Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Green Complex Engineering

Konsep Arsitektur Organik pada Perancangan Kawasan Wisata Permandian Air Panas Buatan di Tombolo Pao Muhamad Ilham Pasiori, Ilham; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i2.149

Abstract

ABSTRAK Arsitektur organik adalah pendekatan desain yang berasal dari keterhubungan mendalam dengan kehidupan, menekankan kesatuan, kebebasan, harmoni, keindahan, kegembiraan, dan cinta. Pendekatan ini diterapkan secara parsial atau keseluruhan pada bangunan, berakar pada bentuk dan prinsip alam untuk memastikan integrasi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip arsitektur organik dapat diterapkan dan diadaptasi dalam desain kawasan wisata buatan agar selaras dengan ekosistem sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data dan analisis studi kasus pada kawasan wisata pemandian air panas buatan di Tombolo Pao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur organik memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mempertahankan bentuk alami serta menggunakan material yang berkelanjutan. Prinsip utama, seperti building as nature dan of the materials, memastikan bahwa struktur bangunan menyatu dengan lanskap serta memanfaatkan material alami dari sumber lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan kawasan wisata buatan, memberikan wawasan tentang desain arsitektur yang sejalan dengan pelestarian ekologi. Implikasinya menunjukkan bahwa integrasi prinsip arsitektur organik dapat meningkatkan kualitas estetika, lingkungan, dan fungsional fasilitas wisata, sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi dan ekologi. ABSTRACT Organic architecture is a design approach that originates from a deep connection to life, emphasizing unity, freedom, harmony, beauty, joy, and love. It is applied partially or entirely to buildings, rooted in natural forms and principles, ensuring integration with the environment. This study aims to explore how the principles of organic architecture can be applied and adapted in the design of artificial tourist areas to achieve harmony with the surrounding ecosystem. The research employs a qualitative approach through data collection and case study analysis of the artificial hot spring tourist area in Tombolo Pao. The findings indicate that applying organic architecture principles positively impacts the environment by maintaining natural forms and using sustainable materials. Key principles, such as "building as nature" and "of the materials," ensure that structures blend seamlessly with the landscape and utilize locally sourced natural materials. This study contributes to the sustainable development of artificial tourist destinations, providing insights into architectural designs that align with ecological preservation. The implications suggest that integrating organic architecture principles enhances the aesthetic, environmental, and functional quality of tourism facilities, promoting both economic and ecological sustainability.
Arsitektur Kolaboratif Biophilic untuk Generasi Z di Kota Tropis: Studi Kasus Kota Makassar Cinta Dwi Andayu; Amalia Amal, Citra; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i1.202

Abstract

ABSTRAKGenerasi Z menghadapi tantangan psikologis dan sosial yang signifikan di lingkungan perkotaan, khususnya yang berkaitan dengan tekanan kesehatan mental yang diperparah oleh saturasi digital dan keterbatasan interaksi sosial yang otentik. Sebagai respons terhadap kondisi ini, studi ini mengusulkan desain Gen-Z Collaboration Center di Kota Makassar, Indonesia, dengan menggunakan prinsip-prinsip arsitektur biophilic. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan analisis tapak, kajian pustaka, dan studi kasus komparatif untuk merumuskan desain yang menyatukan fungsionalitas spasial dengan elemen alam. Desain yang dihasilkan terdiri dari tiga zona inti—kesehatan mental, kreativitas, dan kewirausahaan—yang disusun dalam tata ruang radial dan terinspirasi secara simbolik dari tanda baca semicolon. Fitur utama meliputi pencahayaan alami, taman vertikal, fitur air, material organik, serta ruang fleksibel dan adaptif yang mendorong ketahanan emosional, koneksi sosial, dan kehidupan kota yang berkelanjutan. Dengan menerapkan pola desain biophilic dari Terrapin Bright Green, pusat ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang kolaboratif, tetapi juga sebagai ekosistem penyembuhan dalam konteks urban. Penelitian ini berkontribusi terhadap praktik desain perkotaan dengan menawarkan model arsitektur publik yang berpusat pada generasi muda, berkelanjutan, dan responsif secara psikologis di kota-kota tropis. ABSTRACTGeneration Z faces significant psychological and social challenges in urban environments, particularly related to mental health stressors exacerbated by digital saturation and limited authentic social interaction. In response, this study proposes the design of a Gen-Z Collaboration Center in Makassar, Indonesia, using biophilic architectural principles. Employing a qualitative descriptive methodology, the study integrates site analysis, literature review, and comparative case studies to formulate a design that merges spatial functionality with natural elements. The resulting design consists of three core zones—mental wellness, creativity, and entrepreneurship—structured through a radial layout and symbolically inspired by the semicolon. Key features include natural lighting, vertical gardens, water features, organic materials, and flexible, adaptive spaces that promote emotional resilience, social connection, and sustainable urban living. By applying Terrapin Bright Green's biophilic design patterns, the center serves not only as a collaborative environment but also as a healing urban ecosystem. This research contributes to urban design practices by offering a youth-centered, sustainable, and psychologically responsive public architecture model for tropical cities.
Integrasi Alam dalam Desain Pesisir: Pendekatan Biomimikri pada Oceanarium Hamid, Hamza; Amalia Amal, Citra; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i1.203

