Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Pembelajaran Berdiferensiasi Ratna Fertikawati; Gunawan Gunawan; Sri Solihah
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i1.16818

Abstract

In differentiated learning, improving mathematical literacy skills and understanding adversity quotient in students is very important to create an effective learning process, where students are not only recipients of information, but are able to think critically, adapt, and contribute their ideas. The implementation of this study aims to identify the mathematical literacy profile of grade VII H SMP Negeri 2 Mandiraja consisting of 36 students for the 2024/2025 school year reviewed from the adversity quotient level. The method used is qualitative descriptive by grouping students into three types, namely climbers, campers and quitters. In selecting subjects, it is carried out based on the value of the adversity quotient questionnaire or adversity response profile (ARP) and consideration from the teacher (purposive sampling). In collecting data, an adversity quotient questionnaire, written test questions regarding mathematical literacy skills, and interviews were carried out with the selected subjects. The analysis of the data uses data reduction from the results of written tests and interviews, the presentation of data from the analysis results and the conclusion of conclusions. The results were analyzed using source triangulation based on the process in mathematical literacy, namely formulating, employing, and interpretating mathematical concepts in various contexts. The results of the study showed that 1) Students with the climbers type have been able to carry out the process of formulating, employing, and interpretating in solving mathematical literacy problems; 2) Students with the camper type have been able to carry out the process of formulating, employing, and interpretating in the process of solving mathematical literacy problems; and 3) Students with the quitter type are only able to carry out the formulation process in solving mathematical literacy problems.
Eksplorasi Etnomatematika Upacara Adat Pernikahan untuk Pembelajaran Matematika Di Desa Sidareja Kabupaten Cilacap Budi Wahyu Pertiwi; Kusno Kusno; Gunawan Gunawan; Akhamad Jazuli
Journal of Educational Review and Research Vol 7, No 2 (2024): VOLUME 7 NUMBER 2 DECEMBER (2024)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v7i2.6161

Abstract

The wedding process in Sidareja village, Sidareja District, Cilacap Regency is carried out using a unique and rich traditional ceremony with a meaning that is still thick with Javanese customs. However, this culture is still not widely used to strengthen learning, especially in mathematics learning, so by using ethnomathematical studies, it is hoped that it can clarify the study of the traditional culture of marriage in Sidareja village to be used in learning at school. The purpose of this study is to explore mathematical objects contained in wedding customs in Sidareja Village, Cilacap Regency, Central Java Province. The method used in this study is a descriptive qualitative method. The data collection technique in this study uses documentation, interviews, and observations. This research was carried out by exploring the sources of activities around traditional wedding ceremonies in Sidareja starting from: Preparation, Premarital Ceremony to Panggih Ceremony. The mathematical aspects that are explored include how Preparation (determining the wedding day) is included in the measurement material starting from counting in the concept of division, addition, and numbering. In addition, it was also presented a study of learning about flat figures, namely with the form of flat shapes such as rectangles, parallelograms, triangles, in terms of many, and rhombus found in majang tarub, sindur cloth, chitak, paes, keris-kerisan, kuluk, and suweng which are used in traditional wedding ceremonies in Sidareja village, Cilacap Regency, Central Java Province
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Nur Khotijah; Gunawan Gunawan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7722

Abstract

Pendidikan matematika memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis siswa, salah satunya melalui penguatan literasi matematika dan kepercayaan diri. Namun, kondisi pembelajaran di sekolah dasar masih menunjukkan rendahnya kemampuan literasi matematika yang disertai dengan rendahnya kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VB SD Negeri 3 Linggasari Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan kriteria keberhasilan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa secara bertahap dari siklus I hingga siklus III. Pada siklus I, kemampuan literasi siswa berada pada kategori cukup dengan persentase 56% dan nilai rata-rata 58. Pada siklus II, capaian meningkat menjadi kategori baik dengan persentase 78% dan nilai rata-rata 74. Selanjutnya, pada siklus III terjadi peningkatan yang signifikan hingga mencapai kategori sangat baik dengan persentase 94% dan nilai rata-rata 89. Peningkatan ini juga diiringi dengan berkembangnya kepercayaan diri siswa yang ditunjukkan melalui keaktifan dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, serta kemandirian dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika dan kepercayaan diri siswa secara simultan dan berkelanjutan
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca dan Keaktifan Belajar Siswa Muhammad Irsyad Abidin; Gunawan Gunawan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7723

