Claim Missing Document
Check
Articles

PATUNG PHOENIX KARYA I NYOMAN NUARTA DALAM BALUTAN URBAN STYLE Prameswari, Luh Irdila; Priatmaka, I Gusti Bagus; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patung Phoenix oleh Nyoman Nuarta mewujudkan representasi artistik yang menawan yang merayakan mitos phoenix, melambangkan kelahiran kembali dan transformasi abadi. Abstrak ini bertujuan untuk merangkum esensi dan signifikansi mahakarya Nuarta, menggali simbolisme rumit,dan proses kreatif dalam sebuah patung menjadi sebuah busana ready to wear, ready to wear deluxe,cuture. Patung burung phoenix Nyoman Nuarta berdiri sebagai bukti keahlian luar biasa dan interpretasi visioner sang seniman. Patung ini menampilkan perpaduan yang harmonis antara estetika kontemporer dan kesenian tradisional Indonesia, memikat penonton dengan bentuknya yang dinamis dan detail yang rumit. Melalui pengerjaan yang sangat teliti, Nuarta mengilhami patung dengan rasa hidup dan vitalitas yang tak terbantahkan, melampaui medium fisiknya untuk membangkitkan emosi dan narasi yang kuat. Phoenix Nyoman Nuarta memiliki pengaruh yang mendalam bagi para penontonnya. Saat pengamat terlibat dengan karya seni, mereka diundang untuk merenungkan perjalanan transformasi pribadi mereka sendiri, menemukan pelipur lara dan inspirasi dalam kemampuan burung phoenix untuk bangkit dari keterpurukan. Patung itu berfungsi sebagai pengingat kuat akan kapasitas manusia yang melekat untuk ketahanan dan potensi tak terbatas untuk pertumbuhan dan kelahiran kembali. Kesimpulannya, patung Phoenix Nyoman Nuarta adalah bukti menakjubkan akan kekuatan seni untuk melampaui batas fisik dan membangkitkan emosi yang mendalam. Melalui pengerjaan yang terampil, penceritaan simbolis, dan hubungan yang mendalam dengan warisan budaya Indonesia, Nuarta menciptakan karya seni menawan yang merayakan siklus kehidupan yang abadi, transformasi, dan semangat phoenix yang abadi
TELLU RONNA SITINRO: KEBERANIAN PERCIKAN SIRAWU SULO DALAM BUSANA BERGAYA CLASSIC ELEGANT Puspita, Ni Komang Mella; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirawu Sulo tradisi tiga tahunan pada pesta panen Desa Pongka Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone. Penentuan waktu pelaksanaan tradisi Sirawu Sulo pada pesta panen Desa Pongka Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone yaitu pertama pemerintah masyarakat Desa Pongka melakukan musyawarah, selanjutnya dilakukan Mattara'esso (Penentuan Hari) dan setelah itu dilakukan pembentukan panitia. Kedua pelaksanaan tradisi Sirawu Sulo, ketiga hari terakhir, bentuk custom Makkalu'kampong dalam tradisi Sirawu Sulo yaitu pertama, pelaku custom Makkalu'kampong adalah Sanro, pemain tradisi Sirawu Sulo serta rombongan masyarakat Desa Pongka, kedua sesajen, ketiga iringan, iringan yang digunakan dalam custom Makkalu'kampong yaitu dua buah gendang, keempat kostum, tempat yang dilakukan custom Makkalu'kampong yaitu kuburan petta Makkuli Lajangnge, kuburan panglima Mabbaranie, bukit dan pusat tugu Desa Pongka.Hal-hal yang dianggap tabu selama perayaan bila dilanggar akan menimbulkan malapetaka. Penciptaan karya busana Prepared to wear luxurious dan haute couture ini ditujukkan untuk mewujudkan busana classic rich dengan tradisi Sirawu Sulo sebagai ide pemantik. Tradisi Sirawu Sulo diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci yang terpilih. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari sepuluh tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Mode dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business.
INCREASING THE VALUE OF BALINESE TEXTILES THROUGH AESTHETIC STORES DISPLAY Darmastuti, Putu Ari; Diantari, Ni Kadek Yuni
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v4i1.665

