Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Digitalisasi Sumber Belajar Interaktif Berbasis QR Code untuk Peningkatan Literasi Siswa SMK Fitria, Rezki Nurma; Halida, Arfin Nurma; Khoiri, Abdul Aziz; Al Faruq, Muhammad Saunan; Auliyah, Rizka; Azzahra, Noer Adila
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v9i4.27717

Abstract

Dalam konteks peningkatan mutu pendidikan vokasi, diperlukan upaya sistematis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing di era digital. Keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi masih perlu ditingkatkan agar digitalisasi pendidikan dapat berjalan optimal. Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelompok Guru Kejuruan SMK Sunanul Muhtadin bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan cara meningkatkan minat baca siswa dan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi pendidikan. Pelatihan dan pengembangan digitalisasi sumber belajar literasi, melalui penerapan QR Code berbasis website, diharapkan dapat membangkitkan minat baca dikalangan siswa serta meningkatkan keterampilan kepada guru dalam menciptakan sumber belajar digital yang interaktif. Metode pelatihan yang disampaikan diantaranya presentasi, diskusi, dan praktik. Hasil pelatihan terdapat peningkatan literasi siswa dari 65% menajdi 85%. Guru juga lebih kreatif dalam menyiapkan sumber belajar digital. Dari sisi manfaat kegiatan ini memiliki dampak terhadap peningkatan literasi siswa. Adapun tindak lanjut dari kegiatan adalah melakukan pendampingan berkelanjutan, mendorong kolaborasi antar guru dalam pengembangan konten, serta melakukan evaluasi dan diseminasi hasil untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif bagi SMK Sunanul Muhtadin Gresik.
MEMBANGUN GENERASI TANGGUH : IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI RESILIENSI BAGI GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Halida, Arfin Nurma; Jannah, Miftakhul; Nurwidawati, Desi; Santosa, Rizky Putra; Nuryananda, Tirta Firdaus
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7837

Abstract

Child development between the ages of 7 and 12 is a crucial phase, vulnerable to academic and social pressures, requiring appropriate intervention to maintain emotional stability. This study focuses on the urgency of strengthening the role of teachers as psychological facilitators through the implementation of a resilience psychoeducation program. Implemented at Warraphat School, Thailand, this community service program aims to equip educators with the competencies to develop resilient character in students. The implementation method employed a systematic, hybrid approach, encompassing initiation, material delivery, practical simulations, and measurable evaluation through pretests and posttests. The intervention results demonstrated significant program effectiveness, evidenced by an 18.9 percent increase in teacher understanding, with the average participant score increasing from 45.6 to 64.5. This improvement indicates that educators have successfully internalized the concept of resilience and mastered practical strategies for applying it in their learning. The main conclusion confirms that resilience psychoeducation effectively transforms the role of teachers from mere instructors to character-building agents capable of creating a supportive educational ecosystem. This is crucial for developing a generation of students who are adaptive, possess good emotional regulation, and are resilient in facing the dynamic challenges of future life. ABSTRAKPeriode perkembangan anak usia 7-12 tahun merupakan fase krusial yang rentan terhadap tekanan akademik dan sosial, sehingga memerlukan intervensi tepat untuk menjaga stabilitas emosi. Penelitian ini berfokus pada urgensi penguatan peran guru sebagai fasilitator psikologis melalui implementasi program psikoedukasi resiliensi. Dilaksanakan di Warraphat School, Thailand, program pengabdian ini bertujuan membekali pendidik dengan kompetensi dalam membentuk karakter tangguh siswa. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan hibrida yang sistematis, mencakup tahap inisiasi, penyampaian materi, simulasi praktik, serta evaluasi terukur melalui pretest dan posttest. Hasil intervensi menunjukkan efektivitas program yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan pemahaman guru sebesar 18,9 persen, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 45,6 menjadi 64,5. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa para pendidik berhasil menginternalisasi konsep resiliensi serta menguasai strategi praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Simpulan utama menegaskan bahwa psikoedukasi resiliensi efektif mentransformasi peran guru dari sekadar pengajar menjadi agen penguat karakter yang mampu menciptakan ekosistem pendidikan suportif. Hal ini krusial untuk mencetak generasi siswa yang adaptif, memiliki regulasi emosi yang baik, dan tangguh dalam menghadapi dinamika tantangan kehidupan masa depan.