Abstract

Literasi membaca dan keaktifan belajar merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar guna mendukung pembelajaran abad ke-21. Namun, hasil observasi awal di kelas III A SD Negeri 3 Linggasari menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa masih belum optimal dan keaktifan belajar cenderung rendah. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya hasil pretest literasi membaca, perilaku pasif siswa selama pembelajaran, serta minimnya partisipasi dalam diskusi dan tanya jawab. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca dan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas III A SD Negeri 3 Linggasari tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kualitas implementasi pembelajaran, kemampuan literasi membaca, serta keaktifan belajar siswa secara signifikan. Persentase ketuntasan kemampuan literasi membaca meningkat dari 62,5% pada Siklus I menjadi 76,0% pada Siklus II dan 80,0% pada Siklus III. Sementara itu, persentase keaktifan belajar siswa meningkat dari 60,0% pada Siklus I menjadi 76,0% pada Siklus II dan mencapai 84,0% pada Siklus III. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan keaktifan belajar siswa sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA DIORAMA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Afaf Nabila; Gunawan Gunawan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7725

Abstract

Kemampuan literasi dan motivasi belajar merupakan kompetensi penting yang harus dikembangkan pada siswa sekolah dasar dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, kenyataannya pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi metode ceramah yang bersifat satu arah, kurang kontekstual, serta minim pemanfaatan media pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya literasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan motivasi belajar siswa kelas VA SD Negeri 3 Linggasari melalui penerapan model Discovery Learning berbantuan media diorama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan literasi, angket motivasi belajar, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan media diorama mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa secara signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 66% pada siklus I menjadi 83% pada siklus III, dengan seluruh siswa mencapai nilai di atas KKTP. Selain itu, motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 68% menjadi 82%. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis penemuan yang didukung media konkret dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Oleh karena itu, model Discovery Learning berbantuan media diorama direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan literasi dan motivasi belajar siswa sekolah dasar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK Zannuba Arifah Chafsah; Gunawan Gunawan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7724

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21 seiring dengan pesatnya perkembangan sains dan teknologi. Namun, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Linggasari, yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan belajar, dominasi pembelajaran berpusat pada guru, serta rendahnya hasil literasi berdasarkan pretest. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan literasi sains peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas IV SD Negeri 3 Linggasari. Data dikumpulkan melalui tes (pretest, evaluasi tiap siklus, dan posttest) serta observasi keaktifan peserta didik. Instrumen literasi disusun berdasarkan indikator kemampuan menemukan dan mengembangkan informasi, menginterpretasi dan menyimpulkan, serta mengevaluasi dan merefleksikan isi teks. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dari kategori kurang pada siklus I (59%) menjadi kategori baik pada siklus III (82%). Selain itu, kemampuan literasi peserta didik juga mengalami peningkatan hingga mencapai 76% dengan kategori baik pada akhir siklus. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan kemampuan literasi sebesar 76% dalam kategori berhasil. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan kontekstual, serta relevan untuk meningkatkan literasi sains dan keterlibatan peserta didik sekolah dasar sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21
ETHNOMATHEMATICAL E-COMIC: ENHANCING STUDENTS’ SELF-EFFICACY AND DIVERGENT THINKING Budi Wahyu Pertiwi; Gunawan Gunawan
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Australia, Taiwan, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i1.8302

