Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Komunikasi Antara Pengasuh Anak Dibawah Umur Dalam Penanganan Kasus Narkoba Si Sentra Wirajaya Makassar Arwulan , Leni; Hadawiah, Hadawiah; Muttaqin Mustari , Andi
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v6i3.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antara pengasuh dan anak di bawah umur dalam penanganan kasus narkoba di Sentra Wirajaya Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sentra Wirajaya Makassar menerapkan pola komunikasi orang tua asuh, di mana dua petugas membina empat anak. Pola komunikasi yang dominan digunakan adalah komunikasi primer, sekunder, linear, dan sirkuler. Kendala utama dalam komunikasi adalah latar belakang anak yang berasal dari keluarga broken home serta minimnya perhatian dari keluarga saat masa rehabilitasi.
Pemberdayaan Berbasis Lingkungan Melalui Pelatihan Diversifikasi Eco Enzyme Menjadi Produk Aromaterapi di Kelompok Majelis Taklim Kelurahan Manggala Antang Zelfia, Zelfia; Gafur, Abd.; Hadawiah, Hadawiah
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i2.331

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga di kawasan padat penduduk sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar menjadi isu lingkungan yang mendesak, khususnya bagi perempuan yang tergabung dalam Majelis Taklim Nurul Nisa Borong Jambu. Pada tahun sebelumnya, pelatihan eco enzyme telah dilaksanakan, namun produk yang dihasilkan memiliki bau menyengat sehingga tidak berkelanjutan secara penggunaan maupun produksi. Melihat tantangan tersebut, program pengabdian tahun kedua ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu Muslimah melalui kampanye eco digital dan pelatihan diversifikasi eco enzyme menjadi produk aromaterapi ramah lingkungan. Metode pelaksanaan terdiri atas edukasi lingkungan, FGD, pelatihan teknis fermentasi, formulasi aromaterapi, pelatihan pengemasan, kampanye digital, dan pendampingan produksi ulang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku lingkungan. Sebanyak 95% peserta memahami konsep eco enzyme, 85% mampu memproduksi eco enzyme dengan benar, dan 75% mampu membuat produk aromaterapi dengan aroma yang lebih lembut. Selain itu, terjadi penurunan volume sampah organik rumah tangga dari 100 kg/minggu menjadi 60 kg/minggu. Produk eco enzyme aromaterapi varian sereh dan jeruk berhasil diproduksi dan dikemas secara estetis oleh peserta. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan perempuan berbasis lingkungan, peningkatan kreativitas, dan pembentukan komunitas penggerak lingkungan di Majelis Taklim Antang . Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan ekologis berbasis spiritual efektif dalam mendorong perilaku ramah lingkungan dan membuka peluang usaha hijau berbasis rumah tangga.
Konstruksi Komunikasi Humas Rumah Sakit Tk.Ii Pelamonia Dalam Meningkatkan Citra Sebagai Rumah Sakit Rujukan Militer Di Kota Makassar Kandowangko, Alviona; Hadawiah, Hadawiah; Muliadi, Muliadi
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi komunikasi yang dibangun oleh Humas Rumah Sakit TK.II Pelamonia dalam upaya membentuk dan meningkatkan citra sebagai rumah sakit rujukan militer di Kota Makassar. Rumah sakit ini berada di bawah naungan TNI Angkatan Darat dan memiliki fungsi strategis dalam pelayanan kesehatan bagi prajurit, PNS, keluarga, serta masyarakat umum. Dalam situasi persaingan layanan kesehatan yang kompetitif, pencitraan institusi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan terdiri dari staf Humas dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi komunikasi dilakukan secara terencana dan sistematis dengan memadukan nilai-nilai militer seperti disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta pendekatan komunikasi yang humanis, informatif, dan edukatif. Selain itu, media sosial, promosi kesehatan, dan kerja sama kelembagaan turut memperkuat strategi komunikasi tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam memahami peran strategis Humas dalam membentuk citra positif lembaga militer di tengah masyarakat sipil, sekaligus menjadi rujukan untuk pengembangan strategi komunikasi di rumah sakit militer lainnya.
Komunikasi Budaya Masyarakat Desa Kaluppini Dalam Melestarikan Adat Tari Pa’jaga Di Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang Lestari Mansyur , Ela; Hadawiah, Hadawiah; Amir , Izki Fikriani
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.333