Abstract

Purpose: Providing education to Balinese traditional textile MSME business activists to be more sensitive in displaying and storing traditional Balinese textile works. Traditional textiles that have value and are the work of Balinese craftsmen would be a shame if they were not cared for and sold optimally. The high interest of consumers has made traditional Balinese textiles a commodity that continues to be sought after and will remain alive as long as Balinese traditions are maintained. Research methods: The creation method uses the Research-Based Design (RBD) method. This method was proposed by Teemu Leinonen, and inspired by design theories. Building design prototypes, emphasizing creative solutions, exploring ideas from various design concepts, continuous evaluation, and developing a design solution are the focus of this RBD methodology. Findings: Three traditional textiles that have high demand in the market, namely endek, songket and geringsing cloth, have different characteristics that influence how they are displayed. Endek cloth is a fairly light woven cloth made from cotton thread and has striking colors related to the display of traditional textiles such as lighting, humidity, and how to organize the placement of conventional cloth. Implications: Through this discussion, we hope it can have a positive impact on conventional textile MSME activists to further increase the selling value of traditional Balinese textiles.
Perancangan Western Fusion Restoran di Seminyak Sebagai Solusi Efisiensi Ruang dan Kapasitas Pengunjung Darmastuti, Putu Ari; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi; Wasista, I Putu Udiyana; Diantari, Ni Kadek Yuni
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v4i1.5381

Abstract

Italian Fusion merupakan restoran yang menghadirkan konsep kuliner khas Italia, tidak hanya melalui sajian makanan tetapi juga atmosfer ruang yang mendukung pengalaman tersebut. Dalam pengabdian ini, pihak mitra menghadapi permasalahan terkait integrasi open kitchen dengan bar dalam satu area, serta keterbatasan kapasitas ruang yang berdampak pada jumlah pengunjung yang dapat dilayani. Oleh karena itu, diperlukan solusi perancangan interior yang mampu mengoptimalkan efisiensi ruang dan meningkatkan kapasitas restoran. Pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertujuan memberikan kontribusi akademik dalam bentuk penerapan ilmu perancangan interior pada tahap konseptual. Metode yang digunakan mencakup beberapa tahapan, mulai dari survey lokasi, wawancara untuk pengumpulan data, hingga penyusunan konsep desain. Hasil akhir berupa gambar konseptual dalam bentuk denah, potongan, perspektif 3D, serta moodboard sebagai referensi pengembangan konsep desain. Desain yang diusulkan menerapkan konsep modern kolonial yang menggabungkan elemen klasik dengan sentuhan kontemporer. Gaya ini dihadirkan melalui pemilihan material, detail arsitektural, serta kombinasi warna dan pencahayaan yang menciptakan suasana elegan namun tetap hangat. Selain itu, perancangan interior berfokus pada optimalisasi tata ruang untuk memastikan sirkulasi yang lebih efisien, kenyamanan pengunjung, serta peningkatan kapasitas restoran. Dengan pendekatan ini, diharapkan pengalaman kuliner yang ditawarkan menjadi lebih unik, nyaman, dan berkesan.
UTILIZATION OF HINDU RELIGIOUS CEREMONIAL GARBAGE IN BALI AS FABRIC DYE Ni Made Santi Udiyani; Ni Kadek Yuni Diantari; Putu Ari Darmastuti
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 2 (2022): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the ceremonial waste of the Hindu community in Bali which can be used as an environmentally friendly textile dye. In carrying out religious ceremonies, the Hindu community in Bali makes offerings such as offerings that cannot be utilized optimally after the ceremony takes place so most of it becomes organic waste. In this study, the waste of Hindu ceremonies in Bali in the form of organic waste will be tested to produce a solution of natural dyes using a pre-experimental method. The pre-experimental method explores the extraction technique of several samples of organic waste with water as a solvent on textile materials, namely cotton cloth. The process of making this natural dye solution goes through three main processes, namely pre-mordant, extraction of dye raw materials, and fixation. Some samples of organic waste found in Hindu religious ceremonies in Bali have plant color pigments such as balsamina purple, red, hydrangea, marigold, pandan leaves, shallot skin, turmeric, and areca nut was extracted to produce a natural color solution. The extraction of the color solution is able to bring out several color tones on textile materials, namely cotton fabrics. Through this research, it is hoped that it can be one of the people’s choices in producing natural color as textile materials that can be produced simply as well as an effort to reduce organic waste produced in Hindu community ceremonies in Bali.
“Grha Locita” Analogi Arsitektur Museum Le Mayeur dalam Penciptaan Karya Busana Bergaya Baroque Sugiartini, Ni Nyoman Ari; Pendet, I Ketut Muka; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 1 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i1.5892