Abstract

Purpose—Mathematics learning often remains abstract and disconnected from students’ cultural experiences, which limits creativity and engagement. This study addresses that gap by integrating ethnomathematical content into digital comic media to strengthen students’ self-efficacy and divergent thinking skills.Methodology—A quasi-experimental design using a pretest–posttest control group was employed. The population consisted of seventh-grade junior high school students, and the sample included two classes (N = 52) selected through cluster random sampling. Each class comprised 26 students, with one designated as the experimental group and the other as the control group. The experimental group received instruction using ethnomathematics-based e-comics, while the control group used PowerPoint. Instruments included a self-efficacy questionnaire and a divergent thinking test. Data were analyzed using descriptive statistics and a one-way MANCOVA.Findings—The MANCOVA results showed a significant effect of ethnomathematical e-comic media on both self-efficacy and divergent thinking (Wilks’ Lambda = 0.152, F (2,47) = 131.381, p < 0.05, η² = 0.848). Self-efficacy indicators such as persistence and task commitment improved significantly, while divergent thinking indicators, fluency and flexibility, also increased markedly between pretest and posttest.Contribution—Theoretically, this study contributes to mathematics education by integrating ethnomathematics and digital learning media to support creativity-related skills. Practically, it provides teachers with innovative tools to make geometry learning more engaging and culturally relevant for students in the digital era.
Analysis of Junior High School Students' Mathematical Problem Solving Ability on SPLDV Material Haryanto Pamungkas; Gunawan Gunawan
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 25 (2025): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v25i.1681

Abstract

This study aims to analyze the problem-solving ability of junior high school students in solving the Two-Variable Linear Equation System (SLSE) based on Polya's problem-solving stages. The subjects of this study were grade VIII students at SMP Negeri 2 Cilongok. The research method used was descriptive qualitative with instruments in the form of problem-solving tests and interviews. The results showed that students' problem-solving abilities varied, with most students having difficulty at the stage of understanding the problem and re-checking the solutions obtained. Factors that influence students' difficulties include low understanding of the basic concepts of SLSE and inadequate arithmetic operations. The recommendation in this study is the importance of implementing problem-solving-based learning methods to improve students' abilities.
Mathematical Literacy Ability and Adversity Quotient in Climber Type Students Ratna Fertikawati; Gunawan Gunawan
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 25 (2025): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v25i.1727

Abstract

This study aims to describe the mathematical literacy skills and Adversity Quotient (AQ) of students with the Climbers type. Mathematical literacy is an essential skill in modern education that enables students to understand and apply mathematical concepts in everyday activities. Meanwhile, Adversity Quotient represents a person's ability to face and overcome obstacles. This study employs a descriptive qualitative approach involving 36 students from seventh grade at SMP Negeri 2 Mandiraja as research subjects. Data were collected through the Adversity Response Profile (ARP) questionnaire, written tests on mathematical literacy skills, and interviews with the research subjects. The findings indicate that Climbers type students possess high mathematical literacy skills, supported by a high Adversity Quotient. They are capable of formulating information, employing problem-solving strategies, and explaining the results obtained. The study concludes that Climbers type students have good mathematical literacy skills and suggests that further research be conducted to explore learning media that can support the learning process for Climbers type students.
Pengembangan Media Pembelajaran Diary Berkabud Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Berpikir Kreatif Siswa Nurtia Lestari; Gunawan Gunawan
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.83994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Diary Berkabud terhadap kemampuan literasi dan berpikir kreatif siswa. Penelitian termasuk dalam research and development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri 4 Bancarkembar dan SD Negeri 3 Bancarkembar. Desain penelitian kuantitatif mengadopsi Quasi-Experimental Design dengan model Non-equivalent Control Group Design. Pengumpulan data terdiri dari tes kemampuan literasi, angket berpikir kreatif, dan pedoman wawancara. Analisis data terdiri dari kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji statistika normalitas, homogenitas, uji t, dauji korelasi Pearson. Hasil penelitian membuktikan bahwa media Diary Berkabud memenuhi aspek valid dan praktis. Hasil rata-rata uji validitas ahli mencapai 85 kategori sangat valid dan hasil observasi kepraktisan menunjukkan kategori praktis. Uji statistika menunjukkan kategori normal dan homogen. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t memperoleh skor 0,025 kurang dari 0,009 artinya rata-rata skor kemampuan literasi dan berpikir kreatif kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Uji korelasi Pearson membuktikan terdapat korelasi positif antara kemampuan literasi dengan kemampuan berpikir kreatif dengan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Pembelajaran yang memanfaatkan media Diary Berkabud dalam proses pembelajaran efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi dan kemampuan berpikir kreatif siswa.