Abstract

Komunikasi dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat serta berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Individu berkomunikasi sesuai dengan budaya yang dimilikinya, sehingga kapan, kepada siapa, dan seberapa banyak informasi yang dikomunikasikan sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakat yang berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi budaya masyarakat Desa Kaluppini dalam melestarikan Tari Pa’jaga, menggali simbol dan makna yang terkandung dalam tarian tersebut, serta memahami peran berbagai pihak yang terlibat dalam proses pelestarian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan meliputi interaksionisme simbolik, konstruksi realitas sosial, teori simbol, teori makna, dan fungsionalisme struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi budaya memainkan peran sentral dalam pelestarian Tari Pa’jaga. Tokoh adat seperti Tomakaka, Ada’, Khali, dan Imam menjadi pusat pelestarian budaya dan pengambilan keputusan. Tari Pa’jaga mengandung simbol spiritual seperti gerakan melingkar, sesajen, syair doa dalam sembilan bahasa, dan kostum sederhana yang mencerminkan kesucian. Pelestarian dilakukan secara kolektif dan komunikatif melalui cerita, pelatihan, dan pewarisan nilai kepada generasi muda. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi budaya menjadi fondasi utama dalam menjaga eksistensi Tari Pa’jaga di tengah arus modernisasi.
Komunikasi Budaya Tradisi Maudu Nabi Muhammad Saw. Pada Masyarakat Tanatakko Dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Spiritual Di Kecamatan Bantimurung Nurhaliza Ma’rufi, Siti; Hadawiah, Hadawiah; Nurjannah, Nurjannah
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.341

Abstract

Penelitian ini secara komprehensif mengkaji tradisi Maudu Nabi Muhammad SAW di Dusun Tanatakko, Kecamatan Bantimurung, sebuah tradisi turun temurun yang mereka jaga untuk melestarikan nilai spiritual dan mempererat tali silaturahmi. Perayaan tahunan ini melibatkan kebersamaan dalam menanggung biaya, diisi dengan zikir, barzanji, doa, dan berbagi hidangan. Tradisi membawa makanan juga menjadi ciri khas, mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi budaya berperan dalam melestarikan nilai spiritual, mengidentifikasi makna dan simbol yang terkandung dalam tradisi tersebut, serta memahami tentang nilai-nilai spiritual ini dipertahankan di tengah modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maudu berfungsi sebagai fondasi vital dalam menjaga nilai-nilai spiritual masyarakat. Masyarakat Tanatakko memanfaatkan berbagai bentuk komunikasi budaya lisan (lantunan Barzanji dan ceramah), simbolik (telur hias, songkolo), dan ritual nonverbal (partisipasi kolektif) untuk melestarikan nilai-nilai spiritual seperti syukur, gotong royong, dan kepedulian sosial dalam tradisi Maudu. Tradisi Maudu di Tanatakko kaya akan makna dan simbol. Telur hias melambangkan persatuan dan keberkahan, sementara songkolo dan kaddo minyak merepresentasikan kerukunan dan rasa syukur penguat dan silaturahmi. Makna-makna ini diinternalisasi melalui partisipasi kolektif dan ritual itu sendiri. Masyarakat Tanatakko berhasil mempertahankan nilai-nilai spiritual tradisi Maudu di tengah modernisasi melalui komunikasi ritual dan upaya pelestarian yang terencana. Mereka melibatkan generasi muda, beradaptasi tanpa kehilangan esensi, serta memanfaatkan peran tokoh agama dan praktik sosial seperti gotong royong.