Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kajian Struktural Model A. J. Greimas Pada Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Dan Rancangan Pembelajarannya Di Kelas XI SMA Rizal, Atika Ramadhan; Sanjaya, Arip; Solihat, Ilmi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 6.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepastian informasi mengenai siapa tokoh utama dalam novel Bumi Manusia karya Pramodeya Ananta Toer. Penilitian ini dikaji dengan memanfaatkan teori kajian struktural model A. J. Greimas. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan siapa tokoh utama yang memiliki peran dalam membangun hubungan antar hal dalam novel Bumi Manusia karya Pramodeya Ananta Toer, (2) mendeskripsikan skema aktansial dan model fungsional dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, (3) mencari tahu dapatkah novel Bumi Manusia digunakan untuk bahan apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode batat, deskripsi, dan riset kepustakaan. Data dalam penelitian ini yaitu keseluruhan yang didapatkan dari pencatatan objek, peristiwa, serta gejala yang terdapat pada novel Bumi Manusia. Sumber data utama dalam penelitian ini pada novel Bumi Manusia, dengan dibantu buku-buku yang berkaitan dengan teori sastra, serta pustaka lain yang menunjang penelitian ini. Simpulan yang didapat pada penelitian ini yakni: (1) skema aktan dapat digunakan untuk melihat tokoh utama pada novel Bumi Manusia, (2) struktur cerita novel Bumi Manusia berdasarkan skema aktan mempunyai struktur cerita yang banyak dan bermacam-macam, (3) Novel Bumi Manusia karya Pramodeya Ananta Toer dapat dijadikan sebagai bahan apresiasi sastra di SMA.
SIMBOLISME BANGUNAN JAM GEDE JASA SEBAGAI IKON BARU TANGERANG: KAJIAN ETNOPEDAGOGI BERNILAI BUDAYA SERTA IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Solihat, Ilmi; Muhyidin, Asep; Leksono, Suroso Mukti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam setiap kode-kode yang ditonjolkan serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan kajian semiotika Peirce seorang filsuf dari Amerika yang menandaskan bahwa tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya memiliki hubungan sebab-akibat dengan tanda-tanda atau karena ikatan konvensional dengan tanda-tanda tersebut. Melalui kajian semiotika Peirce dapat mengungkapkan bagaimana makna, ide, serta nilai-nilai tertentu yang disosialisasikan lewat karya seni. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskripsi. Data yang diperoleh dengan cara observasi objek Bangunan Jam Gede Jasa, metode cakap, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada informan terpilih yang diasumsikan mengetahui seluk-beluk didirikannya bangunan Jam Gede Jasa Kota Tangerang Provinsi Banten beserta kandungan nilai ikon kotanya. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Jam Gede Jasa makna kata berasal dari Bahasa Sunda Tangerang yang berarti sangat besar sekali, bangunan tersebut berbentuk gear memiliki makna sebagai kota Industri, dan tinggi bangunan 17 meter menandakan tanggal kemerdekaan negara Indonesia. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dari temuan ini adalah pentingnya pemahaman konteks budaya dan sejarah dalam bahasa. Dengan mengetahui asal usul dan makna simbolik dari suatu kata atau objek, siswa dapat mengembangkan keterampilan membaca dan memahami teks yang kaya akan nilai historis dan budaya. Kata kunci : Simbolisme, Jam Gede Jasa, Kajian Etnopedagogi, Nilai Budaya
Kajian Toponimi Penamaan Desa di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten Alifah, Alifah; Rosidin, Odin; Solihat, Ilmi
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 26, No 1 (2025): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra (in procces)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v26i1.pp348-364

Abstract

This journal explores the intersection of ethnolinguistics and toponymy, focusing on the naming conventions of villages in the Cimanuk District. The methodology employed in this research is ethnolinguistic with a descriptive qualitative approach. This method is particularly effective for understanding the nuances of language as it relates to cultural and social contexts. Intralingual matching is data analysis method focuses on analyzing the differences in linguistic elements, particularly phonological and lexical differences. The study categorizes the names based on grammatical units and their origins, revealing a total of 11 data points divided into monomorphemic (3 data) and polymorphemic (8 data) names. The analysis highlights that the naming process involves compounding, which is a significant aspect of word formation in language. The findings indicate that the names can be grouped into two aspects based on their origins: manifestation aspects (6 data) and societal aspects (5 data). This dual approach not only enriches the understanding of local culture but also emphasizes the importance of preserving cultural heritage through language.Keywords: Toponymy, Village Naming, Cimanuk, Grammatical Units
Lekiskon dalam Upacara Pernikahan Adat Sunda Huap Lingkung dan Sawer Panganten di Kabupaten Pandeglang: Kajian Etnolinguistik Karimah, Nurul; Rosidin, Odien; Solihat, Ilmi
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 26, No 1 (2025): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra (in procces)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v26i1.pp146-163

