Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pembentukan Karakter Insan Kamil Melalui Pengembangan Softskill Di Sekolah Tinngi Agama Islam Muhammadiyah Blora Nur'aini, Siti
JURNAL PEDAGOGY Vol. 15 No. 1 (2022): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v15i1.117

Abstract

Insan kamil merupakan jati diri yang mengidealkan kesatuan nama dan sifat-sifat Tuhan kedalam hakikat atau esensi dirinya. Dalam pengertian ini esensial dan sifat-sifat ilahi tersebut pada dasarnya juga menjadi milik manusia sempurna oleh adanya hak fundamental, yaitu sebagai suatu keniscayaan yang inheren dalam esensi dirinya. Hal itu dinyatakan dalam ungkapan yang sering didengaar yaitu Tuhan berfungsi sebagai cermin bagai manusia dan manusia sebagai cermin untuk melihat diri-Nya. Pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam menekankan adanya penggunaan akal diimbangi dengan iman yang berpusat di qolb dan dilakukan oleh jasad yang sehat dan kuat, sehingga melalui keteladanan, cerita (kisah), ceramah dan nasehat serta kebiasaan akan membentuk insan kamil, insan kamil berdasarkan konsep Islam. Transformasi nilai, intelektual dan budaya akan terjadi, jika kita mempunyai semangat yang sama dalam pencapaian insan kamil tentunya didukung satu sistem dan sarana pendidikan Islam yang memadai yaitu dengan adanya institusi pendidikan Islam.
Pengaruh Kepemimpinan Autetntik Terhadap Komitmen Organisasi Pada Pimpinan Organisasi Perempuan Melalui Readiness to Change Nur'Aini, Siti; Laili, Januariya
ILMU PSIKOLOGI Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i2.5029

Abstract

Komitmen organisasi merupakan keterkaitan individu terhadap organisasi, sehingga individu sebagai anggota organisasi mampu memahami tujuan organisasi dan memiliki keinginan bekerja dan berkontribusi secara maksimal bagi organisasi. Nasyiatul Aisyiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah memiliki peran penting dalam mewujudkan Perempuan Islam yang maju dan secara berkesinambungan mampu memberikan kontribusi terhadap Masyarakat. Komitmen organisasi dipengaruhi kesiapan individu untuk berubah dan gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran peran kepemimpinan otentik terhadap komitmen organisasi terhadap perubahan melalui kesiapan individu untuk berubah sebagai variabel mediator pada pimpinan Nasyiatul Aisyiyah di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif asosiatif. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 109 orang. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Teknik analisis yang digunakan yakni regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran readiness to change pada komitmen organisasi tidaklah signifikan. Selain itu melalui uji parsial diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan terhadap komitmen organisasi.
Pengaruh Pengalaman Microteaching dan Pengalaman Asistensi Mengajar terhadap Career Decision Making on Teaching melalui Internal Locus of Control sebagai Variabel Intervening Nur'Aini, Siti; Wulandari, Ruri Nurul Aeni
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i3.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman microteaching dan pengalaman asistensi mengajar terhadap career decision making on teaching melalui internal locus of control sebagai variabel intervening. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2021 dengan jumlah 85 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden 70 mahasiswa. Analisis data yang digunakan yaitu Partial Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan alat analisis data menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengalaman microteaching tidak berpengaruh terhadap career decision making on teaching; (2) pengalaman asistensi mengajar berpengaruh terhadap career decision making on teaching; (3) pengalaman microteaching berpengaruh terhadap internal locus of control; (4) pengalaman asistensi mengajar berpengaruh terhadap internal locus of control ; (5) internal locus of control berpengaruh terhadap career decision making on teaching; (6) pengalaman microteaching tidak berpengaruh terhadap career decision making on teaching melalui internal locus of control; (7) pengalaman asistensi mengajar berpengaruh terhadap career decision making on teaching melalui internal locus of control. Kata Kunci: Microtecahing, Asistensi Mengajar, ILoC, CDMT
Pelatihan Pembuatan Nugget Tempe pada Kelompok “Generasi Z” Desa Cokrowati Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Nur'aini, Siti; Puspitasari, Titik
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v4i3.3347

Abstract

Tempe merupakan lauk utama yang kaya akan nutrisi yang termasuk komoditi besar Indonesia, inovasi pengolahan tempe sangat beragam, mulai, tempe goreng, kripik, bacem, dan aneka olahan lainya yang tentunya terdapat kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan. Untuk meningkatkan variasiolahan tempe tanpa mengurangi kandungan gizi maka dibuatlah inovasi nugget Tempe yang tentunya digemari berbagai kalangan mulai anak- anak sampai oaramg tua. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan generasi muda dalam mengolah bahan pangan lokal yang bernilai tambah baik dari segi nutrisi dan nilai jual. Selain itu pelatihan ini dirancang untuk memberikan wawasan dan pengalaman praktis dalam memproduksi nugget tempe yang sehat dan bernutrisi. Metode pelatihan meliputi penyampaian materi, demonstrasi langsung, serta praktik pembuatan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pembentukan, penggorengan, hingga pengemasan produk. Peserta aktif terlibat dalam setiap tahap pelatihan, yang juga dilengkapi dengan sesi diskusi untuk mengeksplorasi potensi bisnis dari produk olahan ini. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami dan mengaplikasikan teknik yang diajarkan, serta memiliki motivasi untuk mengembangkan usaha berbasis tempe di desa mereka. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong munculnya enterpreneur muda dan memperluas diversifikasi produk pangan lokal di Desa Cokrowati.
Review: Potensi Hidrogel Selulosa sebagai Media Enkapsulasi Senyawa Bioaktif Rodhiyah, Marathur; Naufal, Muhammad Risyad; Cahyati, Nilam; Nur'aini, Siti; Arandi, Tyas Al
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1289

