Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sosialisasi Penurunan Tekanan Darah dengan Terapi Komplementer Herbal “TeJiMa” dan Senam Hipertensi Susanto, Bela Novita Amaris; Megananda, Nadya Karlina; Aderita, Novi Indah; Susanto, Nindita Clourisa Amaris
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13063

Abstract

ABSTRAK Hipertensi termasuk kategori penyakit muncul dengan gejala maupun tanpa gejala. Biasanya, penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami hipertensi sampai menyadari adanya komplikasi hipertensi. Kelalaian pengobatan maupun pengobatan yang tidak teratur menjadi salah satu penyebab sulitnya hipertensi dikendalikan. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan sosilisasi ke masyarakat penderita hipertensi tentang terapi komplementer dengan konsumsi minuman herbal dan senam hipertesi. Metode yang digunakan adalah sebelum dan sesudah sosialisasi dilakukan pengecekan tekanan darah, dilanjutkan kegiatan berupa terapi aktivitas senam bersama, setelah itu dilakukan sosialisasi dan minum bersama “TeJiMa”, dilanjutkan dengan manjawab pertanyaan dari peserta. Capaian keberhasilan kegiatan ini yaitu peserta terlihat fokus mendengarkan dan mengikuti kegiatan, terdapat penurunan tekanan darah setelah konsumsi minuman herbal “TeJiMa” dan senam hipertensi. Harapannya bagi penderita hipertensi dapat menjadikan minuman herbal “TeJiMa” sebagai terapi tambahan dalam penatalaksanaan penurunan tekanan darah. Kata Kunci: Hipertensi, Bunga Telang, Jintan Hitam, Senam Hipertensi  ABSTRACT Hypertension is a category of disease that appears with or without symptoms. Usually, sufferers do not realize that they have hypertension until they become aware of the complications of hypertension. Neglect of treatment or irregular treatment is one of the reasons why hypertension is difficult to control. The aim of this activity is to provide outreach to people suffering from hypertension about complementary therapy by consuming herbal drinks and hypertension exercises. The method used was before and after the socialization, blood pressure was checked, followed by activities in the form of group exercise therapy activities, after that socialization was carried out and drinking with "TeJiMa", followed by answering questions from the participants. The success of this activity was that the participants seemed focused on listening and participating in the activity, there was a reduction in blood pressure after consuming the herbal drink "TeJiMa" and hypertension exercises. The hope is that hypertension sufferers can use the herbal drink "TeJiMa" as additional therapy in the management of lowering blood pressure.Keywords: Hypertension, Butterfly Flower, Black Cumin, Hypertension Gymnastics
Edukasi implementasi manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor Susanto, Bela Novita Amaris; Susanto, Nindita Clourisa Amaris; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22474

Abstract

Abstrak Kompres hangat atau hidroterapi bisa menjadi salah satu pengobatan komplementer untuk penurunan nyeri asam urat. Pemanfaatan bahan herbal seperti daun kelor dapat digunakan untuk kompres hangat pada bagian yang terasa nyeri. Daun kelor dipercaya dapat menurunkan nyeri asam urat karena mengandung flavonoid dan pterigospermin. Masyarakat Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri, tidak menyadari jika kadar asam urat tinggi dan baru menyadari ketika sudah terasa nyeri. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor. Dengan adanya pengetahuan tentang penatalaksaan nyeri dengan kompres hangat daun kelor, diharapkan masyarakat yang menderita nyeri akibat asam urat akan semakin paham sehingga dapat bersedia untuk melakukan secara rutin dan mandiri tindakan kompres hangat daun kelor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8-9 Maret 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang ibu-ibu Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik yaitu mengalami peningkatan sebesar 66,6% dan 93% peserta dapat mendemonstrasikan ulang cara kompres hangat daun kelor secara benar. Kompres hangat daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai terapi pendamping dalam penatalaksanaan nyeri akibat kadar asam urat tinggi. Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan pad acara kompres hangat daun kelor, peserta dapat menerapkan pada diri sendiri sehingga nyeri yang dialami dapat berkurang. Kata kunci: asam urat; daun kelor; kompres hangat; nyeri; penyuluhan Abstract Warm compresses or hydrotherapy can be a complementary treatment for reducing gout pain. Utilizing herbal ingredients such as Moringa leaves can be used as a warm compress on the painful area. Moringa leaves are believed to reduce gout pain because they contain flavonoids and pterygospermin. The people of Badran Village, RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency, are not aware that their uric acid levels are high and only realize it when they feel pain. The aim of this activity is to increase people's knowledge and skills regarding pain management in gout sufferers through warm compresses of Moringa leaves. With knowledge about managing pain with warm Moringa leaf compresses, it is hoped that people who suffer from pain due to gout will understand more so that they will be willing to carry out warm Moringa leaf compresses regularly and independently. The activity was held on March 8-9 2024 with 30 participants, women from Badran Village RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency. The results of the activity, namely the comparison before and after the activity, showed an increase in the number of participants in the good knowledge category, namely an increase of 66.6% and 93% of participants were able to demonstrate again how to properly compress Moringa leaves. Warm compresses from Moringa leaves can be used as companion therapy in managing pain due to high uric acid levels. It is hoped that there will be an increase in knowledge at the Moringa leaf warm compress event, participants will be able to apply it to themselves so that the pain they experience can be reduced. Keywords: counseling; gout; moringa leaves; painful; warm compre
Pengaruh Media Penyuluhan dengan Metode Demonstrasi terhadap Pengetahuan ibu-ibu PKK tentang Pentalaksanaan Hipertensi dengan “TERAS” Bela Novita Amaris Susanto; Tika Indrasari; Nadya Karlina Megananda; Ratna Setiyaningsih
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.763

Abstract

Hipertensi adalah kondisi yang tidak menular dan prevalensinya terus meningkat di tingkat global dan nasional, yang dipengaruhi oleh perubahan epidemiologi, gaya hidup yang tidak sehat, serta tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah. Edukasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, dan salah satu cara yang lebih efektif adalah melalui metode demonstrasi dibandingkan dengan metode yang biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penyuluhan dengan metode demonstrasi terhadap pengetahuan para ibu dalam PKK mengenai pengelolaan hipertensi dengan pendekatan “TERAS” (terapi tertawa, minuman serai, dan senam hipertensi). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan pre-experimental dengan menggunakan satu kelompok dengan pretest dan posttest. Terdapat 22 responden dalam sampel yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 25 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,912). Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (59,1%), yang kemudian meningkat menjadi baik (77,3%) setelah intervensi dilaksanakan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,95 menjadi 21,09, dengan p value = 0,000 (p < 0,05). Sebagai kesimpulan, metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan disarankan sebagai strategi untuk edukasi kesehatan di masyarakat.