Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Tipe Teams Games Tournament Berbantuan Kahoot! Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Negeri 27 Jakarta Siahaan, Yushak William; Murdiyanto, Tri; Meidianingsih, Qorry
JURNAL RISET PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Riset Pembelajaran Matematika sekolah
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpms.082.08

Abstract

Siswa masih kurang memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang efektif, seperti yang terlihat ketika mereka mencoba memecahkan masalah non-rutin. Kemudian, mayoritas pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah cenderung berpusat pada guru atau menggunakan pembelajaran konvensional. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, diperlukan model pembelajaran dan media yang mendorong partisipasi aktif mereka yaitu TGT dan Kahoot!. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Kahoot! terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Metode yang digunakan adalah metode quasi-experiment dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 27 Jakarta yang terdiri dari XI-1 hingga XI-7. Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel penelitian yaitu siswa kelas XI-1 dan XI-2 di SMA Negeri 27 Jakarta. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa diukur menggunakan instrumen penelitian berupa lima soal uraian pada materi peluang, yaitu kaidah pencacahan, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Kesulitan materi peluang terdapat pada pembuatan model matematikanya. Hal ini disebabkan soal-soal peluang merupakan soal non-rutin yaitu memuat masalah yang membutuhkan kemampuan berpikir dan bernalar lebih tinggi, sehingga siswa harus mampu memahami isi dari permasalahan yang diselesaikan. Dengan demikian, materi peluang memerlukan perhatian lebih sebagai sarana untuk melatih dan mengasah kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Mann Whitney U dengan taraf signifikansi  didapat bahwa nilai  yaitu  sehingga keputusannya adalah menolak . Dengan demikian, rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Cooperative tipe TGT berbantuan Kahoot! lebih tinggi dari rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, model Cooperative tipe TGT berbantuan Kahoot! tepat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI di SMA Negeri 27 Jakarta pada materi peluang. Berdasarkan nilai Cliff’s Delta (
Efektifitas Pelatihan Materi Statistika Dasar bagi Guru SMA untuk Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik Santi, Vera Maya; Muhammad Rafli; Zahrah Hashifah; Widyanti Rahayu; Dian Handayani; Ria Arafiyah; Suyono; Bagus Sumargo; Tri Murdiyanto; Siti Rohmah Rohimah; Dania Siregar; Faroh Ladayya
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/bakti.5.1.70-77

Abstract

Kurikulum Merdeka yang diterapkan di Indonesia menekankan pada pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan inovatif, sehingga mengharuskan guru untuk memiliki kompetensi yang lebih tinggi dalam penguasaan mata pelajaran, termasuk statistika. Namun, banyak guru yang kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum ini dan menyiapkan bahan ajar karena kurangnya referensi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan yang dirancang untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memberikan referensi tambahan untuk membuat bahan ajar statistika. Pelatihan ini melibatkan 24 guru SMA dari kelompok MGMP Matematika Sukabumi. Berdasarkan analisis uji-t berpasangan terhadap hasil pre-test dan post-test, nilai p-value (0,00) lebih kecil dari α (0,05), yang mengindikasikan bahwa pelatihan ini secara signifikan dan efektif, mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan guru dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta didik.