Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular pada Perancangan Kawasan Wisata Resort Danau Tempe di Kabupaten Wajo Fadli, Ahmad; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16069

Abstract

Arsitektur Neo Vernakular merupakan pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai tradisional lokal dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan modern, dimana pendekatan tersebut dapat tetap mempertahankan gaya arsitektural serta nilai-nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip arsitektur Neo Vernakular dapat diadaptasi dan diterapkan pada desain kawasan wisata modern tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada perancangan kawasan wisata resort Danau Tempe di Kabupaten Wajo. Penerapan unsur Neo Vernakular dapat terlihat pada bagian eksterior dimana pada bagian tersebut menambahkan timpalaja. Timpalaja merupakan salah satu bagian penting pada rumah adat Kabupaten Wajo yang mana bagian tersebut menjadi simbol strata atau status sosial dari pemilik rumah tersebut. Bentuk lain yang diambil adalah bentuk rumah panggung. Bentuk tersebut merupakan bentuk yang sering dijumpai pada bangunan-bangunan rumah di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Wajo. Penerapan unsur Neo Vernakular juga terdapat pada bagian interior. Pada bagian interior terdapat ukiran atau motif yang merupakan motif yang di ambil dari kain sutera sebagai kerajinan khas Kabupaten Wajo. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain resort yang modern namun tetap menjaga kelestarian budaya dilingkugannya.
Implementasi Konsep Ekologi pada Perancangan Kawasan Ekowisata di Pantai Bone Malea Azman, Andi; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16071

Abstract

Ekowisata merupakan bentuk wisata yang menghubungkan antara manusia dan alam, dalam upaya menjaga kelestarian alam yang dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi implementasi konsep ekologi dalam perancangan kawasan ekowisata di Pantai Bone Malea Kabupaten Kepulauan Selayar. Adapun aspek-aspek ekologi yang diindentifikasi adalah penerapan aspek desain dan konstruksi, penerapan aspek material bangunan, aspek spasial, dan aspek lingkungan dan iklim. Metode penelitian mencakup analisis terhadap kondisi lingkungan setempat, tinjuan literatur, serta studi kasus ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan konsep ekologi ini diharapkan mampu meminimalisir peralihan fungsi lahan dari lahan mangrove menjadi lahan kelapa atau kopra, sehingga mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Selain faktor konservasi, juga diharapkan mampu mereduksi penggunaan pestisida dan bom untuk penangkapan ikan, sehingga tetap menjaga kelestarian biota laut, tentunya juga akan berdampak pada peningkatan potensi ekonomi untuk masyarakat setempat. Jadi antara ekologi dan ekowisata saling berkesinambungan. Penelitian diharapkan mampu menjadi masukan bagi perencana, pemerhati ekologi, ataupun para pengambil kebijakan akan pentingnya perencanaan ekowisata di wilayah pesisir khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kajian Prinsip Ekologi pada Perancangan Pusat Olahraga Bulutangkis di Kota Makassar Ramadhan, Afif Alfatwa; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Latif, Sahabuddin; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16079

Abstract

Kajian ini meneliti penerapan prinsip-prinsip ekologi dalam Perancangan Pusat Olahraga Bulutangkis Di Kota Makassar untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen desain yang mendukung prinsip ekologi seperti pemanfaatan potensi iklim, penyediaan ruang terbuka hijau, dan kenyamanan desain. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni studi literatur, dan analisis studi kasus perancangan pusat olahraga bulutangkis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekologi yaitu pemanfaatan potensi iklim dimana pengelolahan tata massa bangunan agar mendapatkan penghawaan alami dan juga pencahayaan alami guna meminimalisir penggunaan energi listrik, kemudian penerapan prinsip penyediaan ruang terbuka hijau untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar tapak agar dapat membuat rasa nyaman, aman dan tentram, dan juga penerapan prinsip kenyamanan desain dimana memberikan rasa kenyamanan desain pada tapak maupun bangunan untuk para pengguna atau pengunjung seperti kenyamanan sirkulasi, kenyamanan termal dan menghadirkan fasilitas refresing bagi pengunjung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencana dan peneliti di bidang ekologi dalam merancang fasilitas olahraga yang berkelanjutan.
Pendekatan Prinsip Nature in Space pada Perancangan Terminal Pelabuhan Fery di Desa Appatana Kabupaten Kepulauan Selayar Asriadi, Asriadi; Amin, Siti Fuadillah A.; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16082

