Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KESULITAN BELAJAR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA KATOLIK NEGERI PONTIANAK Kurniati, Yusi; Romadani, Anggit Tiyas Fitra
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2914

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar mata kuliah Bahasa Indonesia pada mahasiswa STAKat Negeri Pontianak dan mendeskripsikan faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi perkuliahan Bahasa Indonesia yang paling sulit dipahami oleh mahasiswa adalah materi tentang Menyusun Daftar Pustaka, Menulis Kutipan, dan Diksi. Kesulitan belajar tersebut disebabkan oleh berbagai faktor antara lain motivasi dan minat mahasiswa, kompetensi dosen, kompetensi mahasiswa, serta lingkungan dan sarana prasarana. Namun, dari berbagai faktor penyebab tersebut, faktor yang paling dominan adalah faktor kompetensi mahasiswa sebab masih banyak mahasiswa yang tidak aktif dalam perkuliahan yang disebabkan oleh tidak berani untuk berpendapat.Kata Kunci: kesulitan belajar, Mahasiswa, Bahasa Indonesia.ABSTRACTThis research aims to describe the difficulties in learning Indonesian language courses among STAKat Negeri Pontianak students and describe the causes of students' learning difficulties. This research is a qualitative descriptive study. The results of the research show that the Indonesian language lecture material that is most difficult for students to understand is the material on Compiling a Bibliography, Writing Quotes, and Diction. The lack of smooth learning is caused by various factors, including student motivation and interest, lecturer competence, student competence, as well as the environment and infrastructure. However, of the various causal factors, the most dominant factor is the student competency factor because there are still many students who are not active in lectures because they do not dare to express their opinion.Keywords: learning difficulties, students, Indonesian. 
Biblical Leadership Spirituality in Developing the Quality of Catholic Education Sutami, Florensius; Nyaming, Fransiskus Gregorius; Simbolon, Subandri; Bhakti, Angga Satya; Kurniati, Yusi
Al-Albab Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/alalbab.v13i1.2877

Abstract

Catechists preach the Bible through the practice of catechesis. The proclamation is carried out in a methodical and organic manner. Catechist actors, in particular, focus on evangelizing the general public, both clergy and laity. In the real-world development of the Christian faith, laypeople who become catechists have a complicated responsibility. Because they are directly involved in the lives of the people, they are at the forefront of the ministry work. They are also, in another sense, among people who share God's word with others. The lay catechists' experiences in life have become so ingrained in people's lives. The realities of today are extremely diverse. Even though they live in a time of globalization and modernity, there are still a lot of areas in which civilization has not been particularly developed. Border areas are in many cases being ignored, like places that are sometimes still harder to get to than the development of government centers, like roads that are hard to get to. Catechists face difficulties in providing services due to the scattered location of their service stations. To continue serving under the most difficult circumstances, the catechists need a spiritual spirit to support their efforts in developing religious education in this global world.
PENGENALAN EYD V DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA BAGI TIM LAYAR BACA Kurniati, Yusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i1.2063

Abstract

ABSTRACTThis Community Service activity aims to introduce EYD V to develop the Indonesian language skills of the Layar Baca team, which is one of the online media. The partner in this activity is a team from online media called layar Baca. This activity was carried out through Google Meet. The method used is lectures combined with discussions, questions and answers, and tests. The 9 Screen Baca team participated in this activity. This activity was carried out in three sessions, namely the pretest session, material presentation, and posttest session. From the comparison of the pretest and posttest results, it was found that there was an increase in the average score, from 48.34 to 61.67.Keywords: Indonesian spelling, EYD V, online mediaABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan EYD V dalam rangka mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia tim Layar Baca yang merupakan salah satu media online. Mitra dalam kegiatan ini adalah tim dari media online bernama Layar Baca. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Google Meet. Metode yang digunakan adalah ceramah yang dipadukan dengan diskusi, tanya jawab, dan tes. Kegiatan ini diikuti oleh 9 orang tim Layar Baca. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga sesi yaitu sesi prettest, pemaparan materi, dan sesi posttest.  Dari perbandingan hasil prettest dan posttest didapat bahwa adanya peningkatan nilai rata-rata yaitu dari dari 48,34 menjadi 61,67.Kata Kunci: Ejaan Bahasa Indonesia, EYD V, media online
Kajian Morfologis Reduplikasi dalam Novel Ayam Goreng Gadamala dan Pria Berkacamata dan Kontribusinya Terhadap Pembelajaran Apresiasi Sastra Kurniati, Yusi
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v10i1.4596

