Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kemampuan Penalaran Proporsional pada Materi Perbandingan Puspita, Tita; Muzdalipah, Ipah; Nurhayati, Elis
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran proporsional peserta didik serta kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode eksplorasi dengan pengambilan data menggunakan think aloud. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran proporsional dan wawancara tidak terstruktur. Subjek penelitian ini merupakan peserta didik kelas IX A SMP Negeri 2 Teluk Gelam Palembang. Penentuan subjek berdasarkan hasil pengerjaan soal tes peserta didik yang memenuhi 4 indikator kemampuan penalaran proporsional peserta didik terlepas dari jawaban benar atau salah, serta mampu memberikan informasi yang jelas sekaitan pengerjaan soal tes. Teknik analisis data yaitu meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menggunakan think aloud disimpulkan bahwa terdapat dua peserta didik yang mampu mengerjakan soal tes dan mampu memenuhi empat indikator kemampuan penalaran proporsional terlepas dari jawaban benar atau salah. This study aims to analyze the proportional reasoning abilities of students and the difficulties faced by students in solving problems on comparative material. This research includes qualitative research with exploratory methods with data collection using think aloud. Data collection techniques used in the form of proportional reasoning ability tests and unstructured interviews. The subjects of this study were students of class IX A of SMP Negeri 2 Teluk Gelam Palembang. Subject determination is based on the results of students' test questions that meet 4 indicators of students' proportional reasoning abilities regardless of right or wrong answers, and are able to provide clear information regarding test questions. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and conclusion drawing. From the results of the study using think aloud, it was concluded that there were two students who were able to work on the test questions and were able to meet the four indicators of proportional reasoning ability regardless of right or wrong answers.
ANALYSIS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ MATHEMATICAL THINKING DISPOSITION BASED ON GENDER DIFFERENCES Muzdalipah, Ipah; Rustina, Ratna; Somatanaya, Anak Agung Gde
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v6i1.9673

Abstract

Data from the Indonesian Ministry of Education shows that the number of female teachers currently exceeds male, even at the junior high school level in Tasikmalaya the ratio is almost 2:1. Another fact is that applicants for mathematics teacher candidates at Faculty of Teacher Training and Education are dominated by women, for example at Siliwangi University the ratio of female to male mathematics teacher candidates has currently reached 4:1. It is also strongly suspected that since high school, mathematics enthusiasts have been dominated by women. This gap raises suspicions that there are differences in students' perceptions of mathematics learning based on gender identity and mathematical disposition. Students at a junior high school in Tasikmalaya Regency were taken as research subjects. The research method used was descriptive qualitative by distributing questionnaires and conducting in-depth interviews with teachers and students. The research results show that female students have stronger characters than male students. Based on the indicators of mathematical thinking disposition, the highest gap between female and male students appears in the aspects of persistence and monitoring tendency.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI CALON GURU UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA Kurniawan, Dian; Muzdalipah, Ipah
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v9i1.7068

Abstract

This study aims to describe the communication skills of prospective teachers in learning mathematics to build students' reasoning abilities. The research was carried out in class X SMAN 1 Lawang with 38 students and SMAN 1 Singosari with 40 students. The subjects of this research were KPL students from the Mathematics Education Study Program, State University of Malang, consisting of 2 students. Mathematics learning for prospective teachers is Graph material and Quadratic Functions. This research is a descriptive qualitative research. The instruments in this study were interviews, field notes, and video recordings. The results of this study are that prospective teachers are able to communicate theorems and procedures well, according to the concept map material on Graphs and Quadratic Functions. Functions can be demonstrated through writing and geometric shapes by using mathematical interpretations from real life, performing calculations and predictions, explaining reasons why an answer can be accepted as a truth, finding an answer so as to be able to reveal connections and provide insight into the underlying mathematical structure. The exposition activities of prospective teachers through generalization activities of proof - proving the problems given help students get a truth, so that in this case the prospective teachers have succeeded in building students' reasoning. Errors that occur from a small number of students when making conclusions are expected to be minimized through a deeper study of mathematical communication to build student reasoning.Keywords: Teacher candidates, Mathematical Communication, Student Reasoning
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik melalui Penggunaan Model Joyfull Learning Berbantuan Geogebra Rahmawati, Silpa; Muzdalipah, Ipah; Muslim, Siska Ryane
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1755

Abstract

Proses pembelajaran matematika di sekolah menghadapi tantangan seperti rendahnya minat, pemahaman konsep yang terbatas, dan metode yang kurang interaktif, sehingga diperlukan pengembangan model pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik dengan model Joyfull Learning berbantuan Geogebra. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VII SMP 3 Al-Muhajirin. Sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII E. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu tes uraian kemampuan penalaran matematis peserta didik. Teknik analisis data menggunakan uji-t menggunakan IBM SPSS Statistic 24 dengan taraf signifikansi . Berdasarkan hasil Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil antara sebelum dan sesudah penelitian yang mengalami peningkatan pada siklus ke II
Proses Berpikir Kreatif Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal AKM Ditinjau dari Gaya Kognitif Visualizer-Verbalizer Rahmadiana, Raihan Tri; Muzdalipah, Ipah; Setialesmana, Depi
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i1.15607

