Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERKEMBANGAN SEKSUAL ANAK USIA DUA TAHUN (STUDI KUALITATIF PERKEMBANGAN SEKSUAL PADA ZAKIA) WINATA, WIDIA; KHAERUNNISA, KHAERUNNISA; FARIHEN, FARIHEN
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 11 Nomor 2 November 2017
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.635 KB) | DOI: 10.21009/JPUD.112.12

Abstract

Abstract: Early childhood sexual development has not received special attention in the curriculum or early childhood achievement standard (STPPA). Though sexual issues have become a national issue that has been demanding to look for a solution. This study was designed to discover how the stage of sexual development of two-year-olds (Zakia) as an overview of preparation for further research in designing appropriate sexual education models. The research method used refers to the qualitative naturalistic method with data collection technique through observation, documentation in the form of photo and video. The results showed the two year-old child (Zakia) was able to perform activities that lead to sexual development such as the introduction of anatomy, self-recognition, adab and body hygiene. The aspect of sexual development is influenced by other aspects of development such as cognitive, language, motor, physical, social and emotional as well as aspects that come from outside himself such as weather and environment. Keywords: developmental, sexual, two-year-old child Abstrak: Perkembangan seksual anak usia dini belum mendapat perhatian khusus dalam kurikulum atau Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) usia dini. Padahal persoalan seksual sudah menjadi isu nasional yang sudah menuntut untuk dicari penyelesaiannya. Penelitian ini didisain dengan tujuan untuk menemukan bagaimana tahap perkembangan seksual anak usia dua tahun (Zakia) sebagai gambaran persiapan untuk penelitian lanjutan dalam mendisain model pendidikan seksual yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan merujuk pada metode kualitatif naturalistik dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi berupa foto dan video. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa anak berusia dua tahun (Zakia) sudah mampu melakukan kegiatan yang mengarah pada pengembangan seksualnya seperti pengenalan anatomi tubuh, pengenalan diri, adab dan kebersihan tubuh. Aspek perkembangan seksual dipengaruhi oleh aspek pengembangan lain seperti kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial dan emosional serta aspek yang berasal dari luar dirinya seperti cuaca dan lingkungan. KataKunci: perkembangan, seksual, anak usia dua tahun
HUBUNGAN BIMBINGAN PERKAWINAN TERHADAP KELEKATAN ANAK PADA KOMUNITAS IBU MUDA Rohimi Zamzam; Adiyati Fathu Roshonah; Farihen Farihen
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.v5i2.10994

Abstract

Agar pondasinya kuat maka diperlukan persiapan keluarga sakinah melalui pranikah yang disampaikan kepada pasangan calon suami istri. Kelekatan emosi (attachment), dan ikatan (bonding), merupakan hal  penting dalam tumbuh kembang anak. Pada masa awal kehidupannya anak mengembangkan hubungan emosi yang mendalam dengan orang dewasa yang secara teratur merawatnya. Jika kelekatan positif dan aman, maka seseorang mempunyai dasar untuk berkembang menjadi individu yang kompeten, memiliki hubungan sosial positif dan matang secara emosional. Sebaliknya, jika hubungan kelekatannya negatif dan tidak aman, saat seseorang tumbuh mungkin dirinya akan menghadapi kesulitan dalam hubungan sosial serta dalam penanganan emosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kelekatan anak pada orang tua dipengaruhi oleh program bimbingan perkawinan di awal pernikahan yang didapat oleh pasangan suami-istri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen satu kelompok untuk komunitas ibu muda yang memiliki balita usia 2-6 tahun, sejumlah 24 orang ibu. Responden mengisi angket yang diberikan melalui google form. Penelitian dilaksanakan untuk komunitas ibu muda Puri Duren Asri 4 Jatiasih Kota Bekasi. Hubungan bimbingan Perkawinan terhadap kelekatan anak diperoleh bahwa ada sebanyak 18 (85,7%) kelekatan anak dengan bimbingan perkawinan yang baik, sedangkan kelekatan anak yang kurang baik ada 6 (35,3%). Hasil Uji Statistik diperoleh nilai P value 0,002, maka disimpulkan ada perbedaan yang siqnifikan bimbingan perkawinan dengan kelekatan anak. Dari hasil analisis factor resiko diperoleh nilai OR =11,00, artinya bimbingan perkawinan yang kurang baik mempunyai resiko 11 kali terhadap kurang baiknya kelekatan anak, dibandingkan dengan bimbingan perkawinan.
IMPLIKASI PENERAPAN TEORI PERKEMBANGAN MODAL JEAN PIAGET DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK Farihen UMJ
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.376 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.24

