p-Index From 2021 - 2026
12.477
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Teologi Berita Hidup Manna Rafflesia SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Jurnal Teologi Praktika Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Jurnal Kadesi : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Predica Verbum TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Shema : Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Pistis: Teologi dan Praktia Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen
Paulus Kunto Baskoro
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Published : 103 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Lentera Nusantara

Kajian Biblika Respon Raja Yosafat dalam Menghadapi Masalah Menurut 2 Tawarikh 20:1-30 Yikwa, Abius; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.156 KB) | DOI: 10.59177/jls.v2i2.179

Abstract

The problems of life can make people excited, but can make people not enthusiastic. Life’s challenges can come in a row and are sudden. Life’s challenges can occur in family, wor, future, study and God’s church. When the response to life’s challenges is not good, it can lead to destruction. No exception, life’s challenges can also happen to believers. Some responded positifvely, some responded negatively. Through this paper, the author invites to learn from the person of Jehoshapat in 2 Chronicles 20:1-30 when he faced problems and succeeded in winning over problems. The method used is descriptive literature method. This research will discuss about effective ways of evangelism, so that evangelism is more effective and can be applied in all ages. The purpose of this writing is first, to find a true biblical study in 2 Chronicles 20:1-30 of the person of Jehoshaphat who has triumphed over the problem at hand. Second, find the principles to win over life’s problems theologically. Three, apply the right principles in dealing with problems in the lives of believers.AbstrakMasalah-masalah kehidupan membuat orang tidak maksimal. Tantangan hidup datang bisa bertubi-tubi dan sifatnya mendadak. Tantangan hidup bisa terjadi dalam keluarga, pekerjaan, masa depan, study dan gereja Tuhan. Ketika respon terhadap tantangan kehidupan tidak baik, maka bisa menyebabkan  kehancuran. Tidak terkecuali, tantangan hidup bisa menimpa juga orang percaya. Ada yang berespon positif ada yang berespon negatif. Lewat tulisan ini, penulis mengajak untuk belajar dari pribadi Yosafat dalam 2 Tawarikh 20:1-30 ketika menghadapi masalah dan berhasil menang atas masalah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Penelitian ini akan membahas tentang cara yang efektif dalam penginjilan, sehingga penginjilan lebih tepat guna dan dapat diaplikasikan dalam segala zaman. Tujuan dalam penulisan ini adalah Pertama, menemukan kajian biblika yang benar 2 Tawarikh 20:1-30 dari pribadi Yosafat yang berhasil menang atas masalah yang dihadapi. Kedua, menemukan prinsip-prinsip untuk menang atas masalah kehidupan secara teologis. Ketiga, mengaplikasikan prinsip-prinsip yang benar dalam menghadapi masalah dalam kehidupan orang percaya.
Model Kepemimpinan Rohani di Era Disrupsi Baskoro, Paulus Kunto; Yermianto, Sumbut
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.77 KB) | DOI: 10.59177/jls.v1i1.135

Abstract

Leadership is a fundamental part of a life order. There is an element of leadership in all aspects of life. Leadership in the family, leadership at work, school leadership, campus leadership, state leadership and church leadership. Leadership in the church is called the era of disruption. Every era there is always something new in the concept of leadership. There is a particural challenge in leadership in the era of disruption, an era of rapid change. Spiritual leadership is expected to be able to adapt quickly to the era of disruption. Because what happens, when spiritual leadership cannot adapt and keep pace with this time, it will experience setbacks. That is why it is important to examine the Disrupotion Era Leadership Model that can answer the needs of God’s church and spiritual institutions to remain a blessing. Thus study uses a descriptive method of literature as a methos used to describe or explain research ideas. The purpose of this research is First, to understand the challenges that arise in the concept of spiritual leadership in the era of disruption. Second, find models of spiritual leadership that can answer a challenge from the era of disruption. Third, make an effective contribution for Christian leaders in the era of disruption to continue to develop themselves.AbstrakKepemimpinan menjadi bagian fundamental dalam sebuah tatanan kehidupan. Segala aspek kehidupan selalu ada unsur kepemimpinan. Kepemimpinan dalam keluarga, kepemimpinan di tempat pekerjaan, kepemimpinan sekolah, kepemimpinan kampus, kepemimpinan negara dan kepemimpinan dalam gereja. Kepemimpinan dalam gereja disebuh sebagai kepemimpinan rohani. Zaman mengalami perkembangan yang sangat cepat, dimana zaman ini disebut dengan era disrupsi. Setiap masa zaman selalu ada hal baru dalam konsep kepemimpinan. Ada sebuah tantangan khusus dalam kepemimpinan di era disrupsi, era yang mengalami perubahan secara cepat. Kepemimpinan rohani diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan cepat menghadapi era disrupsi. Sebab yang terjadi, ketika kepemimpinan rohani tidak bisa menyesuaikan diri dan berpacu dengan masa ini, maka akan mengalami kemunduran. Itu sebabnya penting untuk mengkaji Model Kepemimpinan Era Disrupsi yang dapat menjawab kebutuhan gereja Tuhan dan lembaga kerohanian untuk tetap menjadi berkat. Penelitian ini menggunakan metode diskritif literatur pustaka sebagai metode yang dipakai untuk menggambarkan atau memaparkan ide penelitian. Tujuan dari penelitian ini yaitu Pertama, memahami tantangan-tantangan yang muncul dalam konsep kepemimpinan rohani di era disrupsi. Kedua, menemukan model-model kepemimpinan rohani yang dapat menjawab sebuah tantangan di era disrupsi. Ketiga, memberikan kontribusi yang efektif bagi pemimpin Kristen di era disrupsi untuk tetap mengembangkan diri.
Strategi Penerapan Ilustrasi Cerita Ber-Pathos Pada Kotbah dalam Kitab 2 Samuel 12:1-13 dan Implementasinya Bagi Pengkotbah Masa Kini Senas, Audi Oktavian; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v2i2.212