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi dasar untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif yang diperlukan peserta didik. Penyelesaian soal AKM memerlukan strategi yang berkaitan dengan kreativitas yang dimiliki peserta didik yang muncul melalui suatu proses berpikir kreatif serta meliputi proses kognitif peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket gaya kognitif visualizer dan verbalizer, analisis hasil pengerjaan tes soal AKM, dan wawancara. Subjek dari penelitian ini merupakan peserta didik kelas VII F SMP Negeri 8 Tasikmalaya yang berjumlah 28 orang dengan satu subjek yang diambil pada masing-masing gaya kognitif visualizer dan verbalizer. Berdasarkan hasil penelitian, subjek dengan gaya kognitif visualizer pada tahap persiapan subjek membaca soal yang diberikan dan menjelaskan maksud soal. Selanjutnya pada tahap inkubasi subjek berhenti sejenak mengingat kembali materi yang pernah dipelajari. Selanjutnya pada tahap iluminasi subjek merencanakan strategi penyelesaian masalah dan melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil pada lembar jawaban. Pada tahap verifikasi subjek menggunakan strategi yang sebelumnya sudah direncanakan. Subjek dengan gaya kognitif verbalizer pada tahap persiapan subjek membaca soal yang diberikan dan menuliskan informasi pada soal. Selanjutnya pada tahap inkubasi subjek membaca soal secara berulang-ulang dan mengingat kembali materi yang sudah dipelajari. Selanjutnya pada tahap iluminasi subjek merencanakan strategi penyelesaian masalah pada soal. Pada tahap terakhir yaitu tahap verifikasi subjek menggunakan strategi yang sebelumnya sudah direncanakan dan melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil pada lembar jawaban.
ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM KONTEN BILANGAN DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL Rahma, Lia; Supratman; Muzdalipah, Ipah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2025): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/relevan.v5i3.1462

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh seseorang untuk dapat menerapkan konsep matematika dalam menyelesaikan berbagai jenis masalah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan numerasi siswa, salah satunya kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan soal bilangan ditinjau dari kecerdasan emosional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari tes kemampuan numerasi soal AKM konten bilangan, penyebaran angket kecerdasan emosional dan wawancara. Subjek penelitian dipilih dari siswa kelas VIII SMP Islam Husnul Khotimah yang memenuhi ketiga indikator kemampuan numerasi tanpa melihat jawaban benar atau salah, pada masing-masing kategori kecerdasan emosional tinggi, sedang, rendah serta mampu menjelaskan hasil jawabannya dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa SL-2 yang merupakan siswa dengan kecerdasan emosional tinggi, tidak menuliskan simbol yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam soal. SP-11 yang merupakan siswa dengan kecerdasan emosional sedang, melakukan kesalahan dalam menggunakan simbol g dan mg. SP-18 yang merupakan siswa dengan kecerdasan emosional rendah, melakukan kesalahan pada indikator menafsirkan hasil analisis untuk mengambil keputusan ketika memprediksi hasil jawabannya. ABSTRACK Numeracy ability is an important ability for someone to be able to apply mathematical concepts in solving various types of problems in everyday life. Many factors can influence students' numeracy ability, one of which is emotional intelligence. The purpose of this study is to describe students' numeracy ability in solving number problems in terms of emotional intelligence. The research method used in this study is a descriptive qualitative method. Data collection techniques consist of a numeracy ability test with AKM questions on number content, distributing emotional intelligence questionnaires and interviews. The research subjects were selected from class VIII students of SMP Islam Husnul Khotimah with a total of 26 students who fulfilled the three indicators of numeracy ability without looking at right or wrong answers, in each category of high, medium, low emotional intelligence and were able to explain the results of their answers well. Based on the research results, it was found that SL-2, a student with high emotional intelligence, did not write the symbols used to solve the problem in the question. SP-11, a student with moderate emotional intelligence, made an error in using the symbols g and mg. SP-18, a student with low emotional intelligence, made an error in the indicator of interpreting analysis results to make decisions when predicting the answer.
Analisis Kemampuan Berpikir Lateral Matematis dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Ditinjau dari Kecerdasan Emosional Imamatunnisa, Isma; Muzdalipah, Ipah; Herawati, Linda
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10441