Abstract

Perkembangan moral Jean Piaget merupakan model teori pendekatan kognitif yang secara intrinsik lebih sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk yang berpikir. Di Indonesia secara umum teori pendekatan kognitif ini banyak menjadi model dan praktik dalam pembelajaran, walaupun diterapkan kurang utuh; sehingga orientasi pembelajaran difokuskan pada pengembangan kognitif secara sempit. Dari perspektif hakikat manusia di atas model pendekatan kognitif Piaget, pada satu sisi, memiliki titik-titik similarisasinya yang hakiki dalam nilai-nilai Islam. Tetapi pada sisi lain, teori Piaget memiliki titik-titik kelemahan, karena perilaku moral tidak selalu merupakan refleksi pengetahuan moral. Maka Islam menyediakan nilainilai komplementasi yang memberi ruang penerapan moral bagi anak secara konsisten, walaupun memasuki tahap perkembangan moral autonomous yang bercorak subjektif dan relatif.
IMPLEMENTASI AL QIYĀDAH AL NABAWIYAH PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: STUDI PADA SMAIT AL FITYAN SCHOOL MEDAN Muhammad Misbakul Munir; Ahmad Suryadi; Farihen
Perspektif Vol 1 No 5 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i5.202

Abstract

Abstrak Al Qiyādah Al Nabawiyah adalah salah satu model kepemimpinan yang menjadikan Rasulullah sebagai referensi keteladanan. Kepala sekolah pada lembaga pendidikan Islam sangat membutuhkan implementasi konsep Al Qiyādah Al Nabawiyah dengan karakteristik empat sifat utama yaitu: Ṣidīq, Āmānah, Tablīg, dan Faṭānah dan lima megaskill yaitu : Ṣāhibul Ruʾyah , Al Muta’allim, Al Ma'rifah Al Maīdāniyah, Al Muṣammīm Al Idārah dan Al Āmīn untuk mengatur, menginspirasi dan mempengaruhi warga sekolah. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Al Qiyādah Al Nabawiyah yang diinternalisasikan oleh kepala SMAIT Al Fityan Medan kedalam kepemimpinannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan library research serta teknis wawancara dengan kepala sekolah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kepala sekolah menerapkan konsep kepemimpinan ini dalam menakhodai sekolah dengan capaian excellent untuk kemajuan sekolah dan kebaikan peserta didik. Abstract Al Qiyādah Al Nabawiyah is one of the leadership models that make the Prophet a definitive reference. Principals in Islamic educational institutions need the implementation of the Al Qiyādah Al Nabawiyah concept with the characteristics of four main characteristics, namely: idīq, mānah, Tablīg, and Faṭānah, and five mega skills, namely: āhibul Ruʾyah, Al Muta'allim, Al Ma'rifah Al Maīdāniyah, Al Muṣammīm Al Idārah and Al mīn to organize, inspire and influence the school community. This study aims to describe the implementation of Al Qiyādah Al Nabawiyah, which was internalized by the head of SMAIT Al Fityan Medan into his leadership. This study uses descriptive qualitative methods with library research and technical interviews with school principals. This study indicates that the principal applies this leadership concept in leading schools with excellent achievements for school progress and students' good.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS BERBASIS AL QUR'AN MELALUI METODE QIRA'ATI PADA SISWA KELAS 2 SD LAB SCHOOL FIP UMJ Imam Mujtaba; Munifah Bahfen; Farihen Farihen; Putri Garda Maharani; Atikah Robbaniyyah
Jurnal Holistika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/holistika.6.2.73-79

