Claim Missing Document
Check
Articles

KEARIFAN LOKAL SUKU SASAK SEBAGAI MODEL PENGELOLAAN KONFLIK DI MASYARAKAT LOMBOK Muhammad Harfin Zuhdi
MABASAN Vol. 12 No. 1 (2018): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v12i1.34

Abstract

Kearifan lokal sebagai suatu kekayaan budaya yang mengandung nilai pandangan, kebijakan, dan kearifan hidup masyarakat dalam banyak ragam variannya, seperti tercermin dalam konsep krama, sesenggak. perteke, atau lelakaq. Namun saat ini kearifan lokal masih belum difungsikan secara optimal, padahal kearifan lokal dapat dijadikan rujukan sebagai model dalam pengelolaan konflik dan masalah sosial di masyarakat. Keterlibatan kearifan lokal dapat diupayakan melalui pembangunan perdamaian untuk mencegah dan melokalisir konflik di masyarakat, karena melibatkan kearifan lokal terbukti mampu mempertahankan harmoni sosial. Artikel ini berupaya mendeskripsikan kearifan lokal suku Sasak dengan pendekatan kualitatif berbasis content analisis. Dalam upaya pengelolaan konflik harus ada keterlibatan tokoh agama dan tokoh adat dalam mendorong hadirnya peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kearifan lokal. Oleh karena itu, untuk menjadikan kearifan lokal sebagai model dalam pengelolaan konflik, maka perlu direvitaliasi dan disosialisasikan secara sistematis dan massif sehingga dapat fungsional sebagai model pengelolaan konflik di masyarakat Lombok. Pendekatan multikultural berbasis kearifan lokal ini merupakan model penting yang dapat dimanfaatkan untu pngelolaan konflik di wilayah ini.Local wisdom can be defined as a local cultural treasure that contains the values of life policy, life viewpoints, and living wisdom. Local wisdom not only applied locally to a particular culture or ethnic, but also to be a cross-cultural or cross-etnical known as the concept of Bhineka Tunggal Ika (Unity in Diversity) in which there are teachings of mutual assistance, tolerance, hard work, and mutual respect. Local wisdom can be used as a reference in solving problems in the community.In the related reconciliation efforts, it was revealed that there was the involvement of religious and traditional leaders in encouraging the enhancement public appreciation of local wisdom. The local wisdom of the Sasak tribe varies widely, as reflected in the concept of krama, sekenggak. perteke, or lelakaq. Sasak local wisdom needs to be revitalized and socialized systematically and synergistically by traditional leaders, religious leaders and stakeholders in the region to function as a model of conflict management in Lombok society. This multicultural approach based on local wisdom is an important model that can be utilized to minimize conflicts in the region. 
Exploring Students’ Conceptual Understanding of Statistical Physics Through Multi-Source Learning: A Mixed-Methods Study Muhammad Taufik; Muhammad Zuhdi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.2454

Abstract

Statistical Physics is an intellectually demanding subject that requires students to navigate abstract representations, probabilistic reasoning, and mathematical formalism simultaneously. In today’s learning environment, students naturally rely on multiple learning sources, textbooks, YouTube videos, Google searches, and increasingly, explanations generated by artificial intelligence (AI). This mixed-methods study explores how such multi-source engagement shapes conceptual understanding among 28 undergraduate physics education students enrolled in a Statistical Physics course. Quantitative data were collected through a Conceptual Understanding Test (CUT), a multi-source learning questionnaire, a misconception inventory, and rubric-based artifact analysis. Qualitative data were gathered from interviews and reflective journals. The findings reveal that students’ conceptual understanding falls within a moderate-to-good range (mean CUT score 69.6), although misconceptions persist, particularly regarding entropy, ensembles, and the partition function. Students with strong conceptual understanding tended to integrate multiple learning sources reflectively constructing coherence across representations while weaker students demonstrated fragmented and shallow engagement. The study concludes that multi-source learning has the potential to reinforce conceptual understanding, provided students develop strategies for synthesizing diverse explanations rather than consuming them indiscriminately.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Sasmita Sari; Muhammad Zuhdi; Muhammad Taufik
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3798

