Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Seminar dan Workshop Broadcasting untuk Meningkatkan Softskill Siswa SMA Nasima Semarang Arni Ernawati; Erna Zuni Astuti
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.645

Abstract

Softskill merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Penanaman softskill harus dilakukan sejak dini yaitu sejak seorang anak berada diusia sekolah. Ada banyak aspek dari softskill sendiri, yaitu mulai kedisiplinan, kepatuhan, ketertiban dan lain sebagainya. Pada pengabdian kali ini peneliti melakukan pengabdian di SMA Nasima Semarang dengan memberikan seminar atau workshop tentang broadcasting. Materi yang diberikan adalah materi dokumenter dan materi reporter. Materi dokumenter meilputi bagaimana cara membuat karya dokumenter, menyusun skrip film, menyusun gambar dan narasi. Sedangkan untuk materi reporter meliputi materi syarat menjadi reporter dan tugas serta tanggungjawab menjadi seorang reporter. Dengan memberikan seminar atau workshop tentang broadcasting dapat menumbuhkan softskill maupun hardskill tentang dunia penyiaran meliputi pembuatan film dan menjadi seorang reporter bagi siswa SMA Nasima Semarang untuk menjadi bekal kedepannya. Softskill yang diharapkan dari pengabdian ini adalah agar siswa dapat berlatih bertanggung jawab, menjalankan tugas dengan sepenuh hati, menjadi seorang yang pemberani, menjadi seorang yang jujur, dan dapat melatih kedisiplinan bagi siswa.
Pembuatan Video Profil dan Penguatan Promosi PMDK Drumblek Ungaran Kabupaten Semarang Arni Ernawati; Erna Zuni Astuti; Zaenal Arifin
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 6 (2022): December Pages 944 - 1124
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i6.708

Abstract

Drumblek menyuguhkan kolaborasi dari keunikan kostum, gerakan yang menghibur, alunan musik yang asik serta alat-alat dari kreativitas masing-masing grup. Namun, sering perkembangan zaman eksistensi drumblek tidak setenar dulu. Drumblek sekarang kalah bersaing dengan kesenian lain yang lebih mengikuti perkembangan zaman. Faktor sosialisasi dan manajemen juga berpengaruh terhadap eksistensi drumblek. Dibutuhkan pengelolaan atau manajemen yang baik pada komunitas drumblek agar dapat bersaing dan terus menunjukkan eksistensi. sosialisasi dan promosi perlu terus dilakukan untuk memperkenalkan kesenian ini kepada masyarakat. Keberadaan media sosial dapat digunakan untuk membantu melakukan promosi, salah satunya dengan membuat video profil sebagai promosi tentang Drumblek Ungaran. Video promosi memiliki beberapa kelebihan dibanding media promosi konvensional lainnya, yakni memiliki daya jangkau yang luas, menampilkan realita objek, dan dapat diaplikasikan di berbagai macam media digital, seperti televisi, Youtube, website travel, media sosial, dan sebagainya. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk membuat video profil serta penguatan promosi untuk Drumblek PMDK Ungaran. Peneliti memberikan penguatan promosi kepada anggota PMDK Drumblek Ungaran agar bisa mengelola promosi agar lebih baik. Selain itu, peneliti membuat video profil PMDK Drumblek agar PMDK Drumbek Ungaran semakin dikenal luas. Peneliti melakukan pengumpulan data dahulu sebelum melewati proses pembuatan video. Peneliti berhasil membuat video profil PMDK drumblek Ungaran serta melakukan kegiatan pendampingan penguatan promosi pada PMDK Drumblek Ungaran.
Menumbuhkan Minat dan Keterampilan Produksi Film Dokumenter pada Generasi Muda: Pelatihan pada Siswa-Siswi SMA Negeri 3 Kota Semarang Erna Zuni Astuti; Arni Ernawati; Auria F Yogananti; Affandy Affandy
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.818

