Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kebijakan Presiden Joe Biden terhadap Imigrasi Muslim di Amerika Serikat Syachzidan Karim, Muhammad; Wicaksa, Arif
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 11 (2024): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i11.276

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh Presiden Joe Biden berkaitan dengan warga Muslim, dengan fokus pada perubahan yang terjadi pasca kebijakan larangan perjalanan yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump. Latar belakang penelitian ini berakar dari kontroversi yang muncul akibat kebijakan Trump yang dinilai diskriminatif terhadap negara-negara mayoritas Muslim, yang telah memicu protes dan kritik baik di dalam maupun luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan implikasi dari kebijakan Biden dalam mengatasi isu imigrasi bagi komunitas Muslim di Amerika Serikat antara tahun 2021 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Biden berhasil membalikkan banyak dari kebijakan imigrasi Trump, terutama yang dianggap diskriminatif. Beberapa reformasi kunci termasuk perubahan pada Program Penerimaan Pengungsi AS (USRAP) dan inisiatif penempatan kembali pengungsi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan Biden tidak hanya mencerminkan upaya untuk memperbaiki citra Amerika Serikat sebagai negara yang ramah terhadap imigran, tetapi juga berupaya untuk mengembalikan prinsip-prinsip dasar konstitusi yang menjunjung nilai-nilai keadilan dan kesetaraan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih baik bagi warga Muslim yang ingin berimigrasi ke Amerika Serikat.
Saudi Arabia’s Interets in Singing The Dedollarization Agreement with China in 2023 Amelia, Lisa; Wicaksa, Arif
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i3.355

Abstract

This research explains that Saudi Arabia's interest in signing the dedollarization agreement with China was driven by several factors. First, international factors, such as the strained relationship with the United States following the murder of Jamal Khashoggi and the reduction of U.S. military support, which prompted Riyadh to seek alternative partnerships. Second, the absolute monarchy under Crown Prince Mohammed bin Salman allows for the unilateral implementation of economic diversification and dedollarization visions, aimed at strengthening domestic legitimacy and creating a more stable economy. Third, economic and military factors, which heavily depend on oil exports and are affected by price fluctuations and the rise of shale oil in the U.S., also encouraged Saudi Arabia to take this strategic step as an effort to strengthen national stability and seek alternative trade partnerships in the oil sector.
Potensi dan Tantangan Kerjasama Energi Indonesia-Rusia Pasca Bergabungnya Indonesia Sebagai Anggota BRICS Wicaksa, Arif; Jamaan, Ahmad; Nizmi, Yusnarida Eka; Hidayati, Umunnisa; Yulia, Rahmi; Purwasandi, Purwasandi
Review of International Relations Vol 7 No 1 (2025): Review of International Relations (Jurnal Kajian Ilmu Hubungan Internasional)
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rir.v7i1.57115

Abstract

This paper discusses the potential and dynamics of energy cooperation between Indonesia and Russia following Indonesia’s accession as a full member of BRICS in early 2025. In the context of geopolitical tensions, sanctions against Russia, and Indonesia’s urgent domestic energy needs, the Indonesia-Russia energy partnership is viewed as a rational and strategic move. The study employs a liberalist approach, the theory of complex interdependence, and the Two-Level Games framework to analyze how Indonesia conducts its economic diplomacy with Russia. This research is based on a qualitative method utilizing literature review and secondary data. The findings reveal that Indonesia has succeeded in increasing oil imports from Russia without violating international sanctions, while still maintaining constructive relations with Western countries. Nevertheless, Indonesia continues to face challenges, particularly in relation to its national energy transition and the consistency of its foreign policy amid ongoing geopolitical dynamics. Therefore, the Indonesia–Russia energy cooperation should be directed not only at meeting short-term demands but also as part of a long-term, sustainable energy and diplomatic strategy.
SECURING THE WORLD LOCALLY: UNVEILING CHINA'S COUNTERTERRORISM POLICY Wicaksa, Arif; Aftah, Chairul
BHUVANA: Journal of Global Studies Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Department of International Relations Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/bjgs.v1i2.68

