Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan antara Work Life Balance dengan Job Hopping pada Karyawan Generasi Z di PT.X Surabaya Oktavianisa, Nur Afni; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p335-346

Abstract

Latar belakang penelitian ini berdasarkan fenomena tingginya perpindahan khususnya pada karyawan generasi Z yang lebih mengutamakan fleksibilitas tanpa mempertimbangkan masa kerja saat ini. Dengan adanya pertimbangan fleksibilitas, karyawan generasi Z mengutamakan adanya keseimbangan antara dua peran atau lebih yang dijalani. Perpindahan pekerjaan yang tinggi akan berdampak langsung pada perusahaan, maka dari itu pentingnya mengetahui faktor-faktor meningkatnya Job Hopping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara Work Life Balance dengan Job Hopping pada karyawan generasi Z di PT.X Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif untuk mengetahui korelasi variabel. Subjek penelitian yang digunakan berjumlah 169 karyawan generasi Z rentang usia 22-30 tahun pada saat ini. Dengan 30 karyawan sebagai subjek uji coba alat ukur dan 139 karyawan sebagai data penelitian utama. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai koefisien korelasi yang diterima adalah -0.722. Berdasarkan nilai koefisien tersebut dapat diinterpretasikan bahwa adanya korelasi yang kuat serta signifikan antara Work Life Balance dengan Job Hopping pada karyawan generasi Z di PT.X Surabaya. Dengan arah hubungan negatif yang memiliki makna bahwa ketika tingkat Work Life Balance yang dirasakan karyawan rendah, maka tingkat Job Hopping karyawan akan tinggi. Berlaku juga sebaliknya, karyawan dengan tingkat Work Life Balance yang tinggi akan memiliki Job Hopping yang rendah. Abstract Background of this study based on the phenomenon of high turnover, especially among generation Z employees who prioritize flexibility without considering the current work period. With the consideration of flexibility, generation Z employees prioritize a balance between two or more roles that are carried out. High job turnover will have a direct impact on the company, therefore it is important to know the factors that increase Job Hopping. This study aims to identify the relationship between Work Life Balance and Job Hopping in generation Z employees at PT.X Surabaya. The research method used is quantitative to determine the correlation of variables. The research subjects used were 169 generation Z employees aged 22-30 years at this time. With 30 employees as test subjects for measuring instruments and 139 employees as the main research data. The results of this study revealed that the correlation coefficient value received was -0.722. Based on the coefficient value, it can be interpreted that there is a strong and significant correlation between Work Life Balance and Job Hopping in generation Z employees at PT.X Surabaya. With a negative relationship direction which means that when the level of Work Life Balance felt by employees is low, the level of employee Job Hopping will be high. The opposite also applies, employees with a high level of Work Life Balance will have low Job Hopping.
Konflik Kerja-Keluarga pada Guru Perempuan yang Sudah Berkeluarga di PAUD Inklusi Sholichah, Fayakun; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p347-359

Abstract

Guru pada sekolah inklusi memiliki tantangan tersendiri dalam mengemban perannya di sekolah. Adanya murid dengan berbagai jenis kebutuhan khusus tentunya membuat guru harus memiliki kompetensi tertentu untuk dapat menjalankan perannya dengan baik. Di samping itu, guru memiliki tanggung jawab untuk mengemban peran di rumah, terlebih guru perempuan yang dianggap bertanggung jawab atas tugas domestik. Hal tersebut membuat guru perempuan mengemban peran ganda, yang memicu munculnya konflik kerja-keluarga.  Penelitian ini berfokus pada gambaran serta solusi yang sudah dilakukan guru perempuan pada PAUD inklusi dalam mengatasi konflik kerja-keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur pada empat subjek dan significant others. Hasil data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, dan terdapat tiga tema besar yaitu time based conflict, strain based conflict, dan behavior based conflict. Ketiga jenis konflik memiliki bobot yang berbeda. Subjek dalam penelitian menunjukkan munculnya konflik kerja-keluarga, dan masing-masing subjek mengemukakan beberapa solusi yang dirasa tepat dalam menangani konflik tersebut. Abstract Teachers in inclusion schools have their own challenges in carrying out their roles in schools. The existence of students with various types of special needs certainly makes teachers must have certain competencies to be able to carry out their roles well. In addition, teachers have the responsibility to carry out roles at home, especially female teachers who are considered responsible for domestic duties. This makes female teachers assume multiple roles, which triggers the emergence of work-family conflict. This study focuses on the description and solutions that have been done by female teachers in inclusion preschool in overcoming work-family conflict. Data collection was conducted with semi-structured interviews on four subjects and significant others. The results of the research data were analyzed using thematic analysis techniques, and there were three major themes, namely time based conflict, strain based conflict, and behavior based conflict. The three types of conflict have different weights. The subjects in the study showed the emergence of work-family conflict, and each subject put forward several solutions that felt appropriate in dealing with the conflict.
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan di PT. X Sasanti, Stevani Hayu; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p532-548

