Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Krim Pelembab Wajah Ekstrak Ginseng (Panax ginseng) Adi Yuhara, Novena
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): April: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i2.1082

Abstract

As a tropical country, Indonesia has a significant risk of various skin problems due to excessive sun exposure. To adequately care for facial skin, one must have the necessary information. Ginseng plants contain flavanoids, saponins, tannins, and alkaloids that can function as antioxidants. The purpose of this study was to determine the physical preparation of cream preparations The ginseng extract cream formula F1 and F2 meets the cream preparation requirements. The results of this study as a feasibility to be used in the next study.
Penentuan Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH dan Kandungan Fenol Total dalam Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau Christiani, Grace Joy; Rawar, Ellsya Angeline; Yuhara, Novena Adi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4893

Abstract

Sirih hijau telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menginang. Senyawa yang terkandung dalam daun sirih hijau beranekaragam, salah satunya adalah minyak atsiri sebesar 0,8-1,8 %. Fenol adalah salah satu jenis senyawa dalam minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan dan kadar fenol total dalam minyak atsiri daun sirih hijau. Distilasi uap-air digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau. Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan, sedangkan metode kolorimetri dengan reagen Folin-Ciocalteu digunakan untuk menentukan kandungan fenol total. Rendemen dari hasil isolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau dengan distilasi uap-air adalah 0,1% dengan kandungan fenol total sebesar 595,4 mg GAE/100 gram dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,67 µg/mL. Minyak atsiri daun sirih hijau berpotensi sebagai sumber antioksidan.
Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, N-Butanol Daun Jambu Mete (Annacardium occidentale) terhadap Bakteri Penyebab Ulkus Diabetik (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli) Wahyukurnia, Pilar Tesalonika; Yuhara, Novena Adi; Atmaja, Sarah Puspita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1039

Abstract

Daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum dan perbedaan zona hambat 5%, 10%, 20% ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat dan n-butanol daun jambu mete pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Metode fraksinasi yang digunakan adalah metode partisi. Ekstrak dan fraksi daun jambu mete dilakukan pengujian konsentrasi hambat minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil KHM dilanjutkan dengan pengujian konsentrasi bunuh minimum (KBM). Dilakukan penapisan senyawa fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antar konsentrasi ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol daun jambu mete terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri uji. Rata-rata terkuat diameter zona hambat bakteri S.aureus pada ekstrak 20% (14,5mm), fraksi etil asetat 20% (13,3mm), fraksi n-butanol 20% (12,23mm). Pada bakteri E.coli yaitu 20% ekstrak (10,6mm), fraksi etil asetat (15,3mm), fraksi n-butanol (9mm). Konsentrasi 5% ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol memiliki nilai KHM, namun tidak memiliki nilai KBM pada kedua bakteri uji. Fraksi n-heksan tidak memiliki zona hambat terhadap kedua bakteri uji. Kesimpulan dari penelitian ini fraksi N-Heksan tidak memiliki zona hambat terhadap pertumbuhan kedua bakteri, namun ekstrak, fraksi etil asetat dan n-butanol daun jambu mete mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli dibandingkan kontrol negatif. Zona hambat yang dihasilkan tidak lebih kuat dibandingkan kontrol positif, kecuali pada fraksi etil asetat 20% memiliki diameter zona hambat sedikit lebih besar dan berbeda namun tidak signifikan (p>0,05) dibanding kontrol positif (15,33mm vs 15mm) terhadap bakteri E.coli.
Effectiveness Test Of Face Wash Gel Kersen Leaf (Muntingia Calabura) Thick Extract As Anti-Acne Agent Adi Yuhara, Novena
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne Vulgaris or acne is a skin disease caused by a blockage in the pores of the skin that causes oil secretion to be inhibited which will increasingly enlarge and experience inflammation and bacterial activity. One of the bacteria that can trigger acne is Stapyloccus aureus. Kersen plant is one of the plants that have properties as antibacterial. face wash gel is a facial cleanser with a gel base that contains foam, usually used for sensitive, oily and acne skin. Investigating the antibacterial properties of the Kersen plant may offer a potential treatment strategy. Additionally, the physical tests of gel-based face washe warrant further exploration. The purpose of this study was to see the effect of carbopol on the preparation and also to see the concentration of kersen leaf extract that can inhibit S.aureus bacteria. Preparation was done by dissolving kersen leaf extract with ethanol. Then in a separate place, Carbopol was developed with warm water (40-50°C) until it expanded. Then in a glass beaker dissolved propyl paraben, methyl paraben and SLS with distilled water and added Carbopol that has expanded stir until homogeneous and formed a gel base. Then Kersen leaf extract was added and stirred until homogeneous and TEA was added little by little along with stirring until homogeneous. Physical tests were carried out including organoleptic tests by observing the aroma, color and shape, testing the pH of the preparation with universal pH paper, testing the foam height of the preparation, testing the viscosity with a Brookfield viscometer, testing homogeneity and conducting bacterial activity tests with the paper disk method. The results obtained by the preparation of face wash gel of kersen leaf extract with F0-F2 obtained preparations that have a cloudy, light brown and dark brown color. It has a kersen smell with the addition of kersen and its texture from liquid to thick. The preparation has a pH of 7 and is homogeneous, has a viscosity that meet the requirements. The foam height of the preparation is in the range of 8.9 cm - 9.2 cm, which meets the requirements. In the activity test results, it was found that F2 with an extract concentration of 0.5 g had a better inhibition zone of 60 mm.
Aktivitas Krim Ekstrak Etil Asetat Pelepah Pisang Ambon (Musa acuminta Colla) Sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat (Propionibacterium acnes) Tatambihe, Naomi Azazya; Yuhara, Novena Adi; Rawar, Ellsya Angeline
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1112