Abstract

Terrorism has become a critical worldwide security concern in the aftermath of the 9/11 tragedy, provoking varying reactions from various states. This research focuses on the distinguishing features of China's counterterrorism policy. The study methodically unravels China's multifaceted perspective on terrorism through interpretative research supported by qualitative analysis. The glocalization lens sheds light on the dynamic interaction of China's local context within the larger global discourse. Within this context, terrorism within China's borders is recast as separatist, a notion intrinsically tied to China's entire understanding of the threat. China effectively turns global terrorist worries into a rationale for its region-focused counterterrorism efforts, which are localized in Xinjiang and Tibet. Furthermore, China's technique departs from Western paradigms by adding socioeconomic factors as crucial components, resulting in a complex and distinctively Chinese approach. In addition, China deliberately utilizes its Belt and Road Initiative (BRI) projects to spread its counterterrorism narrative worldwide while simultaneously legitimizing its internal measures. The paper thoroughly explains China's counterterrorism policy through this analysis to highlight the roots of its unique interpretation, localized remedies, socioeconomic integration, and global outreach strategies.
Saudi Arabia’s Interets in Singing The Dedollarization Agreement with China in 2023 Amelia, Lisa; Wicaksa, Arif
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i3.355

Abstract

This research explains that Saudi Arabia's interest in signing the dedollarization agreement with China was driven by several factors. First, international factors, such as the strained relationship with the United States following the murder of Jamal Khashoggi and the reduction of U.S. military support, which prompted Riyadh to seek alternative partnerships. Second, the absolute monarchy under Crown Prince Mohammed bin Salman allows for the unilateral implementation of economic diversification and dedollarization visions, aimed at strengthening domestic legitimacy and creating a more stable economy. Third, economic and military factors, which heavily depend on oil exports and are affected by price fluctuations and the rise of shale oil in the U.S., also encouraged Saudi Arabia to take this strategic step as an effort to strengthen national stability and seek alternative trade partnerships in the oil sector.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa mengenai Isu Migrasi melalui Focused Group Discussion Bersama International Organization for Migration Yusnarida Eka Nizmi; Arif Wicaksa; Umi Oktyari Retnaningsih; Yessi Olivia; Syahroni Alby; Rahmi Yulia; Umunnisa Hidayati; Purwasandi, Purwasandi; Tuah Kalti Takwa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i1.491

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Riau mengenai isu migrasi melalui Focused Group Discussion bersama International Organization for Migration (IOM). FGD melibatkan dosen, mahasiswa dari komunitas HI Mengajar, dan perwakilan IOM untuk menggali perspektif teoritis, respons kritis, dan solusi praktis terkait penanganan pengungsi di Pekanbaru. Metode FGD dipilih untuk memfasilitasi diskusi tentang kompleksitas isu migrasi, mulai dari dilema politik hukum Indonesia sebagai negara non-pihak Konvensi Pengungsi 1951 hingga dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal. Hasil FGD menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran akan relevansi isu global dalam konteks lokal, serta menghasilkan aksi konkret berupa program sit-in perkuliahan bagi pengungsi remaja. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pembelajaran akademis, tetapi juga menjadi model inovatif-kolaboratif dalam mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Program sit-in, meskipun menghadapi tantangan seperti hambatan bahasa dan integrasi sosial, menawarkan solusi jangka pendek yang bermakna bagi pemenuhan hak pendidikan pengungsi. Kegiatan ini menjadi momentum bahwa pendekatan multi-pihak dapat lebih memasyarakatkan studi HI dengan menyentuh masalah nyata di masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa.
Kebijakan Presiden Joe Biden terhadap Imigrasi Muslim di Amerika Serikat Syachzidan Karim, Muhammad; Wicaksa, Arif
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 11 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i11.276