Abstract

Rendahnya moral suatu bangsa mengharuskan dunia pendidikan ikut serta dalam mengambil solusi untuk menangani masalah yang ada. Salah satunya dengan penguatan pendidikan karakter yang dimulai dari usia dini atau memasuki jenjang sekolah dasar. Selain orang tua dan masyarakat, sekolah memiliki peran tidak kalah penting. Oleh sebab itu, pemerintah mewajibkan pengimplementasian penguatan pendidikan karakter di sekolah-sekolah mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Di beberapa wilayah di Indonesia sudah banyak sekolah yang menerapkan penguatan pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kurikulum, salah satu sekolah yang telah menerapkannya yaitu SD Lab School FIP UMJ, di Tangerang Selatan. Implementasi yang diterapkan adalah penguatan pendidikan karakter religius berbasis Al Quran melalui metode qira’ati. Melalui penguatan religius dengan metode qira’ati diharapkan dapat memperkuat karakter agar tidak melakukan penyimpangan moral. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi, faktor pendukung serta penghambat dari program penguatan karakter religius berbasis Al Quran melalui metode qira’ati di SD Lab School FIP UMJ. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode qira’ati yang diterapkan di SD Lab School FIP UMJ dapat menguatkan karakter religius pada peserta didik kelas 2 SD Lab School FIP UMJ. Adapun faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan qira’ati yaitu perubahan suasan hati peserta didik. Akan tetapi hal ini menjadi tantangan bagi guru qira’ati dan pihak sekolah untuk menjaga suasana hati dan lingkungan peserta didik agar tetap stabil dan konsisten. Faktor pendukung dari kegiatan qira’ati sendiri yakni tersedianya fasilitas yang mengumpuni pelaksanaan qira’ati.
OPTIMALISASI DESA BINAAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD): STUDI PEMBELAJARAN PRODI PAI DI PAMULANG (SAUNG JINGGA) Siti Shofiyah; Ummah Karimah; Busahdiar Busahdiar; Farihen Farihen
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i2.41795

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim dari Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)  dan merupakan awal dari tujuan berdirinya sebuah lembaga pendidikan anak usia dini di daerah desa binaan Saung Jingga. Mitra ini kegiatan adalah Desa Saung Jingga yang terletak di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Tujuan dari kegiatan ini ada dua, pertama untuk mengoptimalkan desa binaan melalui program pendidikan anak usia dini dan potensi anak-anak yang berada di desa binaan dan kedua untuk mengoptimalkan rencana pembukaan lembaga pendidikan anak usia dini  untuk anak-anak sekitar desa tersebut. Untuk mendukung pencapaian tersebut tujuan tersebut di atas, ada beberapa kegiatan yang dilakukan serta rekomendasi yang diberikan kepada mitra yaitu (1) memberikan pengarahan terkaitnya pentingnya orang tua memberikan pendidikan anak-anak sejak dini (2) pengadaan program pendidikan anak usia dini dengan melalui pemberian pendidikan agama Islam (3) pengadaan majlis taklim buat para ibu yang melaksanakan pembelajaran di Saung Jingga Diharapkan pengabdian masyarakat ini keterlibatan dapat berkontribusi pada pencapaian harapan mitra, sehingga mengembangkan potensi anak-anak yang berada di desa binaan dan meningkatkan kesejahteraan spiritual masyarakat desa binaan. Selain itu, juga sejalan dengan visi misi Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Jakarta yaitu  melakukan penelitian dalam bidang PAI berbasis IPTEK yang temuannya digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran serta pengembangan keilmuan bidang PAI. Dan Melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan IPTEK dalam bidang PAI. Program berikutnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus diarahkan pada tahap implementasi serta optimalisasi kepada perangkat desa dan masyarakat selama ini proses implementasi.
PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR TEMATIK TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS BERBASIS AL QUR’AN Mujtaba, Imam Mujtaba; Farihen, Farihen; Setianingsih, Dewi; Sularno, Sularno; Mahardika, Ahmad Zaki; Maharani, Putri Garda; Adriani, Fazira
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nas.4.1.23-32

Abstract

Pentingnya memperkuat pendidikan karakter religius berbasis Al-Qur'an di SD Lab School FIP UMJ menjadi fokus utama pengabdian ini. Pelatihan diberikan kepada guru-guru untuk menyusun bahan ajar tematik yang terintegrasi dengan pendidikan karakter religius. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan modul pembelajaran yang menggabungkan aspek tematik dengan nilai-nilai karakter Al-Qur'an. Melalui pendekatan kemitraan, pelatihan memberdayakan para pendidik, menciptakan antusiasme dan motivasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam kurikulum. Hasil pengabdian mencakup peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun modul tematik terintegrasi dengan karakter religius Al-Qur'an.
SOSIALISASI NILAI MULTIKULTURAL MELALUI CERITA ANAK SEBAGAI SUPLEMEN PEMBELAJARAN SOSIAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Setiyaningsih, Dewi; Mujtaba, Imam; Farihen, Farihen
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nas.4.1.17-22

