Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Making Hand sanitizer from Eucalyptus citriodora plants as an economic opportunity in the new normal era Taufik, Muhammad; Syafii, M; Rahman, Arif; Hamdi; Hakim, Sukma Hayati
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020): ABDIMAS TALENTA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.352 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v5i2.5070

Abstract

The Covid-19 pandemic that occurred in Indonesia, especially in Medan City, made people lose their jobs and had to survive to prevent the transmission of Covid-19. On average, residents who live close to infection-prone areas flock to buy masks and hand sanitizers. The supplies of hand sanitizers at various pharmacies has run out, even though the prices have gone up even ten times. This activity aims to socialize and train the making of hand sanitizers from Eucalyptus citriodora plants as an economic opportunity in the New Normal Era. The solution method is carried out by providing preparation training, extraction, and economic analysis of the availability of raw materials and the feasibility of Hand sanitizer products to the community in Tegal Sari Mandala II Village, Medan Denai District, Medan City. The results that have been achieved are hand sanitizer products made by the community and have high entrepreneurial skills in this New Normal Era. This activity is beneficial for the community, especially in terms of increasing knowledge and skills in making Hand sanitizers that can be applied to improve the economy during the Covid-19 Pandemic.
Training and Assistance in Processing Agricultural Products for the Humbahas Community Tetty Yuliaty; M. Syafii; Hamdi; Adlina, Hafiza
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i1.8841

Abstract

The agricultural potential in Humbang Hasundutan (Humbahas) Regency has not fully become a business that can improve the welfare of its people. Considering the pattern of farming management carried out by the community to increase their income in Humbang Hasundutan (Humbahas) Regency, in general it is still a subsystem by utilizing labor in the family with limited capital with management patterns in accordance with local wisdom. Therefore, it is necessary to provide training and assistance in the processing of agricultural products for the Humbahas community in order to be a solution to the problems that exist in the Humbahas community in optimizing natural resources and human resources to the maximum. By using survey methods, initial socialization, to training and mentoring, it is hoped that the goals of this service can be achieved. It can be seen from the success indicators, namely, partners are able to process agricultural products and are able to be creative in creating new processed products from agricultural products. The results of this service show that the maximum processing of agricultural products in the future will make the community's GRDP increase and maintain the community's economy, especially farmers in Humbang Hasundutan (HUMBAHAS).
Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen Pada Indomaret: Studi Kasus Di Indomaret Cabang Pangkajene Sidenreng Rappang Auliyah Nurwafiyyah; Kurniawan; Haeril; Suriadi; Hamdi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.15733

Abstract

Keamanan siber menjadi aspek krusial dalam melindungi informasi dan merupakan infrastruktur kritis di Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Indomaret cabang Pangkajene Sidenreng Rappang dalam meningkatkan minat beli konsumen. Strategi pemasaran perusahaan dapat berbeda antara satu dengan yang lain karena harus disesuaikan dengan kondisi dan tujuan perusahaan. Penelitian ini mengkaji beberapa aspek penting dalam strategi pemasaran, seperti penetapan harga, kualitas produk, kegiatan promosi, dan penampilan produk yang menarik, yang berkontribusi pada keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), yang bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh Indomaret cabang Pangkajene belum optimal, terutama dalam hal promosi yang terbatas pada metode tradisional seperti dari mulut ke mulut dan promosi di sekitar lokasi saja. Untuk menghadapi persaingan, Indomaret perlu memperbaiki strategi pemasarannya, termasuk memanfaatkan pemasaran melalui internet dan meningkatkan kegiatan promosi untuk memperluas jangkauan konsumen.
METHOD OF IMPLEMENTING SDGS IN DAU ALLOCATION IN INDONESIA (CASE STUDY IN THE EASTERN PART OF INDONESIA) Sukardi; Hamdi
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v4i1.1433