Abstract

This study discusses the lexicon in Sundanese traditional wedding ceremonies in Kabupaten Pandeglang. This research aims to describe the lexicon and cultural meaning in traditional Sundanese wedding ceremonies Huap Lingkung and Sawer Panganten in Kabupaten Pandeglang. This research is expected to be a source of knowledge related to the lexicon of Sundanese traditional marriage so that these customs can continue to be preserved. The research method is a qualitative method with an ethnolinguistic approach. Data was collected through participant observation and in-depth interviews. The source of data in this research is a transcription of the recording of the researcher’s interviews with informants related to the lexicon and cultural meaning of traditional Sundanese wedding ceremonies. Based on the results of participant observation and in-depth interviews, the findings in this research included 24 data. The results of the research were 23 data found which were broken down into 12 lexcion data in the Sundanese traditional wedding ceremony Huap Lingkung which consisted of (1) monomorphemic words totaling 4 data; (2) polymorphemic words totaling 1 data; (3) verbal phrases totaling 4 data; and (4) nominal phrases totaling 3 data and 11 lexicon data in the Sundanese traditional wedding ceremony Sawer Panganten which consisted of (1) monomorphemic words totaling 5 data; (2) polymorphemic words totaling 1 data; (3) verbal phrases totaling 1 data and (4) nominal phrases totaling 4 data.Keywords: ethnolinguistic. lexicon, cultural meaning, Sundanese society
MAKASSAR LANGUAGE AND SELAYAR LANGUAGE COMPARATIVE HISTORICAL COMPARATIVE LINGUISTIC REVIEW: LEXICOSTATISTICS Solihat, Ilmi; Muldawati, Muldawati
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 2 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v12i2.18583

Abstract

Makassar and Selayar languages are assumed to have a gap in kinship. Whereas, in reality, the two languages are not completely identical. The purpose of the study is to analyze Makassar and Selayar languages from the level of kinship and time of separation, influencing factors, and their limitations. The researcher usesmixed methods. Quantitative methods through lexicostatistics techniques and grotochronology techniques, while qualitative methods are used for data collection techniques using listening, recording, and recording techniques and interviews with informants. Primary sources in the form of MS speaker informants aged 60 years, DM aged 58 years, and aged 50 years, from these informants validated from secondary sources, namely the Swadesh vocabulary list and the Makassar and Selayar language dictionaries. Data analysis in this study by applying the steps that must be used in comparative historical research. The results of kinship 64.5% of the kinship level falls into the category of family language levels(family). Mean while, the results of calculating the separation time in centuries are included in the category of Language Dialect levels. (Dialect of language) because the separation time is 360 years in the 0-5 century classification. Factors that influence kinship such as origin and history, cultural influences, structural differences, language use and maintenance. Limitations require considerations such as language borrowing, careful analysis of cognates and consideration of historical language contact, as well as language change.
Stereotip Gender dalam Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo: Kajian Feminisme serta Penyusunan Modul Ajar di SMA Sagaravil, Sita; Hadiansyah, Firman; Solihat, Ilmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk stereotip gender dan feminsime yang terdapat dalam novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kutipan atau dialog yang terdapat bentuk stereotip gender dan feminsime. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 20 data yang meliputi 12 data stereotip gender dan 8 data feminisme. Secara rinci data mengenai bentuk stereotip gender, diantaranya adalah perempuan dianggap lemah sebanyak 2 data, perempuan dianggap emosional sebanyak 2 data, perempuan dianggap keibuan sebanyak 2 data, perempuan bertugas mengelola rumah tangga sebanyak 2 data, perempuan bertugas melayani suami sebanyak 2 data, dan perempuan sebagai objek seks sebanyak 2 data. Selanjutnya, data mengenai bentuk feminisme diantaranya adalah diskriminasi sosial sebanyak 2 data, pelecehan seksual sebanyak 2 data, kekerasan seksual sebanyak 2 data, dan eksploitasi perempuan sebanyak 2 data. Hasil analisis dan temuan pada penelitian ini dimanfaatkan untuk menyusun modul ajar di SMA.
Gamifikasi Wordwall Bagi Guru Bahasa Indonesia SMP untuk Pembelajaran Pasca Covid-19 Devi, Ade Anggraini Kartika; Solihat, Ilmi
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi November 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i1.123

