Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Penanganan Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga dan Pavement Conditional Index (PCI) Pada Ruas Jalan Kabuh - Tapen Dimas Ubaidillah; Totok Yulianto; Meriana Wahyu Nugroho; Titin Sundari; Rahma Ramadhani
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v2i2.1733

Abstract

The Kabuh – Tapen thruway is included within the category of Course III Collector road type which may be a interfacing street between Kabuh and Tapen streets. In this ponder, the point was to get the esteem of the harm list along the Kabuh - Tapen street. as a work reference and sort of street harm dealing with. Analysts will utilize the PCI and Bina Marga 1990 strategies as a reference. From the examination of the condition of the Kabuh – Tapen street segment on unbending asphalt at STA. 0+000 – 7+340 based on the Asphalt Condition Record (PCI) strategy, a esteem with an normal of 99% is gotten, demonstrating that the asphalt is in exceptionally great condition. On the adaptable asphalt at STA. 7+340 – 9+234, an normal esteem of 40% is gotten, showing that the street asphalt is in a awful condition. The comes about of the Bina Marga strategy on unbending asphalts gotten a priority order esteem of 7 so that the street is included within the schedule support program, whereas on flexible asphalts a need arrange esteem of 3 is gotten, hence it is included within the street enhancement program.
Analisis Penjadwalan Pekerjaan Tanah (Land Clearing) Menggunakan Precedence Diagram Method, Pada Proyek Perumahan Bunda Asri Karangdagangan, Jombang Andim Rendy Setiawan; Totok Yulianto; Titin Sundari; Rahma Ramadhani; Meriana Wahyu Nugroho
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v2i2.1735

Abstract

Land work (land clearing) in the Bunda Asri housing development project was carried out to meet the contours of the land so as to reach the planned contours, according to housing project data the volume of excavation work (cut) was 374,758.15 m³ and heap (fill) was 323,320.39 m³. The volume of excavation (cut) and embankment (fill) is divided into five sections of the earthwork area with a duration of work completion of 90 calendar days. Time constraints are the reason for project or work activities to be right on plan. Scheduling in this study uses the precedence diagram method (PDM) and is assisted by Microsoft Project software. A network that has definite dependencies and can be used in projects with overlapping activities between one another's work is called PDM. The results of the research analysis used the PDM method for the construction of Bunda Asri housing, namely 81 calendar days. which is faster than the estimate of the housing developer which lasted 90 calendar days. This happened because the grouping of work with a work breakdown structure and predecessors reduced the duration time and did not precede each other among other works.
AKSELERASI PENTAHELIX PENGEMBANGAN DESA WISATA “PANDANSILI” BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT Meriana Wahyu Nugroho; Totok Yulianto; Fahrisal Gunawan; Rizka Mudyanti
ABIDUMASY Vol 4 No 1 (2023): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v4i1.3890

