Claim Missing Document
Check
Articles

DESKRIPSI KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS PADA MATERI BANGUN DATAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA Baharuddin, Muhammad Rusli; Jumarniati, Jumarniati; Wahyuni, Siti
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2022): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v7i1.1803

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis dalam menyelesaikan soal bangun datar berdasarkan kemampuan awal siswa. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kemampuan awal siswa yaitu terdiri dari 3 subjek dengan rincian 1 siswa kemampuan awal tinggi, 1 siswa kemampuan awal sedang dan 1 siswa kemapuan awal rendah Kelas V SDN 111 Batusitanduk. Instrumen yang digunakan dalam peneltian ini adalah Tes Kamampuan literasi matematis dan pedoman wawancara. Tes Kamampuan numerasi disajikan dalam bentuk soal cerita sebanyak 2 nomor dan setia nomornya akan mengungkap 4 indikator yaitu (1) Mampu mengidentifikasi masalah, (2) Membuat rencana penyelesaian, (3) Menyelesaikan permasalahan dan (4) Menyimpulkan. Teknis analisis data yang digunakan menurut miles dan hiberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk menguji keabsahan data maka dilakukan proses triangulasi metode yaitu membandingkan data hasil tes dan data hasil wawancara. Hasil penelitian yaitu (1) Kemampuan literasi matematis subjek awal yang tinggi mampu mengungkap 4 sub indikator yaitu identifikasi masalah, menrencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah, dan menarik kesimpulan, (2) Kemampuan literasi matematis subjek awal sedang mampu mengungkap 3 sub indikator yaitu identifikasi masalah, menrencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah, (3) Kemampuan literasi matematis subjek awal rendah hanya mampu mengungkap 1 sub indikator yaitu mampu merencanakan penyelesaian masalah.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER MANDIRI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Hardianto, Hardianto; Baharuddin, Muhammad Rusli; Dian Safitri, Rahmah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i1.3728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas kemampuan Literasi Numerasi terhadap karakter mandiri siswa di sekolah dasar. Penelitian ini telah dilaksanakan di SD Negeri 111 Batusitanduk Kec. Walenrang Utara, Kab. Luwu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan desain deskriptif, sampel sumber data diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, variabel penelitian ini meliputi analisis kemampuan literasi numerasi terhadap pendidikan karakter mandiri. Dalam memperoleh data jenis data yang digunakan tergolong dalam jenis data kualitatif baik berupa angka atau fakta. Pengumpulan data diambil melalui angket, tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar angket berupa pernyataan, tes berupa soal uraian 5 nomor, lembar observasi, dan dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data-data. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan data atau verifikasi. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: siswa yang memiliki kemampuan literasi numerasi yang baik cenderung memiliki kemandirian yang baik, sedangkan siswa yang kemampuan literasi numerasinya kurang baik maka akan memiliki karakter mandiri yang kurang baik pula. Siswa yang memiliki kemampuan literasi numerasi akan bersikap tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Dengan memahami masalah, siswa bisa mengetahui apa penyebab dari masalahnya dan mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika siswa memiliki kemampuan literasi numerasi yang bagus, maka siswa tidak akan menggantungkan diri pada diri orang lain, maka pada diri siswa tersebut akan terbentuk karakter mandiri.
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berorientasi Pendekatan Realistics Mathematics Education Konteks Budaya Luwu dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Taufiq, Taufiq; Sukmawati, Sukmawati; Baharuddin, Muhammad Rusli; Patmaniar, Patmaniar
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.2132

Abstract

Pentingnya merancang modul ajar secara maksimal, namun pada kenyataannya masih banyak guru yang masih belum memahami bagaimana mengembangkan suatu modul ajar khususnya yang berbasis kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berorientasi Pendekatan Realistics Mathematics Education Budaya Luwu Terintegritas dengan Profil Pelajar Pancasila. Kami menggunakan penelitian Pengembangan (R&D) model 4D untuk menjawab permasalahan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa modul ajar ini efektif dalam meningkatkan keterampilan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa. Nilai validitas menunjukkan bahwa modul mencerminkan kualitas modul dalam hal keterkaitan materi, kelengkapan informasi, dan kejelasan penyajian. Sedangkan Penilaian kepraktisan modul ajar menunjukkan bahwa modul ini sangat praktis dan mudah diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari. Aspek kepraktisan mencakup kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, dan efisiensi waktu pelaksanaan. Pada evaluasi kemampuan HOTS siswa, kategori PIK mengindikasikan bahwa 6% siswa masih membutuhkan intervensi khusus, sementara kategori Mahir menunjukkan bahwa sekitar 5% siswa sudah memiliki kemampuan HOTS yang sangat baik. Sebagian besar siswa berada pada kategori Dasar dan Cakap, yang mengindikasikan bahwa modul ini efektif dalam mengembangkan kemampuan dasar dan menengah siswa.
Creating Engaging Flashcard Materials for Young Learners: A Developmental Study on English Language Teaching in Primary Schools Paldy, Paldy; YR, Sthevaniocy; Baharuddin, M. Rusli; Yunus, Reski Yusrini Islamiyah
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i1.13009

