Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Operasi Hitung Bilangan Pecahan Melalui Penerapan Pembelajaran Daring Berbasis Papan Tulis Digital Kelas IV SDN 03 Surutanga Muhammad Rusli Baharuddin; Muhammad Zainal Abidin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.422021.1456

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru di SDN 03 Surutanga mengajarkan materi Operasi Hitung Bilangan Pecahan dalam menerapkan media papan tulis digital melalui aplikasi Google Meet saat pembelajaran daring berlangsung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap Siklus dilaksanakan melalui tahapan: Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Subjek adalah siswa kelas IV SDN 03 Surutanga, jumlah siswa sebanyak 24 orang, Instrumen penelitian yaitu Tes Hasil Belajar dan Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Daring. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa pada Materi Operasi Hitung Bilangan Pecahan melalui Penerapan Pembelajaran Daring berbasis Papan Tulis Digital dengan indikator keberhasilan yaitu (1) Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 2 telah mencapai KKM, (2) Terjadi Peningkatan hasil belajar siswa setiap siklusnya, dan (3) Keterlaksanaan Pembelajaran Daring berbasis papan tulis digital berada pada kategori terlaksana dengan baik
INVESTIGASI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BILANGAN CACAH: KASUS PADA KESALAHAN PROSEDURAL DAN KESALAHAN KONSEP Muhammad Rusli Baharuddin; Jumarniati Jumarniati
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 tahun 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.3 KB) | DOI: 10.30605/proximal.v4i1.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi kesalahan siswa dalam operasi hitung bilangan bulat. Eksplorasi kesalahan siswa di fokuskan pada kesalahan konsep dan prosedural yang dilaksanakan kelas VII Sekolah Menengah Pertama di Indonesia Timur. Sebanyak 100 siswa yang berpartisipasi dalam penelitian dan mereka berumur 13 – 15 Tahun. Setiap siswa mengerjakan soal yang telah diuji keabsahan dan kevalidannya, selama 40 menit. Tes yang diberikan terdiri dari 10 soal dengan materi operasi hitung penjumlahan, pengurangan dan campuran. Analisis data penelitian dilakukan dengan mengeksplorasi hasil kerja siswa kemudian mengelompokkan berdasarkan jenis kesalahan siswa. Data hasil tes kemudian diidentifikasi dan diklasifikasi kedalam bentuk dan jenis kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa dalam melakukan operasi hitung bilangan bulat, siswa sangat mungkin melakukan kesalahan prosedural dan kesalahan konsep. Bentuk kesalahan prosedural yang dilakukan siswa yaitu: (1) Kurang teliti dalam menuliskan ulang soal, (2) Kurang Teliti dalam menghitung hasil penjumlahan dan pengurangan, (3) Lupa menuliskan tanda negatif pada hasil penjumlahan dan pengurangan, (4) Kesalahan urutan dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan, dan (5) Tidak Menuliskan jawaban secara lengkap. Sedangkan bentuk kesalahan konsep yang dilakukan siswa yaitu: (1) Kesalahan dalam menjumlahkan bilangan negatif, (2) Kesalahan dalam pengurangan bilangan bulat sejenis ( a – b untuk a < b atau (-a) – (-b)), dan (3) Kesalahan dalam melakukan operasi lambang “ – “ dengan bilangan negatif.
Pola Interaksi Belajar Matematika Siswa Berkemampuan Awal Rendah dalam Pembelajaran Berbasis Proyek Muhammad Rusli Baharuddin; Jumarniati Jumarniati
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2018): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.525 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v6i2.316

