Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BENTUK DAN KEKASARAN LINTASAN TERHADAP SISTEM MEKANIS FIRE-FIGHTING ROBOT BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 Muhammad Agus Sahbana
Jurnal Teknologi Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi robotika telah membuat kualitas kehidupan manusia semakin tinggi. Saat ini perkembangan teknologi robotika telah mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi berbagai industri..Karena robot merupakan salah satu alat bantu yang dalam kondisi tertentu sangat diperlukan dalam industri. Terdapat kondisi-kondisi tertentu dalam industri yang tidak mungkin ditangani oleh manusia seperti kebutuhan akan akurasi yang tinggi, tenaga yang besar, kecepatan yang tinggi atau resiko yang tinggi. Keadaan-keadaan ini dapat diatasi oleh robot Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk dan kekasaran lintasan terhadap sistem mekanis fire-fighting robot berbasis mikrokontroler AT89S51. Berdasarkan dari judul diatas maka kita akan mengetahui seberapa besar pengaruh bentuk dan kekasaran lintasan terhadap sistem mekanis suatu robot dalam melewati suatu lintasan yang tingkat kesulitan sangat berbeda-beda baik dalam melewati lintasan lurus atau pun zig-zag dan memiliki lantai yang tingkat kekasaran berbeda-beda agar nanti kita akan mengetahui kecepatan gerak robot yang akurat dan besarnya gaya gesek roda robot terhadap lantai untuk bisa memadamkan nyala lilin. Hasil dari analisa pengaruh bentuk dan kekasaran lintasan terhadap sistem mekanis fire-fighting robot berbasis mikrokontroler AT89S51.bahwa kecepatan robot yang sangat akurat terjadi pada lintasan lurus berlantai triplek ini disebabkan karna pada lintasan lurus gerak robot tidak terlalu susah untuk melewatinya sedangkan pada lintasan zig-zag berlantai rumah kecepatan gerak robot sangat lambat itu terjadi karena adanya gaya gesek dan delay time yang terjadi pada robot sehingga pada lintasan yang zig-zag membutuhkan waktu yang lama.
Rancang Bangun Biogas Digester Ballon Plant Type di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Sahbana, Muhammad Agus; Sudibyo, Agus; Handhajani, S.B.P.
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 3, No. 1: March 2024
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2024.v3i1.5371

Abstract

Kecamatan Poncokusumo merupakan salah satu wilayah diantara 33 Kecamatan yang saat ini terdapat di Kabupaten Malang,yang secara geografis merupakan kawasan dengan kondisi lahan berupa hamparan lahan yang cenderung berbukit-bukit karena berada di sebelah barat lereng gunung semeru yang sebagian besar merupakan lahan produktif berada pada ketinggian antara 600 sampai dengan 1200 meter diatas permukaan laut dengan curah hujan rata-rata antara 2300 mm sampai dengan 2500 mm per tahun dan suhu rata-rata 19,7 derajat celcius. Di dusun Sukosari masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak, fasilitas pengolahan limbah hewan ternak sapi belum ada, biasanya kotoran sapi langsung dibuang ke selokan-selokan. Solusi permasalahan adalah Memberikan penyuluhan dan penjelasan tentang penerapan serta pemanfaatan teknologi reaktor biogas dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak. Memberikan wawasan energi terbarukan kepada mitra dalam pemanfaatan kotoran hewan ternak sehingga diharapkan  kebutuhan dan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dapat terkurangi. Bertambahnya pengetahuan mitra tentang potensi kotoran hewan ternak yang dapat dipergunakan sebagai energi terbarukan guna menunjang perekonomian warga. Kata kunci: Poncokusumo, kayu bakar, limbah, sapi, biogas
PENGARUH JUMLAH SEKAT FILTER UDARA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERFORMANCE MESIN DIESEL Ahmad Rifai; Toni Dwi Putra; Muhammad Agus Sahbana
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.162

