Claim Missing Document
Check
Articles

Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda : Metafora Selat Bali dalam Busana Casual Feminim Apriliani, Luh Putu Monita; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1499

Abstract

“Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari cerita rakyat Bali yang memadukan look cassual dengan sentuhan feminim. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada teori keyword berupa laut, intan, ekor, perjudian, dan tongkat. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep selat Bali yaitu transisi warna biru. Melalui perpaduan material utama, yaitu Satin, Toyobo, Tile, dan tile kaku. Proses pengerjaan koleksi Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda Tugas Akhir terdapat pada kain – kain yang dibentuk ruffle sehingga menambah nilai estetika busana.
Jiva Kerta Bavana : Studi Kasus Busana Semi Haute Couture dan Semi Deluxe di CV. De Galuh Supariadi, Ni Wayan; Priatmaka, I Gusti Bagus; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1502

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan busana bergaya edgy feminim yang terinspirasi dari tradisi Gelagar yang berasal dari banjar margatengah, kecamatan Payangan, kabupaten Gianyar. Gelagar adalah salah satu tradisi yang berasal dari banjar Margatengah, Kerta, Payangan, Gianyar, Bali. tradisi ini mengisahkan tentang Panca Pandawa yang dilaksanakan pada hari raya galungan. Gelagar dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya busana ready to wear dan semi couture yang diimplementasikan dengan gaya ungkap analogi berdasarkan 5 kata kunci terpilih yaitu, beras, prada, tuak, kemarau, dan cakra. Proses pembustan busana ini menggunakan metode dari Dr. Tjok Istri Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si yaitu “FRANGIPANI” dengan delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample, Prototype, Dummy, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production Businnes. Ide dari busana ini nantinya diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan mengenai tradisi Gelagar. Serta nantinya busana ini dapat memperkenalkan tradisi Bali kepada masyarakat Indonesia sehingga tradisi Bali tetap lestari.
Samiya Dwi Arcapada : Implementasi Busana Wanita Ready To Wear dan Semi Couture Pada Pertenunan Astiti Setianis, Ni Kadek; Radiawan, I Made; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1504

Abstract

Pertenunan Astiti adalah mitra industri yang bergerak dalam bidang tekstil sebagai tempat melaksanakan praktik kerja lapangan. Pertenunan Astiti dibangun oleh Nyoman Sudira pada tahun 1998 sesuai dengan surat perizinan dari pemerintah. Karna pertenunan astiti belum pernah menggunakan promosi fashion show maka dari itu penulis mengangkat dan membuat pakaian dengan mengkombinasikan bahan dasar Endek untuk diperlihatkan kepada masyarakat luas maka penulis membuat penelitian dengan judul Samiya Dwi Arcapada: Implementasi Busana Wanita Ready To Wear dan Semi Couture Pada Pertenunan Astiti. Tahapan perancangan busana yang penulis terapkan yaitu tahapan proses Design Fashion bertajuk “ FRNGIPANI”, The Secret Steps of Art Fashion ( Frangipani, Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion) oleh Ratna Cora. Tahapan “FRANGIPANI” memiliki 10 tahapan yang sistemtis dalam mengolah sumber ide menjadi sebuah karya. Proses pembuatan busana menggunakan tenun endek akan dikombinasikan menggunakan kain lainnya sebagai bahan penunjang pada busana, dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih sadar akan budaya yang dimiliki dan diharapkan suatu saat nanti agar tenun endek tradisional Bali dapat selalu eksis di tengah era modern.
Nostalgia Rasa : Mengulang Manisnya Kenangan Analogi Kue Putu dalam Busana Feminim Romantic Yunika Dewi, Desak Nyoman; Radiawan, I Made; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1507

Abstract

Kue putu merupakan salah satu jajanan tradisinal indonesia yang memiliki cita rasa lembut, manis dan harum. Kue putu menyimpan banyak kenangan pada masa kecil anak-anak di jaman dahulu sehingga membuat penulis memilih kue putu sebagai ide pemantik yang bertujuan untuk mengingatkan akan kenangan manis yang ditinggalkan kue tradisional di jaman dahulu agar tetap lestari. Tahapan perancangan busana sangat penting dilakukan agar busana yang akan diwujudkan dapat sesuai dengan sumber ide yang telah ditentukan, tahapan perancangan busana yang penulis terapkan yaitu tahapan proses desain fashion bertajuk “ FRNGIPANI”, The Secret Steps of Art Fashion ( Frangipani, Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion) oleh Ratna Cora. Dalam pembuatann karya “Nostalgia rasa : mengulang manisnya kenangan” terinspirasi dari jajanan tradisional kue putu menggunakan gaya ungkap analogi.
The Ribbon Tailed : Analogi Burung Astrapia Ekor Pita dalam Busana Feminim Elegan Apriliyani, Christy Wahyu; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1769