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan jerawat. Pelepah pisang merupakan bagian tanaman pisang yang sering tidak dimanfaatkan dan biasanya menjadi limbah. Ekstrak pelepah pisang ambon (Musa acuminata Colla) mengandung senyawa tanin yang memiliki potensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan stabilitas krim antijerawat ekstrak pelepah pisang ambon serta mengetahui aktivitas antijerawat terhadap Propionibacterium acnes. Pelepah pisang ambon diekstraksi melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut etil asetat kemudian dibuat 4 sediaan krim yang diuji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas sebelum dan sesudah uji cycling test selama 3 siklus, serta dilakukan uji antibakteri dengan metode sumuran, data zona hambat dilakukan uji One-Way ANOVA dan uji Duncan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan dari setiap formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim dinilai memiliki stabilitas yang baik pada F1, F2, F3 dilihat dari uji organoleptis sediaan yang berbentuk lembut, berwarna putih kecoklatan, homogen, pH masuk dalam rentang (4,5-8,0), daya sebar (5-7 cm), daya lekat dan viskositas dibawah 40.000 cps. Hasil zona hambat yang didapatkan F1 sebesar 14,33 mm, F2 sebesar 15,20 mm, F3 sebesar 16,483 mm dan F4 sebesar 17,2 mm dengan nilai hasil uji One-Way ANOVA p-value <0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji Duncan menyajikan secara berurutan zona hambat dari yang terendah hingga yang tertinggi. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, F1 memiliki mutu fisik yang baik dikarenakan memenuhi semua syarat mutu fisik.
Overview of Using Instagram as a Marketing Media of Apotek X Sleman Manise, Chyntia Clarisa; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Yuhara, Novena Adi
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal EduHealt, Edition April - June , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has encouraged business actors, including pharmacies, to utilize social media as an effective marketing tool. Instagram, as a visual platform with a large number of active users, offers great potential in building interactions with consumers, increasing brand awareness, and expanding the reach of service and product information. This study aims to describe how Apotek X Sleman utilizes Instagram as a marketing medium throughout 2024, as well as identifying the types of content posted, audience responses, and potential strategies that can be optimized. This study uses a quantitative descriptive method with direct observation techniques on the official Instagram account of Apotek X. The data collected includes the number and type of content posted each month, user interactions in the form of likes and comments, and grouping comments based on sentiment (positive, negative, neutral) and question form. The data were analysed using Microsoft Excel to present a numerical and visual picture of the pharmacy's digital marketing activities. The results of the study show that during the period from January to December 2024, Apotek X published 227 original content without reposts from external parties, with the dominant content being drug information. This type of content also received the most responses from users, reaching more than 1,400 responses. No negative comments or complaints were found on all the content analysed. The highest spike in interactions occurred in June, which was likely triggered by promotional content or relevant health issues at that time. In conclusion, the use of Instagram by Apotek X has proven to be quite effective in building audience engagement and maintaining a positive image of the pharmacy. The development of relevant, educational, and trending content has proven to play an important role in increasing the effectiveness of the pharmacy's digital marketing strategy.
Penentuan Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH dan Kandungan Fenol Total dalam Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau Christiani, Grace Joy; Rawar, Ellsya Angeline; Yuhara, Novena Adi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4893