Abstract

Penambahan jumlah udara pada proses pembakaran diyakini akan dapat meningkatkan performance dari suatu mesin. Salah satunya dengan mengurangi jumlah sekat pada filter udara. Udara yang masuk ke ruang bakar terlebih dahulu akan di saring melalui filter udara agar selalu terjaga kebersihannya. Hal ini tentu saja merupakan suatu hambatan yang menghalangi udara yang akan masuk kedalam ruang bakar. Dengan pengurangan sekat pada filter udara tersebut maka hambatan yang ada akan semakin berkurang dan udara yang ada untuk proses pembakaran akan terpenuhi sehingga akan terjadi pembakaran yang sempurna. Dengan demikian penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah sekat filter udara  sebagai   upaya  meningkatkan performance mesin diesel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang menguji jumlah 153 sekat, 144 sekat dan 135 sekat. Dari setiap jumlah sekat dilakukan pengujian menggunakan variasi putaran mesin. Pada jumlah sekat filter udara 153 sekat konsumsi bahan bakar lebih hemat,dan efisiensi juga lebih tinggi. Pada jumlah sekat filter udara 144 sekat, konsumsi bahan bakar,putaran output mesin dan daya engine akan meningkat pula. Pada jumlah sekat filter udara 135 sekat, konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih boros tetapi putaran output dan daya engine juga meningkat dengan efisiensi lebih rendah.   Kata kunci :  Filter udara, performance dan sekat.
PENGARUH VARIASI DIAMETER KOLOM DENGAN TUMPUAN JEPIT – JEPIT TERHADAP BUCKLING BAJA ST 42 Ahmad Sapei; Muhammad Agus Sahbana; Suriansyah S
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.163

Abstract

Suatu batang pendek yang dibebani gaya tekan murni oleh gaya P yang bekerja sepanjang sumbu tengah akan memendek, sesuai dengan Hukum Hooke, sampai tegangan mencapai batas elastis bahan. Kalau P masih terus dinaikkan, bahan akan menonjol dan terdesak menjadi cakra yang datar dan retak. Jika batang tersebut panjang, kecil dan lurus, pembebanan tersebut akan menyebabkan batang tertekuk (buckling) hingga batas tertentu lalu patah tiba-tiba. Beban dimana batang tersebut patah disebut beban kritis. Jika batang cukup panjang untuk patah akibat pembebanan buckling, disebut kolom. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi diameter kolom dengan tumpuan jepit–jepit terhadap buckling baja st 42. Penelitian ini dilakukan dengan cara menekan batang kolom baja ST 42 pada tumpuan jepit-jepit di kedua ujungnya, kemudian diberi tekanan yang nilai nya sudah di tentukan. Variabel bebas adalah kondisi yang mempengaruhi munculnya suatu gejala. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah kolom baja ST42 dengan panjang 300 mm, tekanan yang digunakan 40, 45, 50, 55,60 Kg/cm2, diameter kolom 8 mm dan 9.5 mm dan jenis tumpuan jepit-jepit. Variabel terikat adalah himpunan sejumlah gejala yang memiliki pula sejumlah aspek atau unsur di dalamnya, yang berfungsi menerima atau menyesuaikan diri dengan kondisi variabel lain. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah defleksi, tekanan kritis, tegangan dan regangan. Dari percobaan yang telah dilakukan pada spesimen kolom 8 mm dan kolom 9.5 mm dapat disimpulkan bahwa dengan diberi tekanan atau gaya pada tumpuan jepit-jepit terhadap kolom dengan diameter berbeda ternyata yang menghasilkan simpangan terkecil adalah kolom dengan diameter yang terbesar. Antara kolom diameter 8 mm dan 9.5 mm yang memiliki tegangan dan regangan paling rendah adalah kolom dengan diameter lebih besar yaitu kolom 9.5 mm. Semakin bertambahnya tekanan yang diberikan pada suatu kolom, maka tegangan dan regangan pun akan bertambah. Kata Kunci : kolom, tekanan, diameter dan simpangan
STUDI PENGARUH ACTIVE TURBO CYCLONE TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN 4 TAK 1 SILINDER Surya Didelhi; Toni Dwi Putra; Muhammad Agus Sahbana
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.165