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir lateral matematis dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari kecerdasan emosional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari angket kecerdasan emosional, tes kemampuan berpikir lateral berupa soal open ended, dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII C SMPN 7 Tasikmalaya yang dipilih berdasarkan hasil angket kecerdasan emosional yang diklasifikasikan ke dalam kategori tinggi, sedang, rendah dan hasil soal tes kemampuan berpikir lateral matematis yang dapat memenuhi aspek tanpa melihat jawaban benar atau salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kecerdasan emosional tinggi mampu memenuhi keempat aspek berpikir lateral secara optimal. Subjek dengan kecerdasan emosional sedang dapat memenuhi ketiga aspek berpikir lateral yaitu mengenali ide dominan dari masalah yang dihadapi, mencari cara pandang dari suatu permasalahan, dan keluwesan cara berpikir, namun belum mampu menggali ide-ide acak untuk gagasan baru. Sedangkan subjek kecerdasan emosional rendah hanya dapat memenuhi pada dua aspek yaitu mengenali ide dominan dari masalah yang dihadapi dan mencari cara pandang dari suatu permasalahan, namun tidak dapat berpikir secara fleksibel dan cenderung kesulitan dalam mencari alternatif penyelesaian menggunakan konsep lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional peserta didik, maka semakin optimal pula kemampuan berpikir lateral matematis yang ditunjukkan dalam menyelesaikan soal open-ended.
Analisis Kecerdasan Visual Spasial Ditinjau Dari Dominasi Otak Peserta Didik Usmanto, Kharisma Adi Ratna; Muzdalipah, Ipah; Herawati, Linda
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 5 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i5.23678

Abstract

This study aims to describe the visual-spatial intelligence of students in terms of right-brain and left-brain dominance. This study uses a qualitative descriptive method. The data collection techniques in this study include a brain dominance questionnaire, a visual-spatial intelligence test, and interviews. The subjects of this study consisted of four eighth-grade students from SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya. The selection of subjects was based on the consideration that the students exhibited consistent characteristics of right and left-brain dominance, met all criteria for visual-spatial intelligence regardless of correct or incorrect answers, and were able to provide clear and complete information. The results of the study indicate that subjects with right-brain dominance (S-2 and S-8) meet the characteristics of visual-spatial intelligence, namely imagination, conceptualization, problem-solving, and pattern recognition. Subjects S-2 and S-8 exhibit characteristics of right-brain dominance that are intuitive, imaginative, creative, and visual, with a tendency to use visuals in developing strategies. Then, subjects with left-brain dominance (S-13 and S-19) meet the characteristics of visual-spatial intelligence, namely visualization, conceptualization, problem solving, and pattern recognition. Subjects S-13 and S-19 exhibit characteristics of left-brain dominance that are logical, systematic, and concept-based, with a structured approach. These differences indicate that brain dominance influences how learners understand information, plan solution strategies, and evaluate results in visual-spatial tasks.
Reuse Sampah Anorganik menjadi Ecopillow melalui Kegiatan APEL MALANG (Aksi Peduli Lingkungan dengan Mengolah Ulang Sampah) di SDN Cilolohan Tasikmalaya Putri, Citra Kania Budi; Febrianti, Indri Amalia; Setiawan, Joni Asep; Sundawati, Leti; Lailasari, Sekar; Astriani, Aveny Septi; Muzdalipah, Ipah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1294

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan karakter peserta didik melalui berbagai aktivitas pembelajaran. Salah satu aspek penting dari P5 adalah gaya hidup berkelanjutan, yang mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata. Artikel ini membahas implementasi program aksi peduli lingkungan di SDN Cilolohan Tasikmalaya, di mana siswa diajarkan untuk mengolah ulang sampah menjadi ecopillow. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan memperkenalkan mereka pada konsep daur ulang sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis data bahwa proyek telah dilaksanakan dan berhasil dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata pre test peserta didik di kelas VI A 50,31 dan post test 77,5. Sedangkan peserta didik di kelas VI B memperoleh nilai rata-rata pre test 65,22 dan post test 86,72. Kata Kunci: ecopillow
Implementasi P5 Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Program Aksi Peduli Lingkungan Dengan Mengolah Ulang Sampai Menjadi Celengan Dan Bak Sampah Di Sdn Cilolohan Tasikmalaya Widianingsih, Ai; Anggraeni, Arti; Rahmayudika, Fitra; Nurfajar, Muhammad Ilham; Astriani, Aveny Septi; Muzdalipah, Ipah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1368

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan karakter peserta didik melalui berbagai aktivitas pembelajaran. Salah satu aspek penting dari P5 adalah gaya hidup berkelanjutan, yang mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata. Artikel ini membahas implementasi program aksi peduli lingkungan di SDN Cilolohan Tasikmalaya, di mana siswa diajarkan untuk mengolah ulang sampah menjadi celengan dan bak sampah. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan memperkenalkan mereka pada konsep daur ulang sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis data bahwa proyek telah dilaksanakan dan berhasil dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata rata pre test peserta didik di kelas VI A 50,31 dan post test 77,5. Sedangkan peserta didik di kelas VI B memperoleh nilai rata-rata pre test 65,22 dan post test 86,72.