Abstract

Abstract:This study aims to describe how the mathematics learning interactions of low-ability early students (SKAR) in project-based learning with the form of communication assist with explanations, provide assistance without explanation, ask for help and discuss or express opinions. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The study was conducted in class X-A of SMAN 1 Tamalatea, Kab. Jeneponto with two students with low initial abilities as subjects. Data on students' mathematical learning interactions in project-based learning were obtained by student interaction observation sheets (LOIS) and Handycam recordings and then verified through interviews. The result is (1) There are three main reasons for students with the low initial ability to interact with other students, namely based on higher initial abilities, emotional closeness, and student behavior. (2) The dominant interaction conducted by SKAR is asking for help, this is more due to SKAR not understanding the concept of material so much that they feel unable and finally asking for help from other students while the interaction of assisting is explained, assisting without explanation, and discussions still less happening.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana interaksi belajar matematika siswa berkemampuan awal rendah (SKAR) dalam pembelajaran berbasis proyek dengan bentuk interaksi memberi bantuan disertai penjelasan, memberi bantuan tanpa penjelasan, meminta bantuan dan diskusi atau menyampaikan pendapat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas X-A SMAN 1 Tamalatea Kab. Jeneponto dengan 2 siswa dengan berkemampuan awal rendah sebagai subjek. Data interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran berbasis proyek diperoleh dengan lembar observasi interaksi siswa (LOIS) dan rekaman handycam kemudian diverifikasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada 3 alasan utama bagi siswa dengan kemampuan awal rendah dalam melakukan interaksi dengan siswa lain yaitu berdasarkan kemampuan awal yang lebih tinggi, kedekatan secara emosional dan perilaku siswa. (2) Interaksi yang dominan dilakukan SKAR adalah meminta bantuan, hal ini lebih disebabkan karena SKAR kurang memahami konsep materi sehingga mereka merasa tidak mampu dan akhirnya meminta bantuan kepada siswa yang lain sedangkan interaksi memberi bantuan disertai penjelasan, memberi bantuan tanpa penjelasan, dan diskusi masih kurang terjadi.
PKM Petani Rumput Laut Malangke Sebagai Pilar Ekonomi Keluarga Daerah Pesisir Muhammad Rusli Baharuddin; I Nyoman Arnama; Jumarniati Jumarniati
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.279

Abstract

Mitra dalam PKM ini adalah kelompok petani rumput laut Malangke Kabupaten Luwu Utara. Secara umum, permasalahan yang dihadapi petani rumput laut Malangke dari segi produksi, manajemen, dan pemasaran seperti ketersediaan bibit yang berkualitas, gangguan hama penyakit, usia panen yang masih muda, pengolahan pasca panen, proses pengeringan secara tradisional. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka tim pengusul menawarkan solusi yaitu penerapan teknologi pengolahan rumput laut, sosialisasi budidaya rumput laut, dan penangkaran bibit rumput laut. Hasil pelaksanaan PKM yaitu (1) mutu rumput laut kering yang berkualitas standar dengan kadar air 30% dan kadar garam 5%, (2) penurupan biaya bibit rumput laut berkualitas mencapai 20% hasil dari pengakaran bibit secara swadaya, dan (3) potensi peningkatan omset petani mencapai 20% melalui pengolahan pasca panen.
Analisis Kajian Etnomatematika pada Bangunan Istana Langkanae Muhammad Rusli Baharuddin; Rosmalah Yanti; Andi Wafda
JTMT: Journal Tadris Matematika Vol 4 No 1 (2023): Volume 04 Nomor 1 Juli 2023
Publisher : IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jtmt.v4i1.1662

Abstract

This study aims to determine ethnomathematics studies on the Langkanae palace building in the city of Palopo. This type of research is descriptive qualitative. The main instrument is the researcher and the instruments used are interview guidelines, literature and documentation. The research technique used was through interviews, literature study, and documentation with qualitative data analysis consisting of 3 stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions, while to test the validity of the data using the triangulation method by comparing data from documentation with literature and data from interviews with literature study data. After this research was carried out, two ethnomathematics study results were obtained, namely (1) The concept of two-dimensional shapes found in the Langkanae palace building contained 7, namely triangular shapes, square shapes, rectangular shapes, rhombus shapes, trapezoidal shapes, hexagon shapes, and octagon shapes. (2) The concept of arithmetic operations on the Langkanae palace building is on the concept of the history of the establishment, the number and height of the parts of the Langkanae palace building. The finding in this study is that there is a difference in the year of establishment between sources from the palace and sources from literature.
Deskripsi Self-Concept Dan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Metode Guided Discovery Learning di Kelas 8 SMP Negeri 1 Palopo Rio Fabrika Pasandaran; Muhammad Rusli Baharuddin; Hikmah Nur Hidayah; Jumarniati Jumarniati
JTMT: Journal Tadris Matematika Vol 4 No 1 (2023): Volume 04 Nomor 1 Juli 2023
Publisher : IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jtmt.v4i1.1666

