Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER PADA GURU UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA MIM 01 CIPUTAT lutfi, lutfi; Farihen, Farihen; Latif, Abdul
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 04 (2025): JULI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan dampak pelatihan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) bagi guru dalam upaya meningkatkan konsentrasi belajar siswa di MIM 01 Ciputat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop, simulasi pembelajaran, penyusunan RPP berbasis NHT, serta pendampingan implementasi di kelas. Hasil pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan sintaks NHT secara tepat. Implementasi model ini di kelas menghasilkan peningkatan signifikan pada konsentrasi belajar siswa, ditunjukkan melalui peningkatan keterlibatan aktif dalam diskusi, kemampuan menjawab pertanyaan, dan daya fokus terhadap materi. Dari sisi guru, terjadi peningkatan kompetensi pedagogik dalam merancang pembelajaran yang lebih partisipatif dan menyenangkan.
Educational Values of Tolerance in the Quran: A Tarbawy Tafsir Perspective Mansir, Firman; Rosele, Muhammad Ikhlas; Busahdiar, Busahdiar; Farihen, Farihen
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 13 No. 1: (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i1.38983

Abstract

This study aims to explain the values of tolerance education in the Qur'an using the tarbawy interpretation approach. Discrimination in social life and the world of education must be eroded so that no one feels better and degrades one another. The results showed that the values of tolerance education are repeatedly mentioned in the Qur'an. This verse's affirmation leads to maintaining differences, respect between religions, and brotherhood because humans are created with different forms to realize unity and know each other. This can also be realized in the world of education between students and other students, teachers and students, and vice versa. The research method used is qualitative in collecting primary and secondary data through a literature analysis process. The data collected are the Ministry of Religion's version of the Qur'an, international and national journals, and several books that are the results of research on tolerance education. Thus, the values of democratic education can create a harmonious life in educational institutions, prosperous and prosperous, without discrimination and dichotomization, respecting each other by building strength together so as to achieve mutual prosperity and a harmonious life.
How to Use Early Childhood Educational Play Tools in Religious Moral Development Centers in Indonesia Farihen, Farihen; Suharsiwi, Suharsiwi; Roshonah, Adiyati Fathu; Herwina, Herwina
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 19 Number 2 November 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v19i1.54291

Abstract

This study aims to evaluate the availability and use of Educational Game Tools (APE) in the center of religious moral development in Early Childhood Education Institution (PAUD) in Indonesia. The data used comes from the 2022 National APE Availability Dapodik system, which records information related to the availability of APE in various provinces. The findings show that APE that focuses on morals and religion (Imtaq) has a lower level of availability compared to other types of APE, with significant differences between regions. Central Java Province recorded the highest number of Imtaq APE, while provinces such as Gorontalo, Riau Islands, Maluku, and Southeast Sulawesi showed very limited availability. In addition, the results of the study showed that private kindergartens tend to have more Imtaq APE than public kindergartens, indicating different priorities in the procurement of learning tools. Various challenges, including teachers' lack of understanding of the use of APE in religious learning, limited school budgets, and the lack of policies supporting the procurement of APE based on morals and religion, were identified in this study. Although APE has a crucial role in learning religious values ​​from an early age, its availability still needs to be improved. Therefore, this study recommends policy support, training for teachers, and innovation in the development of APE Imtaq to improve the effectiveness of religious moral learning for early childhood in Indonesia
SOCIOPRENEURSHIP PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PAKAN IKAN DAN PAKAN TERNAK Gunadi, R. Andi Ahmad; ., Misriandi; ., Farihen; Yusuf, Nidar; Sumardi, Aida; Murdiratno, Herry
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.047 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i3.906

