Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Perencanaan Fasilitas Penunjang di Pura Dalem Desa Adat Sebunibus, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali Ni Wayan Meidayanti Mustika; I Kadek Merta Wijaya; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.85

Abstract

Pura Dalem Desa Adat Sebunibus adalah salah satu pura Tri Khayangan di Desa Adat Sebunibus yang belum memiliki fasilitas penunjang yang berfungsi untuk mewadahi kegiatan persiapan upakara keagamaan seperti memasak, membuat sesajen dan kegiatan servis lainnya. Dari permasalahan tersebut maka harus direncanakan fasilitas penunjang di Pura Dalem Desa Adat Sebunibus yang sesuai dengan kebutuhan fungsi dan standar teknis yang baik. Artikel ini memaparkan tentang pelaksanaaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra masyarakat pangempon Pura Dalem Desa Adat Sebunibus. Kegiatan ini merupakan upaya pendampingan dan pemberdayaan potensi masyarakat mitra dalam merencanakan desain arsitektur fasilitas penunjang berupa pewaregan (dapur), bangunan reringgitan dan panggung pertunjukan tari. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahap yaitu: 1). Tahap persiapan dan identifikasi awal; 2). Tahap penyusunan desain alternatif; 3). Tahap Focus Group Discussion; dan 4). Tahap Finalisasi Desain. Bangunan fasilitas penunjang yang direncanakan menggunakan penerapan arsitektur tradisional Bali modern dengan pendekatan kontekstual berupa memaksimalkan penggunan material lokal. Hasil kegiatan ini adalah gambar rencana desain bangunan – bangunan fasilitas penunjang yang dapat menjadi dokumen perencanaan untuk tahap pembangunan selanjutnya.
Konsep Skematik Desain Pada Revitalisasi Museum Subak Di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali: Bahasa Indonesia I Kadek Rama Adhi Aryana; I Kadek Merta Wijaya; I Nyoman Nuri Arthana
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.6933.126-133

Abstract

The Subak Museum which was created to maintain and strengthen Subak is not assessed at a level consistent with the appreciation experienced by Subak in 2012. The Subak Museum opened 40 years ago, but due to several circumstances, tourist visit data for the last six years fluctuated but tended to fall, therefore it is necessary to have a movement to restore visitor interest in visiting the Subak Museum by revitalizing it. In the Revitalization of the Tabanan Subak Museum, it is hoped that it can become a means of education and other supporting facilities such as research, protection and also recreation because the Subak Museum currently only facilitates exhibition halls. rice fields, along with the development of technology and the times.
PENDEKATAN KONTEKSTUAL PESISIR PANTAI DALAN RANCANGAN ARSITEKTURAL BEACH CLUB DI PANTAI BALANGAN, BALI I Kadek Merta Wijaya
Jurnal Anala Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.1.1215.38-47

