Articles
Komunikasi Efektif dan Monitoring, Model Evaluasi Pendidikan Berkarakter Melalui Pembiasaan Ibadah Sehari-hari di Masa Pandemi
Sitti Chadidjah;
Iwan Hermawan
Jurnal al-Thullab Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/ath.v6i2.14773
To break the deadlock in the character education process in schools during the COVID-19 pandemic, several schools are trying to implement a learning model that leads to this goal. One of the models applied at SMP Negeri 44 Bandung is an effective communication evaluation model through the habit of students' daily worship with collages. in the form of photos of activities that are being carried out and effective communication between teachers and students, students and students. The homeroom teacher and picket students monitor the implementation of this habituation activity. Every day students collect collages of activities for students on duty or picket through whats up media. After tidying up the collage, the students are handed over to the homeroom teacher and PAI teacher to be assessed. PAI teachers will assess two core competencies, namely social attitudes, and spiritual attitudes. Through a descriptive qualitative approach, researchers try to uncover these phenomena through triangulation techniques. The results achieved by using this model can grow students' daily worship habits and reduce less useful activities. Moreover, students felt cared for by the PAI teacher and his friends who were on picket at the time so that even though students were learning online, they felt the presence of a teacher and friend in their activities. In addition, it can be a break for students in carrying out every action taken. Untuk memecah kebuntuan proses pendidikan karakter di sekolah pada masa pandemi covid 19, beberapa sekolah berupaya menerapkan model pembelajaran yang mengarah pada maksud tersebut.Salah satu model yang diterapkan di SMP Negeri 44 Bandung adalah model evaluasi komunikasi efektif melalui pembiasaan ibadah sehari-hari siswa dengan kolase berupa foto-foto aktivitas yang sedang dijalankan dan komunikasi efektif antara guru dan siswa, siswa dan siswa. Walikelas dan siswa piket memonitor terlaksananya aktivitas pembiasaan ini Setiap hari siswa mengumpulkan kolase kegiatan kepada siswa yang bertugas atau piket melalui media whats up. Setelah rapih kolase siswa diserahkan kepada wali kelas dan guru PAI untuk dinilai. Guru PAI akan menilai dua kompetensi inti yaitu sikap social dan sikap spiritual. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif peneliti berusaha mengungkap fenomena tersebut melalui teknik triangulasi. Hasil yang dicapai dengan menggunakan model ini, mampu menumbuhkan kebiasaan ibadah harian siswa serta mengurangi aktifitas yang kurang bermanfaat. Terlebih siswa merasa diperhatikan oleh guru PAI dan temannya yang sedang piket saat itu sehingga siswa meski pembelajaran daring, merasakan hadirnya seorang guru dan teman dalam aktivitasnya. Selain itu dapat menjadi rem bagi siswa dalam melakukan setiap tindakan yang dilakukan.
PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI FONDASI PERTAMA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PERSPEKTIF ISLAM
Khalid Ramdhani;
Iwan Hermawan;
Iqbal Amar Muzaki
Ta'lim Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.248 KB)
|
DOI: 10.36269/ta'lim.v2i2.284
Al Quran dan hadits bagi umat Islam adalah tuntunan dalam hidup. Begitu pula dalam mendidik anak menjadi anak baik yang mampu membedakan hal mana yang baik dan buruk. Mendidik adalah salah satu langkah penting untuk membentuk manusia yang sempurna aqlan, jisman, khuluqan. Pendidikan keluarga melibatkan semua anggota keluarga yang dimulai oleh kakek dan nenek sebagai keluarga, ayah dan ibu tertua sebagai orang tua dan anak-anaknya sendiri. Yang lebih penting adalah pendidikan harus diberikan oleh orang tua kepada anak-anak. Menurut hukum sistem pendidikan nasional, tanggung jawab mendidik anak merupakan tanggung jawab tiga elemen penting dalam pendidikan, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sayangnya, pada pandangan publik bahwa bertanggung jawab dalam mendidik anak sepenuhnya dipercaya oleh pemerintah dan guru di sekolah yang mulai pra sekolah ke universitas. Namun, nampak bahwa peran yang dimainkan oleh ketiga unsur tersebut belum secara sinergis maksimal terintegrasi, terutama dalam pendidikan di rumah sebagai dasar pendidikan anak sebelum memasuki wilayah luar rumah mereka. Jadi pembentukan karakter dasar pendidikan karakter dalam keluarga tidak optimal. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini ini adalah studi literature (library research). Temuannya menunjukkan bahwa dalam Islam, keluarga memiliki peran penting yang sangat penting sebagai lembaga sosial pertama bagi anak dalam membentuk karakter mereka yang mampu bertahan dalam kehidupan sosial secara luas dengan agama mengkristalkan dengan kuat pada diri mereka sendiri.
Problematika Hukum LGBT dan Akibatnya : Studi atas Persepsi Masyarakat Kabupaten Karawang
Oyoh Bariah;
Iwan Hermawan;
Anggi Ramdania Hermawan
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i2.252
LGBT merupakan tindakan penyimpangan seksual yang melanggar hukum Islam, sunnatullah, dan hukum positif. LGBT juga bentuk perilaku tindak pidana (jarimah) dan dosa yang amat besar serta dapat mendatangkan azab, sebagaimana azab yang Allah SWT timpakan pada kaum Luth. Selain itu, terdapat kontroversial terhadap perilaku ini, ada yang menyatakan bahwa LGBT merupakan perilaku yang melanggar berbagai hukum, dan ada pula yang memperjuangkan hak para LGBT agar legal secara hukum. Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah yang ditemukan terdapat komunitas LGBT didalamnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, komunitas LGBT bergerak secara online. Maka, penelitian ditujukan Untuk menganalisis persepsi dan pemahaman masyarakat kabupaten Karawang terhadap isu LGBT secara komprehensif, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan angket disebar secara luas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persepsi dan pemahaman masyarakat kabupaten Karawang tentang LGBT mengarah pada persepsi dan pemahaman yang seharusnya, yaitu sesuai dengan pandangan hukum Islam. Mayoritas masyarakat memahami LGBT merupakan penyimpangan seksual, LGBT dikategorikan sebagai perbuatan fahisyah dan jarimah, had dan ta’zir bagi pelaku LGBT, akibatnya dapat menimbulkan berbagai penyakit dan merusak tatanan kehidupan sosial.
Implementasi Metode Amsilati dalam Mempermudah Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Hikamusalafiyyah Cipulus Purwakarta
Dewi Silfa;
Iwan Hermawan;
Kasja Eki Waluyo
FONDATIA Vol 6 No 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.33 KB)
|
DOI: 10.36088/fondatia.v6i3.2018
The Amtsilati method is a fast way to learn the yellow book. The Amtsilati method is inspired by the fast method of reading the Qur'an, namely the qiro'ati method. If in the qiro'ati method people can learn to read the Qur'an quickly, then with the Amtsilati method people will be able to read and understand bare books/books without harokat. This study aims to determine the effect of implementing the amtsilati method in making it easier to read the yellow book at the al-hikamusalafiyyah Islamic boarding school cipulus purwakarta. The method used by the author is quantitative, the data collection technique used is a questionnaire and observation. The results obtained from this study are based on the calculation of the slovin formula. The reality of using the amsilati method in the al-hikamussalafiyah Islamic boarding school cipulus purwakarta based on the data obtained an average value of 3,. The reality of using the amsilati method in the Islamic boarding school al-hikamussalafiyah cipulus purwakart, Based on the data obtained the average value of 3.1 this is included in the medium category, because it is between 2.5 - 3.5. The reality makes it easier to read the yellow ktab at the Islamic boarding school al-hikamussalafiyah cipulus purwakarta. Based on the data obtained, the average value of 3.1 is included in the medium category, because it is between 2.5 - 3.5. The effect of the amsilati method in making it easier to read the yellow book at the al-hikamussalafiyyah Islamic boarding school cipulus purwakarta after testing the data obtained then correlated between variables X and Y variables, there is a correlation of 0.75% (0.61-0.80) which shows a high correlation. Due to the influence of the use of the amtsilati method in making it easier to read the yellow book at the al-hikamusalafiyyah cipulus purwakarta Islamic boarding school, it is hoped that the pesantren will continue to strive for the implementation of learning using the amtsilati method to make it easier for students to read the yellow book, and teachers are expected to continue to look for games so that the use of the amtsilati method makes reading easier. the yellow book is more interesting and not monotonous
Penyuluhan Data Mining Dengan Ensemble Learning Dalam Strees Pembelajaran Sekolah Saat Covid19
Harry Dhika;
Jajam Haerul Jaman;
Iwan Hermawan;
Praditya Putri Utami;
Fitriana Destiawati
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52072/abdine.v1i2.227
This community service has a high school object in Karawang City. This condition and location was chosen because of the initial study that had been carried out in the city of Karawang. In this paper, the application of ensemble learning as a determinant of learning stress can be relevant to the concept of learning during the Covid19 pandemic. Of course, online learning with software has been implemented first at that location, so the goal is to apply the concept of data mining with ensemble learning techniques for data mining learning. This paper focuses more on the current conditions during the Covid-19 pandemic, the application of data mining is carried out to help determine the level of learning stress. The results of this study are to provide knowledge and socialization to the parties involved from the results that have been carried out. Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki objek SMA di Kota Karawang. Kondisi dan lokasi ini dipilih karena kajian awal yang telah dilakukan di Kota Karawang. Pada makalah ini, penerapan pembelajaran ensambel sebagai penentu stres belajar dapat relevan dengan konsep pembelajaran selama pandemi Covid19. Tentunya pembelajaran daring dengan software telah diterapkan terlebih dahulu di lokasi tersebut, sehingga tujuannya adalah untuk menerapkan konsep penambangan data dengan teknik pembelajaran ensambel untuk pembelajaran data mining. Makalah ini lebih berfokus pada kondisi saat ini selama pandemi Covid-19, penerapan penambangan data dilakukan untuk membantu menentukan tingkat stres pembelajaran. Hasil penelitian ini adalah memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada pihak-pihak yang terlibat dari hasil yang telah dilakukan.
PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN SOSIAL SISWA PADA MATA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NIHAYATUL AMAL KARAWANG
Syifa Wihardi;
Iwan Hermawan;
Kasja Eki Waluyo
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 5, No 3 (2022): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ptk.v5i3.465-470
Pembelajarab memiliki unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Setiap pembelajaran memiliki tujuan yang perlu di capai melalui upaya-upaya yang dilakukan oleh guru. Dalam pembelajaran perlu memilih dan menganalisis metode yang tepat sesuai dengan materi yang akan di sampaikan. Penggunaan metode diskusi pada pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Nihayatul Amal Karawang ini bertujuan untuk dapat meningkatkan sikap sosial siswa melalui interaksinya dengan teman nya. Sebagai tujuan dari pembelajaran ini ialah untuk dapat membuat proses pembelajaran lebih efektif dan meningkatkan sikap sosial yang tinggi melalui metode diskusi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sehingga data yang disajikan merupakan bentuk narasi, dengab pengunpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan teori dari miels and huberman yaitu penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dengan pembelajaran menggunakan metode diskusi yang dapat meningkatkan sikap sosial pada siswa di SMP Nihayatul Amal.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMP NEGERI 5 KARAWANG
Muhamad Rizki;
Iwan Hermawan;
Kasja Eki Waluyo
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 5, No 3 (2022): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ptk.v5i3.500-507
Tujuan penulisan ini adalah (1) mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam pengembangan profesionalisme guru di SMP Negeri 5 Karawang. (2) SMP Negeri 5 Karawang Mendeskripsikan keterbatasan peran kepala sekolah dalam pengembangan profesionalisme guru. (3) Menjelaskan keputusan Direktur Pembinaan Guru di SMP Negeri 5 Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersamaan dengan metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami fenomena peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan profesionalisme guru SMP Negeri 5 Karawang dalam kondisi yang kondusif. Dengan kata lain, ini mengekstrak konsep dan wawasan yang dipertimbangkan dari format data yang ada yang mengarah pada kesimpulan atau hasil akhir. Kegiatan ini dimulai dengan pengumpulan data empiris, pengolahan data dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) peran manajemen dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja; Sebagai manajer, kami memberi Anda strategi yang tepat untuk memperluas tenaga kerja Anda. Sebagai manajer, ia terlibat erat dalam berbagai kegiatan administrasi untuk menangkap, merancang, dan mendokumentasikan semua program sekolah. Melalui observasi, Anda mempelajari kekuatan dan kelemahan pendidikan guru. Sebagai seorang pemimpin, Anda bertanggung jawab untuk memobilisasi semua sumber daya sekolah. (1) Sebagai seorang inovator, Anda harus memiliki strategi untuk mengembangkan model pendidikan yang inovatif. (2) Hambatan pengembangan profesional guru manajemen sekolah, yaitu: kurangnya pengetahuan TIK sebagai bagian dari pengembangan profesional staf sekolah. Kebanyakan non-guru kreatif dalam rencana pelajaran mereka. (3) Keputusan penting tentang pengembangan profesional fakultas: yaitu, direktur mengundang guru untuk mengambil kursus ilmu komputer dan membentuk kelompok kerja untuk guru teknologi informasi dan komunikasi. Non kepala sekolah memandu pedagogi RPP dan memberikan contoh RPP yang baik sesuai dengan kemampuan guru.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZ PADA MATA PELAJARAN PAI DI KELAS VIII C SMPN 7 KARAWANG BARAT
Bagus Kamajaya;
Iwan Hermawan;
Kasja Eki Waluyo
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 5, No 3 (2022): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ptk.v5i3.555-562
