Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PKM for Making Liquid Organic Fertilizer (POC) Based on Household Waste for Teachers in Polewali Mandar Regency to Support the Realization of Adiwiyata Schools Arlinda Puspita Sari; Nurmuliayanti Muis; Ramlah Ramlah; Baso Manguntungi; Muhammad Rajib
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 7 No 1 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v7i1.687

Abstract

Garbage is a big problem that is being faced by the government and the people of Polewali Mandar. The unavailability of landfills and waste processing sites causes people to throw their garbage in any place. This causes environmental pollution due to the stench of garbage and reduced beauty and environmental health. The team from the Biology Education Study Program in collaboration with the Komunitas Guru Penggerak provided training for teachers to be able process waste mainly from household waste into liquid organic fertilizer (LOF). Thus, it can help the government reduce waste problems while producing a useful product, namely LOF. The fertilizer produced can be used to help the growth of plants that are cultivated in the school environment. Teachers can realize Adiwiyata schools, namely schools that are clean and free of waste as well as schools that are healthy and beautiful by various types of plants. The results of the service activities showed that most of the participants agreed that this training activity was in accordance with the theme, the resource persons had good quality as indicated by the material presented and the ability to answer questions. Participants also agreed that this training provided skills strengthening for teachers to process waste into LOF.
Dampak Invasi Acacia nilotica terhadap komposisi tumbuhan bawah di Savana Bekol Taman Nasional Baluran Nurmuliayanti Muis
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2023): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v5i1.2643

Abstract

Invasi Acacia nilotica di kawasan savana Taman Nasional Baluran berhasil merubah vegetasi kawasan savana yang merupakan identitas dari TNB. Pasca pengendalian Acacia nilotica menunjukkan potensi permaslahan baru berupa dominasi gulma berdaun lebar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak invasi A. nilotica pada komposisi vegetasi tumbuhan bawah di savana TNB. Metode yang digunakan yaitu analisis vegetasi pada dua lokasi yaitu lokasi yang masih terinvasi A. nilotica dan lokasi yang telah bebas dari invasi A. nilotica dengan menggunakan metode kombinasi jalur transek dan plot 2x2 meter dengan jarak antar plot 20 meter. Keseluruhan hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan perhitungan nilai sum dominancy ratio untuk menganalisis komposisi penyusun vegetasi tumbuhan bawah, indeks similaritas, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah gulma berdaun lebar pada lokasi yang terinvasi lebih banyak dibandingkan pada lokasi yang telah terbebas dari invasi A. nilotica sehingga invasi A. nilotica berdampak pada perubahan komposisi vegetasi savana TNB
Estimating The Abundance and Composition of Soil Seed Bank at Bekol Savanna in Baluran National Park, West Java Nurmuliayanti Muis; Titiek Setyawati; Sukisman Tjitrosoedirdjo; Y.M.D. Ratnadewi
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Foresty Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.786 KB) | DOI: 10.18330/jwallacea.2018.vol7iss2pp131-140

Abstract

The composition of soil-seed bank reflects the condition of vegetation in the past and could be used for predicting the composition of plants that will grow in the future. This study aims to determine the amount and composition of soil-seed bank in Bekol savanna, Baluran National Park. Soil samples were taken using a combination method of quadrat-transect on the invaded and not invaded areas by Acacia nilotica. Soil samples were extracted using wet-sieving method. After the extraction process, the seeds were identified and calculated using a stereo microscope. The result showed that soil-seed bank density was lower at the invaded location (7,566.88 seeds/m3) as compared to the uninvaded location (16,798.3 seeds/m3). The soil-seed bank was found in the invaded site comprising 12 species of broadleaved weeds and 5 species of grasses from 7 families, whereas those in the uninvaded area consisted of 10 species of broadleaved weeds and 7 species of grass from 8 families. This study showed that the invasion of A. nilotica significantly affected the amount and composition of soil-seed bank in various soil depths of Bekol savanna.
PENGARUH APLIKASI HERBISIDA PADA SIMPANAN BIJI DALAM TANAH SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN Nurmuliayanti Muis; Titiek Setyawati; Soekisman Tjitrosoedirjo; Y. M. Diah Ratnadewi
CELEBES BIODIVERSITAS : Jurnal Sains dan Pendidikan Biologi Vol 5, No 2 (2022): Science, Conservation, Biology Education
Publisher : Universitas Patompo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51336/cb.v5i2.435

