Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) BERBASIS MODEL JUST AND POPE DI KOTA SERANG Azhara, Azmi Fatimah; Budiawati, Yeni; Widiati, Siti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.65096

Abstract

AbstrakProduksi jahe di Kota Serang mengalami fluktuasi besar dengan produktivitas rendah dan lahan sempit, sehingga meningkatkan risiko produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi dan risiko produksi jahe, serta mengidentifikasi tingkat risikonya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer dan sekunder. Sampel sebanyak 30 petani ditentukan melalui simple random sampling dan rumus Slovin. Model Just dan Pope digunakan untuk analisis risiko, sedangkan koefisien variasi (CV) digunakan untuk mengukur tingkat risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi, baik secara simultan maupun parsial. Namun, tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap risiko produksi pada taraf nyata 5%, meskipun luas lahan berpengaruh signifikan pada taraf 10%. Bibit dan pupuk dapat menurunkan risiko, sedangkan luas lahan dan tenaga kerja cenderung meningkatkan atau tidak berpengaruh. Nilai CV sebesar 0,1865 menunjukkan bahwa risiko produksi secara umum tergolong rendah, tetapi sebagian besar petani tetap menghadapi risiko sedang hingga tinggi, yang dapat menyebabkan ketidakpastian hasil panen.Kata kunci: Jahe, Kota Serang, Model Just and Pope, Risiko Produksi.AbstractGinger production in Serang City experienced considerable fluctuations, accompanied by low productivity and relatively small land sizes, which increased the production risks faced by farmers. This study aimed to analyze the factors influencing ginger production and its associated risks, as well as to identify the level of production risk. A descriptive quantitative approach was applied using both primary and secondary data. Thirty ginger farmers were selected using simple random sampling and the Slovin formula. The Just and Pope production risk model was employed to analyze risk factors, while the coefficient of variation (CV) was used to measure the level of production risk.The results showed that land area and seed variables significantly affected ginger production, both jointly and individually. However, none of the production variables significantly influenced production risk at the 5% significance level, although land area had a significant effect at the 10% level. Seeds and fertilizers were identified as risk-reducing factors, while land area and labor tended to increase or had no significant effect on risk. A CV value of 0.1865 indicated that ginger farming in Serang City was generally categorized as low risk. Nevertheless, most farmers faced moderate to high levels of production risk, leading to potential uncertainty in harvest outcomes.Keywords: Ginger, Just and Pope Model, Production Risk, Serang City.
Optimalisasi Akses Pasar Petani Berbasis Model Kemitraan di Kecamatan Baros Kabupaten Serang Rianzani, Citra; Aliudin, Aliudin; Mulyati, Sri; Mulyaningsih, Asih; Anggraeni, Dian; Pancawati, Juwarin; Sulaeni, Sulaeni; Sariyoga, Setiawan; Budiawati, Yeni; Tresna, Ari; Widiati, Siti; Andi, Andi; Fuad Salam, Anis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i3.2320

Abstract

Keterbatasan akses pasar dan lemahnya posisi tawar petani terhadap pedagang pengumpul menjadi permasalahan yang masih dihadapi kelompok tani di Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses pasar petani melalui penguatan kapasitas manajerial dan fasilitasi model kemitraan agribisnis antara kelompok tani Sederhana II dengan Fans Hydro selaku pemasok produk sayuran ke ritel modern di Kota Serang. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal/PRA) yang melibatkan 25 petani, perwakilan Fans Hydro, dan perangkat desa setempat. Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kondisi awal melalui Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan kemitraan agribisnis, fasilitasi pertemuan dan negosiasi antara petani dan Fans Hydro, serta evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan mixed methods melalui instrumen pre-test dan post-test serta wawancara mendalam. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 40 poin persentase, dari 38,17% menjadi 78,17%. Minat bermitra meningkat dari 52% menjadi 84%, kepercayaan terhadap sistem kemitraan meningkat dari 40% menjadi 76%, dan keinginan petani untuk menghubungi Fans Hydro pasca kegiatan meningkat dari 35% menjadi 72%. Fans Hydro merekomendasikan penerapan sistem tupang sari kepada petani mitra untuk menjamin kontinuitas pasokan sesuai jadwal pengiriman ke ritel modern. Meskipun demikian, kesiapan petani dalam memenuhi standar kualitas produk ritel modern masih rendah, dari 41% menjadi 45%, sehingga pendampingan teknis pascapanen menjadi agenda tindak lanjut yang diprioritaskan.