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan konsep Arsitektur Biofilik pada perancangan Terminal Pelabuhan Fery di desa Appatana Kabupaten kepulauan Selayar. Arsitektur Biofilik berfokus pada integrasi elemen alam ke dalam desain bangunan dalam tiga parameter desain, yakni Nature In Space Patters, Natural Analogues Patterns dan  Nature Of  The Space Patterns. Pada penelitian ini khusus mengindentifikasi strategi desain yang mengintegrasikan elemen alam ke dalam ruang terminal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kajian literatur dan analisis studi kasus terminal pelabuhan fery yang menerapkan prinsip Arsitektur Biofilik, khususnya pada aspek Nature In Space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perancangan terminal fery, dari tujuh indikator aspek Nature In Space, menerapkan Visual connection with nature, Non-visual connection with nature,. Non-ryhthmic sensory Stimuli, Thermal & airflow Variabillty Penelitian, Presence of water. ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perancang dalam menciptakan fasilitas publik yang selaras dengan alam.
Identifikasi Penerapan Prinsip Arsitektur Neo Vernakuler pada Perancangan Bangunan Rest Area Type A di Kota Palopo Rapi, Adam; A Amin, Siti Fuadillah; Amalia, Andi Annisa; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, A. Syahriyunita; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler dalam perancangan bangunan Rest Area Tipe A di Kota Palopo. Arsitektur neo vernakuler merupakan pendekatan desain yang memadukan elemen-elemen arsitektur tradisional dengan konsep modern, sehingga menciptakan bangunan yang tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan kearifan lokal. Kota Palopo, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, menjadi lokasi yang relevan untuk penerapan prinsip arsitektur ini guna mempertahankan identitas lokal dalam fasilitas publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kajian literatur mengenai arsitektur neo vernakuler, observasi lapangan, serta analisis desain bangunan Rest Area yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen arsitektur lokal, seperti bentuk atap, penggunaan material lokal, serta pola ruang tradisional, dapat memperkuat identitas budaya setempat tanpa mengorbankan fungsi modern dari bangunan Rest Area. Selain itu, prinsip-prinsip desain berkelanjutan, seperti penggunaan ventilasi alami dan pencahayaan yang efisien, juga dapat diintegrasikan dengan estetika vernakuler untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler pada Rest Area Tipe A di Kota Palopo dapat meningkatkan nilai estetika, memperkuat identitas lokal, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembang dan perencana dalam merancang bangunan publik yang berkelanjutan dan selaras dengan budaya lokal.
Perancangan Innovation Centre dengan Pendekatan Green Building di Kota Makassar Fahrul, Ahmad; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16173

Abstract

Dalam mencapai ambisi Indonesia Emas 2045, fokus pada pengembangan Human Capital & Research serta kebijakan infrastruktur riset dan inovasi menjadi krusial. Perlu meningkatkan dukungan dan peluang bagi inovator di seluruh Indonesia, mengatasi keterbatasan pada pilar input, dan mendorong hilirisasi karya riset dan teknologi. Meskipun infrastruktur riset dan inovasi sudah ada sejak 1994, pusat inovasi masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga penting untuk memperluas dukungan ke luar Jawa. Kota Makassar diidentifikasi sebagai potensi pengembangan inovasi di Indonesia Timur, dengan perancangan Innovation Centre sebagai ruang kolaborasi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan Green Building di Kota Makassar, yang tidak hanya mencerminkan proyek lokal tetapi juga manifestasi dari komitmen terhadap keberlanjutan dan perubahan positif dalam lingkungan perkotaan. Adapun metode perancangan yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder kemudian dari data survey dan observasi serta data dari instansi selanjutnya melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan. Lokasi perancangan Innovation Centre berada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, dengan luas lahan 1,4 Ha. Hasil dari perancangan Innovation Centre ini diharapkan tidak hanya sebagai struktur fisik, tetapi juga sebagai pernyataan tekad mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dengan fokus pada praktik-praktik green building, termasuk penghematan energi, penghawaan alami, dan pengelolaan air, Makassar Innovation Centre bertujuan menjadi pusat inovasi yang tidak hanya mendukung keberlanjutan lokal tetapi juga memberikan kontribusi positif pada tujuan global keberlanjutan.
Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Terminal Angkutan Umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng Akbar, Muhammad Fauzan; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16174