Abstract

Flashcards have long been recognized as effective tools for enhancing vocabulary acquisition, particularly among young learners. However, much of the existing research has focused on secondary or higher education, leaving a gap in understanding their impact on primary school students. This study addresses the need for a deeper exploration of flashcards as a teaching tool in elementary English language instruction. Specifically, the research focuses on the development and evaluation of flashcard-based instructional materials designed to improve vocabulary retention, student engagement, and motivation in young learners. The research utilized the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) to develop flashcards tailored to young learners, emphasizing visually engaging and interactive materials. The findings demonstrated significant improvements in student engagement and vocabulary retention, with high effectiveness scores and positive feedback from both teachers and students. Data were analyzed using descriptive statistics to evaluate the results from the validity, practicality, and effectiveness tests. The findings reveal that the flashcards significantly enhanced students' vocabulary retention, engagement, and motivation, as demonstrated by high scores in effectiveness tests and positive feedback from both teachers and students. Teachers found the materials practical and easy to implement, while students responded favorably to the visual appeal and interactive nature of the flashcards. The findings highlight flashcards as an effective tool for improving vocabulary acquisition and engagement in primary education, offering a practical strategy for early language development.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Nilai-Nilai Budaya Bugis Terintegrasi Dimensi Profil Pelajar Pancasila Fitriani A, Fitriani A; Baharuddin, Muhammad Rusli; Yanti, Rosmalah; Erni, Erni
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.5283

Abstract

The very urgent problems facing the world of education are (a) the availability of teaching modules that maintain a balance between intellectual intelligence and character, (b) the fragmentation of local cultural values ​​with foreign culture which has the impact of eliminating the culture of good manners or etiquette, and (c) The results of the education report evaluation show that national education goals have not been achieved. This research approach uses Development Research (R&D) with research implementation stages following the Four D Model (4D) which consists of four development stages, namely: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage includes literature study activities and field surveys for the purposes of problem identification and need analysis, the Design stage includes initial product design activities, the Develop stage includes expert validation activities, product revisions, one-on-one and small group trials, and the Disseminate stage includes socialization activities fieldwork and final product revisions. The novelty offered in this research is a teaching module that integrates the cultural values ​​of the Bugis tribe (Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakainge) with the goals of national education or the dimensions of the Pancasila student profile.
Peningkatan Pengetahuan Petani melalui Pelatihan Budidaya Madu dan Pengemasan Higenis Hambali, Uyunnasirah; Baharuddin, Muhammad Rusli; Hambali, Hilmi
Jurnal IPMAS Vol. 1 No. 2 (2021): Mei - Agustus
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.1.2.2021.33

Abstract

Mitra pada PKM ini adalah Kelompok Tani Madu Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Kelompok Tani Madu Mallawa awalnya hanya terdiri dari 4 orang anggota kemudian berkembang menjadi 8 orang. Secara umum, ada 4 fokus Permasalahan yaitu Jumlah hasil panen madu setiap tahun berkurang, rendahnya kualitas dan kemasan madu yang dijual, Belum adanya ijin usaha, dan Sistem penjualan masih konvensional. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka tim PKM menawarkan Solusi yaitu Alih teknologi budidaya madu, Pelatihan dan pendampingan Pengemasan Madu, Pendampingan pengurusan ijin usaha, Pelatihan dan pendampingan digital marketing. Target Luaran dari PKM ini adalah (1) Adanya kemasan menarik dan higenis, (2) Peningkatan hasil panen madu, (3) Peningkatan Omzet penjualan, dan (4) Terbitnya Surat Ijin Usaha. Selain itu, adanya Peningkatan Pengetahuan Mitra dalam budidaya Madu, pemanfaatan teknologi dalam proses pengemasan dan pemasaran melalui digital marketing. Sedangkan Luaran Wajib berupa publikasi jurnal nasional sinta 3, adanya publikasi melalui media massa, video dokumentasi kegiatan, modul budidaya madu dan kewirausahaan, dan website penjualan. Metode pelaksanaan yaitu pelatihan, implementasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi sebagai upaya menjamin tercapainya tujuan PKM Madu Mallawa
Pelatihan dan Pendampingan Asesmen Kompetensi Minimum Bagi Guru SDN 03 Surutanga Kota Palopo Baharuddin, Muhammad Rusli
Jurnal IPMAS Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.2.1.2022.57

