Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Effect of Porphyromonas gingivalis Lipopolysaccharide-Induced Periodontitis in Rats Fed a High-Cholesterol Diet on Macrophage Number Finsa Tisna Sari; Regina Titi Christinawati Tandelilin; Friska Ani Rahman; Iffah Mardhiyah; Elastria Widita
Journal of Indonesian Dental Association Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jida.v4i2.637

Abstract

Introduction: Periodontitis is a chronic inflammatory condition of the tooth-supporting tissue. P. gingivalis, which produces virulence factors, including lipopolysaccharide (LPS), is the main pathogenic driver of periodontitis. However, the interaction between the innate immune system and periodontal pathogens in hyperlipidemia remains unclear. Objective: The aim of this study was to investigate the effect of a high-cholesterol diet (HCD) on macrophage activity in P. gingivalis LPS-induced periodontitis. Methods: Twenty-eight male Sprague Dawley rats were divided into four groups (n=7 rats each group): LPS-HCD, saline-HCD, LPS-basal diet (LPS-BD), and saline-BD. HCD group had been being feeding by high cholesterol diet (1% cholesterol (w/w) and 0.5% cholic acid (w/w)) for 30 days before were injected with 0.2 ml of P. gingivalis ATCC 3277 LPS (LPS-HCD group) and saline (saline-HCD group). The other two groups had been being feeding by normal basal diet for 30 days before were injected with 0.2 ml of P. gingivalis ATCC 3277 LPS (LPS-BD group) and saline (saline-BD group). Rats were sacrificed and lower jaws were harvested and embedded in paraffin. Paraffin section of lower right and left incisor were deparaffinized, rehydrated, and stained with hematoxylin & eosin (H&E). The total number of macrophages was counted using a light microscope at a magnification of 400× from 10 fields of view. Results: The number of macrophages in the LPS-HCD group was the highest compare to LPS- BD, saline-HCD, and saline-BD groups. In addition, LPS-BD group had higher number of macrophage than saline-BD group which had the lowest number of macrophages. Conclusion: HCD and P. gingivalis LPS-induced periodontitis can contribute to increasing of macrophage activity in periodontitis. Thus, HCD itself can enhance the process of inflammation in periodontitis.
Hubungan antara Jumlah Gigi dan Jumlah Oklusi Gigi Posterior dengan Kekuatan Genggaman Tangan pada Populasi Lansia di Yogyakarta Vega, Christia Aye Waindy; Nur’aini, Bekti; Priyono, Bambang; Widita, Elastria; Hanindriyo, Lisdrianto; Agustina, Dewi; Naritasari, Fimma; Widyaningrum, Rini; Rodestawati, Budi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76423

Abstract

Latar Belakang: Penurunan jumlah gigi dan oklusi gigi posterior dapat memengaruhi kemampuan mengunyah yang dapat berakibat pada berkurangnya asupan nutrisi. Hal ini dapat berdampak pada aktivitas otot, terutama masa dan kekuatan otot yang tercermin melalui kekuatan genggaman tangan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara jumlah gigi dan jumlah oklusi gigi posterior dengan kekuatan genggaman tangan populasi lansia di Yogyakarta.Metode: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 75 lansia berusia ≥60 tahun. Pemeriksaan rongga mulut dilakukan oleh empat dokter gigi terlatih. Pemeriksaan Indeks Masa Tubuh dan pemeriksaan fisik dilakukan oleh dua higienis gigi terlatih. Gigi dihitung dengan menjumlahkan gigi asli, jumlah oklusi gigi dihitung menggunakan Index Eichner’s. Indeks Masa Tubuh (IMT) dihitung dengan satuan kg/m2. Kekuatan genggaman tangan diukur menggunakan hand dynamometer dalam satuan kilogram. Tingkat aktivitas fisik dievaluasi menggunakan kuesioner terstandar IPAQ. Uji chi-square dan regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan antara jumlah gigi, jumlah oklusi gigi dan variabel covariat dengan kekuatan genggaman tangan.Hasil: Uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan kekuatan genggaman tangan antara subjek yang memiliki jumlah gigi ≥20 dan <20 serta antara subjek dengan ≥2 dan <2 zona oklusi gigi posterior. Faktor risiko penurunan kekuatan genggaman tangan adalah aktivitas fisik (OR= 6,342, p=0,010). Kesimpulan: Mempertahankan jumlah gigi ≥20 dan aktivitas fisik bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan oral dan sistemik.