembang. Industri pariwisata harus didukung oleh berbagai aspek khususnya kesehatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah ada peningkatan self efficacy masyarakat melalui pelatihan kebencanaan FADIP (first aid and disaster plan training) di Desa Wisata Tista Kabupaten Tabanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu peningkatan self efficacy masyarakat melalui pelatihan kebencanaan FADIP (first aid and disaster plan training) di Desa Wisata Tista Kabupaten Tabanan. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan metode quasi experiment dengan pre-post test. Sampel penelitian ini adalah responden yang berada / tinggal di daerah Desa Wisata Kabupaten Tabanan. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapat nilai p-value < 0,05 yang memiliki arti ada peningkatan self efficacy masyarakat melalui pelatihan kebencanaan FADIP (first aid and disaster plan training) di Desa Wisata Tista Kabupaten Tabanan.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MENOLONG KORBAN KEGAWATDARURATAN WISATA PADA PEDAGANG PESISIR PANTAI DENGAN EDUKASI WATER RESCUE DI KABUPATEN BADUNG
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Saputra, I Kadek;
Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p14
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk berwisata di pantai selain berdampak positif juga akan menjadi perhatian khusus pada kejadian kegawatdaruratan. Banyaknya kasus kegawatdaruratan pada wisawatan dipengaruhi oleh pertolongan pertama orang terdekat/bystander salah satunya adalah peran pedagang pesisir. Pedagang pesisir menyatakan sangat jarang terpapar pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaannya dan apabila ditinjau dari kesibukannya, pedagang pesisir akan lebih memprioritaskan untuk berdagang dibandingkan meningkatkan kompetensi pertolongan. Untuk menanggulangi hal tersebut, metode yang dipilih adalah dengan pembuatan media audio visual berupa video Water Rescue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan pedagang pesisir untuk menolong korban kegawatdaruratan wisata pantai di Kabupaten Badung. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode pre-experiment one group pretest-posttest dan dilaksanakan pada delapan lokasi pantai yang ada di Kabupaten Badung. Pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan total responden sebanyak 103 orang. Pengambilan data dengan kuesioner untuk menilai kesiapsiagaan sebelum dan setelah pemberian video Water Rescue. Hasil analisis dengan uji t-Test menyatakan ada perbedaan kesiapsiagaan pedagang pantai yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video Water Rescue dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Edukasi melalui pemberian media audio visual bisa dikatakan efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan kelompok pedagang pantai karena media dibuat dengan real setting dan real time, serta memadukan pendekatan budaya setempat dengan penggunaan bahasa yang sesuai dengan responden. Selain itu, diperlukan lokasi khusus untuk scan barcode penanganan kegawatdaruratan di lokasi pantai/air serta pelatihan secara berkala guna memantapkan kemampuan psikomotor dari pedagang sekitar lokasi wisata pantai/air.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA DENGAN MOTIVASI MENOLONG KORBAN KECELAKAAN BERWISATA DI DUSUN SOMPANG, NUSA PENIDA
Purnawan, I Wayan Agus;
Suindrayasa, I Made;
Sawitri, Ni Komang Ari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p04
Kecelakaan lalu lintas dan tenggelam merupakan jenis kecelakaan yang paling sering dialami oleh wisatawan ketika berkunjung ke objek wisata di Dusun Sompang, Nusa Penida. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dan motivasi menolong sangat penting dimiliki oleh masyarakat, mengingat kedua hal tersebut sangat diperlukan ketika hendak menolong wisatawan yang mengalami kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama dengan motivasi menolong korban kecelakaan berwisata di Dusun Sompang, Nusa Penida. Metode yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki tingkat pengetahuan dan motivasi menolong yang berada pada kategori sedang. Kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi p = 0,007 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi 0,337. Nilai koefisien korelasi menandakan bahwa kekuatan hubungan rendah dengan arah hubungan yang positif.