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak terbatas hanya pada saat pandemi Covid-19, tetapi juga pascapandemi. Kebiasaan belajar dengan penggunaan teknologi saat pandemi menjadi peluang yang harus disikapi bijaksana oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan sama. Saat ini, peserta didik tingkat sekolah menengah pertama merupakan generasi Z sehingga guru abad 21 harus menciptakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan preferensi mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan gamifikasi Wordwall kepada guru Bahasa Indonesia SMP. Metode pelaksanaan terbagi atas dua tahap utama, yakni (1) perencanaan dan  (2) pelaksanaan yang meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan gamifikasi Wordwall kepada guru Bahasa Indonesia SMP berjalan dengan lancar. Partisipasi guru dalam kegiatan pelatihan tampak dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Guru berhasil membuat Wordwall sesuai tujuan pembelajaran yang juga dapat dikaitkan dengan konteks kearifan lokal. Pada akhir kegiatan, guru dapat menyampaikan rencana aksi pemanfaatan Wordwall dalam pembelajaran di kelas, yaitu guru hendak mencoba templat labirin dan hendak memanfaatkan Wordwall pada pokok materi kata baku. Dari hasil pelatihan, guru dapat menggunakan Wordwall untuk pembelajaran Bahasa Indonesia.
UJARAN KEBENCIAN NETIZEN PADA KOLOM KOMENTAR DI INSTAGRAM BEM KBM UNTIRTA TAHUN 2022 (KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK) Lestari, Desti; Firmansyah, Dodi; Solihat, Ilmi
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Agustus 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v4i3.1449

Abstract

This research is a qualitative descriptive study. The purpose of this study is to: (1) describe the form and meaning of hate speech by netizens in the comments column on Instagram BEM KBM Untirta in 2022, (2) describe the language units of hate speech by netizens in the comments column on Instagram BEM KBM Untirta in 2022. Data sources on this research is the language in Instagram social media that contains elements of hatred, the social media is Instagram BEM KBM Untirta from July to August 2022. Other sources include books, journals, which are relevant to research, and can corroborate data. The instrument in this study was a form of documentation using the screen capture method, literature study, reading and note taking. The data analysis method used in this study is the equivalent method. The collection of data used in this study uses investigator trigulation. Based on the analysis, the forms of utterances of language hatred on the Instagram social media of BEM KBM Untirta in 2022 are insults and defamation. Based on the form of language, grammatical units that indicate hate speech in a text can be in the form of words, phrases, clauses, and sentences. Lexical meaning is the meaning of linguistic form which is free from context. Grammatical meaning is the meaning of a linguistic form that is bound by context. The meaning of words, phrases, clauses and sentences will be different if the context is also different.
INTERFERENSI DAN PEMBUKTIAN BAHASA BUGIS PADA TATARAN VOKAL DAN KONSONAN Muldawati, Muldawati; Solihat, Ilmi; Wahid, Farid Ibnu; Devi, Ade Anggraini Kartika
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan vokal dan konsonan serta interferensi bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia yang kerap memberikan kekeliruan dalam penafsiran antara B1 dan B2. Tujuan penelitian ini yaitu menyelidiki jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis, mencari perbedaan jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia, serta menganalisis interferensi yang ada dalam bahasa Bugis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak catat dengan menerapkan pengucapan responden terhadap kata-kata yang telah disiapkan oleh peneliti. Data dalam penelitian ini berupa penemuan, verifikasi dan penyelidikan. Berdasarkan data pembuktian yang diperoleh dari responden selama ini membuktikan bahwa: (1) dalam bahasa Bugis terdapat fonem vokal sebagai berikut: /u/, /Ø/, /o/, /i/, /e/, / a/ dan fonem konsonan /w/, /b/, /f/, /t/, /k/, /c/, /p/, /h/, /m/, /n/ dan /Ɉ/ (2 ) Interferensi fonologi bahasa Bugis dalam bahasa Indonesia yang terjadi pada tataran vokal yaitu perubahan vokal dan bidang konsonan yaitu perubahan konsonan berupa penambahan bunyi konsonan, penghilangan bunyi konsonan, dan penggantian bunyi konsonan.Kata Kunci: Interferensi, Vokal, Konsonan, Bugis
Tindak Tutur Direktif dalam Dialog Film Sweet 20 Sutradara Ody C. Harahap dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Fachrunnisa, Dine Ayu; Juansah, Dase Erwin; Solihat, Ilmi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10485309

Abstract

This study aims to describe the form and function of directive speech acts in the dialogue of the film Sweet 20 directed by Ody C. Harahap which is then implicated in learning in senior high school. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The data were analyzed using the free-involved listening technique and the note-taking technique. The findings of the data generated in this study as a whole amounted to 41 data on the form of directive speech acts and their functions. Data on the use of directive speech acts can be broken down as follows: (1) the form of command directive speech acts as much as 8 data; (2) form of request directive speech act as much as 15 data; (3) the form of directive solicitation speech acts as much as 5 data; 4) the form of directive advice speech acts as much as 5 data; 5) the form of critical directive speech acts as much as 3 data; and (6) form of prohibitive directive speech act as much as 5 data.