Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

TERAPI KELOMPOK DENGAN TEKNIK LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN ANAK BROKEN HOME Erlangga, Erwin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Edisi Januari 2017
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan anak broken home sehingga mempunyai makna hidup. Subyek merupakan 10 anak di wilayah Kabupaten Demak yang keluarganya mengalami perceraian. Tema penelitian meliputi tiga hal yaitu: terapi kelompok dengan teknik logoterapi, penerimaan, dan anak broken home. Data di peroleh berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan skala psikologis menunjukkan bahwa dari 10 anak broken home mempunyai penerimaan rendah sehingga terapi kelompok dengan teknik logoterapi dianggap tepat untuk meningkatkan penerimaan anak broken home. Faktor – faktor yang mempengaruhi penerimaan anak broken home rendah adalah orang tua yang saling menyalahkan satu sama lain, marah dan tidak mendukung perawatan anak sehingga anak merasa tidak mempunyai tujuan hidup lagi. Selain itu lingkungan juga berpengaruh signifikan terhadap penerimaan anak broken home. Lingkungan melabeli keluarga yang mengalami perceraian sebagai keluarga yang gagal sehingga anak semakin tertekan dengan cap dari masyarakat. Berdasarkan hasil uji lapangan, tingkat penerimaan anak broken home meningkat setelah diberikan layanan terapi kelompok dengan teknik logoterapi. Ditunjukkan dengan perubahan tingkat penerimaan anak broken home sebelum diberikan perlakuan (evaluasi awal) dan sesudah (evaluasi akhir) sebesar 70 poin. Hasil uji efektivitas statistik perhitungan uji t juga menunjukkan  0,010 < 0,05. Disimpulkan bahwa terapi kelompok dengan teknik logoterapi efektif untuk meningkatkan penerimaan anak anak broken home.
Logo Therapy Conselling for Gifted Children With Post Trauma Stress Symptoms Due to Rob Disaster and Flood Rini Sugiarti; Erwin Erlangga
PSIKODIMENSIA Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v17i2.1659

Abstract

The purpose of this study was to help gifted children who experience symptoms of post-traumatic stress so that the potential of gifted children is not lost in vain. In this globalization era, the causes of trauma to individuals are increasing. Individual counseling with logotherapy techniques is considered appropriate to help gifted children who experience symptoms of posttraumatic stress because logotherapy counseling can help gifted children get the meaning of life. This research method was quasi-experimental. The sample in this study were students who experienced posttraumatic stress due to flooding and rob in the Genuk, Sayung, Wringjajar, Morosari and Kalisari regions,Semarang. The total partisipant 10 gifted children. The results of the study showed an increase in the meaning of life of gifted children after being given individual counseling. The hypothesis which states counseling individuals with logotherapy techniques to increase the meaning of life of gifted children who are traumatized by flooding and rob is acceptable.
Bimbingan Kelompok Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Siswa Erwin Erlangga
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 1 (2017): Psympathic
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v4i1.1332

Abstract

This study aims to improve communication skills of the seventh-year students in MTs. Annur Karangjunti Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Their low communication skills shown by unpolite interaction with the teacher, hurt others’ feelings, and passive in the class. The sample were 35 students from 177 of population. This study used group guidance service and communication skills scale. The data analysis technique used t-test. According to the test results, there was an increase in the communication skills of the students, group 1 was 25,66%, group 2 was 21,5%, and group 3 was 28,54%. In conclusion, group guidance service can influence communication skills of the seventh-year students in MTs Annur Karangjunti Kabupaten Brebes Jawa Tengah. 
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL PADA MAHASISWA & CIVITAS AKADEMIKA Rini Sugiarti; Erwin Erlangga; Arumwardani N; Ade Machnun S
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i9.1033

Abstract

Mahasiswa tidak sekedar sebagai peserta didik yang duduk di bangku perguruan tinggi. Tidak hanya mengikuti syarat administrasi saja, namun seorang mahasiswa juga memiliki peran dan tanggung jawab sumbangsih dalam meningkatkan sumber daya manusia. Secara ideal, tidak hanya sebagai calon sarjana, tetapi juga diharapkan mampu menjadi calon intelektual masa depan. Mahasiswa harus bisa membagi antar kegiatan kuliah, organisasi, belajar, hobi, refreshing, dan berwawasan Luas. Mahasiswa idealnya memiliki indeks prestasi yang baik, dan diasah dengan kompetensi sosial yang akan bermanfaat bagi kehidupan pascakampus serta masyarakat luas. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah mahasiswa dan seluruh sivitas akademika mampu meningkatkan kompetensi sosialnya yang akan tampak dalam perilaku kesehariannya. Bersama dengan Mitra PKM, tim pengabdian berinisiatif untuk melakukan program kegiatan pengabdian dengan topik “peningkatan pemahaman kompetensi sosial pada mahasiswa dan civitas akademika”. Metode kegiatan dalam PKM ini menggunakan ceramah dan diskusi. Ceramah berisi tentang bagian – bagian dari kompetensi sosial. Secara detil , materi yang diberikan yakni Komunikasi Efektif , Prososial dalam Kompetensi Sosial, Self Confidence dalam Kompetensi Sosial, dan Self Esteem untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial. Dari pelaksanaan kegian PKM, berdasarkan hasil evaluasi pre test dan post test, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan PKM peningkatan pemahaman kompetensi sosial pada mahasiswa dan civitas akademika, berhasil.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DIRI DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI SOSIAL SISWA CERDAS ISTIMEWA Rini Sugiarti; Erwin Erlangga; Sri Widyawati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i10.1602