Abstract

Film dokumenter telah menjadi media yang kuat dalam menyampaikan pesan-pesan penting dan mempengaruhi opini publik. Namun, masih terdapat tantangan dalam menumbuhkan minat dan keterampilan produksi film dokumenter pada generasi muda. Siswa-siswi di SMA masih belum memahami pembuatan film dokumenter, sehingga pelatihan produksi film dokumenter di SMA sangatlah penting untuk mengatasi masalah ini. Dalam membuat film dokumenter ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, di antaranya pra produksi, produksi dan pascaproduksi. Tahapan ini membantu memahami dan mengelola permasalahan yang diangkat dengan seksama, sehingga dapat menghasilkan film yang optimal. Metode yang digunakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), memberikan kesempatan kepada siswa-siswi SMA Negeri 3 Kota Semarang untuk aktif berpartisipasi dalam pengembangan minat dan keterampilan produksi film dokumenter. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman, minat, dan ketrampilan siswa/i dalam proses pembuatan produksi film dokumenter serta memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan pengetahuan. Pengabdi memberi pelatihan kepada siswa/i SMA Negeri 3 Semarang kesempatan untuk belajar dan berlatih secara praktis dalam produksi film dokumenter. Mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung dalam pengambilan gambar, pengeditan, naskah dan penyusunan storyboard film dokumenter.
Peningkatan Keterampilan Menulis Naskah Jurnalistik Radio melalui Pelatihan Berbasis Partisipatif pada Siswa-Siswi SMA Negeri 5 Kota Semarang Ernawati, Arni; Patriantoro, Teguh Hartono; Yulianto, Lukas; Astuti, Erna Zuni; Prasongko, Akbar Bagus; Oktavianto, Damar
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 1 (2024): February, Pages 1-63
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i1.885

Abstract

Keterampilan menulis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu, termasuk siswa-siswi SMA. Keterampilan menulis naskah jurnalistik merupakan salah satu bentuk keterampilan menulis yang penting untuk dikuasai oleh siswa-siswi SMA. SMA Negeri 5 Kota Semarang memiliki program jurnalistik radio, namun masih menemui kendala dalam hal keterampilan menulis naskah jurnalistik radio. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio bagi siswa-siswi SMA Negeri 5 Kota Semarang. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio melalui pelatihan berbasis partisipatif pada siswa-siswi SMA Negeri 5 Kota Semarang. Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan menggunakan metode Pendekatan Participatory Action Research (PAR)" membahas tentang upaya meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio pada siswa SMA Negeri 5 Kota Semarang melalui pelatihan berbasis partisipatif. Metode pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk menekankan partisipasi aktif siswa-siswa dalam proses pengabdian dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis partisipatif dapat meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio siswa SMA Negeri 5 Kota Semarang. Pelatihan ini pengabdi melibatkan siswa dalam proses pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan diri, menyampaikan informasi, dan memecahkan masalah. Dengan demikian, pelatihan berbasis partisipatif dapat menjadi langkah yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio pada siswa SMA Negeri 5 Kota Semarang.
Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Visual Siswa-Siswi melalui Workshop Sinematografi di SMK Negeri 4 Semarang Astuti, Erna Zuni; Ernawati, Arni; Dolphina, Erlin; Asmarani, Rahmanti; Prasongko, Akbar Bagus; Abdullah, Usman Zahid
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 4 (2024): August, Pages 301 - 449
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i4.949