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitattif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan self-concept dan pemahaman matematis siswa melalui Metode Guided Discovery Learning kelas 8 A SMP Negeri 1 Palopo. Pada penelitian ini yang menjadi subjek yaitu siswa kelas 8 A SMP Negeri 1 Palopo yang kemudian akan dipilih 6 subjek untuk diwawancarai yang terdiri 3 subjek self-concept dan 3 subjek pemahaman matematis berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Pada penelitian ini juga digunakan instrumen pendukung yaitu, 1) angket self-concept, 2) angket keterlaksanaan pembelajaran, 3) angket aktivitas belajar, 4) tes pemahaman matematis dan 5) pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kuantitatif dimana peneliti mencari mean dan standar deviasi dari hasil angket self-concept. Selanjutnya dianalisis dengan analisis kualitatif dimana peneliti melakukan reduksi terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-concept siswa melalui metode Guided Doscovery Learning sebesar 76,47% dengan rata-rata 96.02, pemahaman matematis siswa melalui metode Guided Discovery Learning memperoleh skor rata-rata sebesar 90.5 berdasarkan skor rata- rata yang diperoleh dari hasil angket self-concept dan tes pemahaman matematis melalui metode Guided Discovery Learning termasuk dalam kategori sedang atau cukup baik.
Pengembangan Produk Unggulan Rongkong Berbahan Dasar Kopi melalui Penguatan Teknologi Tepat Guna Paldy Paldy; Muhammad Rusli Baharuddin; Iin Dwi Aristy Putri
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.599

Abstract

Mitra pada PKM ini adalah Kelompok Petani Kopi di Desa Limbong Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara yang terdiri dari 10 petani. Urgensi dari pelaksanaan kegiatan PKM ini terkait permasalahan yang dihadapi mitra saat ini secara umum, ada 5 fokus permasalahan yaitu (1) rendahnya kualitas biji kopi petani, (2) rendahnya harga jual biji kopi kering di tingkat petani, (3) proses pengeringan, pemanggangan, dan pengemasan masih sederhana, (4) sistem penjualan masih konvensional dan mengandalkan pengepul, dan (5) kurangnya pengetahuan petani dalam memanfaatkan teknologi tepat guna dalam proses pengolahan kopi Rongkong. Tujuan PKM Kopi Rongkong adalah kualitas dan kuantitas biji kopi yang dihasilkan petani, adanya produk unggulan Kopi Rongkong bernilai profit, peningkatan omset petani, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan teknologi tepat guna dalam proses produksi, pengemasan, dan pemasaran. Alternatif solusi yang ditawarkan yaitu (1) Edukasi Potensi Olahan Kopi Rongkong menjadi produk Unggulan bernilai Profit, (2) Pelatihan dan Pendampingan Pengemasan Produk Higienis, (3) Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Digital Marketing, dan (4) Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna di bidang produksi, pengemasan dan pemasaran. Target Luaran dari PKM ini adalah (1) Adanya Produk Unggulan berbahan dasar kopi Rongkong seperti Kopi Instan dan Bubuk Kopi, (2) Peningkatan 25% Omset Penjualan produk berbahan dasar kopi Rongkong, dan (3) Peningkatan Pengetahuan petani dalam pemanfaatan teknologi tepat guna.
Analisis Kajian Etnomatematika pada Bangunan Istana Langkanae Muhammad Rusli Baharuddin; Rosmalah Yanti; Andi Wafda
JTMT: Journal Tadris Matematika Vol 4 No 1 (2023): Volume 04 Nomor 1 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jtmt.v4i1.1662

