Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Wanatani

Pengaruh Aplikasilarutan Pestisida Ekstrak Serai Wangi dan Bawang Putih terhadap Serangan Hama Kutu Daun (Aphis gossypi) pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) Ulfa Novita Sari; Mutmainnah, Mutmainnah; Masluki, Masluki
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.236

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan konsentrasi ekstrak serai wangi dan bawang putih terhadap serangan hama kutu daun pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Jalan Lamaranginang, kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. mulai Pada bulan Desember sampai Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Sehingga terdapat 20 unit percobaan. setiap unit percobaan terdiri atas 2 sampel tanaman terdapat 40 unit tanaman. Adapun perlakuan P0 = tanpa perlakuan, P1= ekstrak serai wangi 30 ml/L dan bawang putih 30ml/L, P2 = ekstrak serai wangi 40ml/L dan bawang putih 40ml/L, P3 = ekstrak serai wangi 50ml/L dan bawang putih 50ml/L, P4 = ekstrak serai wangi 60ml/L dan bawang putih 60ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian ekstrak serai wangi dan bawang putih menunjukkan persentase mortalitas tertinggi pada perlakuan P4 (60ml/L) dengan rata-rata 85 %. P4 (60ml/L) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata 18,72%. Hal ini diduga konsentrasi ekstrak seari wangi dan bawang putih 60ml/L air memiliki kepekatan yang tinggi sehingga zat bioaktif yang dikandungnya mampu menekan populasi hama kutu daun pada tanaman cabai rawit.
Pengaruh Konsentrasi A-B Mix dan Frekuensi Irigasi Tetes Hidroponik Duck Backet Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis Melo L.) Imam Arrasyid; Masluki, Masluki; I Nyoman Arnama
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.306

Abstract

Pengaruh Konsentrasi A-B Mix dan Irigasi Tetes Hidroponik Duck Backet Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan dosis yang efektif dalam pemberian nutrisi A-B Mix terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Cokraminoto Palopo, Jalan Lamaranginang, Kelurahan Batu Pasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo pada Bulan 05 April sampai 05 Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil tidak ada perlakuan yang menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah, berat buah dan diameter buah. Hal ini diduga karena kurangnya cahaya sinar matahari yang diterima oleh tanaman sehingga menyebabkan etiolasi pada tanaman. Hal Tersebut sangat berpengaruh pada proses fotosintetis pada tanaman sehingga belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman melon.
Karakteristik Kimia Biochar Limbah Sagu dan Potensinya sebagai Amelioran Tanah Ultisol Masluki, Masluki; Mutmainnah, Mutmainnah; Erni Firdamayanti
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v5i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi biochar limbah sagu sebagai bahan amelioran yang dapat meningkatkan kesuburan dan struktur tanah Ultisol secara berkelanjutan. Sampel kulit batang sagu di peroleh dari kebun sagu Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Pengujian bahan biochar kulit batang sagu menggunakan metode spektrum intensitas sinar XRF (Fluoresensi Sinar-X) yang dilaksanakan pada laborarorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang. Data hasil pengukuran berupa spektrum intensitas sinar XRF Metode Fundamental Parameters (FP) : Program FP digunakan untuk menghitung intensitas garis sinar-X yang dipilih setelah pemrosesan data, yang kemudian digunakan untuk menentukan konsentrasi unsur kimia dalam biochar. Biocharkulit batang sagu lebih potensial untuk ameliorasi tanah asam, sedangkan biochar ampas sagu lebih cocok untuk mendukung perbaikan struktur tanah dan ketersediaan kalium bagi tanaman.
Respons Pemberian Pupuk Gandasil D terhadap Pertumbuhan Beberapa Klon Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Muhammad Naim; Masluki, Masluki; Khoirul Hermawan
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi efektif pupuk Gandasil D terhadap pertumbuhan bibit kakao klon MCC 02, BB 01 dan S2. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Rampoang Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Kelurahan To’ Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo, pada bulan Juni – Agustus 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis klon (K) dan faktor kedua adalah Gandasil D (G). Penelitian ini terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga dalam penelitian ini terdapat 36 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 2 sampel tanaman sehingga terdapat 72 sampel tanaman. Adapun percobaan yang digunakan yaitu : K1G0 = klon MCC 02 tanpa perlakuan, K1G1 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K1G2 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K1G3 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K2G0 = klon BB 01 tanpa perlakuan, K2G1 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/ 100 ml air pertanaman , K2G2 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K2G3 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K3G0 = klon S2 tanpa perlakuan, K3G1 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K3G2 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K3G3 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk Gandasil D terhadap beberapa klon bibit kakao menunjukan hasil berbeda nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan G1 (Gandasil D 0,5 g/100ml air pertanaman) merupakan konsentrasi Gandasil D yang efektif untuk pertumbuhan bibit kakao, dengan rata-rata tinggi tanaman 54 cm, diameter batang 5,8 mm, jumlah daun sempurna 9,9 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai. Perlakuan klon kakao menunjukan hasil berbeda nyata pada tinggi tanaman. Perlakuan K2 (Klon BB 01) merupakan klon kakao yang menunjukan pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata tinggi tanaman 58,81 cm, diameter batang 6,1 mm, jumlah daun sempurna 10,8 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai.