Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Harmoni Etika: Titik Temu Nilai-nilai Kristiani dan Wasathiyah Muhammadiyah Suriadi, Agus; Sukmana, Oman; Saputro, Darmanto; Tarigan, Nosita Br.; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1759

Abstract

Abstract. This research is motivated by the importance of building the social harmony in a multicultural society through an interfaith ethical approach. The main objective of this study is to explore the intersection of ethical values between Christian teachings and the principles of Wasathiyah Islam within the Muhammadiyah movement. This research was conducted by a qualitative method with a literature review approach, utilizing a comparative theological perspective and interfaith dialogue theory. The result showed that the values of justice, compassion, tolerance, and social responsibility form the shared ethical foundation between Christianity and Wasathiyah Islam.Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural melalui pendekatan etika lintas agama. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi titik temu nilai-nilai etika antara ajaran Kristen dan prinsip Wasathiyah Islam dalam gerakan Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dengan menggunakan perspektif teologi komparatif dan teori dialog antaragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keadilan, kasih, toleransi, dan tanggung jawab sosial menjadi landasan etika bersama antara kekristenan dan wasathiyah Islam.
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Petani Pasca Bencana Semburan Lumpur Panas di Desa Roburan Dolok Kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal Nasution, Dedek Jihan; Suriadi, Agus
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2558

Abstract

Desa Dolok. Bencana ini mengubah kehidupan keluarga petani di Desa Roburan Dolok. Aliran lumpur panas tersebut menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian masyarakat, sehingga memaksa warga yang bergantung pada hasil pertanian untuk mencari cara bertahan hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi keluarga petani pasca bencana aliran lumpur panas serta strategi bertahan hidup yang mereka terapkan setelah bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif. Hal ini bertujuan untuk melihat lebih dekat pengalaman hidup para informan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data kemudian dilakukan untuk menarik kesimpulan dari fenomena yang terjadi. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa kondisi ekonomi pasca bencana aliran lumpur panas telah mengakibatkan penurunan yang signifikan pada kondisi ekonomi keluarga petani yang terdampak. Sementara itu, dari perspektif sosial, bencana ini justru memperkuat solidaritas dan kohesi sosial di antara keluarga petani yang terdampak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keluarga petani yang terdampak menerapkan strategi bertahan hidup yang komprehensif, termasuk strategi aktif, pasif, dan jaringan. Strategi aktif ditunjukkan melalui diversifikasi mata pencaharian ke sektor non-pertanian. Strategi pasif diterapkan melalui pengurangan pengeluaran konsumsi dan penghematan yang ketat dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Strategi jaringan dimanfaatkan melalui hubungan kekerabatan dan pertemanan untuk mengakses pekerjaan alternatif dan sumber pendapatan tambahan. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun keluarga petani yang terdampak aliran lumpur panas telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai standar hidup yang layak, belum ada intervensi komprehensif dari pemerintah atau lembaga terkait untuk mengatasi dampak bencana aliran lumpur panas tersebut.