Abstract

The dominance of broadleaf weeds after A. nilotica control resulted in a decrease in the dominance of grass species in the savanna area of Bekol BNP. Herbicide application in controlling broadleaf weeds is an effective and efficient method. However, the impact of using herbicides on seed storage in the soil is unknown, while seed storage has an important role in the sustainability of vegetation. This study used a completely randomized factorial design with three factors, the factor was soil depth, the type of herbicide, herbicide concentration and control (without herbicide application). The effect of herbicide application on seed germination was analyzed by ANOVA. The results of this study indicated that the application of herbicides had no significant effect on seed germination in soil (P>0.05). So, the use of triclopyr and fluroxypyr herbicides could be considered as one of the measures in controlling broadleaf weeds in the Savama area of BNP.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN BUDIDAYA PORANG BERBASIS AGROFORESTRI UNTUK WARGA DESA GARUNTUNGAN KABUPATEN BULUKUMBA A. Masniawati; Yusran Yusran; Zainal Zainal; Eva Johannes; Baso Manguntungi; Irlan Irlan; Nurmuliayanti Muis; Muhammad Rizaldi Trias; Asia Arifin; Dwi Ratna Sari; Andi Dewi Rizka Ainulia Makerra; Dwi Ratna Sari; Nur Hilal A. Syahrir; Mietra Anggara; Fadhil Zil Ikram; Muhammad Ilham S; Muh. Chaerul Anwar; Riana Anggraeny Ridwan; Wahyullah Wahyullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19999

Abstract

Porang merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di bawah naungan tanaman kayu atau pepohonan. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya porang sangat cocok menggunakan sistem agroforestri. Namun, di Desa Garuntungan, budidaya porang yang diterapkan masih menggunakan Teknik konvensional sehingga dapat menyebabkan efek yang merugikan, seperti erosi tanah, degradasi tanah, degradasi lahan, kerentanan yang lebih tinggi terhadap hama atau penyakit tertentu, dan bahkan efek yang merugikan seperti risiko tinggi kehilangan hasil panen karena faktor-faktor seperti cuaca buruk. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi dan pelatihan untuk memperkenalkan budidaya porang berbasis agroforestri. Sosialisasi dan pelatihan ini juga dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknik budidaya porang berbasis agroforestri bisa dikatakan berhasil. Hal ini dapat terlihat dari pemaparan materi dari para narasumber yang sangat menarik dan mudah dipahami. Selain itu, keberhasilan dari kegiatan ini terlihat dari antusiasme yang tinggi dari warga Desa Garuntungan dalam menanggapi materi yang dipaparkan oleh narasumber.
WORKSHOP MANAJEMEN PENGEMASAN DAN PEMASARAN PORANG DAN BIOFERTILIZER DI DESA GARANTUNGAN, BULUKUMBA A. Masniawati; Yusran Yusran; Zainal Zainal; Eva Johannes; Baso Manguntungi; Irlan Irlan; Nurmuliayanti Muis; Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra Nurdin; Asia Arifin; Dwi Ratna Sari; Andi Dewi Rizka Ainulia Makerra; Nur Hilal A. Syahrir; Mietra Anggara; Fadhil Zil Ikram; Muhammad Ilham S; Muh. Chaerul Anwar; Riana Anggraeny Ridwan; Wahyullah Wahyullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20156