Abstract

Sebagai salah satu kompenen sistem pendidikan nasional, guru sebagai ujung tombak dalam mencapai keberhasilan mencapai tujuan pendidikan nasional memegang peran amat penting dalam implementasi AKM. Namun demikian, pada tataran operasional kebijakan, para guru belum sepenuhnya memahami dan memiliki kompetensi memadai terkait pelaksaan AKM. Beberapa permasalahan sebagaimana hasil identifikasi menunjukkan bahwa guru-guru SDN 3 Surutanga: 1) belum memahami konsep AKM, baik AKM AN maupun AKM Kelas; 2) belum memiliki kemampuan yang memadai dalam pengembangan AKM yang meliputi: AKM literasi dan numerasi, Survey karakter, dan Survey lingkungan belajar; dan 3) belum memiliki kemampuan yang memadai dalam pengembangan soal-soal HOTS. Guna meningkatkan kemampuan guru dalam AKM dilaksanakan pelatihan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru pada: 1) pengembangan materi AKM; 2) pengembangan materi AKM Kelas; 3) pengembangan instrumen survey karakter; 4) pengembangan instrument survey lingkungan belajar; dan 5) penyusunan soal-soal HOTS. Metode pelatihan AKM ini meliputi: tutorial/ceramah bervariasi, penugasan, diskusi, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru pada aspek: pengetahuan AKM literasi, numerasi, penyusunan soal AKM berbasis artikel, dan penyusunan soal-soal HOTS.
Pelatihan Literasi Digital Bagi Guru SMPN 7 Palopo Al Anshori, Fitrah; Sohriati, Eva; Syam, Sukmawati; Baharuddin, Muhammad Rusli
Jurnal IPMAS Vol. 1 No. 3 (2021): September - Desember
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.1.3.2021.95

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk 1) Memberikan pengetahuan mengenai program literasi digital dari pemerintah, 2) Memudahkan guru dalam menemukan sumber buku bacaan yang terbaik dan murah serta akurat melalui gramedia digital, 3) Memberikan kemudahan bagi guru untuk menemukan penelitian untuk membantu dalam membuat penelitian dan mempublikasikan di jurnal secara online, 4) Memenuhi salah satu kewajiban tridarma perguruan tinggi yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan di aula SMPN 7 Palopo dengan melibatkan 32 orang guru dan kepala sekolah. Metode yang dilakukan yaitu dengan ceramah, tanya jawab, praktek dan diskusi mengenai aplikasi gramedia online dan pencarian jurnal penelitian. Peserta mengikuti pelatihan menggunakan handphone dan laptop masing – masing. Tim pelaksana berkesimpulan bahwa kegiatan pelatihan literasi digital ini telah berjalan sesuai dengan rencana dan telah mencapai tujuan yang diinginkan yaitu terjadi peningkatan kemampuan literasi digital peserta pelatihan.
3D Printing Basic Knowledge and Skills Training for Teachers of SMAN 2 Palopo Baharuddin, Muhammad Rusli; Fitriani A, Fitriani A
Jurnal IPMAS Vol. 2 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.2.3.2022.293

Abstract

3-Dimensional printing is a manufacturing technique used to create 3-dimensional products. The tool used is a 3D printer with constituent materials such as plastic, metal and powder. This community service activity uses a 3D printer made from plastic because it is considered more practical and effective for laboratory scale. The training participants were teachers at SMAN 2 Palopo, with the presenters being lecturers at Cokroaminoto University, Palopo. The aim of this community service activity is to introduce and provide training to SMAN 2 Palopo teachers in using 3D printer machines. The training participants provided basic material: using a 3D printer machine, how to install the tool, create a design, transfer the design file to the printer, and so on printing the 3D design. The evaluation process is grouped into four categories, namely understanding the concept, installation and use, machine maintenance and desire for further study. Participants' understanding increased by 1.7 points after attending the training. In the skills of installing and using and maintaining machines, the participants' pretest scores were quite low (1.8 and 2.1 points respectively) and increased quite sharply by 2.5 and 2.1 points after training. Meanwhile, the pretest score for wanting to know 3D printing technology reached 3.4 points and increased after participating in the training to 4.5 points. The evaluation results show that 3D printing technology is not yet well known by the public, especially educational institutions. With this existing training, it is hoped that teachers at SMAN 2 Palopo will be able to know and master 3D printing technology which was developed according to their respective knowledge. Furthermore, these skills can be taught to students through seminars, extracurricular activities or can be included in curricular learning materials.
Membangun Desa Digital untuk Meningkatkan Pelayanan dan Kemandirian Masyarakat Desa Pasca Pandemi Covid-19 Anggraini, Ririn; Baharuddin, M Rusli; Wafda, Andi
Jurnal IPMAS Vol. 3 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.3.3.2023.358

Abstract

Fokus Permasalahan terhadap Desa Digital yaitu 1) Sistem pemasaran dan manajemen produk. Tata kelola Badan Usaha Milik Desa masih bersifat manual, sehingga produknya kurang dikenal dan kurang laku. 2) Sistem pelayanan yang masih dilakukan secara manual sehingga menyulitkan masyarakat khususnya dalam bidang surat menyurat, dan 3) Sistem informasi keuangan desa selam ini masih belum terbuka kepada masyarakat. Salah satu upaya pengabdian tim dalam mewujudkan desa digital ini adalah dengan memberikan pelatihan dana bantuan kepada masyarakat dan pegawai pemerintah desa Bajo mengenai pengelolaan pasar online, sistem pelayanan, dan sistem administrasi desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan pasar online, sistem pelayanan, dan sistem administrasi desa melalui aplikasi Android. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui tahapan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dari kegiatan ini tim pengabdian mengembangkan dan membangun aplikasi layanan surat berbasis Android, aplikasi website desa, dan aplikasi sistem jual beli online sebagai media promosi produk BUMDes.