Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Permainan Engklek Utari, Ella Ramadani Ritonga; Hariyanti; Lutfiah Aini; Wahyuni; Khadijah
CERDAS - Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.755 KB) | DOI: 10.58794/cerdas.v1i2.208

Abstract

Anak-anak di perkotaan lebih banyak cenderung mengembangkan keterampilan otak mereka melalui bermain game modern daripada melalui penguatan otot mereka melalui bermain game tradisional. Alhasil, para orang tua di perkotaan disarankan untuk mengenalkan anak-anaknya pada permainan yang membutuhkan kekuatan otot lebih. Karena dianggap kuno dan melelahkan, permainan tradisional sedikit demi sedikit namun pasti mulai ditinggalkan. Padahal, jika ditelaah lebih mendalam, sejumlah permainan tradisional dapat secara langsung bermanfaat bagi anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan motorik kasar anak melalui permainan engklek. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif. Penelitian dilaksanakan di TK Darul Al Fazri. Metode penarikan sampel adalah snowball sampling dengan informan penelitian guru, kepala sekolah, anak, orangtua dan masyarakat sekitar. Studi ini mengacu pada penyelidikan menyeluruh atas deskripsi verbal atau tertulis dari orang-orang yang telah disaksikan. Teknik analisa data melalui tahapan pemeriksaan keabsahan data dilakukan atas dasar kridebilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian yang murni berasal dari penemuan data bukan dari konseptualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan engklek berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak.
Sosialisasi tentang Pengentasan Stunting dan Sanitasi Hariyanti; Anggi Fauziah Harahap; Adiva R.M Sinaga; Anisyah Saputri; Ayu Lestari; Camelia Esperanza; Primasakti Yudhistira; Rita Fronika Lumban Gaol; Sindy Arfilia Deshinta; Wulanika Apriananda Widi; Zahwa Anugrah Putri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.1936

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi global, terutama di negara berkembang dan miskin. Stunting dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, serta perkembangan otak yang kurang optimal, termasuk keterlambatan perkembangan keterampilan motorik dan intelektual. Stunting menggambarkan suatu kondisi kekurangan gizi kronis sejak masa kanak-kanak dan seterusnya selama pertumbuhan dan perkembangan. Keterlambatan perkembangan pada anak di bawah usia 5 tahun dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain: B. Karakteristik dan faktor sosial ekonomi anak di bawah usia 5 tahun. Penelitian observasional ini dilakukan di Desa Rimba Sekampong, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai. Karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang stunting, mahasiswa KKN Universitas Riau bekerjasama dengan Kerlahan untuk kembali mengikutsertakan warga dalam kegiatan penyuluhan anti stunting. Kegiatan ini mencakup advokasi pencegahan stunting dan penanganan yang tepat. Kedua, dampak kesenjangan yang terjadi bila tidak menerapkan pola hidup sehat dan bersih yang dapat menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang pada anak. Diperagakan di masyarakat untuk memberikan sosialisasi terkait stunting. Dalam kegiatan ini, prestasi dan tujuan yang harus dicapai mahasiswa KKN adalah orang-orang yang sangat antusias agar kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar. Penduduk desa tidak lagi asing dan tahu bagaimana mencegah stunting. Kata Kunci: Edukasi, Stunting, Sosialisasi Abstract Stunting is a global nutrition problem, especially in developing and poor countries. Stunting may increase the risk of morbidity and mortality, as well as suboptimal brain development, including delayed motor skills Developmental and intellectual disability. Stunting describes a condition of chronic malnutrition from childhood onwards during growth and development. Developmental delay in children under the age of 5 can be caused by many factors, including: B. Characteristics and socioeconomic factors of children under 5 years of age. This observational study was conducted in Rimba Sekampong Village, Dumai Kota District, Dumai City. Due to the lack of public knowledge about stunting, students from the University of Riau Community Service Program worked with Kerlahan to re-engage residents in anti-stunting counseling activities. This activity includes advocating for stunting prevention and proper management. Second, the effects of gaps that occur when not adopting a healthy and clean lifestyle that can cause growth retardation in children. Demonstrated in the community to provide socialization related to stunting. In this activity, the achievements and goals that KKN students should achieve are people who are very enthusiastic about making this outreach work go smoothly. Villagers are no longer strangers and know how to prevent stunting. Keywords: Education, Stunting, Socialization
Penguatan Peran Desa dalam Konvergensi Pencegahan Stunting Terintegrasi di Desa Tandun Barat Kabupaten Rokan Hulu Hariyanti; Adriano Megumi; Devi Safitri Pasaribu; Emia Kezia Aginta Br. Karo-karo; Hafif Anugerah; Muhammad Fadhal Al Giffari; Nur Mahmudah; Reci Sartika; Rika Enjelina Simatupang; Vera Anjeliana Simanjuntak; Wahyu Nur Khasanah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.1995

