Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Analisis Imbangan Air pada Daerah Irigasi Jetu Kabupaten Karanganyar Handoyo, Suryo; Mulyandari, Erni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5432.446 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3741

Abstract

Bendung Jetu merupakan salah satu Bendung di Kabupaten Karanganyar. Bendung Jetu memiliki luas daerah irigasi sebesar 647 Ha. Umumnya pada musim kemarau pada daerah irigasi tersebut mengalami kekurangan air. Oleh karena itu diperlukan analisis lebih lanjut agar kekurangan air bisa ditanggulangi dengan memilih jenis tanaman yang sesuai dengan ketersediaan air pada bendung tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui imbangan air di Daerah Irigasi Jetu yaitu perbandingan dari kebutuhan dan juga ketersediaan air yang ada di Bendung Jetu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Tahap analisis diawali dengan melakukan survei lokasi untuk mengetahui permasalahan yang ada di lapangan kemudian mencari data sekunder pada lokasi penelitian. Tahap analisis imbangan air yaitu membandingkan ketersediaan air dengan kebutuhan air irigasi. Berdasarkan analisis imbangan air di DI Jetu, apabila petani melakukan pola tanam Padi – Padi – Padi ataupun Padi – Padi – Palawija tidak semua luas layan pada masa tanam III dapat terpenuhi. Luas tanam Padi yang dapat terpenuhi kebutuhan airnya pada masa tanam III hanya sebesar 21.10% atau sekitar 136.52 Ha sedangkan untuk Palawija hanya 34.43% atau sekitar 222.79 Ha. Sehingga perlu adanya sumber air baru agar pola tanam III dapat tercukupi kebutuhan airnya.
Evaluasi Kinerja Daerah Irigasi Jejeruk Kabupaten Magetan Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR NO 12/PRT/M/2015 Erni Mulyandari; Suryo Handoyo; Hanggar Ganara Mawandha; Lalu Marhayani Kesuma
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.282 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.9861

Abstract

Bendung Jejeruk berada pada koordinat 7°39'41" LS dan 111°28'37,56" BT, tepatnya terletak di desa Candirejo, Magetan, Magetan, Jawa Timur. Bendung tersebut memiliki fungsi untuk melayani daerah irigasi lintas kabupaten (Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun) seluas 5.064 ha. Pada saat ini, Bendung Jejeruk masih kurang optimal dalam mengalirkan air untuk irigasi. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa masalah yang ada di saluran irigasi seperti hilang atau rusaknya beberapa bangunan pengatur atau bangunan pelengkap, rusaknya lining saluran sehingga air tidak bisa secara optimal sampai ke saluran tersier atau kuarter, dan banyaknya sampah yang menumpuk di beberapa titik saluran. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelusuran jaringan irigasi dan untuk selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja di DI Jejeruk berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015. Hasil penelusuran jaringan irigasi diperoleh bahwa saluran pembawa utama DI Jejeruk rata-rata berbentuk trapesium dengan material konstruksi pasangan batu. Adapun jumlah saluran yang dimiliki DI Jejeruk yaitu dua saluran primer dan 10 saluran sekunder sedangkan untuk jumlah aset bangunan secara keseluruhan yaitu 55 bangunan pengatur dan 307 bangunan pelengkap. Pada analisis penilaian kinerja DI Jejeruk diperoleh nilai total sebesar 61.33% yang berarti kinerja DI Jejeruk masuk ke dalam kategori kurang dan perlu perhatian.
Analisis Perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan Pada Daerah Irigasi Jejeruk Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Ratih Nilam Sari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i8.13251

Abstract

An analysis of the calculation of the Actual Needs for Operation and Maintenance (AKNOP) of an irrigation area is urgently needed to determine the amount of the budget that must be spent by the relevant agencies in terms of operating and maintaining the irrigation area. In general, three parameters are observed, namely the cost of managing the implementation of operations and maintenance, the cost of operating surface irrigation, and the cost of maintaining surface irrigation networks. The purpose of this study was to analyze the magnitude of the Real Operation and Maintenance Performance Figures (AKNOP) in the Jejeruk Irrigation Area. The research method used is to analyze the cost of the three parameters mentioned above. The results showed that the cost of AKNOP in the Jejeruk Irrigation Area was IDR 854,227,960.00 (Eight Hundred Fifty-Four Million Two Hundred Twenty-Seven Thousand Nine Hundred Sixty Rupiah).
Analysis of Planned Flood Discharge in the Grompol Watershed Wulandari, Aprilia Indah; Mulyandari, Erni; Yuono, Teguh
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.17130