Abstract

Sirih hijau telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menginang. Senyawa yang terkandung dalam daun sirih hijau beranekaragam, salah satunya adalah minyak atsiri sebesar 0,8-1,8 %. Fenol adalah salah satu jenis senyawa dalam minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan dan kadar fenol total dalam minyak atsiri daun sirih hijau. Distilasi uap-air digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau. Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan, sedangkan metode kolorimetri dengan reagen Folin-Ciocalteu digunakan untuk menentukan kandungan fenol total. Rendemen dari hasil isolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau dengan distilasi uap-air adalah 0,1% dengan kandungan fenol total sebesar 595,4 mg GAE/100 gram dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,67 µg/mL. Minyak atsiri daun sirih hijau berpotensi sebagai sumber antioksidan.
Strategi Pengembangan Apotek X Menggunakan Media Sosial Tiktok Mayi, Anggriana Rambu Gadi; Yuhara, Novena Adi; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19375

Abstract

Penggunaan media sosial TikTok sebagai alat pemasaran berkembang pesat seiring dengan meningkatnya jumlah penggunanya, menjadikannya salah satu platform paling populer saat ini. Apotek X pun memanfaatkan TikTok sebagai bagian dari strategi pengembangan untuk memperkuat interaksi dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan TikTok oleh Apotek X dalam mengembangkan bisnis dan menjangkau audiens yang lebih luas. Permasalahan yang diteliti meliputi jenis konten yang diposting, interaksi yang diperoleh, dan preferensi audiens terhadap konten yang ditampilkan. Metode penelitian digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data jumlah postingan, jenis konten, serta jumlah interaksi berupa suka dan komentar dari bulan Februari hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan Apotek X berhasil meningkatkan interaksi dalam jumlah yang besar pada bulan November 2024, dengan total mencapai 299.973 interaksi. Berdasarkan data keseluruhan, kategori konten dengan interaksi tertinggi berasal dari informasi obat, yang memperoleh 374.387 suka dan 10.267 komentar. Diikuti oleh informasi kesehatan, dengan jumlah interaksi mencapai 41.413 suka dan 2015 komentar. Sementara itu, kategori iklan dan hiburan menunjukkan tingkat interaksi yang relatif lebih rendah. Konten iklan memperoleh 5.616 suka dan 132 komentar, sedangkan konten hiburan hanya mendapatkan 4.131 suka dan 97 komentar. Analisis ini menyoroti pentingnya penyesuaian strategi pemasaran dengan karakteristik audiens TikTok yang cenderung lebih tertarik pada konten yang informatif dan menghibur. TikTok dapat menjadi platform yang efektif untuk pengembangan bisnis apotek dengan pendekatan yang tepat dalam penyajian konten yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens.
Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, N-Butanol Daun Jambu Mete (Annacardium occidentale) terhadap Bakteri Penyebab Ulkus Diabetik (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli) Wahyukurnia, Pilar Tesalonika; Yuhara, Novena Adi; Atmaja, Sarah Puspita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1039