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh Presiden Joe Biden berkaitan dengan warga Muslim, dengan fokus pada perubahan yang terjadi pasca kebijakan larangan perjalanan yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump. Latar belakang penelitian ini berakar dari kontroversi yang muncul akibat kebijakan Trump yang dinilai diskriminatif terhadap negara-negara mayoritas Muslim, yang telah memicu protes dan kritik baik di dalam maupun luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan implikasi dari kebijakan Biden dalam mengatasi isu imigrasi bagi komunitas Muslim di Amerika Serikat antara tahun 2021 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Biden berhasil membalikkan banyak dari kebijakan imigrasi Trump, terutama yang dianggap diskriminatif. Beberapa reformasi kunci termasuk perubahan pada Program Penerimaan Pengungsi AS (USRAP) dan inisiatif penempatan kembali pengungsi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan Biden tidak hanya mencerminkan upaya untuk memperbaiki citra Amerika Serikat sebagai negara yang ramah terhadap imigran, tetapi juga berupaya untuk mengembalikan prinsip-prinsip dasar konstitusi yang menjunjung nilai-nilai keadilan dan kesetaraan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih baik bagi warga Muslim yang ingin berimigrasi ke Amerika Serikat.
Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan: Sosialisasi dan Identifikasi di Desa Banjar Seminai Kabupaten Siak Yusnarida Eka Nizmi; Umi Oktyari Retnaningsih; Yessi Olivia; Arif Wicaksa; Tuah Kalti Takwa; Umunnisa Hidayati; Purwasandi, Purwasandi; Syahroni Alby; Rahmi Yulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i2.631

Abstract

Perubahan iklim termasuk persoalan yang mengancam ketahanan pangan masyarakat pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian, seperti di Desa Banjar Seminai, Kabupaten Siak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada sosialisasi ketahanan pangan bagi perempuan khususnya ibu rumah tangga, yang memegang peran kunci dalam pengelolaan pangan domestik. Metode partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk mengelaborasi pemahaman, kerentanan, dan kebutuhan penguatan kapasitas masyarakat, dengan kerangka konseptual Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 2. Hasil FGD mengungkapkan bahwa meskipun praktik ketahanan pangan telah dilakukan secara turun-temurun, pemahaman konseptual masyarakat masih terbatas pada aspek ketersediaan dan keterjangkauan pangan, belum mencakup pemanfaatan pangan yang bergizi dan beragam. Masyarakat juga cenderung memandang ketahanan pangan sebagai daya beli, sehingga rentan terhadap guncangan eksternal seperti fluktuasi harga dan dampak iklim. Di sisi lain, potensi komoditas lokal salak pondoh dan modal sosial yang kuat menjadi aset berharga. Pendekatan kedaulatan pangan dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dinilai paling tepat. Intervensi difokuskan pada identifikasi proses diversifikasi olahan salak untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ketahanan pangan. Kegiatan ini berhasil menjembatani pengetahuan akademis dengan kearifan lokal, memperkuat peran perempuan, dan menawarkan model ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan bagi masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim. Keberlanjutan program bergantung pada penguatan kelembagaan lokal dan dukungan akses ekonomi.
Analisis Kepentingan Indonesia Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN Wicaksa, Arif; Laksono, Ailsa; Aisyah, Aisyah
Interdependence Journal of International Studies Vol. 6 No. 2 (2025): Interdependence Journal of International Studies
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/ijis.v6i2.95

Abstract

This study describes the factors inhibiting the optimization of Indonesia's interests within the ASEAN Economic Community (AEC), employing Keohane and Nye's theoretical framework of Asymmetric Interdependence. Utilizing a qualitative library research method, the study examines Indonesia's position across four key areas: trade structure, investment flows, skilled labor mobility, and integration into Global Value Chains (GVCs). The findings reveal that Indonesia's relationship with fellow MEA member states is fundamentally asymmetrical. Indonesia remains locked into the role of a raw material supplier, a destination for extractive-consumptive investment, and an exporter of informal labor, while simultaneously being a net importer of high-value manufactured goods, a user of foreign skilled labor, and a consumer of final products. This pattern creates long-term structural vulnerabilities, weakens Indonesia's bargaining position, and hinders its economic transformation. The study concludes that Asymmetric Interdependence is a fundamental inhibiting factor that constrains Indonesia's ability to optimally leverage the MEA, necessitating strategic and long-term-oriented corrective policies.