Abstract

The Grompol watershed is one of the sub-watersheds of Bengawan Solo located in Karanganyar Regency and Sragen Regency. When the intensity of rainfall is high, the area downstream of the Grompol River often floods to cause many losses. Therefore, analyzing the planned flood discharge as a reference in flood control efforts is necessary. This study aims to identify the most common problems in the Grompol River flow, identify flood points in the Grompol River and its countermeasures, analyze the size of the Grompol Watershed using QGIS 3.10.6 Software, and calculate the amount of planned flood discharge in the Grompol Watershed. The method in this study is the Nakayasu Synthesis Unit Hydrograph Method, with a repeat period of 25 years. The analysis stage begins with conducting a location survey and interviews and then conducting a planned flood discharge analysis. Based on the results of the research, it was found that the problems that occur a lot in the Grompol River flow are sediment, organic waste, and inorganic waste, as well as streams that have been flooded at 4 points out of 31 survey locations, namely in the settlements around the Gedangan Lor Bridge, Gading Grompol, Gantung Kedusan, and Pringanom, where flood control efforts are dominated in the form of community service, an area of the Grompol watershed is obtained using Software QGIS 3.10.6 is 164,95 km2 while for flood discharge for the 25-year recurrence period using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph Method of 623,32 m3/s.
Analisis Debit Banjir Rancangan Daerah Aliran Sungai Cemoro Astuti, Srikanti Mega Dwi; Mulyandari, Erni; Handoyo, Suryo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.17131

Abstract

Sungai Cemoro merupakan anak sungai Bengawan Solo. Sungai ini melewati 4 kabupaten yaitu Boyolali, Karanganyar, Sragen, dan Semarang. Ketika musim penghujan, Sungai Cemoro sering meluap dan membuat rumah disekitarnya terendam banjir. Daerah yang sering terkena banjir adalah Kabupaten Sragen, lebih tepatnya Kecamatan Kalijambe. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut agar bencana banjir di sungai ini dapat ditanggulangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir di Sungai Cemoro sebagai langkah awal yang dapat digunakan untuk membangun bangunan pengendali banjir. Analisis debit banjir rancangan dilakukan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun. Tahap analisis diawali dengan melakukan survei dan wawancara untuk mengetahui kondisi aliran Sungai Cemoro. Setelah itu, dilakukan analisis luas DAS menggunakan software QGIS 3.10.6 sebagai data yang digunakan untuk perhitungan debit banjir. Hasil analisis kondisi aliran berdasarkan survei dan wawancara dapat diketahui bahwa aliran Sungai Cemoro terdapat banyak sampah dan tanaman liar di tepi sungai, luas DAS Cemoro dengan bantuan software QGIS 3.10.6 adalah 235,55 km2, dan debit banjir rancangan berdasarkan analisis menggunakan Metode Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun adalah 715,17 m3/d.
Evaluasi Tingkat Akurasi Deteksi Banjir Menggunakan Citra Satelit Sentinel-1 Dan Metode Otsu Thresholding di Kota Surakarta Handoyo, Suryo; Sumina, Sumina; Mulyandari, Erni; Perdana, Respati Febry
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58500

Abstract

Deteksi banjir berbasis citra satelit memainkan peran krusial dalam manajemen risiko bencana, terutama di wilayah rawan seperti Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Otsu Thresholding dalam mendeteksi kejadian banjir menggunakan citra Synthetic Aperture Radar (SAR) dari Sentinel-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan membandingkan hasil deteksi dari data citra satelit terhadap data observasi lapangan yang mencakup 87 kejadian banjir yang terdokumentasi di Surakarta. Metode Otsu Thresholding diterapkan untuk mengklasifikasikan area banjir, dan hasil klasifikasi tersebut kemudian divalidasi dengan data lapangan guna mengukur tingkat deteksi (recall). Hasil analisis menunjukkan bahwa 68 dari 87 kejadian banjir berhasil terdeteksi, menghasilkan nilai recall sebesar 78,16%. Temuan ini menegaskan bahwa metode Otsu Thresholding cukup efektif dalam mendeteksi banjir berskala sedang hingga besar, namun memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi banjir kecil atau kurang intens. Implikasi dari studi ini menunjukkan bahwa integrasi data SAR dan algoritma klasifikasi sederhana dapat dioptimalkan untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan pemantauan banjir secara real-time di kawasan perkotaan. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggabungkan metode ini dengan data multitemporal dan teknik pembelajaran mesin guna meningkatkan akurasi dan sensitivitas terhadap variasi kejadian banjir.