Abstract

Sampah merupakan limbah yang sudah tidak dapat dipakai, memiliki bau aroma yang tidak sedap, dan biasanya dalam kondisi sudah kotor dan keberadaannya sudah tidak pada tempatnya. Dari jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah basah atau organik dan sampah kering atau nonorganik. Gunadi dan Ansharullah (2019:226) Sampah dengan mudah dapat dijumpai di lingkungan rumah tempat tinggal, di lingkungan tempat belajar atau sekolah dan di area wilayah perumahan warga masyarakat. Dalam aktivitas setiap hari, setiap manusia pasti menghasilkan sampah yang dapat dikatagorikan sebagai sampah organik dan sampah nonorganik. Sampah organik adalah limbah yang bisa diurai, misalnya sisa-sisa makanan, daun dan ranting/dahan pohon yang ada di halaman, dan lainnya. Sedangkan limbah nonorganik adalah sampah yang tidak dapat di urai tetapi bisa diolah atau di daur ulang dalam beberapa kali proses, misalnya plastik, kaca, dan sebagainya. Limbah seperti ini jika tidak ditangani dengan benar, dapat mendatangkan musibah bagi mahluk hidup dan lingkungannya. Widawati dkk, (2014-119). Sampah basah dan sampah kering saat ini sudah bisa didaur ulang karena mempunyi nilai ekonomis dan merupakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Dengan mengetahui jenis-jenis sampah diharapkan bisa berkembang menjadi sebuah pemahaman bahwa berbagai sampah yang dihasilkan masyarakat dan ada di lingkungan pemukiman tidak selalu memiliki pengertian tidak baik atau negatif. Sampah-sampah ini dapat dikelola dan diolah dengan baik dan benar sesuai kepentingan manusia. Kita dapat memberikan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman akan manfaat sampah kepada setiap penduduk melalui kegiatan sociopreneurship. Sociopreneurship berasal dari kata social dan enterpreneurship. Sociopreneurship harus dilihat dari makna sosial dan kewirausahaan atau dapat diartikan sebagai kewirausahaan untuk menangani masalahan sosial. Kompetensi dari sociopreneurship adalah bisa membantu mengurangi masalah sosial; harus dapat mencari sesuatu atau membuat perubahan yang lebih baik dan menyelesaikan masalah dengan mengubah sistem, menyebarkan solusi dan meyakinkan orang lain untuk ikut serta dalam melakukan perubahan. Kegiatan sociopreneurship dalam mengolah sampah diharapkan dapat meminimalisir dan meningkatkan pemahaman masyarakat pada sampah menjadi suatu produk yang memiliki manfaat dan mempunyai nilai sosial ekonomi. (Suwatanti dan Widiyaningrum (2017:2). Kegiatan yang sudah dikenal dan diketahui masyarakat dalam mengolah sampah adalah pembuatan pupuk kompos. Pupuk kompos dibuat dari sampah organik dengan bahan dasar daun-daunan dan kotoran hewan ternak, yang diolah supaya terjadi proses keseimbangan antara unsur nitrogen dan unsur karbon yang bisa mempercepat proses pembusukan dan menghasilkan rasio C/N yang ideal. Kotoran ternak yang dihasilkan kambing, ayam, sapi atau pupuk yang dibuat pabrik seperti urea dapat ditambahkan dalam proses pembuatan pupuk kompos. Selain pembuatan pupuk kompos, pada kegiatan sociopreneurship dari sampah organik ini dapat juga dihasilkan pakan ternak, pakan ikan, dan lainnya yang dapat mendatangkan penghasilan bagi yang mengolahnya. Target luaran dari kegiatan sociopreneurship pengolahan sampah, untuk jangka pendek adalah masyarakat mengetahui jenis-jenis sampah. Urgensinya adalah mengetahui jenis-jenis sampah, dapat lebih melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup, diharapkan masyarakat dapat membantu mengurangi dampak negatif dari sampah. Target jangka panjang meningkatnya pemahaman tentang sampah; terjaganya kebersihan dan kesehatan lingkungan dari sampah dan meningkatkan penghasilan masyarakat dari sampah organik yang bernilai ekonomis.
Harmonizing Islam, Culture, and Science Education: Efforts to Prevent the Secularization of Religious and General Knowledge Mansir, Firman; Wadham, Ben; Busahdiar, Busahdiar; Farihen, Farihen; Ikhsan, Muh
Mimbar Agama Budaya Vol. 41 No. 1 (2024)
Publisher : Center for Research and Publication (PUSLITPEN), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v41i1.38908

Abstract

This study aimed to elucidate the Islamic religious values present in science education in schools. Islamic Education (PAI) serves as a benchmark in every aspect of education in schools, particularly regarding the morality of students. Furthermore, Islamic Education is consistently juxtaposed with various other subjects, with the hope that the subjects accompanying it can impart positive values to the students. The research methodology employed was a qualitative approach using a literature review. Descriptive content analysis was utilized to analyze the data, enabling the results to address the research questions. The findings indicate that Islamic values in science education can provide a paradigm regarding the holistic concept of human beings and instill the importance of morality in every learning process for students. Therefore, Islamic content and science education can coexist to achieve good learning quality and cultivate morally upright and virtuous students.
Optimizing the Maintenance and Utilization of Educational Play Tools in Early Childhood Education (Study of the Depok, Tangerang, Bogor) Suharsiwi Suharsiwi; Farihen Farihen; Rohimi Zamzam; Erna Budiarti; Rd. Heri Solehudin; Susilahati Susilahati; Herwina Herwina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6149

Abstract

This study aims to evaluate the maintenance and utilization of Educational Game Tools (EGT) in early childhood education institutions located in Depok, Tangerang, and Bogor, Indonesia. Employing a mixed-methods approach, we collected data from 67 early childhood education teachers across 30 institutions through questionnaires, in-depth interviews, observations, and documentation. The quantitative analysis revealed that the average maintenance score of EGT was 76%, categorizing it as "good." Qualitative insights highlighted key maintenance practices, including routine inspections and prompt repairs, which are essential for ensuring the safety and functionality of the equipment. The findings underscore the importance of effective maintenance strategies in enhancing the educational environment and supporting children's holistic development. Recommendations for improving training programs for educators and increasing government support for EGT procurement and maintenance are also discussed.