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil yang bekerja sama dengan BAPPEDA Kabupaten Jombang dalam program PPMBK (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Kinerja) Tahun 2022, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan paving ramah lingkungan di Desa Ngampungan khususnya dalam pengembangan desa wisata pandansili bermitra dengan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata), dengan pemanfaatan limbah ampas tebu yang dijadikan sebagai bahan campuran pada produk paving ramah lingkungan sehingga memiliki tingkat porositas tinggi. Pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan limbah sebagai bahan paving juga menambah pengetahuan tentang konservasi lingkungan. Metode Mix Design yang digunakan dalam proses percampuran bahan penyusun beton untuk menghasilkan takaran bahan yang sesuai serta dapat menghasilkan kualitas paving yang sesuai dengan (SNI 03-0691-1996) paving block. Selanjutnya dilakukan pengujian paving yaitu uji kuat tekan dan kuat aus, sehingga menghasilkan paving dengan mutu 10.216 MPa (K-123). Hasil tersebut membuktikan bahwa mutu paving meningkat sebesar 0.216 MPa (K-3). Penerapan pada proses produksi menggunakan metode Taguchi dengan komposisi bahan 3.916 (Kg) semen, 9.033(Kg) pasir, 0.120 (Kg) ampas tebu. Kegiatan ini juga menghibahkan alat cetak paving yang telah di desain sedemikian rupa untuk memudahkan produksi paving agar produk tersebut dapat di implementasikan menjadi fasilitas umum yang lain.
STUDI PENENTUAN BENCH MARK SERTA PENGAPLIKASIANNYA SEBAGAI PENENTU ARAH KIBLAT DI KAWASAN KAMPUS UNHASY Aldi Mubaroq; Abdiyah Amudi; Totok Yulianto
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5 No 02 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bench Mark merupakan titik yang memiliki nilai koordinat dan presentasikan dalam bentuk tugu/patok. Bench Mark digunakan untuk membantu pembuatan peta atau Master Plan ,selain itu dapat digunakan untuk proses penentuan titik suatu bangunan atau gedung. Pada studi ini akan difokuskan pada pembangunan Bench mark , dikarenakan belum adanya Bench Mark yang tebangun pada Kawasan Universitas Hasyim Asy’ari Pembangunan titik Bench Mark ini berlokasi di Kawasan Uiversitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, menggunakan acuan Bench Mark yang berada di Pabrik Gula Cukir .Salah satu titik Bench Mark di gunakan sebagai penentuan arah qiblat mushola di Gedung Laboratorium Teknik. Penelitian ini meliputi analisis Kerangka Dasar Vertikal dan Horizontal untuk menentukan lokasi Bench Mark berdasarkan metode Polygon Terbuka,untuk analisis penentuan arah kiblat digunakan metode Segitiga Bola. Hasil analisis data koordinat Bench Mark 01, X ( 636277,2E ), Y ( 9158667,1N ), Z (+608.413 meter). Bench Mark 02, X ( 636212,3 E ), Y ( 9158728,9 N ), Z (+608.413 meter). ). Bench Mark 03, X ( 636143,6 E ), Y ( 9158672,6 N ), Z (+608.077 meter). Hasil analisis Segitiga Bola didapat Azimuth arah kiblat Diperoleh sudut qiblat sebesar 65°46’27.06”dibaca dari arah Utara ke Barat (U-B) dan 24°13’32.93” dibaca dari arah Barat ke Utara (B-U) , sedangkan pembacaan sudut berdasarkan kaedah azimuth Sudut azimuth kiblat sebesar 294°13’32.93”.
ANALISIS STRUKTUR ATAS GEDUNG PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN MENGGUNAKAN SNI 2847:2019 Shinta Intan Putri; Titin Sundari; Totok Yulianto; A’izzatul Khiyana
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5 No 02 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain struktur gedung bertingkat harus memastikan bahwa kapasitas kekuatan setiap elemennya mampu menahan atau seharusnya setara dengan beban terfaktor yang bekerja. Oleh karena itu, struktur bangunan Gedung Perpustakaan dan Kearsipan harus kokoh untuk menahan beban yang terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan elemen struktur atas meliputi pelat,balok,dan kolom agar mampu menahan beban yang bekerja dengan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus. Analisis dilakukan melalui simulasi permodelan struktur menggunakan software analisis struktur dan perhitungan manual. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua elemen structural yang ditinjau memiliki nilai kapasitas nominal tereduksi (ΦRn) yang melebihi kebutuhan beban terfaktor (Ru) yang ditimbulkan oleh kombinasi pembebanan. Secara umum, nilai kapasitas momen nominal (ΦMn ),kapasitas geser nomoinal (ΦVn ), dan aksial (ΦPn ) elemen plas,balok ,dan kolom terbukti lebih besar dari pada beban terfaktor (Mu,Vu,Pu) Berdasarkan evaluasi struktur atas Gedung dinyatakan memenuhi ketentuan sesuai SNI 2847:2019. Hasil studi ini bisa dijadikan referensi dalam analisis bangunan yang serupa.
STUDI KOMPARATIF DEBIT AKTUAL DAN DEBIT TEORITIS PADA PROTOTIPE ALAT UKUR DEBIT AMBANG LEBAR SKALA LABORATORIUM Prista Wahyuningsih; Totok Yulianto; Meriana Wahyu Nugroho; Titin sundari; A’izzatul Khiyana