Abstract

Salah satu dari sekian banyak kesulitan bagi para konselor dan pendidik adalah ketika membantu siswa cerdas istimewa mengembangkan kemampuan sosialisasi. Peran lingkungan sangat dibutuhkan pada saat anak cerdas istimewa berusaha melakukan aktualisasi diri terhadap segenap kemampuan yang dimiliki. Siswa cerdas istimewa bukanlah siswa dengan populasi seragam, ia mempunyai banyak variasi, baik variasi pola tumbuh kembangnya, variasi personalitasnya, maupun variasi keberbakatannya. Semakin tinggi perkembangan inteligensianya, maka akan terjadi deskrepansi (perbedaan) di berbagai domain perkembangan; termasuk dalam perkembangan konsep dirinya. Deskrepansi ini bukan saja akan menyangkut perkembangan dalam individu, tetapi juga akan menyangkut perkembangan antar individu. Kondisi inilah yang sering membawa berbagai kesulitan pada anak-anak cerdas istimewa dan sering salah terinterpretasi (Silverman, 2004). Konsep diri sebagai bagian penting dari kepribadian, bukan merupakan faktor yang dibawa sejak lahir, melainkan faktor yang dipelajari dan terbentuk dari pengalaman individu dengan hubungan dengan individu lain. Konsep diri ini akan diaktualisasikan dalam perilaku nyata dan interaksi sehari-hari. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan penguatan konsep diri dalam mengembangkan kompetensi sosial siswa cerdas istimewa. Metode kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan ceramah, role play dan diskusi. Program pendampingan yang diberikan dalam rangka kegiatan pengabdian ini pada para siswa cerdas istimewa menjadi bermanfaat karena pembekalan dan sharing yang dilakukan mengenai hal - hal yang terkait dengan konsep diri siswa cerdas istimewa dalam kehidupan sehari – hari. Penguatan konsep diri ini mampu meningkatkan kompetensi sosial siswa cerdas istimewa, terutama jika mereka bersosialisasi dengan orang tua, guru dan teman.
Hubungan Antara Stress Akademik Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP X Andri Gunadi; Monica Santosa; Gigih Marisna Putra; Erwin Erlangga
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11887

Abstract

Stres akademik didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak mampu menghadapi tuntutan akademik dan mempersepsikan tuntutan akademik yang diterima sebagai gangguan. Prestasi belajar tidak cukup hanya dengan tekanan akademik dari siswa itu sendiri, tetapi juga dapat dilakukan melalui peningkatan motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara stres akademik dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik di SMP X. Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa angkatan 2021-2022 yaitu sebanyak 100 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh stres akademik dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Motivasi Belajar berpengaruh terhadap Prestasi Belajar. Semakin tinggi Motivasi Belajar maka semakin tinggi pula Prestasi Belajar. Diharapkan pihak sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas Motivasi Belajar, karena variabel Motivasi Belajar mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap Prestasi Belajar, sehingga Prestasi Belajar akan meningkat.
Pengaruh warna terhadap kemampuan cara pandang ruang geometri peserta didik Fariz Fadila; Wikan Budi Utami; Fikri Aulia; Erwin Erlangga
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.502 KB) | DOI: 10.37729/jpse.v8i1.2061

