Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

LOCAL INTERPRETATION OF THE ARCHIPELAGO AND PRESERVATION OF CULTURAL IDENTITY: EPISTEMOLOGICAL AND CULTURAL ANALYSIS AND REVITALIZATION STRATEGIES IN THE ERA OF GLOBALIZATION Fathoni, Ahmad Nur; Hakim, M. Luqman; Cahyono, Agung Mandiro; Mukti, Anwar; Bahrudin, Moh.; Evannathan, M. Farrel
West Science Islamic Studies Vol. 3 No. 02 (2025): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v3i02.2510

Abstract

This study analyzes the role of local interpretations in the preservation of cultural identity and the urgency of their revitalization amid the currents of globalization and homogenization of religious interpretations. Using a descriptive qualitative approach based on literature review, this study examines Javanese, Sundanese, and Bugis interpretations; scientific articles related to vernacularization; and manuscripts and supporting documents on the development of local interpretations. The results show that local interpretations have distinctive epistemological and methodological characteristics through the integration of the Qur'anic text with cultural values, linguistic idioms, and the social structure of the local community. This tradition not only functions as a medium for religious understanding, but also as a vehicle for preserving regional languages, local scripts, and the formation of a grounded Islamic identity. However, the dominance of Middle Eastern interpretations, limited access to manuscripts, and a lack of regeneration of Islamic scholars pose serious challenges to the sustainability of local interpretations. This study offers revitalization strategies through manuscript digitization, curriculum integration, production of new works in regional languages, and collaboration in research and cultural activities. Thus, local interpretations are positioned as an important pillar of Islamic plurality in the archipelago as well as a foundation for the preservation of the nation's intellectual and cultural heritage.
Internalization of National Insight in Preventing the Spread of Radicalism: A Study of the Khilafatul Muslimin Group in Lampung Province Firsada, Muhammad; Nasor; Bahrudin, Moh.; Setiawati, Rini
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 25 No 2 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v25i2.29742