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5 No 02 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ambang lebar merupakan salah satu bangunan ukur yang banyak digunakan pada saluran terbuka karena mampu mengatur tinggi muka air sekaligus mengukur debit aliran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja prototipe alat ukur debit ambang lebar skala laboratorium berdasarkan acuan SNI 8137-2015. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan dua variasi kemiringan hilir, yaitu 1:1 dan 1:1,9. Hasil pengukuran menunjukkan tinggi muka air (h) pada kisaran 0,010 hingga 0,015 m, dengan kenaikan debit aktual yang bersamaan dengan peningkatan frekuensi inverter, dengan kisaran 0,00030–0,00056 m³/detik dan koefisien debit (Cd) 0,850–0,855. Perhitungan kalibrasi menghasilkan nilai K 1,04–1,07, menunjukkan alat layak digunakan untuk skala laboratorium.
ANALISIS PENGARUH GRADASI AGREGAT HOT BIN TERHADAP KUALITAS CAMPURAN ASPAL BETON (AC-WC) (STUDI KASUS: PENINGKATAN JALAN BARENG-WONOSALAM) Aprey Vita Wulan Sari; Meriana Wahyu Nugroho; Totok Yulianto; Titin Sundari
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2026): Edisi Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan memerlukan perhatian terhadap material penyusun perkerasan, salah satunya adalah agregat dalam campuran aspal beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gradasi agregat pada hot bin terhadap kualitas campuran aspal beton tipe AC-WC, dengan studi kasus pada proyek peningkatan Jalan Bareng–Wonosalam. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data lalu lintas harian rata-rata (LHR), pengambilan sampel menggunakan core drilling, serta pengujian karakteristik Marshall sesuai standar SNI 06-2489-1991. Parameter yang dianalisis mencakup stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum sebesar 5,274% menghasilkan stabilitas Marshall sebesar 1178 kg, VIM sebesar 4,71%, VMA sebesar 16,80%, VFB sebesar 71,97%, dan nilai Marshall Quotient sebesar 332 kg/mm. Seluruh nilai tersebut memenuhi standar Bina Marga, yang menunjukkan bahwa campuran AC-WC dengan gradasi agregat yang tepat mampu meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan performa lapisan perkerasan jalan. Kesimpulannya, gradasi agregat hot bin berpengaruh signifikan terhadap kualitas campuran AC-WC dan dapat dijadikan acuan dalam evaluasi serta pengendalian mutu pekerjaan jalan.
KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA SALURAN SEKUNDER D.I. SIMAN KEDIRI M. Robani; Titin Sundari; Totok Yulianto; Meriana Wahyu Nugroho
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2026): Edisi Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air irigasi merupakan faktor utama dalam keberhasilan produksi pangan, khususnya di wilayah agraris seperti Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi serta mengevaluasi kecukupan air di Daerah Irigasi (D.I.) Siman, terutama pada saluran sekunder. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mempertimbangkan beberapa komponen seperti penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan air irigasi (Q) berkisar antara 0,001 m³/dt/Ha hingga 0,0020 m³/dt/Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi maksimum tercatat sebesar 0,04 m³/dt/Ha dan kebutuhan minimum sebesar 0 , 0 1 3 m³/dt/Ha. Hal ini menunjukkan ketersediaan air di Daerah Irigasi Siman tidak memenuhi kebutuhan. Untuk itu sebaiknya dilakukan pengelolaan air irigasi yang lebih efisien agar ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan tanaman secara optimal, seperti membangun kolam tampung atau embung sebagai upaya penambahan tampungan suplai air pada Daerah Irigasi Siman untuk mengantisipasi kekurangan kebutuhan air di musim tanam berikutnya.
KAJIAN AWAL BAMBU SEBAGAI TULANGAN PADA PELAT BETON PERKERASAN KAKU M. Maulana Rahmatullah; Meriana Wahyu Nugroho; Totok Yulianto; Titin Sundari
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2026): Edisi Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu sebagai material alami berpotensi menjadi alternatif pengganti kayu dan besi pada berbagai aplikasi rekayasa, khususnya konstruksi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan beberapa jenis bambu berdasarkan berat jenis serta sifat mekanik khususnya kuat tarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan tujuan mengumpulkan dan menganalisis karakteristik fisik dan mekanik beberapa jenis bambu, khususnya berat jenis dan kuat tarik. Hasil penelitian ini mengevaluasi 19 jenis bambu sebagai alternatif tulangan pada pelat beton perkerasan kaku berdasarkan parameter berat jenis, kuat tarik, dan relevansi feasibility, dengan hasil menunjukkan rentang densitas 390–860 kg/m³ dan kuat tarik 14–378 MPa, dimana beberapa jenis bambu mendekati kapasitas baja tulangan polos. Secara integratif, Dendrocalamus giganteus, Bambusa balcooa, dan Dendrocalamus asper teridentifikasi sebagai jenis bambu paling prospektif dengan standarisasi mutu dan evaluasi durabilitas sebelum implementasi struktural. Pemilihan jenis bambu berdasarkan berat jenis serta kuat tarik untuk optimalisasi penggunaan bambu dalam konstruksi berkelanjutan.