Abstract

“The Ribbon Tailed” adalah judul koleksi busana bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari fauna endemic Papua yang memadukan look elegant dengan sentuhan feminim. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi The Ribbon Tailed menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang akan diuraikan pada teori keyword berupa Batik Sentani Papua, Jambul, Bulu, Gradasi, dan Pita. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep selat Bali yaitu transisi perpaduan warna bergradasi yang lebih dominan dengan warna hitam. Melalui perpaduan material utama, yaitu Maxmara, Tile, Sifon. Proses pengerjaan koleksi The Ribbon Tailed terdapat pada kain – kain yang dibentuk dengan teknik drapping dan lukis prada sehingga menambah nilai estetika busana.
Belida’s Knife Back Is Beautiful : Analogi Ikan Belida dalam Busana Feminine Elegant Nariasih, Kadek Ayu; Radiawan, I Made; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1776

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan busana bergaya feminine elegant yang terinspirasi dari Ikan Belida endemik dari pulau Jawa, pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan namun dalam tugas akhir ini penulis mengambil ikan Belida endemik khas dari pulau Sumatera. Ikan Belida memiliki bentuk tubuh yang menjadi keistimewaannya terletak pada dibagian punggung yang berbentuk seperti punggung pisau dan memiliki bibir monyong dan memiliki warna yang sangat elegan yaitu warna silver dan hitam, dulu ikan ini dijadikan bahan utama pembuatan pempek, namun sekarang sudah tidak lagi dikarenakan mulai punahnya ikan tersebut. Oleh karena itu, penulis mengambil ide pemantik ikan Belida dikarenakan keistimewaan yang dimiliki ikan ini dan dikarenakan mulai punahnya ikan ini, penulis berharap dengan diangkatnya ikan tersebut menjadi ide pemantik dalam karya busana ready to wear deluxe dan semi couture dapat membuat masyarakat tau dengan keberadaan ikan tersebut. Dengan menggunakan tehnik surface design yang merupakan jati diri dari tempat magang yaitu Agung Bali Collection kedalam karya tugas akhir. penulis menciptakan brand yang bernama ‘K A N’ . Metode penciptaan yang digunakan adalah Analogi dan Frangipani. Frangipani adalah delapan tahapan penciptaan meliputi design brief, research and sourching, design development, sampel, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production, dan the business
Bunga Kibut: Beauty of Corpse Flower Handayani, Luh Meri; Radiawan, I Made; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1796

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan busana bergaya feminime romantic yang terinspirasi dari Bunga Bangkai Raksasa/Bunga Kibut yang habitatnya pada saat ini banyak di temukan di hutan Sumatera. Kibut atau bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa, Amorphophallus titanum merupakan tumbuhan dari suku talas- talasan endemik dari Sumatra, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatra) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m. Kibut disebut juga bunga bangkai dikarenakan bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat untuk menyerbuki bunganya. Kibut sering dipertukarkan dengan padma raksasa atau Rafflesia Arnoldii. Jenis - jenis Amorphophallus juga dapat dijumpai pada hutan hujan tropis. Bunga Kibut dipilih sebagai ide pematik dalam penciptaan karya busana ready to wear dan semi haute couture yang diimplementasikan dengan gaya ungkap analogi berdasakan 5 kata kunci terpilih yaitu: Sumatera, mekar, biji, burung rangkong dan kerut. Penciptaan kedua busana ini menggunakan metode dari Dr. Tjok Istri Ratna C.S., S.Sn., M.Si yaitu “FRANGIPANI” dengan delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample, Prototype, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production Businnes. Hasil penciptaan ini nantinya diharapkan menambah refrensi kepustakaan mengenai ilmu fashion dengan teori Bunga Bangkai/Bunga Kibut.
“Kama Thani” Studi Kasus Busana Semi Haute Couture Dan Deluxe Di Pertenunan Astiti Virgyan Yustianti, Ni Putu Nanda; Radiawan, I Made; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1798

