Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor-Faktor Penyebab dan Dampak dari Ketidakaktifan MGMP Sosiologi Terhadap Pengembangan Kompetensi Profesional Guru di Kabupaten Pasaman Barat Adelwis, Denada; Hefni, Hefni; Adiyalmon, Adiyalmon
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2646

Abstract

MGMP dengan Kompetensi Profesional mempunyai hubungan keterkaitan dimana MGMP berfungsi sebagai alat penting dalam menghubungkan guru dengan sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan kompetensi profesional dalam mata pelajaran tertentu. Akan tetapi hal itu tidak sesuai dengan fakta dilapangan dimana MGMP mengalami permasalahan dan ketidakaktifan. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor-Faktor dan Dampak yang menyebabkan Ketidakaktifan MGMP Sosiologi di kabupaten Pasaman Barat.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Penarikan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan dalam beberapa tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa ketidakaktifan MGMP memberikan dampak terhadap pegembangan kompetensi professional guru, termasuk keterbatasan akses informasi guru dan Terbatasnya kolaborasi antar guru untuk mengembangkan kurikulum yang inovatif. Faktor-faktor penyebab ketidakaktifan MGMP seperti kurangnya daya tarik dalam kegiatan, kesulitan Pemimpin dalam menghadapi tantangan, jarak lokasi tempat MGMP Serta Rendahnya motivasi anggota Sebagai penyebab ketidakaktifan MGMP Sosiologi kabupaten Pasaman Barat.
Community-Based Education Oriented Towards Socio-Cultural And Religious Values Desfitri, Eni; Hefni, Hefni; Sriwahyuni, Yanti; Afnita, Nora; Wandi, Joni Indra
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 4 No 1 (2024): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062//IJPI.2024.v4i1/485/5

Abstract

Education is a fundamental pillar in building sustainable and competitive societies in the era of globalization. Amid the dynamics of social change, it is important for the education system to consider socio-cultural and religious values as a strong foundation in the learning process. This article aims to propose a community-based education approach that integrates socio-cultural and religious values as primary elements. This approach not only emphasizes the transfer of knowledge and skills but also the formation of strong character and deep understanding of the cultural identity of society. Using qualitative conceptual analysis and literature review methods, this research explores the relevance and urgency of education rooted in socio-cultural and religious values in the context of increasingly multicultural societies. In the process, this article presents implementation strategies that can be adopted, identifies potential challenges, and outlines the benefits that can be gained from the proposed education approach. It is hoped that the results of this research can provide deeper insights into the role of education in strengthening cultural identity and promoting social harmony in diverse societies
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN “TALKING STICK” TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PENDIDIKAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI STKIP PGRI SUMATERA BARAT. Hefni, Hefni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.543

Abstract

Sumber daya manusia yang berkualitas ditandai dengan kecerdasan, kreatifitas yang tinggi, memiliki kemampuan pemahaman yang baik, mampu bersaing secara global, dan berkompeten. Berdasarkan hal ini maka perguruan tinggi merupakan wadah yang tepat untuk menghasilkan generasi bangsa yang cerdas , mampu bersaing secara global,dan berkompeten. Untuk bisa menciptakan generasi (mahasiswa) yang cerdas dan berprestasi serta berkompeten, sangat tergantung dari keberhasilan Pendidik dalam mendesain pembelajaran atau menyusun rancangan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran (menyampaikan materi di kelas), , serta keprofesionalan guru dan dosen dalam pengelolaan kelas. Salah satu upaya yang memungkinkan untuk diusahakan dari seorang pendidik dalam hal ini dosen sendiri adalah mencoba menerapkan beberapa variasi dalam hal model pembelajaran. Diantara model pembelajaran yang diperkirakan akan mampu mengatasi permasalahan ini adalah model pembelajaran Talking Stick. Untuk keperluan ini maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran “Talking Stick” terhadap hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang mahasiswa yang diperoleh dari teknik total sampling. Data hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan desain penelitian Posttest-Only Control Design. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai adalah sebesar 15,464. Nilai ini lebih besar dari yaitu sebesar 2,05. Karena nilai lebih besar dari maka dapat dikemukakan bahwa hasil uji hipotesis tersebut membuktikan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Talking Stick terhadap hasil belajar mata kuliah Sosiologi pendidikan di Prodi pendidikan sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Hasil ini juga diperkuat dengan perolehan nilai Sig. (2-tailed) yang diperoleh sebesar 0,000 dan nilai tersebut lebih kecil daripada 0,05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil uji hipotesis ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Talking Stick terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah sosiologi pendidikan di STKIP PGRI Sumbar.
Kajian “Struktur Fungsional” Emilie Durkheim Ditinjau dari Educational Anthropology on Character and Behavior Society Wandi, Joni Indra; Afnita, Nora; Hefni, Hefni
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 1 No 1 (2021): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v1i1.9

Abstract

Emile Durkheim saw the social order of society emphasizes the importance of consensus, harmony, and equilibrium. To emerge the consensus harmony and equality of community-oriented should do creating the homogeneity and cultural values aimed for maintaining the social community order. This paper reveals the thought of Durkheim about the theory of consensus harmony and equilibrium based on maintaining a balance between knowledge, moral practice reasoning with ethical values ?? in the society through character education. The thinking side revealed how the public responds to changes in a dynamic culture of uncertainty with built social and cultural functions based on functional structure theory. This study discovers the education role in creating a moral being in modern society and moral being in building harmonic. It balanced with social functions through the solution to prevent and resolve any social pathology as the impact of the negative perception from social media. This expected explanation from this library research providing a positive contribution to character education and behavior to the society reviewed from the anthropological education study. The implication of this study for educators is the importance of building character and behavior order in the community comprehensively, kept up-to instill moral values, virtues, honest, law-abiding, and tolerance in creating a Madani's social life.