Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Inovasi Materi Berbasis Kearifan Lokal Pada Materi Pokok SBdP Bidang Seni Tari Di Sekolah Dasar Dwi Anggraini; Hasnawati Hasnawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.981 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.59338

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan proses untuk mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang berbudi pekerti dan bijaksana serta memiliki pemikiran yang kritis untuk memecahkan masalah yang ditemukan di masa yang akan datang, dengan mempertimbangkan perkembangan potensi dan lingkungan belajar peserta didik sebagai pewaris budaya dari berbagai aspek pendidikan. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan Implementasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan inovasi materi berbasis kearifan lokal di SD. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa implementasi HOTS dan materi kearifan lokal pada pembelajaran Seni Tari di SD berpeluang untuk mewujudkan tuntutan Kurikulum 2013 yaitu berpikir lebih kreatif, inovatif, cepat dan tanggap serta menumbuhkan keberanian dalam dirinya dan membentuk pribadi yang berkarakter. Integrasi materi kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai di dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dapat membentengi peserta didik dari pengaruh arus globalisasi yang pesat.
GAMBARAN NILAI PLATELET DISTRIBUTION WIDTH (PDW) DAN MEAN PLATELET VOLUME (MPV) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Nurdin Nurdin; Hasnawati Hasnawati; Herman Herman; Muh. Nasir
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i1.2791

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan sekelompok kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau keduanya.   Keadaan hiperglikemi yang berkepanjangan pada DM berhubungan erat dengan resiko terjadinya berbagai komplikasi, terutama komplikasi vaskular. Salah satu faktor yang memiliki peran besar dalam menyebabkan keadaan protrombotik pada DM adalah meningkatnya reaktivitas trombosit. Trombosit pada DM juga dilaporkan memiliki ukuran yang lebih besar sehingga bersifat hiperreaktif karena ukuran trombosit berkorelasi dengan kemampuan agregasi dan pelepasan isi granulnya Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Nilai Platelet Distribution Width (PDW) dan Mean Platelet Volume (MPV) Pada Penderita Diabetes Mellitus. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Mei – 16 Juni 2019 di Puskesmas Batua dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling.  Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap 40 sampel yang memenuhi kriteria, menunjukkan gambaran nilai PDW dan MPV pada penderita diabetes mellitus menunjukkan persentase normal
DESKRIPSI PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 KENDARI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Nurni Indriani; La Misu; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v10i1.23892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui gambaran pemahaman matematis siswa kelas VII SMP Negeri 9 Kendari di tinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan perolehan data dengan menggunakan data kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Kendari tahun ajaran 2020/2021. Subjek penelitian ini terdiri dari 1 kelas dengan jumlah siswa 39 orang. Teknik analis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa: (1) Pemahaman matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada kelas VII7 diperoleh rata-rata sebesar 67,02. (2). Siswa laki-laki diperoleh nilai rata-rata 59,53. Sedangkan siswa perempuan diperoleh nilai rata-rata sebesar 70,76.  Hal ini terlihat bahwa pemahaman matematis dalam menyelesaikan masalah matematika khususnya materi bentuk aljabar  siswa perempuan lebih baik. (3) Hasil analisis deskriptif pengelompokkan pemahaman matematis ditinjau dari jenis kelamin menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki pemahaman yang baik dalam menyelesaikan soal yang ada.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS VIII2 SMP NEGERI 10 KENDARI Neriawa Neriawa; Hasnawati Hasnawati; La Masi La Masi
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v10i1.18642

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes dan hasil wawancara. Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan dari penelitian ini adalah letak kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema pythagoras terdiri 4 kesalahan yaitu 1) kesalahan pada tahap pemahaman, 2) kesalahan pada tahap transformasi, 3) kesalahan pada tahap proses penyelesaian dan 4) kesalahan pada tahap penulisan jawaban akhir. Adapun faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi teorema pythagoras adalah siswa tidak mengetahui hal apa yang ditanyakan dalam soal, tergesa gesa dalam membaca, siswa tidak dapat menentukan rumus yang harus digunakan, lupa rumus karena siswa cenderung hanya menghafal rumus, kurangnya penguasaan materi teorema pythagoras, jarang latihan mengerjakan soal-soal teorema Pythagoras, siswa tidak teliti dalam melakukan proses perhitungan, asal-asalan dalam menuliskan jawaban, tidak suka mengoperasikan dengan jumlah bilangan yang terlalu besar, dan tidak terbiasa menuliskan kesimpulan.Kata Kunci:  letak kesalahan, teorema pythagoras, faktor penyebab kesalahan
GAMBARAN PERILAKU PEMAAFAN DALAM KONFLIK PERSAHABATAN Elfi Shabrina; Hasnawati Hasnawati; Fadhilah Fadhilah
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v10i2.957