Abstract

Barong Landung merupakan warisan budaya leluhur Bali yang sangat unik, Barong Landung muncul dari sebuah urband legend Dalem Balingkang yang berasal dari daerah Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kisah Barong Landung tidak lain merupakan akulturasi budaya yang terjadi di masa lampau saat para pedagang negeri China datang ke pulau Bali untuk berdagang. Hal ini tentunya menjadi warisan budaya yang patut untuk dilestarikan dan patut untuk diceritakan kepada masyarakat luas. Maka dari itu perlu adanya media pengenalan yang menarik menganai kisah ini agar masyarakat tergugah untuk mengetahui hal yang sebenarnya terjadi pada kisah Barong Landung. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), ISI Denpasar mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang di salah satu perusahaan mitra yang telah memiliki kerjasama dengan kampus ISI Denpasar, dan penulis memilih untuk melaksanakan kegiatan magang di Pertenunan Astiti, Klungkung. Pelestarian mengenai urband legend Dalem Balingkang ini dilakukan dengan upaya membuat kain endek tradisional Bali bermotif Barong Landung, yang nantinya kain endek ini akan dijadikan karya busana RTW dan Semi Couture. Keseluruhan busana melewati proses kreatif monumental tekstil dan tahapan proses desain fashion bertajuk “FRANGIPANI”, The Secret Steps of Art Fashion (Frangipani, Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion) oleh Ratna Cora. Tahapan proses desain fashion FRANGIPANI ini meliputi 10 tahapan yang memberikan tahapan sistematis dalam mengembangkan sumber ide Barong Landung ke dalam karya busana RTWD dan Semi Couture.
Amerta: Ucapan Syukur Suku Tengger Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Fesyen Dinata, I Gusti Agung Ayu Diva; Arimbawa, I Made Gede; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 1 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v3i1.2232

Abstract

Penciptaan karya fesyen merupakan suatu aktivitas kompleks yang di dalamnya melalui beberapa tahap, seperti eksplorasi ide untuk memperoleh sumber inspirasi dalam penciptaan karya. Kasada merupakan salah satu intangible heritage berupa tradisi melarungkan sesajen ke kawah Gunung Bromo yang dilakukan oleh masyarakat Suku Tengger. Kasada merupakan peristiwa unik yang masih eksis, dilakukan sebagai simbol rasa syukur dan doa agar Gunung Bromo selalu memberi kedamaian dan hasil bumi yang berlimpah. Kasada dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya fesyen ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture dengan menggunakan trend fesyen 2023/2024 Rural dan style quirky bohemian dalam gaya ungkap metafora yang didasari dengan kata kunci terpilih, didukung dengan metode penciptaan Frangipani dan konsep fesyen berkelanjutan. Koleksi busana ini diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan mengenai Kasada serta dapat memperkenalkan salah satu tradisi Nusantara kepada masyarakat sehingga budaya Nusantara tidak luput dari perhatian masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Naur Penempuh: Metafora Tradisi Mayah Penempuh Dalam Penciptaan Busana Art Off Beat Style Look Romantic Utami, Ni Luh Sri; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 1 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v3i1.2237

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan busana bergaya art off beat romantic yang terinspirasi dari Tradisi Mayah Penempuh yang berasal dari Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Tradisi Mayah Penempuh merupakan kelanjutan upacara setelah melakukan upacara pawiwahan yang dilakukan oleh pihak purusa setelah mampu dalam artian mampu segala hal baik mental dan material yang dilakukan secara turun temurun dan tidak dipaksakan oleh adat, tetapi memang sudah keyakinan dari masyarakat untuk membayar tradisi mayah penempuh. Tradisi Mayah Penempuh dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture yang diimplementasikan dengan gaya ungkap metafora berdasarkan 5 kata kunci terpilih yaitu, melepas penderitaan, bersyukur, perempuan, menikah, pitra rna. Proses pembuatan busana ini menggunakan metode dari Dr. Tjok Istri Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si yaitu “FRANGIPANI” yang terdiri dari 10, namu dalam penciptaan ini hanya menggunakan 8 tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample, Prototype, Dummy, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production Businnes. Ide dari busana ini nantinya diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan mengenai Tradisi Mayah Penempuh. Serta nantinya busana ini dapat memperkenalkan tradisi Bali kepada masyarakat Indonesia sehingga tradisi Bali tetap lestari.