Abstract

Preaching is a means created by God to communicate His purpose to His people, as the function of the Bible is written in 1 Timothy 3:16, to teach, state mistakes, correct behavior, and educate people in truth. Likewise the role of the goal of a sermon. However, there has not been an effective preacher in conveying the message of God’s Word. Every preacher has a unique method, way and style of communication his sermon, both verbally and non-verbally, but the purpose of a sermon is to transform new life the congregation or listeners, as the Holy Spirit does. The aims of this research are : First, a theological study of the use of the story by the Prophet Nathan to David in the text of 2 Samuel 12:1-13. Second, the preacher can discover biblically about the role and effectiveness of illustratations in the form of stories that have the power of pathos. Third, the preacher, the application of the use of illustrations in the form of stories in achieving the goals of preaching in the church today.AbstrakKhotbah adalah sebuah sarana yang diciptakan oleh Allah untuk mengkomunikasikan tujuan-Nya bagi umat-Nya, sebagaimana fungsi Alkitab yang tertulis dalam 1 Timotius 3:16, untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan, dan mendidik orang dalam kebenaran. Demikian juga peran tujuan dari sebuah khotbah. Setiap pengkhotbah memiliki metode, cara dan gaya yang khas dalam mengkomunikasi khotbahnya, baik secara verbal dan non verbal, namun tujuan sebuah khotbah adalah mentransformasikan kehidupan baru dalam diri jemaat atau pendengarnya, seperti yang dikerjakan Roh Kudus.  Tujuannya penelitian ini, yaitu: Pertama,merupakan sebuah kajian teologis mengenai penggunaan cerita oleh Nabi Natan kepada Raja Daud dalam teks 2 Samuel 12:1-13. Kedua, pengkhotbah dapat menemukan secara biblika mengenai peran dan keefektifan ilustrasi dalam bentuk cerita yang memiliki kekuatan pathos. Ketiga, pengkhotbah, pengaplikasian penggunaan ilustrasi bentuk cerita dalam pencapaian tujuan khotbah di gereja dan jemaat  masa kini.
Manajemen Teguh Terhadap Visi Dalam Tokoh-Tokoh Di Alkitab Dan Implementasinya Bagi Pemimpin Gereja Masa Kini Baskoro, Paulus Kunto; Lestari, Teresia Puji
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.325

Abstract

The church is an organization and an organism. As an organization, the church needs to implement management. Church management is very necessary for the success of the church ministry in its task of serving God's work on earth. Church leaders need to understand that management is not worldly as long as it is managed by relying on the authority of the Bible. God Himself has set an example in terms of management when He carried out His works, starting from the work of creation to the work of saving mankind. Even in the Bible, you will find many figures in the Bible, during their lives and leadership, they received visions from God, and to realize these visions they implemented management patterns in their leadership and ministry. This research method uses descriptive qualitative methods.  The aim of the research is First, to examine management that adheres to the vision obtained from God. Second, church leaders must implement God's vision by emulating figures in the Bible.AbstrakGereja merupakan organisasi dan organisme. Sebagai suatu organisasi, gereja perlu menerapkan manajemen. Manajemen gereja sangat diperlukan untuk keberhasilan roda pelayanan gereja dalam tugasnya untuk melayani pekerjaan Tuhan di bumi. Pemimpin-pemimpin gereja perlu memahami bahwa manajemen tidaklah bersifat duniawi selama manajemen itu dikelola dengan bersandar pada otoritas Alkitab. Allah sendiri telah memberikan teladan dalam hal manajemen ketika Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya, mulai dari pekerjaan penciptaan hingga pada karya keselamatan umat manusia. Bahkan dalam Alkitab, akan didapati banyak tokoh di dalam Alkitab, yang pada masa kehidupan dan kepemimpinannya, mereka beroleh visi dari Tuhan, dan untuk mewujudkan visi-visi itu mereka menerapkan pola manajemen dalam kepemimpinan serta pelayanan  mereka. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian adalah Pertama, mengkaji manajemen teguh terhadap visi yang didapat dari Tuhan. Kedua, para pemimpin-pemimpin gereja untuk melaksanakan visi dari pada Tuhan dengan meneladaninya dari tokoh-tokoh di dalam Alkitab.
Kolabor-Aksi: Model Manajemen Kepemimpinan Sebagai Solusi Konflik Jemaat Menurut Kisah Para Rasul 6:1-7 Sihombing, Danico; Baskoro, Paulus Kunto; Susilo, Arman
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i2.300