Abstract

Based on the results of the analysis, it was found that of the three targets, namely the target of increasing water quality, increasing air quality, increasing the quality of land cover, there were three indicators that achieved the target, namely the indicators for the target of increasing water quality, increasing the quality of land cover, with the percentage of performance achieved respectively. by 110.4%; 115.97%; and 100%. In the target indicator of improving air quality, performance achievements were obtained that did not reach the target, with a performance achievement percentage value of 98.85%. This is influenced by the high level of vehicle activity on roads in Denpasar City, the cutting down of trees due to land conversion, and the lack of public awareness in carrying out vehicle maintenance, causing the emissions produced to exceed quality standards. Apart from that, the long dry season in Denpasar City in 2019 also caused the air quality in Denpasar City to decline. During the 2019-2021 period, which remains the largest capital expenditure realization area, the highest average capital expenditure realization was in the cities of Mataram, Kendari and Ambon.
PENGARUH PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERANGKAT DESA MENAMING KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU Hamdi
Journals of Indonesian Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 2 (2023): Journals of Indonesian Multidisciplinary Research
Publisher : CV.Karoteh Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61291/f3hcws31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan good governance terhadap kinerja perangkat Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekuder dengan jumlah responden sebanyak 48 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pelaksanaan good governance dan kinerja perangkat desa di kantor Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Analisis data menggunakan kuesioner dengan pengukuran skala likert dan pengujian menggunakan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengujian nilai R2 = 0,616 menunjukkan semua variabel bersamaan dapat menjelaskan variabel terikat atau kinerja perangkat desa (y) sebesar 61,6% dan sisanya 38,4% di jelaskan oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Untuk itu perlu disarankan menjadi perhatian dalam meningkatkan kinerja perangkat desa, merupakan variabel yang berpengaruh terhadap persepsi pelayanan kepada masyarakat.
Konsep Kedewasaan Usia Perkawinan dalam Masyarakat Sasak Hamdi; Asri; Amil; Bimantoro, Imam Isnaeni
Juris Prima: Jurnal Inovasi Hukum dan Kebijakan Vol. 1 No. 01 (2025): Juris Prima: Jurnal Inovasi Hukum dan Kebijakan
Publisher : Yayasan Pendidikan Kardin Assidiq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63868/jihk.v1i01.16

Abstract

Background: Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman, establishing a happy and eternal household based on the principles of the Almighty God. According to Article 7, paragraph (1) of Law Number 16 of 2019, which amends Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, marriage is only permitted when both the man and woman have reached the age of 19 years. In Indonesian society, marriages are typically conducted according to customary provisions that apply within the community. Purpose: This study aims to explain the concept of maturity in the context of marriage age within the Sasak tribe. Method: This research employs normative legal analysis, examining the application of positive legal principles through statue and conceptual approaches. Results: The concept of maturity in the Sasak community is rooted in religious understanding, particularly the concept of akil baligh, which refers to someone who has reached physical and mental maturity. At this point, they must adhere to Sharia law, known as mukallaf. In the Sasak culture, the concept of akil baligh translates into an individual's ability to think critically and take on responsibilities. For prospective brides, this means having the ability to weave, while for prospective grooms, it entails caring for two cows until they reach the age of 25. Conclusion and Recommendations: In alignment with the marriage age specified in Law Number 16 of 2019, Presidential Instruction Number 1 of 1991 regarding the Compilation of Islamic Law, and Regional Regulation of West Nusa Tenggara Province Number 5 of 2021 concerning the Prevention of Child Marriage, both prospective brides and grooms must be at least 19 years old. Further in-depth research is needed to examine the implementation and effectiveness of marriage age regulations in Indonesia, their impacts, and the challenges related to enforcement.
NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TOYANG ROENG PADA MASYARAKAT MANDAR DI KELURAHAN TANDE KECAMATAN BANGGAE TIMUR Hamdi; Aldiawan; Aswad, Muh.
SHOUTIKA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i2.2033