Abstract

Abstrak Stunting merupakan prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting. Upaya percepatan pencegahan stunting lebih efektif apabila semua program intervensinya dilakukan secara konvergen. Dengan mekanisme konvergensi akan tercipta keterpaduan proses mulai dari proses perencanaan, penganggaran, dan pemantauan program/kegiatan pemerintah dari berbagai lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbup no.2 tahun 2021 tentang peran desa dalam konvergensi pencegahan stunting terintegrasi di desa Tandun Barat Kabupaten Rokan Hulu. Kebijakan konvergensi percepatan penurunan stunting di Desa merupakan program prioritas nasional, masih terdapat interpretasi implementasi peraturan terkait konvergensi stunting,dan kata lain kolaborasi yang sifatnya saling membutuhkan. Percepatan penurunan stunting di desa diharapkan dapat bebas di desa tahun 2024, tentunya sangat memerlukan mekanisme yang disepakati bersama antara desa dan supradesa dalam penetapan bersama indikator cakupan intervensi konvergensi stunting skala prioritas di desa berdasarkan kewenangan lokal desa. Metode yang diterapkan adalah melalui sosialisasi. Kegiatan sosialisasi tentang stunting dilaksanakan di Desa Tandun Barat Kabupaten Rokan Hulu pada tanggal 10 Agustus 2022. Kegiatan sosialisasi berupa penyuluhan dengan memberikan informasi dan edukasi mengenai stunting,gizi dan pola hidup sehat oleh mahasiswa Kukerta UNRI tahun 2022. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan melalui pendekatan dan penggunaan media yang disesuaikan dengan kondisi Obyektif yang ada di desa, dan dapat dilakukan secara informal maupun formal. Peran mahasiwa Kukerta UNRI 2022 lainnya di wujudkan dalam pembagian makanan tambahan (MT ) bergizi berupa bubur untuk menunjang pertumbuhan gizi setiap balita terbukti dengan adanya data bahwa berat badan dan tinggi balita usia 0-59 dalam keadaan normal dapat di indikasikan bahwa tidak adanya stunting pada anak di desa Tandun Barat. Hal tersebut juga didukung oleh partisipasi masyarakat yang secara rutin ikut serta posyandu. Kata Kunci: Aksi Konvergensi, Stunting, Cakupan Program Perbaikan Gizi, Pemerintah Daerah, Mahasiswa Kukerta UNRI 2022 Abstract Stunting is a predictor of the low quality of human resources, so stunting prevention and control is very important. Efforts to accelerate stunting prevention are more effective if all intervention programs are carried out convergently. The convergence mechanism will create an integrated process starting from the planning, budgeting, and monitoring of government programs/activities from various cross-sectors. This study aims to find out Perbup No. 2 of 2021 regarding the role of villages in the convergence of integrated stunting prevention in Tandun Barat Village, Rokan Hulu Regency. The convergence policy for the acceleration of stunting reduction in villages is a national priority program, there are still interpretations of the implementation of regulations related to stunting convergence, and in other words collaboration that is mutually necessary. The acceleration of stunting reduction in the village is expected to be free in the village by 2024, of course it really requires a mutually agreed mechanism between the village and the supra-village in the joint determination of indicators for the priority scale stunting convergence intervention coverage in the village based on the local authority of the village. The method applied is through socialization. The socialization activity about stunting was carried out in Tandun Barat Village, Rokan Hulu Regency on August 10, 2022. The socialization activity was in the form of counseling by providing information and education about stunting, nutrition and healthy lifestyles by UNRI Kukerta students in 2022. And this is done through an approach and use of media that is adapted to the objective conditions in the village, and can be done informally or formally. The role of other UNRI 2022 Kukerta students is manifested in the distribution of nutritious supplementary food (MT) in the form of porridge to support the nutritional growth of each toddler as evidenced by the data that the weight and height of toddlers aged 0-59 under normal circumstances can indicate that there is no stunting in children. in the village of West Tandun. This is also supported by the participation of the community who regularly participates in the Posyandu. Keywords: Convergence Action, Stunting, Coverage Of Nutrition Improvement Programs, Local Government, UNRI 2022 Kukerta Students.
Pembuatan Apotek Hidup Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Indra Sakti Hariyanti; Fayzil Auliaswan; Gari Ardiansyah; Indah Annisa Ramadhani; Latifah Fitri Siregar; Lifeony Maharani; Luqmanul Hakim; Rahmat Hidayat; T. Nadifa Septiani; Tiara Sapta Audia; Tuti Ramadhani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.2001