Abstract

Karyawan berperan penting dalam menjalankan berbagai aktivitas perusahaan. Karyawan perlu memiliki kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior guna mendukung kelangsungan perusahaan. Kecerdasan emosional membantu karyawan dalam mengendalikan emosi, menjalin hubungan kerja yang harmonis, serta menangani konflik dengan cara yang tepat. Sementara itu, organizational citizenship behavior mendorong karyawan untuk memberikan kontribusi lebih dari tugas yang dibebankan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior pada karyawan di PT. X. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampling jenuh digunakan dengan melibatkan 38 karyawan tetap di PT. X sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil dari analisis data pada penelitian ini memperlihatkan jika nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior. Peningkatan kecerdasan emosional karyawan akan diikuti oleh peningkatan organizational citizenship behavior. Sementara, rendahnya kecerdasan emosional akan diikuti dengan rendahnya tingkat organizational citizenship behavior yang ditampilkan karyawan. Abstract Employees play an important role in carrying out various company activities. They need to possess emotional intelligence and organizational citizenship behavior to support the sustainability of the company. Emotional intelligence helps employees regulate their emotions, build harmonious working relationships, and handle conflicts appropriately. Meanwhile, organizational citizenship behavior encourages employees to contribute beyond their assigned duties. This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and organizational citizenship behavior among employees at PT. X. The method used in this research is a quantitative approach with a correlational research design. Saturated sampling was used by involving 38 permanent employees at PT. X as respondents. The data analysis technique employed was Pearson product-moment correlation. The results of the data analysis showed a significance value of 0.000 < 0.05. This indicates a significant relationship between emotional intelligence and organizational citizenship behavior. An increase in employees' emotional intelligence will be followed by an increase in organizational citizenship behavior. Conversely, low emotional intelligence will be accompanied by a lower level of organizational citizenship behavior demonstrated by the employees.
Pengembangan Konsep Performance Appraisal dalam Menentukan Pegawai Terbaik: Studi Kasus pada Instansi Pemerintahan Aulia, Agnely Risqy; Halida, Arfin Nurma
Journal Social Society Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.2.2025.801

Abstract

Penilaian kinerja merupakan komponen penting dalam manajemen sumber daya manusia sektor publik, bertujuan mengevaluasi pencapaian kerja dan perilaku pegawai. Namun, sistem e-Kinerja yang bersifat generik sering gagal mencerminkan keberagaman tugas antarunit kerja di instansi pemerintahan, sehingga memicu persepsi ketidakadilan dan menurunkan motivasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem penilaian tambahan berbasis indikator spesifik per bidang, sebagai pelengkap e-Kinerja untuk meningkatkan akurasi identifikasi pegawai terbaik. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan metode studi kasus pada sebuah instansi pemerintah daerah. Subjek penelitian mencakup pegawai di bidang X, dengan data diperoleh melalui keterlibatan langsung peneliti selama magang dari Februari hingga Mei 2024. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif dan studi literatur terhadap kebijakan kelembagaan serta referensi akademik. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola dan membangun narasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator berbasis tugas spesifik meningkatkan akurasi dan persepsi keadilan penilaian. Integrasi penilaian sejawat dan pemberian penghargaan simbolik non-finansial juga terbukti memperkuat motivasi dan kohesi tim. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem penilaian kontekstual merupakan inovasi strategis yang efektif dalam mengatasi keterbatasan sistem generik, sekaligus membangun budaya apresiasi dan pemberdayaan dalam birokrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur penilaian kinerja sektor publik, serta menawarkan pendekatan reformasi mikro yang dapat direplikasi pada konteks organisasi pemerintah lainnya.
PROBLEMATIKA PENCARIAN INFORMASI KEISLAMAN GENERASI MUSLIM MILENIAL Rifauddin, Machsun; Halida, Arfin Nurma
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v5i2.2489