Abstract

Semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor mau tidak mau berkaitan dengan konsumsi bahan bakar minyak yang berlebih. Hal tersebut paling tidak memunculkan dua ancaman serius yaitu pertama faktor ekonomi berupa ketersediaan bahan bakar minyak yang semakin lama semakin menipis. Ancaman yang kedua adalah factor lingkungan hidup yaitu polusi yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar minyak baik secara langsung berupa gas-gas berbahaya seperti CO2, NOx, dan UHC (UnburnHydrocarbon), maupun polusi tidak langsung berupa pemanasan global (Global Warning Potential) akibat meledaknya jumlah CO2. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menambahkan Turbo Cyclone yang merupakan salah satu alat dimana dapat memberikan efek aliran berpusar pada silinder, sehingga dapat menyempurnakan pembakaran. Dengan ini konsumsi akan semakin sedikit digunakan dan tidak menimbulkan polusi yang membahayakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemasangan Turbo Cyclone terhadap emisi gas buang mesin Yamaha New Vega ZR. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental nyata (True Experiment Research) dengan variabel bebas yaitu  tegangan input, kecepatan aliran udara, jenis bahan bakar yaitu : premium, beban dan Variabel Terikat yaitu  emisi gas buang . Untuk mengetahui emisi gas buang (CO, O₂, CO2, HC, NOx) pada motor bensin empat langkah yang menggunakan  Turbo Cyclone. Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa dengan pemakaian Turbo Cyclone pada Sepeda Motor akan memberikan hasil sebagai berikut; Penggunaan turbo cyclone tidak efektif pada putaran rendah, namun pada putaran tinggi turbo cyclone membantu menghisap udara ke ruang bakar, sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna; Sepeda motor yang menggunakan Turbo Cyclone emisi gas buang yang dihasilkan gas CO, O₂, CO2, HC dan NOx lebih rendah bila dibandingkan dengan kondisi standard.   Kata Kunci : Intake Manifold, Turbo Cyclone, Emisi gas buang
PENGARUH PEMANASAN AWAL DAN MEDAN ELEKTROMAGNET PADA BIODIESEL TERHADAP DAYA DAN KEPEKATAN GAS BUANG PADA MOTOR DIESEL 4 TAK 4 SILINDER Jacinto soares; Muhammad Agus Sahbana; Naif Fuhaid
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.166

Abstract

Salah satu permasalahan di bidang otomotif adalah ketersediaan bahan bakar fosil minyak bumi. Bahan bakar Bio menjadi salah satu sumber alternatif untuk mesin diesel. Bahan bakar tersebut memerlukan perlakuan tertentu sebelum memasuki ruang bakar di mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemanasan awal dan medan elektromagnet pada biodiesel terhadap daya dan kepekatan gas buang motor diesel 4 tak 4 silinder. Eksperimen dilakukan mengunakan mobil chevrolet/isuzu. Bahan bakar solar yang dicampur dengan minyak jarak dengan perbandingan 50:50. Putaran mesin divariasikan sebesar 2000, 2500 dan 3000 rpm. Pemanasan awal divariasi sebesar 50, 60 dan 70oC menggunakan heater. Medan elektromagnet diberikan dengan magnet yang dihasilkan listrik pada kabel lilitan. Pengambilan data dilakukan untuk mendapatkan daya, konsumsi bahan bakar dan kepekatan gas buang. Daya diukur dengan pemberian beban sebesar 2 kg pada poros prony break. Data hasil penelitian ditabelkan, diolah, ditampilkan dalam bentuk grafik dan dianalisa sesuai dengan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanasan pada bahan bakar berpengaruh terhadap daya motor diesel 4 tak 4 silinder. Pemberian medan magnet yang berbasis elektromagnetik berpengaruh terhadap daya dan kepekatan gas buang. Pengaruh pemanasan dan medan magnet tersebut adalah bahan bakar menjadi lebih mudah terbakar atau menjadi lebih mudah bereaksi, sehingga pembakaran menjadi lebih efektif. Kepekatan gas buang bahan bakar campuran minyak jarak lebih kecil. Kepekatan gas buang terkecil terjadi pada variasi campuran biosolar dan minyak jarak dengan perbandingan 50:50 sebesar 12%. Pemanasan bahan bakar juga menyebabkan kepekatan menjadi lebih kecil. Pemanasan bahan bakar 70oC menghasilkan daya mesin paling tinggi yaitu sebesar 0,444 kW atau 444 watt. Variasi bahan bakar standar biosolar memiliki konsumsi bahan bakar paling besar yaitu sebesar 101,67 ml untuk waktu selama 10 detik.   Kata Kunci : Medan Elektromagnet, heater, minyak jarak. Biosolar, Motor diesel.
PERBEDAAN DIAMETER PELAMPUNG TERHADAP KINERJA OCEAN WAVE ENERGY SEBAGAI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK Dwi Prasetio Utomo; Muhammad Agus Sahbana; Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 6 No. 1: Maret 2014
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v6i1.172