Abstract

Di era digital, keterampilan komunikasi visual menjadi semakin penting. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi visual dan imajinasi siswa-siswi SMK Negeri 4 Semarang melalui workshop sinematografi. Menggunakan metode pendekatan partisipatif, workshop dilaksanakan pada 27 Juni 2024 selama 4 jam di Ruang Aula Utama sekolah, diikuti oleh 30 siswa-siswi kelas XI dan XII jurusan Multimedia. Kegiatan mencakup aspek teoretis dan praktis sinematografi, termasuk pengenalan dasar, teknik pengambilan gambar, pengembangan imajinasi, tahapan produksi film, dan pengenalan software editing. Peserta terlibat aktif dalam pembelajaran praktik langsung pembuatan film pendek. Evaluasi program dilakukan melalui observasi, wawancara, dan forum diskusi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep-konsep dasar sinematografi seperti komposisi gambar, pencahayaan, dan penyuntingan video. Siswa-siswi juga mampu membuat film pendek menggunakan teknik-teknik yang dipelajari. Workshop ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi visual dan dapat menjadi model pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan keterampilan serupa pada siswa-siswinya.
Peningkatan Kompetensi Komunikasi Audio Visual untuk Siswa-Siswi SMK Negeri 4 Semarang melalui Pembelajaran Praktis Sinematografi Ernawati, Arni; Ratnawati, Juli; Widya Laksana, Deddy Award
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1075

Abstract

Dalam era digital yang semakin berkembang, kemampuan untuk berkomunikasi secara visual sangat penting. Di SMK Negeri 4 Semarang, pengabdi melakukan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan sinematografi siswa-siswi jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Program ini melibatkan 35 siswa-siswi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan persiapan awal dan berakhir dengan merenungkan hasil yang dicapai. Siswa-siswi tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang konsep dasar sinematografi seperti sudut kamera, komposisi, dan pencahayaan, tetapi mereka juga mempraktikkan konsep tersebut secara langsung. Siswa memiliki kesempatan untuk membuat karya visual yang kreatif dengan menggunakan peralatan seperti kamera, gimbal, dan tripod. Melibatkan siswa-siswi secara aktif dalam setiap tahap program menggunakan metode pendekatan partisipatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi, tetapi juga melatih mereka untuk bekerja sama dan berbicara dengan orang lain. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan keterampilan teknis siswa-siswi telah meningkat. Oleh karena itu, tidak hanya program pengabdian ini meningkatkan kemampuan siswa-siswi dalam komunikasi audio visual, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan yang semakin kompetitif di dunia kerja, terutama di industri kreatif. Kami berharap program serupa terus dibuat untuk membantu pertumbuhan generasi muda yang inovatif dan kreatif.
Peningkatan Potensi Kegiatan Menggambar Timun Emas melalui Pengembangan Kreativitas Siswa-Siswi Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar Petra Semarang Laksana, Deddy Award Widya; Ernawati, Arni; Dwi Putri, Puri Kusuma; Umaroh, Liya
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1089

Abstract

Pendidikan seni menggambar memiliki peran strategis dalam pengembangan kreativitas anak usia dini, khususnya pada periode kritis perkembangan visual dan motorik halus. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan potensi kegiatan menggambar siswa-siswi kelas 1 & 2 SD Petra Semarang melalui pendekatan pengembangan kreativitas berbasis cerita rakyat Timun Emas. Metode program pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan siswa-siswi, guru dan tim pengabdi, dengan tahapan sistematis meliputi observasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan, penyusunan program dengan tema kreatif, pelaksanaan workshop menggambar menggunakan berbagai media seperti krayon dan cat air, serta evaluasi komprehensif melalui diskusi dengan siswa-siswi, guru, dan orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kreativitas, dengan 85% siswa-siswi berhasil mencapai kategori kreativitas tinggi, dibandingkan sebelumnya yang tidak memiliki siswa-siswi yang menunjukkan kreativitas tinggi. Program Pengabdian Kepada Masyarakat Menggambar Timun Emas Melalui Pengembangan Kreativitas Siswa-Siswi Kelas 1 & 2 di SD Petra memberikan dampak positif dalam pengembangan keterampilan motorik halus, meningkatkan interaksi sosial, membangun kepercayaan diri, dan mendorong ekspresi imajinatif siswa-siswi melalui kegiatan menggambar yang menyenangkan dan bermakna. Program pengabdian kepada  masyarakat membuktikan bahwa aktivitas seni menggambar dapat menjadi instrumen efektif untuk mengembangkan potensi anak secara holistik, mendukung pertumbuhan intelektual, sosial, dan emosional mereka dalam lingkungan pendidikan yang inklusif dan kreatif.
Pelatihan Pembuatan Puppet Tokoh Cerita Tradisi Nusantara Berbasis Stop Motion Bersama Mahasiswa-Mahasiswi Animasi Udinus Semarang untuk Pelestarian Budaya Lokal Laksana , Deddy Award Widya; Ernawati, Arni; Nugraini , Siti Hadiati; Setiawan, Agus; Sari, Wellia Shinta
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1131