Abstract

Museum le mayeur berdiri karena kisah cinta dari seorang pelukis dan model Lukis. Museum Le Mayeur yang terletak di Sanur Kaja, Denpasar, Bali. Museum ini sah berdiri pada tanggal 28 Agustus 1949, tahun 1932 Le Mayeur pertama kali datang ke Bali dan bertemu dengan Ni Pollok yang sangat cantik dan anggun lalu menjadikanya model dalam lukisannya. Kerjasama antara model dan pelukisnya terjalin sangat erat, yang akhirnya Le Mayeur menikahi Ni Pollok dan menjadikannya karya abadi dari banyaknya lukisan yang dibuat oleh Le Mayeur, Arsitektur yang terdapat pada interior dan eksterior bangunannya juga memiliki keunikan yang khas dengan ukiran-ukiran ornamen Bali yang padat dengan warna mencolok menjadikan inspirasi dari pembuatan karya busana tugas akhir Program Studi Desain Mode dan penulis ingin memperkenalkan Museum Le Mayeur kepada Masyarakat luas dengan nuansa style Baroque dalam 3 kategori busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture yang diwujudkan berdasarkan metode penciptaan karya busana yang bertajuk "FRANGIPANI", The Secret Steps of Art Fashion (Frangipani: Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion).
Architecture and Interior Design as a Reflection of Identity and Social Class: A Case Study of Nyai Ontosoroh’s House in Bumi Manusia Ari Darmastuti, Putu; Yuni Diantari, Ni Kadek; Udiyana Wasista, I Putu
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.621

Abstract

Architecture and interior design not only represent aesthetic and functional aspects, but also act as tools for constructing identity, power, and social class. This study analyzes Nyai Ontosoroh's house in Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia as a representation of social class ambiguity and spatial symbolism in the colonial context of the Dutch East Indies. Through an interdisciplinary approach between literary studies, architecture, and postcolonial theory, this paper explores how the physical form of the house, the division of space, and interior elements become a means of resistance against colonial and patriarchal social structures. Nyai's Indisch-style house, complete with a garden, a carpeted attic, a spacious living room, and a luxurious bathroom, not only reflects high social status, but also becomes an arena for negotiating gender and racial identities. The results of the analysis show that the domestic space in this novel is a "narrative architecture" that contains political and cultural meanings, and reflects a complex and ambivalent colonial reality. This study contributes to the discourse on decolonizing architecture and the importance of reading space as a social text.
The Representation of Nyai Ontosoroh's Character in "Bumi Manusia" within Contemporary Ethnic Fashion Design Yuni Diantari, Ni Kadek; Udiyana Wasista, I Putu; Ari Darmastuti, Putu
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.632