Abstract

Hidrogel merupakan polimer struktur tiga dimensi yang memiliki kemampuan menyerap cairan. Hidrogel dapat dibuat menggunakan polimer sintetis seperti selulosa. Penggunaan selulosa tersebut didasarkan pada kelimpahan kandungannya pada berbagai tanaman yang ada di Indonesia. Proses pembuatan hidrogel dilakukan dengan menggunakan ikat silang fisika. Hidrogel yang dihasilkan menunjukkan karakteristik yang baik, meliputi nilai derajat pengembangan, kekuatan mekanik, dan biokompatibilitas. Namun, kekurangannya adalah hidrogel belum bisa dimanfaatkan secara optimal dalam bidang biomedis karena kurangnya aktivitas antibakteri yang memadai. Salah satu aplikasi biomedis yang menjadi perhatian adalah aplikasi penutup luka. Hal tersebut berkaitan dengan banyaknya kasus infeksi luka yang terjadi. Sehingga jika ingin digunakan sebagai aplikasi penutup luka, maka pada matrik hidrogel perlu ditambahkan senyawa bioaktif dari bahan alam. Ekstrak bahan alam yang digunakan harus memiliki kandungan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan anti inflamasi. Paper review ini menganalisis beberapa kandidat sumber senyawa bioaktif. Ekstrak biji mangga dapat dijadikan sebagai kandidat karena memiliki sifat-sifat tersebut. Selain itu pemilihan ekstrak biji mangga juga didasarkan pada keberlimpahannya di Indonesia. Sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan pengolahan limbah menjadi material baru yang lebih bermanfaat.
Revitalisasi Pendidikan Kuttab Di Era Digital Nurhantanto, Armin; Nur'aini, Siti; Wachidi, Wachidi; Ali, Muhammad
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.3828

Abstract

Kuttab education, as a traditional Islamic educational institution that has played an important role in educating generations of Muslims since medieval times, is now facing great challenges in the digital era. Advances in technology and changes in people's lifestyles have had a significant impact on the way of learning and teaching. This study aims to explore the revitalization efforts of Kuttab education in the face of digital transformation, focusing on curriculum adaptation, information technology utilization, and community involvement in the education process. The method used in this research is a qualitative approach with literature studies, interviews with educational practitioners, as well as direct observation in several Kuttab institutions that have begun to integrate digital technology in their learning process. The results showed that the revitalization of Kuttab in the digital era does not only involve updating teaching materials, but also the need to develop digital competencies for teachers and students. The use of digital learning platforms, Quran-based applications, and distance learning are some of the innovations that support the effectiveness of Kuttab education in this era. This study concludes that Kuttab education that integrates digital technology has great potential to expand access to quality Islamic religious education, while maintaining the traditional values that characterize Kuttab education.
MANUAL AND DIGITAL MAKE A MATCH: AN EXPERIMENTAL STUDY ON VOCABULARY AND MOTIVATION Ni'amah, Lailin; Nur'aini, Siti; Setyaji, Arso
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.25146

Abstract

Vocabulary mastery is a crucial element of language acquisition, and students' success is significantly influenced by their motivation and the teaching methods used. Traditional approaches often struggle to keep students engaged, which has led to a growing interest in game-based learning strategies. One effective method is "Make a Match," an interactive technique that combines play with educational goals. However, there has been limited research comparing the effectiveness of its manual and digital versions in enhancing vocabulary mastery and learning motivation. This study utilized an experimental design involving two groups of seventh-grade junior high school students. One group received vocabulary instruction through the manual version of Make a Match, while the other group used the digital version. Both groups completed pretests and posttests to assess vocabulary proficiency and filled out a motivation questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics, paired-sample t-tests, and independent-sample t-tests. The findings indicated that both versions of Make a Match significantly improved students' vocabulary acquisition and motivation. The manual version demonstrated slightly higher gains in vocabulary mastery, emphasizing the value of direct peer interaction and face-to-face communication. Meanwhile, the digital version was appreciated for its accessibility and innovative features, despite encountering some minor technical challenges. These results highlight the importance of integrating both traditional and digital approaches in language teaching and provide practical insights for educators seeking to enhance vocabulary learning outcomes.
REGIONAL DIALECT VARIATION IN ENGLISH LANGUAGE OF TABLE TENNIS TERMS IN INDONESIAN TABLE TENNIS ORGANIZATIONS FOR THE SPORT MAJOR Mauldy, Annisa; Nur'Aini, Siti; Senowarsito, Senowarsito
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.25526

Abstract

This study explores the use and variation of table tennis terms in Indonesia through a corpus-based analysis by compiling and examining a specialized corpus consisting of coaching manuals. The research identifies the most frequently used terms, their linguistic patterns, and regional variations influenced by local dialects. The study highlights inconsistencies in term usage, translation from international sources, and the influence of Indonesian linguistic structure on sports terms. Results show that while some terms align closely with international standards set by the International Table Tennis Federation (ITTF), A corpus of Indonesian-language texts related to table tennis, comprising coaching manuals, online articles, and interview transcripts, was compiled and analyzed to identify frequently used terms, regional variations, and term consistency. Quantitative analysis was used to determine frequency and collocation patterns. At the same time, qualitative data from interviews with coaches, athletes, and referees explored how dialectical influences and contextual usage affect term adoption and understanding. The findings reveal inconsistencies in terms usage across regions, influenced by local dialects and a lack of standardized translation from English.