Abstract

Abstrak Desa Indra Sakti merupakan daerah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian dibidang perkebunan. Sebagian besar masyarakat belum memahami jenis-jenis tanaman obat serta khasiatnya. Tanaman obat banyak dijumpai, namun pemanfaatannya belum optimal. Tujuan pembuatan apotek hidup adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang manfaat tanaman obat serta sarana dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Indra Sakti. Tahapan yang digunakan antara lain persiapan, survei lapangan, pembuatan apotek hidup dan pemeliharaan. Jenis tanaman obat yang dibudidaya adalah jahe (Zingiber officinale), lengkuas (Alpinia pyramidata), kencur (Kaemferia galangal), kunyit (Curcuma longa L.), temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendl), sirih (Piper battle L.), sirih merah (Piper ornatum), binahong (Anredera cordifol) dan betadine (Jatropha multifida L.) Program kerja pengabdian masyarakat di Desa Indra Sakti, Kecamatan Tapung ini menghasilkan apotek hidup sebagai sarana dalam budidaya tanaman obat. Kata Kunci: Apotek Hidup, Tanaman Obat, Indra Sakti Abstract Indra Sakti Village is an area with the majority of the population working in the plantation sector. Most people do not understand the types of medicinal plants and their properties. Many medicinal plants are found, but their utilization is not optimal. The purpose of making a live pharmacy is to provide information and knowledge about the benefits of medicinal plants and facilities in improving the health of the people of Indra Sakti Village. The stages used include preparation, field surveys, manufacture of live pharmacies and maintenance. The types of medicinal plants cultivated are ginger (Zingiber officinale), galangal (Alpinia pyramidata), kencur (Kaemferia galangal), turmeric (Curcuma longa L.), temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), citronella (Cymbopogon nardus (L.) Rendl), betel (Piper battle L.), red betel (Piper ornatum), binahong (Anredera cordifol) and betadine (Jatropha multifida L.) This community service work program in Indra Sakti Village, Tapung District produces live pharmacies as a means of cultivating medicinal plants. Keywords: Living Pharmacy, Medicinal Plants, Magic Senses
Strategi Pengembangan Economic Civic di Lingkungan Persekolahan Guna Mendorong Peserta Didik Sebagai Wirausaha Muda Hariyanti; Filma Alia Sari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.2034