Abstract

ABSTRAKStudi ini mengeksplorasi penerapan pendekatan biomimikri dalam desain arsitektur Oceanarium di Kota Makassar, sebuah kota pesisir dengan keanekaragaman hayati laut yang signifikan. Terletak pada pertemuan antara pariwisata, pendidikan, dan konservasi, Oceanarium ini bertujuan merespons degradasi ekologi dan minimnya fasilitas edukasi kelautan yang terintegrasi. Dengan mengambil inspirasi dari bentuk-bentuk alami seperti terumbu karang dan gelombang laut, desain ini menggabungkan geometris yang mengalir, material transparan, dan program spasial adaptif untuk mendorong integrasi lingkungan dan pengalaman imersif bagi pengguna. Secara metodologis, penelitian ini menggabungkan analisis tapak, kajian literatur, studi banding kasus internasional, dan sketsa konseptual untuk merumuskan strategi desain yang kontekstual. Bangunan dirancang dengan zona-zona fungsional seperti area publik, edukasi, rekreasi, dan konservasi, yang dihubungkan melalui sirkulasi pengunjung menyerupai arus laut. Prinsip biomimikri diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan termal, ventilasi alami, dan ketahanan lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa biomimikri meningkatkan kinerja arsitektur baik secara estetika maupun fungsional. Pendekatan ini memfasilitasi praktik bangunan berkelanjutan, mendorong keterlibatan publik, dan selaras dengan konteks budaya serta ekologi lokal. Oceanarium ini tampil bukan hanya sebagai landmark arsitektur ikonik, tetapi juga sebagai laboratorium hidup untuk edukasi kelautan dan pelestarian lingkungan. ABSTRACTThis study explores the application of biomimicry in the architectural design of an Oceanarium in Makassar City, a coastal metropolis with significant marine biodiversity. Positioned at the intersection of tourism, education, and conservation, the Oceanarium aims to respond to ecological degradation and the lack of integrated marine educational facilities. Drawing inspiration from natural forms such as coral reefs and ocean waves, the design incorporates fluid geometries, transparent materials, and adaptive spatial programming to promote environmental integration and user immersion. Methodologically, the research integrates site analysis, literature review, comparative international case studies, and conceptual sketching to formulate a contextual design strategy. The building features multiple zones, including public, educational, recreational, and conservation areas, connected through a visitor circulation system that mimics ocean currents. Biomimetic principles are applied to enhance thermal comfort, natural ventilation, and environmental resilience. The results indicate that biomimicry enhances architectural performance both aesthetically and functionally. It facilitates sustainable building practices, fosters public engagement, and aligns with local cultural and ecological contexts. The Oceanarium emerges as not only an iconic architectural landmark but also a living laboratory for marine education and environmental stewardship.      
Revitalisasi Mall GTC Makassar menjadi Kantor Sewa Adaptif dengan Pendekatan Smart Building Berbasis Iklim Tropis Bakri, Andi Afratul Jannah; Abdullah, Ashari; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.242