Abstract

Beach club menjadi fasilitas wisata yang digandrungi oleh para wisatawan yang menginginkan untuk menghabiskan waktu sepanjang hari dipinggir pantai dengan berkumpul, bercengkrama, menari mengikuti alunan music, berjemur, dan menikmati miniman dan makanan. Karakter kegiatannya membutuhkan ruang terbuka dan semi terbuka untuk menikmati pesona pantai seperti teriknya matahari, deburan ombak, maupun sunset. Kondisi tersebut memerlukan rancangan fasilitas untuk mewadahi kegiatan dan juga merespons kontekstual pesisir pantai yang memiliki cuaca yang panas dan kering. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan konsep skematik rancangan beach club yang merespons kontekstual pesisir pantai. Lokus kajian berada di Pantai Balangan sebagai salah satu pantai di Bali yang memiliki pasir putih dan bertebing, memiliki hamparan laut yang biru serta keindahan sunset. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) melalui tahapan kajian terhadap karakter aktifitas dan fungsi beach club serta kondisi eksisting Pantai Balangan. Selanjutnya merumuskan konsep rancangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kontekstual Pantai Balangan. Penelitian ini menghasilkan skematik desain bentuk, material, dan sistem struktur bangunan yang mampu merespon kondisi kontekstual pantai yaitu tekanan angin, iklim panas dan kering serta aspek korosi di daerah pantai.
Pengembangan Fasilitas Penunjang Wisata Yeh Hoo di Tabanan, Bali I Kadek Merta Wijaya; I Ketut Sugihantara; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi alam di kawasan Yeh Hoo sangat mendukung wisata meditasi dan yoga karena lingkungan yang masih alami (lingkungan alam air terjun Yeh Hoo dan lahan pertanian). Namun potensi tersebut belum didukung oleh infrastruktur akomodasi wisata, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo hanya dapat melihat atau menyaksikan saujana pertanian dan akses menuju air terjun Yeh Hoo yang cukup sulit dalam akses jangkauan. Diperlukan akomodasi wisata dalam menunjang kegiatan healing (yoga dan meditasi). Permasalahan yang ditemukan pada objek wisata Yeh Hoo adalah (1) belum terdapat pembagian zonasi fasilitas utama dan penunjang kegiatan wisata; (2) akses berupa pedestrian belum direncanakan secara relevan terhadap pengguna dan belum adanya rest area pada titik-titik tertentu; (3) belum direncanakan jogging track yang menghubungkan antara satu fasilitas dengan fasilitas yang lainnya; (4) tempat parkir yang belum memenuhi kebutuhan kapasitas pengunjung; (5) belum adanya information area dan ticketing sebagai informasi awal wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo; (6) fasilitas penunjang berupa café sebagai rest area pengunjung belum tersedia dengan memadai; (7) fasilitas penginapan bagi wisatawan yang akan menghabiskan waktu lebih dari satu hari; dan (8) belum terdapat fasilitas yoga dan meditasi yang feasible. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan masterplan pengembangan Objek Wisata Yeh Hoo dalam bentuk fasilitas wisata penunjang. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah kualitatif yang menakankan pada aspek kualitas rancangan berdasarkan pada langkah-langkah sebagai berikut yaitu pemetaan permasalahan dan potensi, metode konsepsual, motode induksi, dan melakukan kegiatan Focus Group Disscussion (FGD)
Desain Fasilitas Wisata Alam sebagai Program Pengembangan Objek Wisata Pantai Gamat di Desa Sakti, Nusa Penida - Bali I Kadek Merta Wijaya; I Nyoman Warnata; Ni Wayan Meidayanti Mustika
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Gamat berada di bagian utara Pulau Nusa Penida yang berbentuk teluk, berpasir putih, dengan biota laut yang masih alami, diapit oleh bukit membentuk lembah, serta memiliki view ke arah gugusan pulau kecil (Pulau Ceningan dan Pulau Lembongan). Potensi alam di Pantai Gamat masih belum memiliki fasilitas penunjang wisata sedangkan objek wisata Pantai Gamat diminati oleh wisatawan, sehingga diperlukan pengembangan kawasan melalui rancangan fasilitas wisata alam di Pantai Gamat. Namun pemecahan masalah tersebut jangan sampai membawa masalah baru, karena kawasan Pantai Gamat merupakan hutan desa sebagai penyangga alam di kawasan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah pengembangan wisata alam di Pantai Gamat dalam bentuk desain fasilitas wisata. Dalam pengembangan ini terdapat dua hal yang diperhatikan adalah (1) mengembangkan objek wisata di Kawasan Pantai Gamat, dan (2) mempertahankan kebaradaan keberlanjutan potensi alam yang terdapat di Pantai Gamat dan hutan desa. Oleh karena itu diperlukan solusi yang bijak dalam pengembangan ini yaitu (1) merencanakan fasilitas wisata di Pantai Gamat yang mempertimbangkan ekosistem pantai dan laut bebes dari ekploitasi yang besar dan polusi, dan (2) merencakan fasilitas glamping berkonsep ramah terhadap lingkungan.