Abstract

Penelitian ini menganalisis reduplikasi dalam novel Ayam Goreng Gadamala dan Pria Berkacamata untuk mengidentifikasi jenis dan kontribusinya terhadap apresiasi sastra. Metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menemukan 470 data reduplikasi dengan komposisi: reduplikasi utuh (57%), reduplikasi berimbuhan (28%), reduplikasi semu (6,6%), reduplikasi sebagian (5,3%), dan reduplikasi berubah bunyi (3%). Setiap jenis reduplikasi memiliki karakteristik semantis unik, dengan reduplikasi utuh paling dominan karena maknanya terendah. Analisis menunjukkan reduplikasi tidak sekadar fenomena gramatikal, melainkan strategi komunikasi yang mencerminkan kreativitas kognitif penutur dalam memanipulasi bahasa. Penelitian berkontribusi pada pengembangan kajian morfologi bahasa Indonesia, teori stilistika sastra, dan model integrasi linguistik-sastra. Secara pedagogis, temuan mengungkapkan bahwa reduplikasi dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan apresiasi sastra melalui pemahaman mendalam tentang struktur dan fungsi bahasa dalam karya sastra. Kata kunci : reduplikasi, morfologi, novel Indonesia, apresiasi sastra, linguistik
PENDIDIKAN MULTIKULTUR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SEBAGAI UPAYA MENGHARGAI KEBERAGAMAN SISWA KELAS VII E SMP NEGERI 13 PONTIANAK Nani, Marta; Kurniati, Yusi; Tinenti, Hemma Gregorius
Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan) Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/sl.v6i1.118

Abstract

This study aims to describe the learning process and inhibiting factors of Multicultural Education in Catholic Religious Education and Character Education learning in Class VII E of SMP Negeri 13 Pontianak. Using a qualitative descriptive method with interview and documentation techniques, the study involved one Catholic Religious Education teacher, four students, and one principal as data sources. The results of the study indicate that multicultural education has been integrated into learning even though there is no specific theme about multicultural education. Teachers insert values ​​of respect for differences in gender, ethnicity, culture, and religion in the learning process. Teachers also act as role models by showing an attitude of respecting differences inside and outside the classroom. The main inhibiting factors are the lack of facilities and infrastructure such as narrow rooms, the unavailability of tables, chairs, blackboards, and learning books, and the lack of socialization activities about multicultural education. This study recommends improving facilities and infrastructure and the intensity of socialization to optimize multicultural education in schools.
Moderasi Beragama untuk Mewujudkan Kampus Inklusif dan Mahasiswa yang Moderat Kurniati, Yusi; Arifman Halawa, Arius; Zulkarnain, Rezkie; Rianto, Agustian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5764

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang konsep moderasi beragama kepada mahasiswa, mendorong sikap inklusif terhadap perbedaan agama dan budaya, meningkatkan toleransi dalam keberagaman, serta mencegah paparan ideologi radikal atau ekstremisme agama. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi dengan pendekatan pengajaran dan diskusi aktif, melibatkan 30 mahasiswa dari perguruan tinggi Katolik dengan latar belakang agama yang berbeda. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, penyusunan materi, pretest, penyampaian materi oleh narasumber, diskusi kelompok, studi kasus, dan posttest. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang moderasi beragama, khususnya terkait indikator komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoretis tetapi juga terlibat aktif dalam menganalisis kasus nyata terkait moderasi beragama. Hasil pengabdian menunjukkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mempraktikkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi calon pemimpin yang mendukung perdamaian dan persatuan di masyarakat luas.
PEMANFAATAN MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL DALAM BERKATEKESE DI PAROKI KELUARGA KUDUS DAN PAROKI SANTO AGUSTINUS KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK Bhakti, Angga Satya; Ahen, Lukas; Halawa, Arius Arifman; Cenderato, Cenderato; Zulkarnain, Rezkie; Kurniati, Yusi; Rina, Flariana; Petrus, Petrus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i2.2484