Abstract

This study aims to determine ethnomathematics studies on the Langkanae palace building in the city of Palopo. This type of research is descriptive qualitative. The main instrument is the researcher and the instruments used are interview guidelines, literature and documentation. The research technique used was through interviews, literature study, and documentation with qualitative data analysis consisting of 3 stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions, while to test the validity of the data using the triangulation method by comparing data from documentation with literature and data from interviews with literature study data. After this research was carried out, two ethnomathematics study results were obtained, namely (1) The concept of two-dimensional shapes found in the Langkanae palace building contained 7, namely triangular shapes, square shapes, rectangular shapes, rhombus shapes, trapezoidal shapes, hexagon shapes, and octagon shapes. (2) The concept of arithmetic operations on the Langkanae palace building is on the concept of the history of the establishment, the number and height of the parts of the Langkanae palace building. The finding in this study is that there is a difference in the year of establishment between sources from the palace and sources from literature.
Deskripsi Self-Concept Dan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Metode Guided Discovery Learning di Kelas 8 SMP Negeri 1 Palopo Rio Fabrika Pasandaran; Muhammad Rusli Baharuddin; Hikmah Nur Hidayah; Jumarniati Jumarniati
JTMT: Journal Tadris Matematika Vol 4 No 1 (2023): Volume 04 Nomor 1 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jtmt.v4i1.1666

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitattif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan self-concept dan pemahaman matematis siswa melalui Metode Guided Discovery Learning kelas 8 A SMP Negeri 1 Palopo. Pada penelitian ini yang menjadi subjek yaitu siswa kelas 8 A SMP Negeri 1 Palopo yang kemudian akan dipilih 6 subjek untuk diwawancarai yang terdiri 3 subjek self-concept dan 3 subjek pemahaman matematis berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Pada penelitian ini juga digunakan instrumen pendukung yaitu, 1) angket self-concept, 2) angket keterlaksanaan pembelajaran, 3) angket aktivitas belajar, 4) tes pemahaman matematis dan 5) pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kuantitatif dimana peneliti mencari mean dan standar deviasi dari hasil angket self-concept. Selanjutnya dianalisis dengan analisis kualitatif dimana peneliti melakukan reduksi terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-concept siswa melalui metode Guided Doscovery Learning sebesar 76,47% dengan rata-rata 96.02, pemahaman matematis siswa melalui metode Guided Discovery Learning memperoleh skor rata-rata sebesar 90.5 berdasarkan skor rata- rata yang diperoleh dari hasil angket self-concept dan tes pemahaman matematis melalui metode Guided Discovery Learning termasuk dalam kategori sedang atau cukup baik.
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pelaksanaan Magang FKIP UNCP Muhammad Rusli Baharuddin; Ulfah Ulfah
Jurnal Literasi Digital Vol. 1 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jld.1.1.2021.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengembangkan Sistem Informasi Manajemen pelaksanaan Magang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Berbasis Website. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian Research and Development dengan metode pengumpulan data menggunakan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Perancangan sistem menggunakan pendekatan Unified Modelling Language yang terdiri dari diagram usecase, diagram activity, diagram sequence dan diagram class. Pembuatan website menggunakan sublime text 3, bahasa pemrograman PHP dan basis data MySql versi 3.2. Sistem informasi manajemen pelaksanaan magang FKIP ini telah diuji menggunakan pengujian BlackBox dan validasi. Hasil pengujian disimpulkan bahwa semua tampilan form dan tombol telah berfungsi dengan baik. Sedangkan Hasil validasi konstruk dan isu menyimpulkan bahwa SIM Magang FKIP Praktis, Efektif, dan Efisien. Hasil dari rancangan tersebut menghasilkan Sistem Informasi Pendaftaran Magang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan berbasis Website untuk mahasiswa, dosen pembimbing, dan pengelola magang yang diharapkan akan memudahkan dalam memberikan atau mendapatkan informasi tentang magang