Abstract

Penelitian ini mengungkap Gambaran Perilaku Pemaafan dalam Konfilk Persahabatan pada dua remaja akhir. Teori pemaafan yang dipakai terdiri dari empat fase yaitu fase pengungkapan (uncovering phase), fase keputusan (decision phase), fase tindakan (work phase) dan fase pendalaman (outcome phase) (Nashori, 2008). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian/informan penelitian ini adalah dua remaja akhir di Batuang Taba Kelurahan Batuang Taba Kecamatan Lubuk Begalung. Teknik sampling yang di gunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena sampel disesuaikan dengan tujuan pengambilan data penelitian. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data, koding, dan tahap Interprestasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan gambaran proses memaafkan yang dilakukan oleh kedua remaja akhir secara keseluruhan hampir sama namun faktor pendorong untuk melakukan tindakan memaafkan kedua subjek berbeda, “M” terdorong untuk memaafkan lebih didominasi oleh faktor religiusitas yang dimilikinya serta dorongan oleh teman-teman sedangkan “I” di dorong oleh di dorong oleh motivasi dan nasehat-nasehat yang di berikan teman-temanya. Kedua remaja melakukan tindakan memaafkan dalam waktu kurang lebih satu tahun. Setelah memaafkan mereka merasakan adanya perasaan positif, manfaat dan hikmah yang dapat diambilnya. Bentuk konflik dalam hubungan persahabatan ini adalah pengkhianatan kepercayaan yaitu sahabat menjalin hubungan dekat dengan orang yag dikasihi oleh sahabatnya. Sedangkan tingkatan kondisi perilaku memaafkan kedua remaja ialah pada tingkat Al-afw sebab masih ada luka yang membekas dan masih teringat akan kejadian tersebut, walaupun kedua subjek telah membuka lembaran baru dengan teman-teman barunya.
Identifikasi Lubang Runtuhan (Sinkhole) Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole Di Desa Bangkali Kecamatan Watopute Kabupaten Muna hasnawati hasnawati; Syamsul Razak Haraty; Jamhir Safani
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 03 (2019): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian ini berada di Desa Bangkali Kecamatan Watopute Kabupaten Muna. Penelitian ini terletak di bagian selatan khatulistiwa pada garis lintang 4º06 – 5.15° LS dan 120.00° – 123.24° BT.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lubang runtuhan (sinkhole) menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole di Desa Bangkali Kecamatan Watopute Kabupaten Muna.Dimana didaerah penelitian ini terjadi fenomena alam adanya lubang runtuhan (sinkhole) yang terjadi secara tiba-tiba pada tahun 2018. Menggunakan Metode geolistrik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah di bawah permukaan dan kemungkinan terdapatnya air tanah dan mineral pada kedalaman tertentuTujuannya adalah untuk memperkirakan sifatkelistrikan medium atau formasi batuan bawah permukaan terutama kemampuannya untuk menghantarkan atau menghambat listrik. Dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan pada obyek yang penetrasinyarelative lebih dalam. Dimana metode ini sering digunakan dalam survey-survey resistivitas karena rendahnya efekelektromagnetik yang ditimbulkan antara sirkuit arus dan potensial dan sangat baik untuk kedalaman. Hasil data yang diperoleh menggunakan metode geolistrik resistivitas dapat diinterpetasikan bahwa didaerah penelitian terdiri atas lapisan top soil, lempung, dan batu gamping.Kata Kunci: Sinkhole, Metode Geolistrik, Konfigurasi Dipole- dipole
Kompetensi Moral Akuntan Publik Harti Budi Yanti; Hasnawati Hasnawati; Christina Dwi Astuti; Haryo Kuntjoro
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.456 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2477

Abstract

Kompetensi moral sangat relevan bagi auditor sebab akuntan merupakan profesi yang bekerja atas dasar kepercayaan masyarakat. Penelitian ini memberikan bukti empiris tentang level kompetensi moral 342 orang auditor KAP di Jakarta. Hasil penelitian mengungkapkan 60% responden auditor berkompetensi moral tinggi, sisanya menengah. Tidak terdapat auditor yang rendah kompetensi moralnya. Auditor perempuan, auditor senior, auditor dengan masa kerja 2-4 tahun memperlihatkan nilai kompetensi moral tertinggi diantara auditor lainnya..
Pemberdayaan Remaja melalui Program Terintegrasi PATUJUA untuk Mencegah Stunting di Sulawesi Tengah Putri Mulia Sakti; Sumiaty Sumiaty; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia di masa depan yang disebabakan oleh faktor multidimensi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meresmikan program PATUJUA sebagai upaya untuk menurunkan perkawinan anak dan meningkatkan usia kawin pertama. Tujuan Penelitian ini untuk menilai indikator sosialisasi dan edukasi pemberdayaan remaja melalui program integrasi PATUJUA. Metode menggunakan desain dekriptif yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kota Palu Sulawesi tengah pada bulan April - Juni 2022. Populasi, semua remaja yang berumur antar 11-20 tahun. Sampel sebanyak 96 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja. Hasil penelitian 71,9% responden mengetahui perubahan bentuk tubuh pada laki-laki dan 75,0% responden mengetahui perubahan bentuk tubuh perempuan, 23,9% responden menjawab tidak hamil jika melakukan hubungan seksual hanya sekali. Umur pertama kali laki-laki menikah 39,6% responden menjawab antara umur 19-25 tahun sedangkan untuk perempuan sejumlah 47,9% responden menjawab kurang dari 19 tahun. Usia memiliki anak pertama kali bagi laki-laki 50% responden menjawab antara umur 20 -35 tahun dan bagi perempuan 53,1 % responden menjawab umur dibawah 20 tahun, 86,4% responden mengetahui dampak kehamilan remaja bagi bayi. Kesimpulan pemberdayaan remaja melalui program integrasi PATUJUA dapat meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi.
PEMERIKSAAN ANGKA LEMPENG TOTALlMINUMAN KEMASAN MEREK X YANG DIJUALlDI PINGGIR JALAN KOTA MAKASSAR Muhammad Nasir; Vaweli Putri; Hasnawati Hasnawati; Sitti Hadijah; Muhammad Askar
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3010

Abstract

Minuman kemasan merek X adalah minuman teh khas Thailand yang berbahan dasar olahangteh hitam, susu kentall manis, gula pasir, creamer dan es batu. Banyaknya peminat dari minuman tersebut tidak mengetahui potensi tercemar oleh bakteri sangatlah besar, oleh karena itu dilakukan pengujian Angka Lempeng Total (ALT) untuk mengetahui hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya cemaran bakteri pada minuman kemasan merek X yang dijual di pinggir jalan Kota Makassar dengan teknik Angka Lempeng Total (ALT). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan melakukan observasi langsung secara laboratorik, sampel yang dilibatkan sebanyak 15 sampel dengan teknik pengambilan simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Mei-14 Juni 2022 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebanyak 15 sampel yang diperiksa semua tercemar oleh bakteri dan terdapat 11 sampel atau sekitar 73,3% yang melewati batas maksimal cemaran mikroba sesuai ketentuan BPOM. Saran untuk penjual sebaiknya lebih memperhatikan kebersihan diri sebelum membuat minuman tersebut, kebersihan alat yang digunakan serta memperhatikan lokasi tempat penjualan dan juga untuk pembeli agar lebih memperhatikan kebersihan dari lingkungan tempat penjualan sebelum membeli minuman tersebut.
Analisis Kemampuan Literasi Sains (KLS) Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Sains Fitri Puji Astria; K. Sri Kusuma Wardani; Nurwahidah Nurwahidah; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1064

Abstract

Kemampuan Literasi Sains (KLS) merupakan salah satu kompetensi yang dipriotitaskan dalam pembelajaran abad ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan KLS siswa Sekolah Dasar (SD) kelas V pada pembelajaran Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN 21 Ampenan dengan jumlah responden 31 siswa. Data KLS di kumpulkan menggunakan instrument tes literasi sains dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berupa presentase dan penjelasan secara kualitatif. KLS  siswa SDN 21 Ampenan yang dianalisis terdiri dari tiga katagori diantaranya: katagori tinggi, katagor sedang dan katagori rendah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat KLS siswa SDN 21 Ampenen secara keseluruhan berada pada katagori  rendah dengan persentase sebesar 45,16 %, selanjutnya katagori sedang sebesar 35,48 % dan presentase terendah pada katagori tinggi hanya 19,35 %.  Adapun hasil analisis tiap indikator di peroleh rata-rata kemampuan literasi sains pada indikator kemampuan menjelaskan fakta ilmiah berada pada kategori sedang, indicator kemampuan merancang dan mengevaluasi percobaan ilmiah berada pada kategori rendah dan terakhir  indikator kemampuan menafsirkan data dan bukti ilmiah berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan rata-rata tingkat KLS Siswa kelas V SDN 21 Ampenan berada pada kategori sedang.