Abstract

ABSTRACT The advancement of the electronic communication medium is still ongoing on occasion. This trend is consistent with people's occasionally growing desire for access to the internet. The Covid-19 pandemic has significantly altered many aspects of life, including interaction and religion. The capacity to adjust to these advancements in digital technology is likewise required of bishops, priests, nuns, and catechists. Incorporating media edification in catechesis as an alternative to catechizing media, catechists can employ social media. Social communication medium, for example can be through Facebook, Instagram, YouTube, and others. The competencies of the catechists are necessary in order to use social media. Based on these issues, it's essential to provide counselling for the catechists.Keywords: social communicating media, catechists ABSTRAKMedia komunikasi digital terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan ini sejalan dengan kebutuhan manusia akan dunia internet yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup memengaruhi berbagai hal termasuk cara beribadah dan juga berkomunikasi. Para uskup, pastor, biarawan-biarawati termasuk para katekis juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan-kemajuan teknologi digital ini. Termasuk memperbaharui media dalam berkatese. Para katekis dapat menggunakan media komunikasi sosial sebagai alternatif media berkatekese.  Media komunikasi sosial tersebut misalnya melalui Facebook, Instagram, Youtube, dan lain-lain. Untuk menggunakan media komunikasi sosial tersebut, diperlukan kecakapan dari para katekis. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilaksanakan penyuluhan terkait pemanfaatan media komunikasi sosial dalam berkatekese yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada para katekis tentang jenis-jenis media sosial yang dapat dimanfaatkan dalam berkatekese.  Kata Kunci: Media Komunikasi Sosial, Kateki
Pelatihan Quizziz sebagai Penerapan Literasi Digital dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Halawa, Arius Arifman; Zulkarnain, Rezkie; Kurniati, Yusi; Imakulata, Albina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4052

Abstract

Kegiatan PkM ini bertujuan memberikan penyadaran kepada guru Agama Katolik tingkat SMP sederajat di Kabupaten Mempawah akan kesiapan dengan segala perubahan dan mau meng-upgrade diri termasuk dalam hal literasi digital. Selain itu PkM ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta tentang literasi digital khususnya aplikasi Quizizz. Mitra dalam kegiatan ini adalah guru PAK di Kabupaten Mempawah yang terdiri dari 30 orang. Metode pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa selama praktik penyusunan soal dengan menggunakan Quizziz, peserta berhasil menggunakan aplikasi tersebut mulai dari menyusun soal, mengatur jawaban menjadi acak, mengatur durasi waktu menjawab soal, hingga mengunduh nilai.
Penguatan Pastoral Mahasiswa Melalui Rekoleksi Sebagai Ruang Refleksi Panggilan Hidup Orang Muda Katolik Bhakti, Angga Satya; Kurniati, Yusi; Zulkarnain, Rezkie; cenderato, Cenderato; Ismarjo, Alblikus Eko
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  This community service activity aimed to strengthen the spiritual identity of Catholic university students, deepen their understanding of their calling as Catholic Youth (Orang Muda Katolik/OMK), enhance their active involvement in church ministry, and cultivate a genuine spirit of evangelization. The program was carried out through a recollection activity employing the Asset Based Community Development (ABCD) approach, guided by five successive stages: discovery, dream, design, define, and destiny, involving Catholic students from five universities across the city of Pontianak. The recollection proved fruitful in several meaningful ways. Participants gained a clearer and more heartfelt understanding of who they are as Catholic Youth. They also grew in awareness of the importance of being actively engaged in their church communities and felt a deeper sense of calling to serve others. Beyond that, a shared commitment emerged among participants to support one another in their faith journey, as well as a sincere resolve to proclaim the teachings of Christ, including through social media platforms. Overall, the ABCD-based recollection demonstrated its effectiveness as a spiritual formation model that is not only structured and contextual, but also deeply relevant and transformative for Catholic university students.Abstrak:  Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan jati diri spiritual mahasiswa Katolik, memperdalam pemahaman mereka akan panggilan hidup sebagai Orang Muda Katolik (OMK), meningkatkan keterlibatan dalam pelayanan gerejawi, serta menumbuhkan semangat evangelisasi. Kegiatan dilaksanakan melalui rekoleksi dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang berjalan melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny, melibatkan mahasiswa Katolik dari lima perguruan tinggi di wilayah Kota Pontianak. Hasil dari rekoleksi ini ialah para peserta menjadi paham akan jati diri mereka sebagai Orang Muda Katolik. Para peserta juga semakin sadar akan pentingnya keterlibatan aktif dalam komunitas gerejawi dan merasa lebih terpanggil untuk melayani. Selain itu, tumbuh pula kesadaran bersama untuk saling menopang dalam perjalanan iman serta komitmen nyata untuk mewartakan ajaran Kristus, termasuk melalui media sosial. Rekoleksi berbasis ABCD terbukti menjadi sarana pembinaan rohani yang efektif, kontekstual, dan bermakna bagi mahasiswa Katolik.