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam menyediakan sumber dan strategi belajar yang efektif dalam proses pembelajara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent pretest-postest control group design. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 10 Mataram dengan sampel penelitian yaitu kelas XI A MIPA sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA B sebagai kelas control. Sampel penelitian diambil dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes awal dan tes akhir berupa 10 soal hasil belajar ranah kognitif dan 5 soal berpikir kritis setelah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, dan taraf kesukaran. Data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar yang terkumpul dianalisis menggunakan uji hipotesis uji MANOVA dengan taraf signifikan p < 0,05. Diperoleh data hasil uji berpikir kritis sebesar sebesar 0,000 < 0,05 dan 0,036 < 0,05. Hal tersebut untuk mengetahui penolakan terhadap H01 maupun H02 untuk hipotesis pertama dan kedua yang telah ditetapkan. Berdasarkan pada perolehan nilai sig 0,000 dan 0,036, menunjukkan bahwa nilai sig < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya penolakan terhadap H01 dan H02, sehingga hipotesis Ha1 dan Ha2 yang diharapkan dapat diterima. Berdasarkan hasil uji multivariate test pada perbandingan nilai sig yang diperoleh yaitu 0,000 dengan nilai sig 0,05, menunjukkan nilai sig < 0,05 sehingga dapat disimpulkan adanya penolakan terhadap H03 dan penerimaan terhadap Ha3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika.
Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Stad Dengan Media PhET Terhadap Hasil Belajar Fisika Ditinjau Dari Sikap Ilmiah Peserta Didik Kelas XI di SMAN 1 Lingsar Nur Rahmania Azizah; Satutik Rahayu; Muhammad Zuhdi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model cooperative learning tipe STAD dengan media PhET terhadap hasil belajar fisika peserta didik; (2) pengaruh sikap ilmiah tinggi dan sikap ilmiah rendah terhadap hasil belajar fisika peserta didik; (3) pengaruh interaksi antara model cooperative learning tipe STAD dengan media PhET dan sikap ilmiah terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain penelitian Faktorial Desig 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Lingsar, sampelnya terdiri dari dua kelas yang di pilih menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh dua kelas yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 35 peserta didik yang menggunakan model cooperative learning tipe STAD dengan media PhET dan kelas  XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 35 peserta didik yang menggunakan model konvensional dengan materi yang sama yaitu gelombang bunyi. Intrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes pilihan ganda sebanyak 15 soal yang telah diuji hasil validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran  soal dan daya beda soal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata posstest kelas eksperimen adalah 78,23 dan kelas kontrol sebesar 74,70, kedua kelas terdistribusi normal dan homogen. Data yang diperoleh  terlebih dahulu diuji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalur dengan sel tak sama berbantuan SPSS 21 dengan nilai Sig 0,000 sehingga H0A ditolak dan H1B diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengaruh model  cooperative leaning tipe STAD dengan media PhET berpengaruh terhadap hasil belajar; (2) Sikap ilmiah peserta didik berpengaruh terhadap hasil belajar; (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model cooperative learning tipe STAD dengan media PhET dan sikap ilmiah terhadap hasil belajar fisika peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Video Animasi Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik SMA Dayangku Putri Za'rah; Wahyudi Wahyudi; Muhammad Zuhdi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4759