Abstract

Acts 6:1-7 shows the grim history of Christianity regarding internal church conflicts. Racial issues were the root of the conflict in the early congregation. The leadership provided by the apostles chosen by Jesus at that time succeeded in achieving a common consensus in resolving the conflict. Bright spots and resolutions do not just appear, there are processes and patterns that emerge. A human resource leadership management model is a milestone in ending the congregation's problems. Acts 6:1-7 shows a model of good collaboration between leaders and servants accompanied by actions according to their respective functions that are integrated with each other.  The method used is a descriptive qualitative method. This model is based on three main keys, namely leadership character, recruitment process, and integrated services. In the end, congregation leaders as well as servants are called to equip themselves and understand the importance of human resource leadership management as a solution to the problems that exist in the congregation. The implication that will be felt is the growth of the congregation in quality and quantity.AbstrakKisah Para Rasul 6:1-7 menunjukkan sejarah suram Kekristenan berkenaan dengan konflik internal jemaat. Isu rasil menjadi akar masalah konflik jemaat mula-mula tersebut. Kepemimpinan yang diasuh oleh para rasul pilihan Yesus kala itu berhasil mencapai konsensus bersama dalam penyelesaian konflik. Titik terang dan resolusi tidak lahir begitu saja, ada proses dan pola yang muncul. Sebuah model manajemen kepemimpinan sumber daya manusia menjadi tonggak untuk mengakhiri persoalan jemaat tersebut. Kisah Para Rasul 6:1-7 memperlihatkan model kolaborasi yang baik antara pemimpin dan pelayan disertai dengan aksi sesuai fungsi masing-masing yang saling berintegrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskritip. Model ini berpijak pada tiga kunci utama, yakni karakter kepemimpinan, proses rekrutmen, dan pelayanan yang terintegrasi. Pada akhirnya, para pemimpin jemaat berikut juga pelayan dipanggil untuk memperlengkapi diri dan memahami pentingnya manajemen kepemimpinan sumber manusia sebagai solusi terhadap masalah-masalah yang hadir ditengah jemaat. Implikasi yang akan dirasakan ialah pertumbuhan jemaat secara kualitas dan kuantitas.
Multiplikasi Murid sebagai Dasar Pendirian Jemaat Baru Menurut 2 Timotius 2:2 Suwondo, Victorio Emmanuela Sammy; Dewantari, Shinta; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v5i1.456

Abstract

This study examines the principle of disciple multiplication as a theological foundation for establishing new congregations based on 2 Timothy 2:2. The main issue addressed is the tendency of contemporary churches to prioritize structural growth over spiritual growth through reproductive discipleship. This research employs a qualitative theological approach using biblical exegesis and missiological analysis. The findings indicate that the layered transmission of faith taught by Paul to Timothy provides a biblical foundation for healthy and sustainable church growth. Disciple multiplication is not merely a ministry strategy but the very essence of the church’s mission, producing new faith communities through continuous processes of spiritual transformation.The important thing in this principle is that the discipleship that is carried out will have an impact on the disciples produced for the establishment of new congregations.AbstrakPenelitian ini mengkaji prinsip multiplikasi murid sebagai dasar teologis bagi pendirian jemaat baru berdasarkan 2 Timotius 2:2. Permasalahan utama yang dikaji adalah kecenderungan gereja masa kini yang lebih menekankan pertumbuhan struktural dibandingkan pertumbuhan spiritual melalui pemuridan yang reproduktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif teologis dengan metode eksegesis biblika dan analisis teologi misi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip pewarisan iman secara berlapis yang diajarkan Paulus kepada Timotius merupakan fondasi alkitabiah bagi gereja yang sehat dan berkelanjutan. Multiplikasi murid bukan sekadar strategi pelayanan, melainkan hakikat misi gereja itu sendiri, yang melahirkan komunitas iman baru melalui proses transformasi rohani yang terus-menerus. Hal penting dalam prinsip ini adalah pemuridan yang dilaksanakan akan membawa dampak murid yang dihasilkan bagi pendirian jemaat baru.