Abstract

Kemampuan cara pandang ruang peserta didik menjadi suatu kemampuan yang perlu untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran pada pokok materi bangun ruang sisi datar. Warna dapat diterapkan dalam ilustrasi bangun ruang sisi datar yang diberikan kepada peserta didik untuk meningkatkan cara pandang ruang mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengaruh penerapan warna terhadap kemampuan cara pandang ruang geometri. Sampel dalam penelitian ini diambil secara keseluruhan sebanyak 39 peserta didik SMP Al-Mi’raj Talang Kabupaten Tegal. Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest design. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan cara pandang ruang geometri yang terdiri dari pretest dan posttest. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan paired-samples t test yang dilanjutkan dengan uji n-gain score. Nilai Sig. (2-tailed) dari uji t berpasangan sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Nilai rata-rata n-gain score sebesar 77,624. Nilai rata-rata n-gain score tersebut dalam kategori efektif menurut tabel kategori tafsiran n-gain score. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam kategori efektif penerapan warna terhadap kemampuan cara pandang ruang geometri peserta didik
PENGARUH KELEKATAN PADA ORANG TUA TERHADAP AGRESIFITAS PADA SISWA BOARDING SCHOOL Amalia Yustiana Amran Amalia; Mulya Virgonita I. Winta; Erwin Erlangga
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18089

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kelekatan Pada Orang Tua Terhadap Agresifitas Pada Siswa Boarding School” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis dan faktor penyebab perilaku agresif siswa SMA. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian ini 8 orang siswa, 4 aparatur personil sekolah yang terdiri dari guru BK, guru bidang studi, kepsek dan pembina asrama. Sedangkan objek penelitin ini adalah faktor-faktor penyebab perilaku agresif pada siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif yang terjadi dikalangan siswa dapat diketahui bahwa jenis-jenis perilaku agresif yang terjadi pada siswa SMA adalah agresi fisik yang dilakukan dengan cara memukul, menendang, berkelahi, Selanjutnya agresi verbal seperti membentak, menghina memaki, membangkang, perasaan yang cepat marah dan kesal yaitu kemarahan, Ancaman atau perkelahian. Faktor penyebab perilaku agresif adalah keluarga yang termasuk didalamnya orang tua dan anggota keluarga yang suka melakukan kekerasan atau menampakan kekerasan dihadapan anak, teman sebaya baik disekolah maupun diluar sekolah yang suka menunjukan perilaku agresif, media yang sering memperlihatkan adegan kekerasan, serta perasaan dari dalam diri yang seperti frustasi, interpertasi, dan perasaan marah. Upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatasi perilaku agresif ialah, memberikan konseling dan menanamkan nilai-nilai yang baik kepada siswa.
The Influence of Parent Parenting Patterns on Student Learning Achievement Esteran Damanik; Rini Sugiarti; Erwin Erlangga
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.816

Abstract

Abstract. Every parent dreams of children who always get very good achievements, both in the school environment and outside of school. To get good achievements, of course, cannot be separated from parental support, how parents nurture and educate children so that children can develop well and get good achievements too. At an early age is the right time to develop all aspects of development because children experience the process of growing and developing rapidly. The family is the first social environment that individuals encounter since they were born into the world, therefore the role of parents is very influential for children to get good development, both physically and academically. The purpose of this study is to find out how the influence of parenting patterns on children's learning achievement in grades 4 5 of EFATA Elementary School in Baloi Permai, Batam. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection techniques using interviews, observation, and documentation, after which it is processed through data triangulation. The population of this study were parents of students from grades 4 5 at EFATA school. Based on the results of this study, it shows that there is an influence of parenting patterns on student learning achievement at school, good parenting has a big influence on increasing student learning achievement. The conclusion of this research is that of the four types of parenting patterns, only one is significant. 
Rasa Syukur dan Kesejahteraan Bekerja Guru Inklusi Hanum Farida Ahmad; Lucia Rini Sugiarti; Erwin Erlangga
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1081

Abstract

Kesejahteraan bekerja yang buruk akan mengakibatkan kinerja guru buruk dan membuat guru cenderung tidak bertahan di tempat kerja atau resign.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasa syukur dengan kesejahteraan bekerja pada guru inklusi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 responden diambil dari seluruh responden. Untuk mengukur kesejahteraan bekerja digunakan skala likert yang diadaptasi dari skala yang disusun oleh Monica Schultz. Instrument penelitian ini mengacu pada enam dimensi kesejahteraan psikologis yang diusulkan oleh Ryff (1989) yang dimodifikasi menjadi lebih spesifik untuk konteks pekerjaan yang terdiri dari 45 item yang dinyatakan valid. Teknik uji validitas menggunakan teknik uji Pearson Correlation. Teknik penghitungan koefisien reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan hasil sebesar 0,924. Dan skala rasa syukur diperoleh dari mengadaptasi alat ukur yang dikembangkan oleh Listiyandini. Skala rasa syukur terdiri dari 30 item yang dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas Skala rasa syukur diperoleh hasil sebesar 0,904.  Metode analisis data pada penelitian ini yaitu teknik korelasi pruduct moment dengan hasil sebesar 0,676 dengan sign 0,000 0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara rasa syukur dengan kesejahteraan bekerja pada guru inklusi.