Abstract

Pembelajaran fisika menuntut pemahaman konsep yang baik, namun masih banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan video animasi terhadap pemahaman konsep fisika peserta didik di MA Darul Hikmah Darek. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian meliputi seluruh peserta didik kelas XI IPA di MA Darul Hikmah Darek yang berjumlah 54 peserta didik. Teknik pengembilan sampel menggunakan sampel jenuh yang menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian.Instrumen penelitian berupa soal uraian sebanyak 6 soal yang telah memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest kemudian dianalisis mengguankan IMB SPSS statistics 25 melelui uji nornalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen mengalami peningkkatan dari 35,6 menjadi 74,5 sedangkan pada kelas kontrol mengalami peningkatan dari 33,8 menjadi 66,9. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,014 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan video animasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep fisika peserta didik.
Pengembangan Multimedia Fisika Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Peserta Didik Muhammad Ari Kusumawadi; Muhammad Zuhdi; Wahyudi Wahyudi
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of learning physics still uses conventional methods and does not yet use various media. This also affects the learning outcomes of students who are low. The low learning outcomes show low problem-solving abilities. So that one media needs to be developed, one of them is physics-based on problem-based learning. This study aims to determine the feasibility and reliability of multimedia physics based on problem-based learning to improve problem-solving skills. This research is a type of research development (Research and Development). This study's model uses the 4-D model, which consists of the defining, designing, developing, and disseminating stages. The research phase is limited to the development stage. The data collection technique uses a questionnaire. Data were analyzed by finding the percentage of eligibility and reliability. The results obtained that multimedia physics and learning tools are suitable because the percentage is between 76% -100% and reliable because the percentage is above 75%.  So, it can be concluded that multimedia physics is worthy of being tested on high school students in class XI.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Video Animasi terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMAN 10 Mataram Sri Parwati; Muhammad Zuhdi; Syahrial A
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1862

Abstract

The low level of students’ critical thinking skills in physics learning remains a common problem. Conventional teacher-centered learning is considered not yet optimal in improving these skills. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by animated videos on students’ critical thinking skills. This quantitative research employed a quasi-experimental method using a Non-equivalent Control Group Design. The study involved all 55 students of grade XI MIPA at SMAN 10 Mataram. Saturated sampling technique was applied, resulting in class XI MIPA 1 as the experimental class (30 students) and class XI MIPA 2 as the control class (25 students). The experimental class received treatment in the form of the PBL model assisted by animated videos, while the control class was taught using conventional learning methods. The research instrument consisted of an essay test measuring critical thinking skills that had been tested for validity, reliability, difficulty level, and discriminating power. Data analysis techniques included normality test, homogeneity test, t-test, and N-Gain test. The results showed that the average posttest score of the experimental class was 66.67, which was higher than the control class score of 45.06. Hypothesis testing indicated a significance value of 0.02 (p < 0.05), therefore H₀ was rejected. The N-Gain test showed that the improvement in critical thinking skills of the experimental class was categorized as moderate (g = 0.4194), while the control class was categorized as low (g = 0.2525). Thus, the animated video-assisted PBL model was proven to have a significant effect on students’ critical thinking skills, increasing the posttest score by 21.61 points higher than the control class.
Peningkatan Literasi Energi Terbarukan Mahasiswa melalui Kegiatan Edukasi dan Observasi Lapangan di PLTS Sengkol Lombok Tengah Wahyudi; I Wayan Gunada; Syahrial A; Muh. Makhrus; Ahmad Harjono; Arsis Doyan; Susilawati; Joni Rokhmat; Sutrio; Muhammad Zuhdi; Hikmawati; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Muhammad Taufik; Gunawan; Satutik Rahayu; Jannatin Ardhuha; Kosim; Nina Nisrina; Fathurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.1861

Abstract

Community service is one form of implementing the Tri Dharma of Higher Education, which aims to integrate education, research, and community engagement into a unified and applicable activity. This program was conducted at the Sengkol Solar Power Plant (PLTS) in Pujut District, Central Lombok Regency, involving university students as the primary participants. The objective of the activity was to enhance students’ understanding of solar energy concepts and their practical implementation through an experiential learning approach. The methods employed included preparation, field observation, interviews, interactive educational sessions, and evaluation. The results indicated an improvement in students’ understanding of the working principles of solar power plants, particularly regarding the energy conversion process through the photovoltaic effect and the functions of key components such as solar panels and inverters. Furthermore, the activity increased students’ awareness of the importance of renewable energy in supporting environmental sustainability. This program demonstrated that contextual learning through direct field observation is effective in improving students’ energy literacy. Therefore, this activity model is recommended as an innovative approach to learning in the field of renewable energy.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Baru terhadap Program Studi Pendidikan Fisika, Dunia Kampus, dan Etika Akademik dalam Mendukung Pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) I Wayan Gunada; Hikmawati; Nina Nisrina; Sutrio; Kosim; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Aris Doyan; Susilawati; Joni Rokhmat; Syahrial Ayub; Ahmad Harjono; Muhammad Zuhdi; Gunawan; Muhammad Taufik; Satutik Rahayu; Muh Makhrus; Wahyudi; Jannatin Ardhuha; Fathurrahman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15492