Abstract

This study represents literary characters in contemporary ethnic fashion design, emphasizing the character of Nyai Ontosoroh from Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia. Nyai Ontosoroh was chosen to represent a strong, intelligent indigenous woman who resists colonialism and patriarchy. The purpose of this research is to interpret Nyai's character values into visual clothing forms through a descriptive qualitative approach with textual narrative analysis. Values such as assertiveness, independence, and courage are translated into clothing design silhouettes, the selection of sekar jagad batik motifs, and symbolic color combinations. The influence of 19th-century European fashion is implemented through the distinctive silhouette of the kebaya kutubaru, reflecting Nyai's character as a traditional woman with progressive ideas. This research also applies the principles of narrative fashion, which uses clothing as a medium for conveying stories and cultural values. This paper reveals that clothing design can serve as an effective visual medium for expressing literary narratives and cultural identity. The representation of Nyai Ontosoroh's character through design not only produces aesthetic works but also expands reflective, contextual design practices rooted in local values. This research contributes to the development of an interdisciplinary approach between fashion, literature, and cultural studies in Indonesia's creative sector.
Fabric Slashing Bag: Solusi Kreatif UMKM Fashion Kota Denpasar Mengelola Limbah Tekstil Diantari, Ni Kadek Yuni; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara; Pradnyani Utami, Ni Luh Ayu; Pebryani, Nyoman Dewi; Muda Rahayu, Made Tiartini; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Konte Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3601

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan untuk menangani limbah tekstil berupa kain perca yang dihasilkan dari proses produksi produk fashion UMKM bidang fashion di kota Denpasar melalui pembuatan tas dengan teknik fabric slashing. Selain mengurangi limbah tekstil, produk fabric slashing bag ini juga sebagai sarana dalam mengekplorasi pemanfaatan limbah tekstil sekaligus meningkatkan nilai ekonomis dari limbah tekstil sehingga layak untuk dipasarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data mengenai dampak limbah fashion. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh tahapan yang tepat dalam pelaksanaan pengabdian dan pengolahan limbah fashion dengan kreatif dan bernilai ekonomis bagi UMKM. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui kegiatan pelatihan selama lima hari untuk memahami karakteristik limbah fashion, mengetahui langkah-langkah dalam teknik fabric slashing, menentukan desain  produk, hingga proses pengolahan kain perca menjadi produk fashion yang memiliki nilai ekonomis. UMKM Kota Denpasar di bidang fashion dalam proses produksi menghasilkan limbah tekstil berupa kain perca, jumlah perca yang dihasilkan kian meningkat seiring dengan proses produksi. Kain perca yang tidak diolah menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik UMKM bidang fashion di Kota Denpasar jika menjadi sampah atau limbah tekstil yang dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu diperlukan kemampuan untuk mengolah kain perca agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis melalui kegiatan pelatihan kepada UMKM bidang fashion di Kota Denpasar.
Peningkatan Keahlian Sumber Daya Manusia Bagi Pelaku UMKM Fashion Kota Denpasar Melalui Pelatihan Merajut Diantari, Ni Kadek Yuni; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Rahayu, Made Tiartini Muda; Pebryani, Nyoman Dewi; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Udiyani, Ni Made Santi; Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya; Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun Konte; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy; Mahadewi, Ida Ayu Ari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4500

Abstract

Pelatihan merajut ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya bagi UMKM bidang fashion dikota Denpasar. Pelatihan merajut digagas untuk meningkatkan keahlian bagi UMKM dalam produksi produk fashion yang kreatif dan inovatif sekaligus menambah nilai dari produk fashion sehingga mampu memperluas jangkauan produk yang ditawarkan. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan untu menganalisa data terkait permasalahan yang dihadapi oleh UMKM fashion di kota Denpasar dan ketepatan metode pembelajaran teknik merajut sebagai langkah pelaksanaan pelatihan merajut untuk mewujudkan produk fashion yang kreatif, inovatif serta bernilai ekonomis bagi UMKM. Pelaksanaan pelatihan merajut ini diselenggarakan selama lima hari untuk memahami teknik merajut hingga tercipta produk tas rajutan dengan tiga tahapan yang terdiri dari 1) tahap persiapan yang meliputi identifikasi peserta, penyusunan materi, dan persiapan alat dan bahan; 2) tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan penyampaian materi, pendampingan; 3) tahapan akhir dengan mengadakan evaluasi. Kegiatan pelatihan merajut ini mampu meningkatkan kemampuan SDM pelaku UMKM kota Denpasar khususnya dalam keahlian merajut dasar yang bermanfaat bagi UMKM fashion kota Denpasar dalam mengembangkan produk fashion dengan sentuhan tangan yang unik dan menarik untuk dipasarkan.