Abstract

Daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum dan perbedaan zona hambat 5%, 10%, 20% ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat dan n-butanol daun jambu mete pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Metode fraksinasi yang digunakan adalah metode partisi. Ekstrak dan fraksi daun jambu mete dilakukan pengujian konsentrasi hambat minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil KHM dilanjutkan dengan pengujian konsentrasi bunuh minimum (KBM). Dilakukan penapisan senyawa fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antar konsentrasi ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol daun jambu mete terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri uji. Rata-rata terkuat diameter zona hambat bakteri S.aureus pada ekstrak 20% (14,5mm), fraksi etil asetat 20% (13,3mm), fraksi n-butanol 20% (12,23mm). Pada bakteri E.coli yaitu 20% ekstrak (10,6mm), fraksi etil asetat (15,3mm), fraksi n-butanol (9mm). Konsentrasi 5% ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol memiliki nilai KHM, namun tidak memiliki nilai KBM pada kedua bakteri uji. Fraksi n-heksan tidak memiliki zona hambat terhadap kedua bakteri uji. Kesimpulan dari penelitian ini fraksi N-Heksan tidak memiliki zona hambat terhadap pertumbuhan kedua bakteri, namun ekstrak, fraksi etil asetat dan n-butanol daun jambu mete mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli dibandingkan kontrol negatif. Zona hambat yang dihasilkan tidak lebih kuat dibandingkan kontrol positif, kecuali pada fraksi etil asetat 20% memiliki diameter zona hambat sedikit lebih besar dan berbeda namun tidak signifikan (p>0,05) dibanding kontrol positif (15,33mm vs 15mm) terhadap bakteri E.coli.
Aktivitas Krim Ekstrak Etil Asetat Pelepah Pisang Ambon (Musa acuminta Colla) Sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat (Propionibacterium acnes) Tatambihe, Naomi Azazya; Yuhara, Novena Adi; Rawar, Ellsya Angeline
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1112

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan jerawat. Pelepah pisang merupakan bagian tanaman pisang yang sering tidak dimanfaatkan dan biasanya menjadi limbah. Ekstrak pelepah pisang ambon (Musa acuminata Colla) mengandung senyawa tanin yang memiliki potensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan stabilitas krim antijerawat ekstrak pelepah pisang ambon serta mengetahui aktivitas antijerawat terhadap Propionibacterium acnes. Pelepah pisang ambon diekstraksi melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut etil asetat kemudian dibuat 4 sediaan krim yang diuji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas sebelum dan sesudah uji cycling test selama 3 siklus, serta dilakukan uji antibakteri dengan metode sumuran, data zona hambat dilakukan uji One-Way ANOVA dan uji Duncan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan dari setiap formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim dinilai memiliki stabilitas yang baik pada F1, F2, F3 dilihat dari uji organoleptis sediaan yang berbentuk lembut, berwarna putih kecoklatan, homogen, pH masuk dalam rentang (4,5-8,0), daya sebar (5-7 cm), daya lekat dan viskositas dibawah 40.000 cps. Hasil zona hambat yang didapatkan F1 sebesar 14,33 mm, F2 sebesar 15,20 mm, F3 sebesar 16,483 mm dan F4 sebesar 17,2 mm dengan nilai hasil uji One-Way ANOVA p-value <0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji Duncan menyajikan secara berurutan zona hambat dari yang terendah hingga yang tertinggi. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, F1 memiliki mutu fisik yang baik dikarenakan memenuhi semua syarat mutu fisik.