Abstract

ABSTRAK Penurunan fungsi pusat perbelanjaan konvensional di kota-kota besar, khususnya pasca pandemi, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perancangan ulang bangunan melalui pendekatan adaptive reuse. Studi ini menyajikan rancangan konseptual revitalisasi Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall di Makassar menjadi bangunan kantor sewa dengan pendekatan arsitektur smart building. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan tahapan analisis tapak, struktur eksisting, program ruang, studi preseden, dan integrasi teknologi bangunan cerdas. Hasil dari studi ini berupa desain arsitektur yang mencakup redesain tapak dengan zonasi baru, penataan ruang per lantai untuk kebutuhan kantor modern, transformasi fasad dengan sistem kinetik, serta penerapan teknologi IoT dan Building Automation System (BAS) guna meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Peningkatan aksesibilitas dan desain inklusif juga menjadi fokus dalam mendukung keberagaman pengguna. Karena perancangan ini belum direalisasikan secara fisik, efektivitas dan dampak aktualnya belum dapat diukur secara langsung. Meskipun demikian, studi ini memberikan kontribusi awal berupa konsep dan strategi desain yang dapat dijadikan acuan bagi proyek revitalisasi serupa di kota-kota berkembang lainnya di Indonesia. ABSTRACT The decline in the function of conventional shopping malls in major cities, particularly in the post-pandemic period, presents both challenges and opportunities for redesigning buildings through an adaptive reuse approach. This study presents a conceptual design for the revitalization of Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall in Makassar into a rental office building using a smart building architectural approach. The methodology employed is qualitative-descriptive, involving stages such as site analysis, existing structural evaluation, space programming, precedent studies, and the integration of smart building technologies. The outcome of this study is an architectural design that includes a redesigned site plan with new zoning, floor-by-floor spatial layout tailored for modern office needs, façade transformation using a kinetic system, and the application of IoT and Building Automation System (BAS) technologies to enhance energy efficiency and user comfort. Accessibility improvement and inclusive design are also central to accommodating diverse user needs. Since this design has not yet been implemented physically, its effectiveness and actual impact cannot be measured at this stage. Nevertheless, the study offers an initial contribution in the form of design concepts and strategies that can serve as a reference for similar revitalization projects in other developing cities in Indonesia.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A., Siti Fadillah A.Amin, Siti Fuadillah Ahmad, Imelda ahyar, wirga sandy Akbar, Muhammad Fauzan Akit, Afdin Aldi Setiawan, Aldi Alhumairah Amin, Siti Alhumairah Alhumairah, Siti Fuadillah Alif, Nur Amal, Citra Amalia Amalia, Andi Annisa Amalia, Citra Anto, Aprianto Asriadi Asriadi Aswad, Hajarul Azman, Andi Baharsin, Syamsir Aman Bakri, Andi Afratul Jannah Basir, Nurmiati Bastian, Alif Cinta Dwi Andayu Dewi, Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dollah, Aris Sakkar Fahrul, Ahmad FAJAR, RIFKI SURYA Gazali, Wahyudi Rahmat Hamid, Hamza Hamkah Hatta, Ramadhan Huddin, Misba idrus, irnawati Idrus, Irnawaty Irawati Irawati Kurnianto, Ucok muhajerin, M Muhamad Ilham Pasiori, Ilham Muhammad Fikri Muhammad Ilham Muhammad Syarif, Muhammad Murnawati Murnawati, Murnawati Musiin, Windi Putri Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nana Rohana, Nana nana, Rohana Nengsih, Anni Syahrilia NUR, KHILDA WILDANA Paddiyatu, Nurhikah Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhukmah Rahmah, Berkah Fadhila Rahmat Hidayat Ramadhan, Afif Alfatwa Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Rifaldi Rifaldi, Rifaldi Riki Rinaldi Rio Trianto, Rio Rohana ROHANA ROHANA Rokhana, Nur Indah Ruslan Ruslang, Ruslang Sahabuddin Latif Saputri, Intan Batari Sembiring, Rinawati SUMARNI Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Tajuddin, Hafizh Tammeng, Supardi Jaya Tiranda, Muhammad Artha Widiyanti, Alma wildana, KhildaWildanaNur khilda Yulyadiputra, Imam Rusydi Yunus, Hamzah Yusri, Andi Zainuddin, Salmiah