Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan. Budaya organisasi merupakan aspek fundamental yang memengaruhi perilaku dan sikap karyawan terhadap pekerjaan, sedangkan kepuasan kerja menjadi indikator utama dari kesehatan dan efektivitas organisasi. Dalam studi ini, metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal akademik dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi budaya organisasi, seperti komunikasi terbuka, dukungan manajerial, dan nilai-nilai kolaboratif, memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung dalam lingkungan kerja mereka cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa variabel-variabel seperti dukungan sosial dan tingkat stres dapat memengaruhi hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan di bidang ini, masih terdapat kesenjangan dalam konteks lokal, terutama di Indonesia, di mana nilai-nilai budaya lokal memainkan peran penting. Penelitian ini menyarankan agar organisasi mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam strategi manajeman sumber daya manusia untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan kinerja organisasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika antara budaya organisasi dan kepuasan kerja, serta memberikan panduan praktis bagi praktik manajerial di berbagai organisasi.