Abstract

Abstrak Sumber Daya Manusia yang berkualitas dihasilkan dari system pendidikan yang mampu membekali lulusannya dengan kemampuan intelektualitas yang bermutu, keterampilan soft skill maupun hard skill dan karakter yang matang, artinya SDM yang berkualitas harus memiliki civic competences yang menyatu dalam dirinya. Artikel ini menggunakan metode literature review dalam menganalisis permasalahan melalui kajian teori dan hasil penelitian yang relevan untuk membuah sebuah solusi. Tahun 2045, Indonesia diperkirakan mengalami bonus demografi, dimana jumlah penduduk yang berusia produktif cukup tinggi. Economic civic merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan warga negara yang berkualitas dan berdaya saing sehingga tidak hanya menjadi konsumen produk negara lain tetapi menjadi produsen yang mampu mendatangkan income. Economic civic dibangun dalam lingkungan sekolah karena nilai-nilai entrepreneurship harus dibekali sejak dini, dilakukan secara kontiniu dan terbina. Economic civic dapat dikembangkan melalui (1) infiltrasi dalam mata pelajaran di sekolah; (2) membentuk kegiatan ekstrakurikuler entrepreneurship di sekolah yang peminatannya bersifat pilihan bagi peserta didik; (3) sinergi antara pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk mengikutsertakan dan mendorong peserta didik untuk membuat dan menjual produk/karya mereka dalam kegiatan ekonomi kreatif. Kata Kunci: Economic Civic, Sekolah Abstract Quality human resources are produced from an education system that is able to equip graduates with quality intellectual abilities, soft skills and hard skills and mature characters, meaning that quality human resources must have civic competences that are integrated within them. This article uses the literature review method in analyzing problems through theoretical studies and relevant research results to produce a solution. In 2045, Indonesia is estimated to experience a demographic bonus, where the number of people of productive age is quite high. Economic civic is one of the efforts to prepare qualified and competitive citizens so that they are not only consumers of other countries' products but also producers who are able to bring in income. Economic civic is built in a school environment because entrepreneurship values ​​must be provided from an early age, carried out continuously and nurtured. Economic civic can be developed through (1) infiltration in subjects at school; (2) establishing entrepreneurship extracurricular activities in schools whose specialization is optional for students; (3) synergy between schools and local governments to involve and encourage students to make and sell their products/works in creative economic activities. Keywords: Economic Civic, School.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Peran Organisasi Intra Kampus dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa pada Masa Pandemi Covid-19 di Universitas Riau Ariza Febrian; Hambali; Hariyanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4225

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan aktivitas organisasi, misalnya dari kurangnya partisipasi mahasiswa terhadap kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Serta kehadiran pandemi covid-19 telah melahirkan tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal kehidupan organisasi secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana persepsi mahasiswa terhadap peran organisasi intra kampus dalam membentuk karakter kepemimpinan kalangan mahasiswa pada masa pandemi covid-19 di Universitas Riau. Manfaat dari hasil penelitian ini yaitu menjadi sumber pembelajaran bagi semua pihak, Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi yang terdiri dari 8 indikator dengan 16 pertanyaan. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Riau. Pengambilan sampel dari keseluruhan populasi diambil dengan menggunakan teknik Quota Sampling dan untuk menentukan responden yang terdiri dari 10 orang perfakultas peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Secara keseluruhan, temuan dari penelitian ini menunjukkan hasil rata-rata pada persentase alternative jawaban responden dominan yaitu 69,25% dimana rentang ini berada pada kategori “Baik” dengan keberadaan pada rentang 50,01%- 75%. Maka disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap peran Organisasi Intra Kampus dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa pada masa Pandemi covid-19 di Universitas Riau berada pada kategori “Baik” Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswa, Peran Organisasi Abstract This research is dependent on several problems in the implementation of organization activities, for example the lack of student participation in student activities. The presence of the covid-19 pandemic has given pressure and changes in the external and internal environment of whole life organization. This study aimed to find out and analyze how students perceive the role of intra-campus organizations in shaping leadership character among students during the covid-19 pandemic at Riau University. The benefit of the results of this study is that it becomes a source of learning for all parties. This research method is descriptive quantitative, the data collection instruments used in this study are questionnaires, interviews, and documentation consisting of 8 indicators with 16 questions. The population in this study were students of the Universitas Riau. Sampling from the entire population was taken using the Quota Sampling technique and to determine the respondents consisting of 10 people from the faculty, the researcher used the Accidental Sampling technique. The findings of this study show that the average percentage of alternative answers for dominant respondents is 69.25% where this range is in the "Good" category with an existence in the range of 50.01% - 75%. It was concluded that students' perceptions of the role of Intra-Campus Organizations in shaping student leadership characters during the Covid-19 Pandemic at Riau University were in the "Good" category Keywords: Perception, Students, The Role Of The Organization
Studi Perbandingan Pembentukan Civic Disposition Antara Siswa Laki-Laki dan Perempuan pada Pembelajaran PKn di SMP Negeri 2 Lirik Siti Robi Yanti; Hambali; Hariyanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4226