Abstract

Sosialisasi nilai multikultural yang dilakukan di SDN 01 Serua dilaksanakan dengan menggunakan media modul cerita anak untuk siswa kelas IV SD. Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi positif pada diri siswa terhadap perbedaan perbedaan yang ada di masyarakat. Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk : (1) Memberi pemahaman pada guru melalui sosialisasi buku pedoman guru untuk pelaksanaan pendidikan multikultural di SD melalui buku cerita anak sebagai suplemen pelajaran IPAS kelas IV SD; (2) Mengenalkan pada siswa tentang nilai-nilai multikultural melalui isi buku cerita anak. Metode yang digunakan dalam keseluruhan pelaksanaan sosialisasi ini meliputi : (1) Diskusi untuk menyamakan persepsi tentang pendidikan multikultural dan topik PPM dengan guru; (2) Bercerita di kelas pada saat pelaksanaan pendidikan multikultural melalui buku cerita anak; (2) Pembimbingan dan pengamatan pada anak di kelas; (3) Tanya jawab untuk menganalisis dan mengevaluasi manfaat kegiatan yang dirasakan oleh siswa. Hasil pelaksanaan sosialisasi nilai multikultural di kelas IV SD melalui modul cerita anak sebagai pembelajaran IPAS SD menunjukkan bahwa : (1) Pelaksanaan sosialisasi nilai-nilai multikultural melalui buku cerita anak mudah dipahami baik isi cerita maupun makna pesan yang tersirat; (2) Buku cerita yang berisi nilai-nilai multikultural tersebut menurut guru dapat dijadikan alternatif sumber materi pembelajaran IPAS bagi siswa kelas IV SD ; (3) Siswa sangat senang dengan cerita-cerita yang ada di buku, hampir semua anak ingin segera membaca buku tersebut sampai tuntas.
Harmonizing Islam, Culture, and Science Education: Efforts to Prevent the Secularization of Religious and General Knowledge Firman Mansir; Ben Wadham; Busahdiar Busahdiar; Farihen Farihen; Muh Ikhsan
Mimbar Agama dan Budaya Vol 41, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v41i1.38908

Abstract

This study aimed to elucidate the Islamic religious values present in science education in schools. Islamic Education (PAI) serves as a benchmark in every aspect of education in schools, particularly regarding the morality of students. Furthermore, Islamic Education is consistently juxtaposed with various other subjects, with the hope that the subjects accompanying it can impart positive values to the students. The research methodology employed was a qualitative approach using a literature review. Descriptive content analysis was utilized to analyze the data, enabling the results to address the research questions. The findings indicate that Islamic values in science education can provide a paradigm regarding the holistic concept of human beings and instill the importance of morality in every learning process for students. Therefore, Islamic content and science education can coexist to achieve good learning quality and cultivate morally upright and virtuous students.
Optimizing the Maintenance and Utilization of Educational Play Tools in Early Childhood Education (Study of the Depok, Tangerang, Bogor) Suharsiwi, Suharsiwi; Farihen, Farihen; Zamzam, Rohimi; Budiarti, Erna; Solehudin, Rd. Heri; Susilahati, Susilahati; Herwina, Herwina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6149

Abstract

This study aims to evaluate the maintenance and utilization of Educational Game Tools (EGT) in early childhood education institutions located in Depok, Tangerang, and Bogor, Indonesia. Employing a mixed-methods approach, we collected data from 67 early childhood education teachers across 30 institutions through questionnaires, in-depth interviews, observations, and documentation. The quantitative analysis revealed that the average maintenance score of EGT was 76%, categorizing it as "good." Qualitative insights highlighted key maintenance practices, including routine inspections and prompt repairs, which are essential for ensuring the safety and functionality of the equipment. The findings underscore the importance of effective maintenance strategies in enhancing the educational environment and supporting children's holistic development. Recommendations for improving training programs for educators and increasing government support for EGT procurement and maintenance are also discussed.