Abstract

Due to the different types of information and access to open Islamic literature, the millennial Islamic community is currently facing various challenges in finding information. This study aims to dig deeper into the problem of finding Islamic information for the millennial Muslim generation through literary studies from books, journals and academic papers. The result is that the problems faced by the millennial Muslim generation are the transition from printed information to digital, the domination of the Internet as a medium for searching for Islamic information in which radical Islamic literature exists. It shows that it is increasing due to open access through and publishers, bookstores, libraries. Low information literacy and anxiety are also barriers to seeking information. The role of the library is very important as information management, providing Islamic information in both printed and digital formats, and initiating open access.Keywords: Information search, Internet, Digital information, Islamic literature, Islamic libraryABSTRAKMasyarakat muslim milenial mengalami berbagai problematika dalam pencarian informasi pada masa ini karena jenis informasi yang beragam dan akses terhadap literatur keislaman yang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau problematika pencarian informasi keislaman bagi generasi muslim milenial secara lebih mendalam menggunakan kajian literatur baik dari buku, jurnal maupun artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi generasi muslim milenial terkait dengan pergeseran informasi cetak ke digital dan dominasi internet sebagai media pencarian informasi keislaman yang didalamnya terdapat literatur keislaman yang bermuatan radikal, juga akses yang semakin terbuka melalui penerbit, toko buku, dan perpustakaan. Kemampuan literasi informasi yang rendah dan kecemasan juga menjadi hambatan dalam melakukan pencarian informasi. Perpustakaan berperan penting dalam menyediakan informasi keislaman baik cetak maupun digital, membuka akses dan sebagai kontrol informasi.
Hubungan antara Perceived Organizational Support dengan Work Life Balance Pada Karyawan Produksi PT.X Fadhillah, Vira Amira; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61605

Abstract

Sumber daya manusia merupakan kompenen penting dalam membantu perusahaan mencapai tujuan organisasi, sehingga menjadi penting karyawan memiliki keseimbangan kehidupan kerja dalam mengatur waktu dengan bijaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perceived organizational support dengan work life balance pada karyawan produksi PT.X. Mengunakan metode kuantitatif kepada 62 karyawan produksi devisi circular loom. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua skala yaitu skala perceived organizational support dan work life balance. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah pearson product moment. Hasil analisis menunjukan signifikansi 0,000 (p>0,05) yang diartikan terdapat hubungan antara perceived organizational support dengan work life balance. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,603 (r=0,603) yang berarti terdapat hubungan positif atau searah dalam kategori kuat. Semakin tinggi nilai perceived organizational support maka akan semakin tinggi juga work life balance karyawan produksi PT.X.
Hubungan Brand Reputation Produk FMCG (Fast Moving Consumer Good) dengan Loyalitas Konsumen Adawiyah, Robiatul Aulia; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n3.p1420-1431

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara brand reputation dengan loyalitas konsumen pada konsumen produk FMCG (Fast Moving Consumer Good) brand pasta gigi X. Metode kuantitatif dipilih dalam penelitian ini. Subjek yang digunakan sebanyak 96 orang subjek yang merupakan konsumen dari brand pasta gigi X yang telah menggunakan minimal satu tahun. Instrumen skala ukur psikologis yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak dua skala, yakni skala ukur brand reputation dan loyalitas konsumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pearson product moment dengan hasil taraf signifikansi sebesar <0,001 (p>0,05) yang memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat signifikan antar variabel brand reputation dengan loyalitas konsumen. Penelitian ini juga melalui uji normalitas skala dengan teknik kolmogorov-smirnov dengan hasil 0,200 untuk variabel brand reputation dan 0,071 untuk variabe loyalitas konsumen. Nilai koefisien korelasi pada penelitian inni mendapatkan hasil sebesar 0,695 (r=0,695) disimpulkan bahwa variabel brand reputation dengan loyalitas konsumen memiliki korelitas yang bersifat kuat dan bersifat positif atau searah.
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Work-Life Balance pada Karyawan di PT. X Tanessa, Valencia Imelda; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p714-729