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan sistem belajar di setiap elemen pendidikan yang disebabkan oleh Covid-19, dari pembelajaran online kemudian tatap muka terbatas sampai dengan tatap muka menggunakan sip kelas. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi efektivitas belajar yaitu disebabkan oleh sikap atau watak pelajar saat mengikuti proses belajar mengajar atau yang sering disebut dengan Civic Dispotition. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbandingan Pembentukan Civic Disposition antara Siswa Laki-Laki dan Siswa Perempuan pada Pembelajaran PKn di SMP Negeri 2 Lirik. Manfaat dari hasil penelitian ini, yakni sebagai sumber pembelajaran bagi semua pihak. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX sebanyak dengan 50 siswa. Peneliti menggunakan teknik quota sampling dimana sampel yang diambil adalah sebanyak 25 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer wawancara dan teknik angket atau kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi, yang terdiri dari 13 indikator dengan 31 pernyataan. Temuan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil uji hipotesis adalah F= 0,069 dan nilai sig pada Levene's Test for Equality of Variances sebesar 0,794 dan data dikatakan homogen karena nilai sig 0,794> 0,05. Nilai yang didapatkan pada kolom sig. (2-tailed) adalah 0,013, yang artinya nilai 0, 013 lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci: Civic Disposition, Siswa Laki-laki dan Perempuan, Pembelajaran PKn Abstract This research is motivated by changes in the learning system in every element of education caused by Covid-19, from online learning then limited face-to-face to face-to- face using class sips. One of the things that can affect the effectiveness of learning is caused by the attitude or character of students when following the teaching and learning process or often with Civic Dispotition. The purpose of this study was to determine the Comparison of the Formation of Civic Disposition between Male and Female Students in Civics Learning at SMP Negeri 2 Lirik. The benefits of the results of this study, namely as a source of learning for all parties. The population used in this study were all students of class IX as many as 50 students. The researcher used quota sampling technique where the samples taken were 25 male students and 25 female students. The data collection instruments used were interview primary data and questionnaire or questionnaire techniques, as well as secondary data obtained from observation and documentation, which consisted of 13 indicators with 31 statements. The findings of this study indicate that the results of the hypothesis test are F = 0.069 and the sig value in Levene's Test for Equality of Variances is 0.794 and the data is said to be homogeneous because the sig value is 0.794> 0.05. The value obtained in the column sig. (2-tailed) is 0.013, which means the value of 0.013 is smaller than 0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected. Keywords: Civic Disposition, Male and Female Students, Civics Learning
Co-Authors Abd. Rajab ABDUL ROHMAN Adiva R.M Sinaga Adriano Megumi Ai Rahmawati Alvia, Karmila Andi Jamaluddin Anggi Fauziah Harahap Anisyah Saputri Ariza Febrian Ayu Lestari Azizah Zen Camelia Esperanza Devi Safitri Pasaribu Dewi Susilawati Egi Rahmadani Emia Kezia Aginta Br. Karo-karo F., Indrayati, Fauzi Abdillah, Fauzi Fayzil Auliaswan Filma Alia Sari Fitri Nur Andini Gari Ardiansyah Gobel, Lisda Van Gusti Randy Pratama Hafif Anugerah Halimatussadiah Hambali Hasna Nur Azizah Ida Nur Imamah Ika Silvitasari Indah Annisa Ramadhani Istianah, Anif Jesieka Intan hartono Khadijah Laila Astuti, Yunita Lasty Agustuty Latifah Fitri Siregar Lifeony Maharani Luqmanul Hakim Lutfiah Aini Margareta Martin Tricahyani mariyani, dede Meriyani, Dede Min Sahril Muhammad Fadhal Al Giffari Muhammad Ridwan Mumpuni Munaya Fauziah Ngatemi Novida, Diah Rachmawatie Nur Mahmudah Nurhayati Nuryati Paryoto Permady, Gigieh Cahya Primasakti Yudhistira Putri Angelica Aurora R. E., Pudentiana Rr. Rahmat Hidayat Reci Sartika Rika Enjelina Simatupang Rina Sri Widayati Rita Fronika Lumban Gaol Riza Praditha Rizky Arcinthya Rachmania Rokhadi Salmiyah Thaha Setyawati, Heri Tugas Sindy Arfilia Deshinta Siti Rahmadani Siti Robi Yanti Sulistri Syahruddin T. Nadifa Septiani Talalu, Moh Abubakar Taryanto Tiara Sapta Audia Triana Srisantyorini Tuti Ramadhani Utari, Ella Ramadani Ritonga Vena Vilenia Vera Anjeliana Simanjuntak Wahyu Atika Putri Wahyu Nur Khasanah WAHYUNI Wulanika Apriananda Widi Zahwa Anugrah Putri Zeni Zaenal Mutaqin