Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Eksplorasi Kreativitas Siswa melalui Proyek Poster Digital Berbasis Media Canva di Sekolah Dasar Novita sari; Retno Nuzilatus Shoimah; Zuli Dwi Rahmawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kreativitas siswa kelas VI SDN Balungtawun melalui proyek poster digital berbasis media Canva pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya materi reklame. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas VI dan 21 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Canva dalam pembelajaran berbasis proyek dilakukan melalui tiga tahapan sistematis yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penilaian kreativitas siswa menunjukkan bahwa 71,4% siswa berada pada kategori baik dan baik sekali. Bentuk kreativitas yang muncul meliputi kelancaran dalam berpikir, keluwesan, keunikan dan kemampuan untuk mengembangkan ide. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan infrastruktur, memori smartphone penuh, dan akses yang terbatas pada fitur Canva Pro. Upaya untuk mengatasi kendala dilakukan melalui pemanfaatan computer sekolah dan usulan untuk pemasangan wifi tambahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi canva dalam pembelajaran berbasis proyek efektif untuk mengeksplorasi kreativitas siswa sekolah dasar.
KIAI SEBAGAI PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL DALAM INTEGRASI NILAI PESANTREN PADA SEKOLAH KEJURUAN Fauziyah, Lilik; Sauqi Futaqi; Zuli Dwi Rahmawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48007

Abstract

This research is motivated by the importance of integrating pesantren values into Vocational High School (SMK) education, which tends to be oriented towards work skills and industry needs. In this context, the leadership of the Kiai plays a strategic role in maintaining the balance between vocational education and the development of students' religious character. This study aims to analyze the leadership of the Kiai as a transformational leader in the integration of pesantren values in SMK education at Pondok Pesantren Bustanul Hikmah. The research uses a qualitative approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation involving Kiai, school principals, teachers, and students. Data analysis was carried out through data condensation, data display, and drawing conclusions. The research results indicate that the leadership of Kiai reflects dimensions of transformational leadership, namely idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. The integration of pesantren values is carried out through learning, habituation, and school culture. The exemplary role of Kiai, religious programs, openness to innovation and deliberation, as well as a structured coaching system are important factors in the internalization of pesantren values. This study concludes that the transformational leadership of Kiai plays a significant role in shaping pesantren-based vocational education that can balance students' vocational competence and religious character.
Analisis Peran Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karakter cinta tanah air siswa kelas 8 di sekolah SMPIT Al Ibrah Gresik Vegi Ayu Indah Permatasari; Zuli Dwi Rahmawati
Jurnal Alumni Akademisi Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum as a tool to achieve dynamic educational goals. Therefore, the curriculum needs to continue to be developed and refined so that it remains relevant to developments in science, technology and the needs of a developing society. Currently the curriculum used is the independent learning curriculum. The independent curriculum has a ptogram, namely the Pancasila Student Profile program. The aims of this research are (1) to determine the role of the Pancasila Student Profile in shaping students' character of love for their homeland, (2) to determine the impact of the role of the Pancasila Student Profile on the importance of loving their homeland. This type of research is qualitative descriptive research which describes the object or subject being studied absolutely without being influenced by personal opinions or views. The results of this research are the role of the Pancasila Student Profile as an indicator of student graduation, and the impact of the role of the Pancasila Student Profile, namely helping individuals become believers, devoted to God Almighty, global diversity, mutual cooperation, critical reasoning, independence and creativity.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK DIRGAHAYU KEDUNGADEM BOJONEGORO Didik Bimantoro; Zuli Dwi Rahmawati
Jurnal Alumni Akademisi Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural melatih dan membangun karakter siswa agar mampu bersikap demokratis, humanis, dan pluralis dalam lingkungan mereka.Adapun tujuan dari Penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui implementasi pendidikan multikultural pada pembelajaran pendidikan agama islam. (2) untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif deskriptif Dimana pengumpulan datanya melaui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta analisis data yang digunakan adalah reduksi data, paparan data dan verifikasi. Dari hasil penelitian dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya : (1) Ada 3 prinsip yang digunakan guru di SMK Dirgahayu Kedungaden dalam proses pengimplementasi multikultural pada pembelajaran pendidikan agama islam yaitu : prinsip demokrasi, toleransi dan kesetaraan. (2) Peran guru dalam menyampaikan pembelajaran atau kemampuan pedagogik guru sangat berperan dalamimplementasi pendidikan multikultural.
Implementasi Program Penguatan Melalui Bimbingan Menuju Keberhasilan Di Ma Matholiul Anwar Sebagai Peningkatan Kemampuan Diri Siswa Achmad Dani; Zuli Dwi Rahmawati
Jurnal Alumni Akademisi Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program penguatan melalui bimbingan menuju keberhasilan yang diterapkan di MA Matholiul Anwar merupakan bentuk layanan bimbingan dan konseling yang mendukung pengembangan potensi diri siswa, khususnya dalam perencanaan karier dan kesiapan menghadapi masa depan. Para siswa merasa kesulitan dalam memilih jenjang karir kedepannya, maka dari itu perlu adanya program bimbingan yang tepat untuk siswa agar mereka bisa menentukan karirnya dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi terhadap dua guru BK dan dua puluh siswa. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah diimplementasikan melalui berbagai kegiatan yaitu pelatihan SNBT, seminar prakerja, dan layanan konseling individual. Dampak yang terlihat mencakup peningkatan kepercayaan diri, kemampuan mengenali minat dan bakat, serta kesiapan siswa dalam merencanakan masa depan pendidikan dan karier. Guru BK berperan aktif sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam proses pengembangan diri secara menyeluruh. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pribadi dan kesiapan karier siswa. Disarankan agar program dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak peserta didik.
Internalisasi Nilai Aswaja An-Nahdliyah Melalui Deep Learning sebagai Benteng Ideologis Siswa dari Isu Keagamaan Kontemporer Nur Aini Lathifah; Zuli Dwi Rahmawati
AJER: Advanced Journal of Education and Religion Vol. 3 No. 3 (2026): September
Publisher : Advance Journal of Education and Religion (AJER) published by Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/ajer.v3i3.13919

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the deep learning approach in Aswaja An-Nahdliyah learning as an effort to fortify students against contemporary religious issues at SMA Darul Ulum Kepohbaru. The rapid flow of digital information has exposed Generation Z to narratives of radicalism, extremism, and religious hoaxes on social media. This research utilized a descriptive qualitative approach. Data were collected through passive participant observation, in-depth interviews with teachers, tenth-grade students, and school leaders, as well as documentation studies. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana involving data collection, condensation, display, and conclusion drawing, with trustworthiness verified through triangulation. The results indicate that integrating deep learning through mindful, meaningful, and joyful learning dimensions successfully shifted the learning paradigm from textual memorization (surface learning) to critical reasoning construction. Utilizing Smart TVs to contextually dissect actual religious case studies proved effective in deeply internalizing Aswaja values (Tawassuth, Tawazun, Tasamuh, I’tidal). This internalization formed an ideological fortress and an internal cognitive filter (tabayyun) among tenth-grade students, granting them intellectual resilience against extreme doctrines and religious hoaxes in the digital space.