Abstract

Work-life balance menjadi isu penting dalam dunia kerja, terutama di sektor ritel yang dikenal dengan beban kerja tinggi dan sistem kerja shifting. Salah satu faktor yang berperan dalam pencapaian work-life balance adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan work-life balance pada karyawan di PT. X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik sampling jenuh, yang melibatkan seluruh karyawan tetap di PT. X sebanyak 43 orang. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai korelasi pearson sebesar 0,759. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kecerdasan emosional dengan variabel work-life balance. Semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki karyawan maka semakin tinggi pula work-life balance karyawan. Begitupun sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional yang dimiliki karyawan maka semakin rendah juga work-life balance karyawan. Hipotesis dalam penelitian ini diterima, yakni terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan work-life balance pada karyawan di PT. X. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat mempertimbangkan penyusunan program pelatihan kecerdasan emosional yang terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan serta work-life balance karyawan. Abstract Work-life balance has become a critical issue in the workplace, particularly in the retail sector, which is characterized by high workloads and shift-based schedules. One factor that contributes to achieving work-life balance is emotional intelligence. This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and work-life balance among employees at PT. X. The research employed a quantitative correlational method with a saturated sampling technique involving all 43 permanent employees at PT. X. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation. The results showed a significance value of 0.000 < 0.05 and a Pearson correlation coefficient of 0.759, indicating a significant positive relationship between emotional intelligence and work-life balance. Higher levels of emotional intelligence are associated with better work-life balance, and vice versa. The hypothesis is supported by the findings. The implications suggest that companies may consider implementing structured and continuous emotional intelligence training programs to improve employee well-being and support a healthier work-life balance.
Kajian Literatur: Dampak Work Life Balance terhadap Kinerja Perawat Fadhillah, Vira Amira; Halida, Arfin Nurma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan profesi yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam di Rumah Sakit. Kinerja perawat yang maksimal diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai sasaran instansi rumah sakit. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja perawat adalah keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) sehingga tujuan dilakukan kajian literatur review ini adalah untuk mengetahui dampak work life balance pada kinerja perawat di Indonesia. Berdasarkan kajian literatur review terdapat dua dampak work life balance terhadap kinerja perawat yakni dampak positif seperti meningkatkan kepuasan dan komitmen perawat, produktivitas yang lebih tinggi, kesejahteraan psikologis yang baik, serta sikap profesional dan tanggung jawab. Di sisi lain, ketidakseimbangan work-life balance dapat menyebabkan dampak negatif, penurunan kesehatan fisik dan psikologis, burnout, interaksi sosial yang terganggu, serta kegagalan dalam memenuhi peran ganda. Dampak dari uraian penelitian ini dapat menjadi perhatian instansi untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan keseimbangan kehidupan kerja
Perilaku Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan Khairunnisa, Irene; Halida, Arfin Nurma
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 5 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v5i2.932

Abstract

Every company is required to be able to improve company performance maximally and effectively, especially to improve individual performance. The low quality of human resources will certainly have a negative impact on the company, while successful companies need employees who are willing to do more than just their formal duties and are willing to provide performance that exceeds expectations. The purpose of this research is to determine organizational citizenship behavior in employees. This research was conducted on 72 permanent employee subjects. The research uses a quantitative approach with saturated sampling techniques. The data collection technique uses a questionnaire with measurements based on organizational citizenship behavior variables. The data analysis technique uses descriptive analysis and determines the calculated average for each aspect. The results of data processing show that the minimum value for the organizational citizenship behavior variable is 82.00 with a maximum value of 134.00 and a mean value of 108.36. The standard deviation value is 10.57809. As for aspects of organizational citizenship behavior, the average obtained was the altruism aspect of 3.15. The average courtesy aspect is 3.31. The average sportsmanship aspect is 3.18. The average conscientiousness aspect is 3.21. The Civic Virtue aspect averages 3.09.