Seiring berkembangnya era pembelajaran, metode juga perlu dikembangkan lebih lanjut. Jangan hanya fokus pada satu metode pembelajaran. Dengan mengubah cara kita belajar, kegiatan belajar mengajar menjadi tidak monoton dan materi yang disampaikan kepada siswa kita menjadi lebih optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah guru Kelas VIII C SMPN 7 Karawang Barat dan tiga siswa. Analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berikut adalah hasil penelitian ini: Ada dua cara untuk mengakses Quizizz. Yang pertama untuk pengurus (guru) dan yang kedua untuk peserta (siswa). Khususnya administrator (guru) yang wajib mendapatkan akun Quizizz-nya sebelum mengikuti kuis. Seorang administrator (guru) dapat mengakses Quizizz di quizizz.com dan seorang peserta (siswa) dapat mengakses Quizizz di join.quizizz.com. Baik administrator (guru) dan peserta (siswa) dapat mendaftar Quizizz melalui email. Ada juga beberapa faktor pendukung dan penghambat. Fakta bahwa siswa saat ini rata-rata sudah memiliki ponsel mendukung untuk memastikan siswa tidak gagap tentang teknologi dan dapat berpartisipasi dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran kuis ini. , disinsentifnya adalah mahasiswa baru menggunakan media pembelajaran ini dengan cara yang awalnya membuat mereka merasa acuh tak acuh dan karenanya tidak dapat dipahami.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH MELALUI BERMAIN PUZZLE DI TKQ AL-FATONAH KARAWANG BARAT
Afiva Epriliani;
Iwan Hermawan;
Kasja Eki Waluyo
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 5, No 3 (2022): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ptk.v5i3.484-490
Latar belakang dari penelitian ini ialah rendahnya kemampuan siswa dalam mengenal huruf hijaiyah sehingga perlu perhatian khusus untuk dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada siswa. Oleh sebab itu penelitian ini menganalisis kemampuan siswa dalam mengenal huruf hijaiyah melalui metode yang digunakan oleg guru dengan bermain puzzel sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal huruf hijaiyah. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan mendeskripsikan penelitian dengan menggunakan pengumpulan data wawamcara, observasi, dan dokumentasi, melalui analisis yang digunakan ialah penyajian data, reduksi data, dan menarik kesimpulan sebagaimana teori miles dan huberman. Penelitian ini disajikan dalam bentuk narasi untuk menyajikan hasil temuan yang ditemukan dilapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya pembelajaran yang dilakukan dengab metode puzzel sebagai upaya yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal huruf hijaiyah sudah efektif. Hal ini dikarnakan siswa bermain puzzel dan membetulkan nya sesuai dengam huruf hijaiyah yang tertera di dalam puzzel. Sehingga pembelajaran ini menarik siswa untuk mengikuti pembelajaran dan tidak jenuh dalam mengikuti kegiatan belajar. Sehingga hasil dari pembelajaran dengan menggunakan metode puzzel ini menghasilkan hasil belajar yang optimal.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Perilaku Islami Siswa di SMP Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama Karawang
Meida Permatasari;
Iwan Hermawan;
Kasja Eki Waluyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.002 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4986
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kejadian kenakalan anak didik yang akhir- akhir ini terus menjadi membahayakan, semacam: bolos belajar, pergaulan bebas digolongan remaja, dari kasus itu para guru spesialnya guru pendidikan agama Islam memiliki tugas dan peran untuk meningkatkan perilaku Islami anak didik. Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kualitatif, sehingga kedatangan peneliti di lapangan amat berarti. Peneliti berperan langsung selaku instrument serta selaku pengumpul informasi, pengumpulan informasi dicoba dengan memakai metode observasi, metode tanya jawab serta metode pemilihan. Informasi yang sudah digabungkan setelah itu dianalisis dengan metode reduksi informasi, penyajian informasi serta pencabutan kesimpulan. Hasil penelitian ini membuktikan kalau guru pembelajaran agama Islam berfungsi dalam kenaikan sikap Islami anak didik. Kedudukan guru selaku pengajar dalam menaikkan sikap Islami anak didik ialah dengan senantiasa membimbing serta membina anak didik guna bersikap Islami tiap hari lewat adaptasi adat 5S( Salam, senyum, sapaan, santun, dan santun), tidak hanya itu sarana keimanan semacam langgar dan ekstrakurikuler keimanan semacam ROHIS( Rohani Islam) dipakai guru pendidikan agama Islam guna mengoptimalkan tujuan dari guru guna membuat sikap Islami anak didik.