Abstract

Terminal angkutan umum memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial, khususnya di Kabupaten Bantaeng, sehingga memerlukan sistem transportasi dan pelayanan yang berkualitas. Penerapan konsep arsitektur hijau menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan sistem transportasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen arsitektur hijau dalam perancangan terminal angkutan umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data berdasarkan pendekatan arsitektur hijau. Kajian difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip utama, seperti pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau sebagai elemen esensial, penggunaan material alami untuk meningkatkan kenyamanan, serta pemanfaatan material daur ulang sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur hijau dapat menciptakan terminal yang tidak hanya berfungsi secara efisien, tetapi juga ramah lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya seperti air, listrik, dan material secara optimal. Terminal yang dirancang dengan konsep ini mampu menyediakan pelayanan yang baik sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Dengan demikian, perancangan terminal angkutan umum berbasis arsitektur hijau di Kabupaten Bantaeng dapat menjadi model desain yang inovatif untuk fasilitas transportasi di masa depan.
Konsep Arsitektur Organik pada Perancangan Kawasan Wisata Eco Park Mangrove di Kabupaten Kepulauan Selayar Ahmad, Andi Firman; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Latif, Sahabuddin; Amal, Citra Amalia; Rohana, Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17565

Abstract

Hutan Mangrove Matalalang di Kabupaten Kepulaun Selayar memiliki potensi yang cukup unik dan alamiah yaitu kekayaan biodiversitasnya. Mulai dari persebaran tumbuhan mangrovenya juga biota laut yang melimpah. Namun keadaan Kawasan hutan mangrove tersebut sudah lama terbengkalai akibat abrasi, alih fungsi lahan, dan kurangnya pemahaman masyarakat sekitar pentingnya ekosistem mangrove. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep dan perancangan arsitektur organik pada Eco Park Mangrove di Kabupaten Kepulauan Selayar. Konsep arsitektur organik merupakan perancangan arsitektur yang menggabungkan ruang dan bentuk dengan pusat pemikiran pada harmoni antara manusia dan alam. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni pengumpulan data dan analisis data yang sesuai dengan tema perancangan dan pendekatan arsitektur organik. Dari hasil perancangan, Eco Park Mangrove yang berlokasi di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Total luas tapak sebesar 38.000 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 15.200 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk daun mangrove yang berupa bidang berbentuk elips dengan dua bidang lengkung. Siteplan terdiri dari bangunan utama wisata mangrove, cafetaria, rumah kreatif mangrove, cottage, rumah pembibitan mangrove (rumah kaca mangrove), mangrove tracking, kolam pemancingan, mushollah, area hutan mangrove, dermaga, plaza, area parkir, dan jembatan pedestrian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kawasan wisata Eco Park Mangrove agar tetap selaras dengan alam dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Pendekatan Arsitektur Smart Building pada Perancangan E-Sport Arena di Kota Makassar Huddin, Misba; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Amal, Citra Amalia; A Amin, Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17567

Abstract

Arsitektur Smart Building merupakan suatu pendekatan arsitektur yang mewujudkan bangunan hemat energi dengan prinsip bagaimana konsumsi energi tersebut dapat dikurangi serta memberi kemudahan dan kenyamanan kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip smart building yang diterapkan pada bangunan E-Sport Arena di Kota Makassar. Penerapan prinsip-prinsip smart building dapat dilihat pada bagian Fasad, sistem penghawaan, dan area outdoor bangunan Arena E-Sports tersebut. Sistem penghawaan yang memanfaatkan udara alami dengan menggunakan cuttingan ACP sehingga udara dapat masuk kedalam bangunan hal tersebut akan mengurangi penggunaan sistem penghawaan yang menggunakan energi listrik. Penerapan prinsip smart building juga dapat dilihat pada fasad bangunan dengan memberikan LED Wall disetiap sisi bangunan. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi pada para pengguna bangunan tersebut.
Penerapan Konsep Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren di Gowa Fikri, Muhammad; Abdullah, Ashari; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana, Rohana; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.18543

Abstract

Kabupaten Gowa memiliki karakter iklim tropis lembap yang ditandai oleh suhu tinggi, kelembapan yang konsisten, dan intensitas radiasi matahari yang signifikan sepanjang tahun. Kondisi ini menuntut pendekatan desain bangunan yang mampu merespons iklim secara adaptif untuk menciptakan kenyamanan termal, khususnya pada lingkungan pendidikan berasrama seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur bioklimatik dalam perancangan pondok pesantren dengan mengacu pada indikator bioklimatik menurut Ken Yeang (1994) dan Norbert Lechner (2007). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis iklim mikro tapak, dan interpretasi desain berbasis prinsip bioklimatik. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, penggunaan shading device, dan integrasi vegetasi, sebagaimana dikemukakan oleh Yeang dan Lechner, berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan pasif dan efisiensi energi. Penerapan konsep ini pada rancangan pondok pesantren tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang menghargai alam. Desain ini diharapkan menjadi prototipe arsitektur pesantren tropis yang adaptif, hemat energi, dan humanis.