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi toyang roeng pada masyarakat mandar di kelurahan tande kecamatan banggae timur, apa saja nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam tradisi toyang roeng. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang membangun makna berdasarkan data lapangan dengan menggunakan pendekatan dakwah kultural. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan. Hasil Penelitian yaitu tahapan toyang roeng: pertama; macco’bo/menempelkan serbuk emas ke kening kedua mempelai, kedua; membaca doa. ketiga; pengantin pria dan wanita menaiki toyang roeng. Nilai-nilai dakwah dalam tradisi toyang roeng yaitu pertama; nilai akidah yakni: (a) membaca doa sebelum menaiki toyang roeng sebagai bentuk keyakinan dan rasa syukur kepada Allah, (b) lima kali putaran toyang roeng disimbolkan kepada lima rukun Islam. kedua; nilai syariah yakni: (a) gotong royong sebagai manifestasi dari sikap kekeluargaan yang diajarkan dalam agama Islam, (b) empat tempat duduk pada toyang roeng digambarkan atau disimbolkan kepada empat sahabat nabi dan empat mazhab yang diyakini oleh umat Islam, (c) menjalin ukhuwah Islamiyah. ketiga; nilai akhlak yakni: (a) saling menghormati/berbicara dengan lemah lembut, (b) menjalin silaturahmi.
Harmonisasi Nilai Pendidikan Islam dengan Tradisi Balai Hakey dan Tetek Pantan: Kajian Etnopedagogi Suku Dayak Ma’anyan di Kalimantan Tengah Hamdi; Normuslim; Muslimah
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Agustus)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i2.569

Abstract

The phenomenon of Muslim participation in Hindu Kaharingan religious rituals in Central Kalimantan reflects a compelling form of cultural interaction and acculturation between Islamic values and the local traditions of the Dayak Ma’anyan community. This study employs a qualitative ethnographic approach to explore the harmonization of Islamic educational values with the traditions of Balai Hakey and Tetek Pantan through an ethnopedagogical perspective. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation conducted in East Barito Regency. The findings reveal that Balai Hakey embodies values of togetherness, leadership, and tolerance, while Tetek Pantan represents values of gratitude, morality, and collaboration. Both traditions foster mutual respect, a strong work ethic, and social responsibility within the community. The harmony between Islamic values and local wisdom demonstrates a contextual and culturally responsive model of character education that is relevant to multicultural societies. The integration of these values not only strengthens character education but also contributes to the preservation of Dayak Ma’anyan cultural heritage
Kajian Literatur mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dampaknya bagi Kehidupan Sosial dan Pendidikan Ali Anhar Syi’bul Huda; Aghnia; Abid Nurhuda; Walid In’am Ahmad; Hamdi; Dena Sri Anugrah
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui platform Google Scholar serta didukung oleh artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG merupakan program strategis yang berperan dalam meningkatkan status gizi, konsentrasi belajar, kehadiran, serta prestasi akademik siswa. Dari aspek sosial, program ini berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat interaksi sosial. Namun demikian, implementasi MBG masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi yang belum optimal, serta lemahnya pengawasan. Secara keseluruhan, MBG memiliki relevansi tinggi dan potensi keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan sumber literatur yang masih terbatas pada satu platform sehingga perlu perluasan kajian. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian secara multidisipliner, termasuk dalam bidang hukum, ekonomi, kesehatan, kebijakan publik, dan moral.
Analisis Pemahaman Peserta Didik Jenjang SMP di Lembang terhadap Konsep Tabayun pada Mata Pelajaran PAI dan Upaya Penguatan Sikapnya Ali Anhar Syi’bul Huda; Aghnia; Abid Nurhuda; Walid In’am Ahmad; Hamdi; Dena Sri Anugrah
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.667

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep tabayun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital yang sarat informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta didik jenjang SMP di Lembang terhadap konsep tabayun serta mengidentifikasi upaya penguatan sikapnya. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik penganalisisan data secara deskriptif kualitatif. Data utama yang dianalisis dalam penelitian ialah angket pertanyaan yang disebarkan melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan enam temuan utama: (1) tingkat pemahaman secara umum berada pada kategori sedang (±70%); (2) aspek kehati-hatian dan tidak tergesa-gesa tergolong baik (±70%); (3) aspek ketelitian dalam menerima informasi berada pada kategori sedang (±62%); (4) aspek tidak mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan berada pada kategori baik (±66%); (5) faktor pendukung meliputi peran guru, pembelajaran kontekstual, dan kesadaran awal siswa (±75%); (6) faktor penghambat berupa rendahnya kemampuan verifikasi dan pengaruh media digital (±60%). Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis kasus, penguatan literasi digital, dan pembiasaan nilai tabayun dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik analisis dan belum dikolaborasikannya aplikasi pendukung penganalisisan.