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah cerita tradisi Nusantara yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, animasi stop motion menjadi media kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali tokoh-tokoh dalam cerita tradisi Nusantara. Program Pelatihan Pembuatan Puppet Tokoh Cerita Tradisi Nusantara Berbasis Stop Motion bersama Mahasiswa-Mahasiswi Animasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui keterampilan pembuatan puppet. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan komunitas EHM Art Semarang dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil. Peserta memperoleh keterampilan teknis dan pemahaman budaya, sehingga mampu menciptakan produk kreatif bernilai ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta membuat puppet, mendesain karakter, dan menerapkan prinsip animasi stop motion. Selain itu, lebih dari 75% peserta memahami pentingnya melestarikan budaya Nusantara. Testimoni peserta menyoroti manfaat pelatihan dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini membuka peluang komersialisasi puppet sebagai merchandise atau aset animasi independen. Kolaborasi dengan industri lokal memperkuat jejaring pengembangan berkelanjutan. Program ini berkontribusi pada penguatan kurikulum animasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang dengan praktik berbasis budaya. Program ini terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat melalui media kreatif yang inovatif.
Pelatihan Melukis dengan Teknik Air Brush Sederhana untuk Siswa SD Sadeng 2 Semarang Sulaiman, Annas Marzuki; Taufik, Mohamad; Ernawati, Arni; Nugraini, Siti Hadiati; Laksana, Deddy Award Wijaya
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i6.1276

Abstract

Penelitian/Pengabdian Masyarakat ini berlatar belakang pada kurangnya variasi teknik melukis yang diajarkan di sekolah dasar, khususnya di SD Sadeng 2 Semarang, yang berdampak pada keterbatasan eksplorasi kreativitas visual siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan melatih siswa-siswa SD Sadeng 2 Semarang dalam menggunakan teknik air brush sederhana sebagai alternatif metode melukis yang inovatif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat serta keterampilan artistik mereka. Metode pelaksanaan pelatihan ini meliputi tiga tahap utama: 1) Pemberian materi dasar tentang prinsip-prinsip seni lukis dan pengenalan teknik air brush menggunakan alat sederhana (seperti sikat gigi bekas dan semprotan tangan), 2) Demonstrasi dan praktik langsung yang dipandu oleh tim pelaksana, serta 3) Evaluasi hasil karya dan pemberian umpan balik konstruktif. Peserta pelatihan terdiri dari 30 siswa kelas 4 dan 5 yang menunjukkan minat tinggi dalam seni rupa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam antusiasme dan keterampilan teknis siswa. Mayoritas peserta mampu menghasilkan karya lukisan dengan gradasi warna dan tekstur yang tidak dapat dicapai dengan kuas konvensional. Selain itu, pelatihan ini berhasil mematahkan anggapan bahwa teknik air brush adalah teknik yang rumit dan mahal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan air brush sederhana sangat efektif dalam menstimulasi kreativitas, memberikan pengalaman baru dalam eksplorasi media lukis, dan memperkaya kompetensi seni rupa siswa SD Sadeng 2 Semarang. Program ini direkomendasikan untuk diadopsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau penunjang pembelajaran seni di sekolah