Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Senam Aerobik Low Impact Terhadap Hot Flashes Pada Wanita Perimenopause Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedondong Yelsa Yunia Vega; Juwita Desri Ayu; Iis Tri Utami; Sukarni Sukarni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6923

Abstract

Masa perimenopasue ketidak nyamanan Hot Flashes adalah serangan panas pada tubuh dan wajah yang disebabkan karena berkurangnya hormone estrogen yang menyebabkan turunnya endofrin di hipotalamus, Hot Flashes menyumbang 15,8 juta orang dari seluruh menopasue diseluruh dunia. Di Puskesmas Keondong Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran diketahui sebanyak 37% wanita mengalami Hot Flashes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Senam Aerobik Low Impact Terhadap Hot Flashes Pada Wanita Menoapuse di Wilayah Kerja Puskesmas Kedondong Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pre Exsperimental, pendekatan pada penelitian ini menggunakan One Group Pre Test Post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 ibu perimenopause dengan sampel sebanyak 52 responden. Menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Analisi penelitian ini menggunakan Uji Wilxocon Signed Rank Test. Hasil uji ststistic Nilai Asymp.Sig ( 2-tailed) 0,000 < nilai α (0,05) yang artinya Pengaruh Senam Aerobik Low Impact Terhadap Hot Flashes Pada Wanita Menoapuse di Wilayah Kerja Puskesmas Kedondong. Wanita perimenopause yang mengalami Hot Flashes untuk dapat melakukan Senam Aerobik Low Impact.
Pemberian Edukasi Keluarga Berencana Kepada Calon Akseptor KB sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi di Puskesmas Pringsewu Inayati, Desi; F, Nadia Ayu; Lerizza, Eib; Sugiyanti, Sugiyanti; Ristiyani, Feni; Sugiyarti, Sugiyarti; Amir, Ferizcka; Sulastri, Sulastri; Olivia, Hilda; Nisa, Zahrotun; Larasati, Indah; Maryuliana, Maryuliana; Utami, Iis Tri; Isnaini, Maulia; Dari, Wulan; Ifayanti, Hikmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9275

Abstract

Keluarga Berencana (KB) adalah suatu upaya yang dilakukan oleh individu atau pasangan suami istri untuk merencanakan jumlah, waktu, dan jarak kelahiran anak agar dapat mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera. Selain manfaat kesehatan, program Keluarga Berencana juga berperan penting dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini merupakan sebuah rangkaian tahapan yang disusun secara sistematis yang diawali dengan tahap persiapan, diantaranya observasi tempat pelaksanaan kegiatan, penawaran proposal kegiatan, konsultasi dengan kepala pekon, bidan desa, bidan coordinator dan dosen pembimbing, menentukan permasalahan, menentukan topik dan metode penyuluhan, persiapan surat menyurat, alat dan bahan yang diperlukan. Berdasarkan kajian informasi di Desa Sidoharjo ditemukan bahwa rendahnya pengetahuan mengenai KB. Pengaruh lingkungan, dan sosial media seharusnya dapat mempengaruhi Calon Akseptor KB dalam mengetahui informasi yang terkait dengan hal tersebut. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa edukasi KB memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan calon akseptor. Sebelum edukasi, sebagian calon akseptor masih memiliki keterbatasan informasi mengenai jenis, manfaat, dan cara kerja alat kontrasepsi, serta masih dipengaruhi oleh mitos dan informasi yang kurang tepat. Setelah diberikan edukasi melalui metode ceramah, diskusi, dan konseling, calon akseptor mampu memahami konsep dasar KB dan berbagai pilihan alat kontrasepsi yang tersedia. Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo (2020) yang menyatakan bahwa pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku kesehatan yang lebih baik.
Comparative Effectiveness of Infant Massage and Foot Reflexology on Infant Sleep Quality: An Explanatory Mixed-Methods Study Gadilaj, Ivanie Dwi; Fitriana, Fitriana; Utami, Iis Tri
Academic Hospital Journal Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ahj.v8i1.115086

Abstract

Background: Adequate sleep is essential for optimal infant growth and neurodevelopment, as approximately 75% of growth hormone secretion occurs during sleep. Sleep disturbances in infancy remain prevalent and may adversely affect physical, emotional, and neurological development. Infant massage and foot reflexology are widely used non-pharmacological interventions to improve infant sleep quality; however, comparative evidence supported by both quantitative outcomes and caregiver experiences remains limited.Objective: This study aimed to compare the effectiveness of infant massage and foot reflexology on infant sleep quality and to explore maternal perceptions of sleep changes following these interventions.Method: An explanatory mixed-methods study was conducted using a quantitative quasi-experimental two-group pretest–posttest design, followed by a qualitative descriptive approach. The quantitative phase involved 32 infants aged 1-12 months with sleep disturbances, who were allocated to an infant massage group (n = 16) or a foot reflexology group (n = 16). Infant sleep quality was assessed before and after intervention using a structured sleep quality questionnaire. Data were analysed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and Mann–Whitney U Test (α = 0.05). The qualitative phase included in-depth interviews with seven mothers, purposively selected from both groups, and the data were analysed using thematic analysis to explain and enrich quantitative findings.Result:   Both infant massage and foot reflexology significantly improved infant sleep quality (p < 0.001). However, post-intervention sleep quality was significantly higher in the infant massage group compared to the foot reflexology group (p < 0.001). Qualitative findings revealed improvements in sleep duration and continuity, reduced fussiness before sleep, and increased maternal confidence in managing infant sleep routines, particularly among mothers whose infants received massage therapy.Conclusion: Infant massage and foot reflexology are effective non-pharmacological interventions for improving infant sleep quality, with infant massage demonstrating superior effectiveness. The integration of quantitative and qualitative findings highlights infant massage as a practical and family-centred intervention to support healthy sleep in infancy.