Abstract

The spread of transnational ideology-based radicalism poses a serious challenge to the ideological resilience and integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), including in Lampung Province. The Khilafatul Muslimin group is one of the religious groups that carries an alternative ideological narrative that has the potential to weaken national insight. Therefore, this study aims to analyze the process of internalizing national insight as a strategy to prevent the spread of radicalism within the Khilafatul Muslimin group in Lampung Province. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical design. Data collection was conducted through in-depth interviews with key informants, observation, documentation studies, and relevant literature reviews. Data analysis was conducted thematically through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that internalization of national insight is effective when implemented through a persuasive, dialogical, and sustainable approach that involves state and social actors collaboratively. The integration between the socialization of state ideology and the Islamic community development approach has proven capable of building inclusive ideological awareness, strengthening ideological resilience, and encouraging the transformation of religious understanding in line with Pancasila and the NKRI. The novelty of this research lies in the findings of a model of internalization of national insight based on community participation, the role model of religious figures, and the strategic role of former members of radical groups as agents of change in preventing radicalism that is more humanistic and sustainable.
KONTRIBUSI USHUL FIQH TERHADAP TANTANGAN KEUANGAN SYARIAH Andriani, Yulia; Bahrudin, Moh.; Hilal, Syamsul
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Ushul Fiqh terhadap tantangan yang dihadapi oleh keuangan syariah kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (literature review) dan analisis konten (content analysis) dari berbagai sumber terpercaya seperti buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Ushul Fiqh memiliki peran fundamental dan tak tergantikan sebagai landasan metodologis dan teoritis dalam pengembangan ekonomi syariah modern. Ushul Fiqh memungkinkan para cendekiawan dan praktisi untuk merumuskan hukum syar’i atas isu-isu baru yang belum ada pada masa klasik, sehingga berfungsi sebagai kompas moral dan intelektual di era globalisasi dan digitalisasi. Kontribusi utamanya diwujudkan melalui legalisasi dan inovasi produk keuangan yang kompleks, seperti Structured Repackaged Ijarah Asset (SRIA), dengan memastikan kepatuhan terhadap larangan riba, gharar, dan maysir. Selain itu, Ushul Fiqh memfasilitasi regulasi proaktif terhadap teknologi keuangan (FinTech) syariah melalui kaidah Maslahah Mursalah. Kaidah-kaidah Ushuliyyah, seperti "Al-Ashlu fil Asyya' al-Ibahah" (asal segala sesuatu itu boleh) dan kaidah Maslahah, memberikan dasar hukum untuk menilai kehalalan instrumen keuangan baru, memastikan sistem keuangan syariah tetap efisien dan kompetitif tanpa mengorbankan integritas syariah. Dengan demikian, Ushul Fiqh memberikan kerangka yurisprudensi yang kokoh untuk memastikan pasar modal syariah tidak hanya efisien tetapi juga etis dan adil.
IMPLEMENTASI INVESTASI DALAM ISLAM MENURUT PANDANGAN DAN ATURAN DSN-MUI NOMOR 40/DSN-MUI/X/2003 Maulida, Reska; Hilal, Syamsul; Bahrudin, Moh.
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi investasi dalam Islam menurut pandangan dan aturan yang tertuang dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber primer berupa fatwa DSN-MUI, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian terkait investasi dan pasar modal syariah, serta sumber sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa DSN-MUI Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 memiliki landasan syariah yang kuat dan komprehensif, bersumber dari dalil-dalil Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 275, QS. An-Nisa: 29, QS. Al-Hasyr: 18), hadits (hadits tentang mudharabah dan larangan gharar), ijma' ulama dari berbagai mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali), dan kaidah ushul fiqh. Implementasi fatwa dalam praktik pasar modal syariah Indonesia dilakukan melalui mekanisme screening bertahap yang terdiri dari business screening untuk mengeliminasi sektor usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah, dan financial screening dengan parameter total utang berbasis bunga maksimal 45% dari total aset dan total pendapatan tidak halal maksimal 10% dari total pendapatan. Investasi syariah memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari investasi konvensional, yaitu kebebasan dari unsur riba, gharar, dan maysir, serta dibangun atas prinsip fundamental keadilan (al-'adl), transparansi (ash-shiddiq), kemaslahatan, dan kehati-hatian. Landasan hukum positif Indonesia melalui UUD 1945 Pasal 29, UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK, dan POJK Nomor 15/POJK.04/2015 memberikan dukungan regulasi yang kuat dengan menjadikan fatwa DSN-MUI sebagai rujukan wajib dalam penerapan prinsip syariah di pasar modal Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi antara otoritas fatwa (DSN-MUI) dan regulator (OJK) menjadi faktor kunci kesuksesan pengembangan pasar modal syariah di Indonesia, meskipun masih terdapat tantangan terkait threshold financial screening, dinamika status syariah saham, dan gap literasi yang memerlukan perbaikan berkelanjutan.
Pengaruh Pendidikan Keuangan di Keluarga, Financial Literacy dan Financial Self Efficacy terhadap Financial Management Behavior pada Mahasiswa Kota Bandar Lampung: Perspektif Manajemen Syariah Solehah, Azmi Fadhilatus; Bahrudin, Moh.; Nurmalia, Gustika
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 8 No. 6 (2025): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v8i6.55009

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk menganalisis pengaruh antara pendidikan keuangan di keluarga, financial literaci dan financial self-efficacy terhadap financial management behavior pada mahasiswa kota Bandar Lampung dalam perspektif manajemen syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan design concurent embeded. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sempel dihitung menggunakan rumus lemeshow sebanyak 97 sampel. Data dianalisis menggunakan aplikasi SMART PLS4. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior pada mahasiswa di Kota Bandar Lampung, financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior  pada mahasiswa di Kota Bandar Lampung. Sedangkan, financial self-efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap financial management behavior. Namun, secara simultan ketiga variabel independen tersebut tetap berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 61,5% terhadap variabel financial management behavior. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan keuangan di keluarga dan literasi keuangan lebih efektif berperan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari dibandingkan dengan hanya keyakinan individu itu sendiri terhadap kemampuannya dalam mengelola keuangan sebab tidak secara otomatis menentukan perilaku pengelolaan keuangan yang baik. Serta dilihat dari perspektif manajemen syariah disimpulkan bahwa pendidikan keuangan di keluarga, financial literacy dan financial self-efficacy memiliki peran signifikan dalam membentuk financial management behavior, hal ini sesuai dengan akuntabilitas dan tanggung jawab atas amanah harta sehingga mendukung pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip halal, beretika dan berkelanjutan.