Abstract

Pengabdian masyarakat di Desa Garuntungan, Kabupaten Bulukumba, yang fokus pada sosialisasi pemasaran dan pengemasan produk porang, memiliki peran yang sangat relevan dalam meningkatkan pemahaman dan potensi ekonomi porang di komunitas tersebut. Porang adalah komoditas pertanian yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun kurang dimanfaatkan karena kurangnya pengetahuan dan akses pasar. Hasil observasi dan umpan balik dari peserta pelatihan menunjukkan bahwa mereka mengapresiasi kontribusi dari para pakar dalam bidang tersebut yang memberikan wawasan mendalam, menciptakan pelatihan yang sangat informatif dan relevan bagi mereka. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses pengemasan porang dan strategi pemasaran yang efektif. Sebelumnya, kurangnya pengetahuan dan praktik yang higienis dalam pengemasan produk porang menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas produk. Namun, melalui pelatihan ini, peserta semakin termotivasi untuk mencapai tahap produksi tepung porang yang berkualitas. Dengan demikian, inisiatif ini berhasil meningkatkan pemahaman dan motivasi peserta terkait industri porang. Dalam diskusi yang dilakukan selama pelatihan, strategi pemasaran dan target pasar yang diincar dibahas secara rinci. Hal ini membantu peserta mengidentifikasi peluang pasar baru untuk porang dan merencanakan rantai pasokan yang lebih efisien. Selain itu, pemahaman akan pentingnya faktor kemasan juga ditekankan, karena pengemasan adalah kunci dalam penentuan persepsi konsumen terhadap produk porang.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SIAMASEI DESA LEGO MELALUI TEKNOLOGI BIOFERTILIZER UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI BAWANG MANDAR Arlinda Puspita Sari; Ariandi Ariandi; Nurmuliayanti Muis; Baso Manguntungi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4511-4520

Abstract

Kelompok Tani Siamasei merupakan salah satu kelompok tani yang mewadahi petani bawang mandar di Desa Lego. Saat ini banyak petani bawang mandar yang mulai beralih pada komoditas pertanian lain sebab menganggap pertanian bawang mandar kurang memberi keuntungan. Padahal bawang mandar merupakan salah satu komoditas khas Sulawesi Barat yang banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan. Hal ini disebabkan oleh berbagai permasalahan yang dihadapi oleh petani bawang mandar, diantaranya menurunnya produktivitas bawang mandar akibat penurunan kualitas lahan pertanian. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan sistem pertanian berbasis teknologi biofertilizer. Tujuan pengabdian ini adalah agar peserta mengetahui teknologi pupuk hayati berbasis mikroorganisme yang dapat membantu petani untuk meningkatkan produktivitas bawang mandar tanpa merusak kondisi lahan. Pengabdian ini meliputi beberapa tahap kegiatan antara lain FGD, pembuatan starter dan biofertilizer, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah diproduksinya starter mikroba yang dapat digunakan oleh petani sebagai stok untuk membuat biofertilizer secara mandiri. Selain itu melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, petani memperoleh informasi baru mengenai teknologi pemanfaatan mikroba dalam pembuatan pupuk hayati. Dari tahap evaluasi diperoleh hasil bahwa sebanyak 88.5% peserta berpendapat bahwa kegiatan pelatihan telah berjalan dengan baik.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BIBIT JAMUR TIRAM DI DESA TONDOK BAKARU MAMASA SULAWESI BARAT Muis, Nurmuliayanti; Hidayah, Nurul; Syamsidah, Syamsidah; Jumadi, Oslan; Taufieq, Nur Anny S.; Indra, Indra; Wahid, Masyitha; Arifin, Asia; Rosman N., Andi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58930

Abstract

One of the challenges in oyster mushroom cultivation faced by the Andika Makmur Sejahtera Farmer Group in Tondok Bakaru Village, Mamasa Regency, is the limited access to oyster mushroom spawn. The community's lack of knowledge and understanding related to spawn production, compounded by limited equipment and facilities, necessitates the importation of oyster mushroom spawn from outside the island of Sulawesi. This situation affects the efficiency of the production process and results in high costs. To address this challenge, a team from Universitas Sulawesi Barat, supported by a team from Universitas Negeri Makassar, provided training and assistance in producing F0, F1, and F2 oyster mushroom spawn to members of the oyster mushroom farmer group in Tondok Bakaru Village. The aim of this community service program is to equip farmer group members with the skills and knowledge required for producing oyster mushroom spawn and using the necessary equipment. The program began with a field observation of the target partner’s conditions, both in person and through remote communication. This was followed by a coordination phase between the implementation team and the supporting team regarding the planned community service activities. The implementation phase included the delivery of materials on oyster mushroom spawn production techniques, accompanied by demonstrations and hands-on practice by farmer group members. The program concluded with monitoring and evaluation to assess the program's success. The training and assistance activities resulted in an 85.22% increase in community knowledge, indicating that these activities were effective in supporting the progress of oyster mushroom cultivation in Tondok Bakaru Village. Salah satu tantangan budidaya jamur tiram yang dialami oleh Kelompok Tani Andika Makmur Sejahtera di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa adalah sulitnya akses untuk memperoleh bibit jamur tiram. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pembuatan bibit, ditambah dengan minimnya fasilitas peralatan yang dimiliki sehingga bibit jamur tiram harus didatangkan dari luar Pulau Sulawesi. Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya proses produksi dan tingginya biaya yang dikeluarkan. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Universitas Sulawesi Barat didampingi oleh tim Universitas Negeri Makassar memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan bibit jamur tiram F0, F1, dan F2 kepada anggota kelompok tani jamur tiram di Desa Tondok Bakaru. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk membekali anggota kelompok tani kemampuan dan keterampilan dalam membuat bibit jamur tiram dan menggunakan peralatan pendukung. Tahapan kegiatan dimulai dari observasi kondisi mitra sasaran secara langsung di lapangan dan melalui komunikasi jarak jauh. Dilanjutkan dengan tahapan koordinasi antara tim pelaksana dan tim pendamping terkait rencana kegiatan pengabdian yang akan dilakukan. Tahapan implementasi kegiatan dilakukan dengan pemberian materi terkait teknik pembuatan bibit jamur tiram yang dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung oleh anggota kelompok tani. Program pengabdian ini diakhiri dengan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan memberikan peningkatan pengetahuan Kelompok Tani Andika Makmur Sejahtera hingga 85,22% yang menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan jamur tiram ini efektif untuk mendukung kemajuan proses budidaya jamur tiram di Desa Tondok Bakaru.
Keanekaragaman dan Sebaran Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Desa Siraun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju Meliasa, Meliasa; Wahid, Masyitha; Sari, Arlinda Puspita; Tahar, Musrifah; Muis, Nurmuliayanti
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15855

Abstract

This study aims to identify the types of ferns present in Siraun Village, calculate the diversity indices, and identify environmental parameters that influence the presence and distribution of ferns at the study site. The research employed a quantitative descriptive method using purposive sampling with transects. The study location was divided into four stations based on the topographic conditions of each station. The results showed that (1) A total of 34 fern species belonging to 16 families were found, including Thelypteridaceae, Blechnaceae, Athyriceae, Dennstaedtiaceae, Gleicheniaceae, Pteridaceae, Lindsaeceae, Marattiaceae, Tectariaceae, Cytheaceae, Polypodiaceae, Aspleniaceae, Lecytidaceae, Lyogodiaceae, Selaginellaceae, and Lycopodiaceae. (2) The Shannon-Weiner diversity index (H’) was 2.583, indicating moderate fern diversity in Siraun Village. The dominance index (C) was 0.109, showing that no fern species dominated the area. The species richness index (R1) was 3.388, categorized as moderate richness. The evenness index (E) was 0.132, indicating low evenness among fern species. The similarity index (IS) was above 50%, indicating a high level of species similarity in Siraun Village. (3) Environmental parameters measured included soil moisture (14.5–41.5%), soil pH (3.3–6.4), air temperature (25.7–36.1°C), and light intensity (2,826.5–7,421 lux). Overall, these values were within the tolerance range for ferns and are suspected to influence the growth and distribution of ferns in Siraun Village.
Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Agroeduwisata Desa Batulaya dengan Teknologi Hidroponik dan Vertikal Garden Berbahan Sampah Plastik Nurdin, Rizaldi; Ariandi; Haloho, Ruth Dameria; Masniawati, Andi; Muis, Nurmuliayanti; Manguntungi, Baso
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2570

Abstract

This community service aims to enhance agro-edutourism management in Batulaya Village through training on hydroponic and vertical garden technology, utilizing plastic waste as a planting medium. The agro-edutourism in this village has great potential but faces challenges in managing limited land and high levels of plastic waste. The training program involved 65 participants, including local farmers, village youth, and agro-edutourism managers. A qualitative method was used to collect data through questionnaires and observations, which were then analyzed using thematic analysis. The results show that the training successfully improved participants' knowledge and skills in applying hydroponic and vertical garden technology. A total of 85% of participants were able to understand the basic concepts of the technology, and 70% could utilize plastic waste as a planting medium. The activity concludes that training and improving agro-edutourism management based on hydroponics and vertical gardens in Batulaya Village not only succeeded in enhancing the community's technical capacity but also provided innovative solutions to environmental issues. However, challenges in accessing resources and technology need to be addressed to ensure the sustainability of this program.