Abstract

Kegiatan Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru FKIP Universitas Mataram diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Fisika mengenai identitas program studi, kehidupan kampus, etika akademik, serta kontribusi organisasi kemahasiswaan dalam mendukung pencapaian SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 19 dosen Program Studi Pendidikan Fisika dan 75 mahasiswa baru yang terdiri atas 19 mahasiswa laki-laki dan 56 mahasiswa perempuan. Sosialisasi edukatif diterapkan melalui berbagai aktivitas, meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pengenalan dosen, penguatan etika kampus, pengenalan Sistem Informasi Akademik, pengenalan budaya kehidupan perguruan tinggi, serta sosialisasi HMPS Pendidikan Fisika. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan respons peserta selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pelaksanaan kegiatan memberikan peningkatan pemahaman mahasiswa baru terkait visi dan misi program studi, sistem akademik, budaya kampus, peran dosen, etika akademik, serta fungsi organisasi mahasiswa sebagai sarana pengembangan diri. Selain itu, mahasiswa juga mulai memahami perbedaan budaya belajar antara sekolah dan perguruan tinggi, terutama pada aspek kemandirian, komunikasi akademik, tanggung jawab, dan integritas. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi tahapan awal dalam pembentukan identitas akademik dan sosial mahasiswa. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Fisika untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus secara lebih etis, adaptif, dan berorientasi pada pendidikan berkualitas.
Co-Authors 'Ardhuha, Jannatin A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Wachid Habiburrahman Agus Wahid Habiburrohman Ahmad Busyairi, Ahmad Ahmad Harjono Anita Kintan Pratiwi Annisa Sadela Suhada Aris Doyan Arrum Fitrianingsih Arsis Doyan Baiq Nurul Alya Bakti Sukrisna Bakti Sukrisna Bakti Sukrisna Bakti Sukrisna Bakti Sukrisna Dayangku Putri Za'rah Deyan Syahirah Khairunnisa Dian W.Kurniawidi Dian Wijaya Kurniawidi Dina Novsiani Elfatihan Egista Evi Ariani Sutomo Fathurrahman G. Gunawan Gunawan Gusti Afifah Haerunnisa Haerunnisa Hairunisyah Sahidu Hairunnisyah Sahidu Hikmah Tullah Hikmawati Hikmawati Hikmawati Hisbulloh Als Mustofa I Wayan Gunada Jannatin 'Ardhuha Jannatin Ardhuha Jannatin ‘Ardhuha Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Kosim Kosim . Lalu Haditya Arria Rahmana M. Zaenal Abidin Miftahul Rizkia Mulia Azani Muh Makhrus Muh Makhus Muh. Makhrus Muhammad Ari Kusumawadi Muhammad Rasyid Ridha MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Taufik Muhammad Taufik Muhammad Taufik Muhammad Taufik Muhammad Taufik Mukh Makhrus Ni Luh Vidya Wulandhari Ni Nyoman Sri Putu Verawati Nina Nisrina Nindi Claudia Nisrina Zuhra Nur Erika Winda Putri Nur Rahmania Azizah Nurmala Hidayah Pranowo Raharjo Qotrin Mujahidah Rangga Alif Faresta Ricko Kardoso Rujiatul Azmi Safira Safira Sasmita Sari Satutik Rahayu Sri Parwati Susilawati - Susilawati Susilawati Sutrio Sutrio Syahral Ayub Syahrial A Syahrial A Syahrial Ayub Syahrial Ayub Syahrial Ayub Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Tegar Agusfian Mandiri Teguh Ardianto, Teguh Tesya Aprilia Tia Listiani Tina Sonia Verawati, NNSP Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi, Wahyudi Winda Yuli Alfina Yogi Saputra Yudia Nikmatul Warodiah Yuliana Husniati Ridwan Yunara Nurmaya Yuyun Parwati