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Tercukupinya kebutuhan energi serta tersedianya pasokan energi untuk masa mendatang,  merupakan elemen yang harus dipenuhi untuk dapat mencapai ketahanan energi. Indonesia masih sangat tergantung kepada bahan bakar fosil sebagai energi utama. Jika ditinjau dari ketersediaan bahan bakar fosil termasuk bahan bakar yang non renewable, sehingga perlu dilakukan pengurangan ketergantungan dan pengembangan energi yang renewable. Proses pengambilan data di lakukan dengan meletakkan pelampung pada posisi ombak yang benar-benar maksimal ketinggiannya, karena akan menentukan tenaga yang akan menggerakkan pelampung,voltase dan arus yang di keluarkan. Diameter piston sangat berpengaruh terhadap voltase dan arus yang di hasilkan, semakin besar diameter piston dan semakin tinggi gelombang, maka voltase yang akan di hasilkan akan semakin besar pula, karena permukaan piston yang terkena gelombang akan semakin besar yang mengakibatkan gaya angkat pelampung semakin besar dan mendorong poros engkol dengan cepat yang akan di teruskan pada poros yang akan menggerakkan generator. semakin besar  tinggi gelombang maka arus dan tegangan yang di hasilkansemakin besar pula. Semakin tinggi gelombang maka semakin besar pula efisiensinya. Arus dan voltase yang terbaik di dapat pada piston berdiameter 20cm. Tinggi gelombang 15 cm dan diameter piston 20 cm menghasilkan arus paling tinggi yaitu 7,50 ampere. Tinggi gelombang 15 cm dan diameter piston 20 cm menghasilkan voltase paling tinggi yaitu 51,70 V. Tinggi gelombang 15 cm dan diametr piston 20 cm menghasilkan efisiensi paling tinggi yaitu 8,31%.   Kata kunci:  motor listrik, generator, gelombang laut, pelampung
ANALISA PENGARUH KOMPOSISI PROPERTIES NATURAL GAS TERHADAP ENGINE PERFORMANCE GAS TURBIN ROLLS ROYCE RB211-24G DI BELANAK FPSO Eko Sukti Wibowo; Muhammad Agus Sahbana; Akhmad Farid
PROTON Vol. 6 No. 1: Maret 2014
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v6i1.174

Abstract

Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya performa turbin gas adalah terjadi perubahan properties bahan bakar yang digunakan, seperti yang terjadi di Gas Turbine Rolls Royce RB211-24G di offshore Platform Belanak-FPSO ConocoPhillips Indonesia. Hal ini mengakibatkan unit mengalami beberapa kali shotdown dan membutuhkan troubleshooting yang cukup lama. Sehingga berdampak pada tingkat produktivitas ekspor gas alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti properties bahan bakar yang digunakan untuk dibandingkan terhadap effisiensi turbin pada saaat dioperasikan. Penelitian diakukan dengan cara melakukan monitoring dan trending selama periode bulan Mei 2013 terhadap properties bahan bakar (variable terikat), yang meliputi nilai Heating Value, CO2 content dan C1 content. Kemudian dibandingkan dengan parameter operasional gas turbin (variabel bebas), yang terdiri dari nilai: tekanan, temperatur, putaran pada bagian kompresor dan power turbine (P1, P2, T1, T2, P4, P5, T4, T5, N1, N2). Setiap properties dalam suplai bahan bakar memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap performa gas turbin. Semakin tinggi heating value (maksikum 1.044,6 BTU), akan menghasilkan effisiensi turbin yang optimum (maksimum 73,29 %). Kadar gas CO2 terendah sebesar 3,19 %, mampu menghasilkan effisiensi turbin paling besar dengan nilai 77,90 %. Sedangkan nilai kadar gas C1 dengan nilai tertinggi sebesar 88,72 %, dapat menhasilkan nilai effisiensi turbine paling optimum sebesar 73,90 %.   Kata kunci:  Komposisi, Natural gas, Engine erformance, Gas Turbin RR RB211-24G
ANALISA PENGARUH TEKANAN PEMBUKAAN INJEKTOR (NOSEL) TERHADAP KINERJA MESIN PADA MOTOR DIESEL INJEKSI TIDAK LANGSUNG/INDIRECT INJECTION Finto Purwanto; Akhmad Farid; Muhammad Agus Sahbana
PROTON Vol. 6 No. 1: Maret 2014
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v6i1.176

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja motor diesel adalah pembakaran yang kurang sempurna. Faktor penyebab pembakaran yang tidak sempurna pada motor diesel salah satu diantaranya yaitu tekanan pengabutan bahan bakar yang diinjeksikan pada injektor (nosel) yang kurang baik. Maka untuk itu diperlukannya penelitian terhadap injektor (nosel) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan pembukaan injektor (nosel) pada motor diesel jenis injeksi tidak langsung yang membawa dampak terhadap kinerja mesin. Dengan penyemprotan yang baik akan menghasilkan pembakaran yang ideal. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah melakukan eksperimental, melalui uji labolatorium untuk mengetahui hasil pengujian variasi penyetelan tekanan pembukaan injektor (nosel) pada motor diesel jenis injeksi tidak langsung/indirect injection yang dirangkaiakan pada alat dynamometer. Adapun langkah-langkah penelitian yang ditempuh melalui alat dan uji coba, variasi penyetelan tekanan pembukaan injektor (nosel), pengambilan data, analisis, kesimpulan dan mempunyai variabel bebas yaitu tekanan pembukaan injektor yang diujikan meliputi 90bar, 100 bar dan 120 bar dengan putaran mesin 1000 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm dan 3000 rpm. Sedangkan variabel terikat pada penelitian yaitu konsumsi bahan bakar efektif, torsi dan daya efektif yang mempengaruhi kinerja motor diesel injeksi tidak langsung/indirect injection. Hasil penelitian melalui variasi penyetelan tekanan pembukaan injektor (nosel) pada motor diesel injeksi tidak langsung diperoleh torsi efektif rata-rata maksimum 15,07 Nm, daya efektif rata-rata maksimum 4,25 kW, daya bahan bakar maksimum rata-rata 790,50 Kw, konsumsi bahan bakar spesifik rata-rata maksimum 15,367 kg/kWh dan efisensi daya rata-rata maksimum sebesar 1,12%.   Kata kunci : Injektor, tekanan injektor, konsumsi bahan bakar, daya efektif & efisiensi.
STUDY EXSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN MODEL KENDARAAN SEDAN TERHADAP TEKANAN HISAP DALAM WIND TUNEL Slamet Rahayu; Muhammad Agus Sahbana; Akhmad Farid
PROTON Vol. 6 No. 1: Maret 2014
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v6i1.179

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan transportasi darat yang semakin meningkat, perkembangan teknologi salah satunya ditandai dengan semakin beragam nya produk kendaraan yang ada di pasaran. Perkembangan ini juga mengarah pada penyempurnaan desain bentuk mobil yang Aerodinamis untuk mengurangi gaya gesek udara yang dapat menambah kestabilan kendaraan saat melaju. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh sudut kemiringan kendaraan sedan manakah yang paling stabil dalam menerima hambatan dari berbagai arah. pengujian dilakukan dengan empat varian sudut yg berbeda yaitu sudut 0°,sudut 5°,sudut 10°,sudut 15°dengan empat kali pengulangan di setiap model nya. Variabel bebas adalah kondisi yang mempengaruhi munculnya suatu gejala. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah kecepatan angin, beban, luasan alat uji. Variabel terikat adalah himpunan sejumlah gejala yang memiliki pula sejumlah aspek atau unsur di dalamnya, yang berfungsi menerima atau menyesuaikan diri dengan kondisi variabel lain. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah besar sudut dan Simpangan pada Manometer (DH) , coefisient drag (cd), gaya drag(fd). Dari hasil penelitian sudut 0° memiliki coefisient drag (cd) 1,15 menghasilkan gaya drag (fd) sebesar 1,55 kg m/s² ,untuk sudut 5° memiliki coefisient drag (cd)1,15 sebesar  menghasilkan gaya drag (fd) 6,21 kg m/s², untuk sudut 10° memiliki nilai coefisient drag (cd) 1,15 menghasilkan gaya drag (fd) 11,6 kg m/s².Dan untuk sudut 15°memiliki nilai coefisient drag (cd) 1,15 menghasilkan gaya drag (fd) sebesar 13,97 kg m/s². penelitian ini dapat di simpulkan pengaturan sudut kemiringan berpengaruh terhadap gaya drag. semakin besar sudut kemiringan yang dimiliki, maka semakin besar gaya drag yang di dapat.   Kata kunci : wind tunnel, Aerodinamis, Sudut kemiringan, coefisient drag, Gaya drag. Â