Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Influence of Technology in Wayang Golek Purwa Performances: Combining Tradition and Innovation Maulana, Marsel Ridky; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v7n2.p199-212

Abstract

Wayang Golek Purwa, as one of the traditional cultural heritages of the Sundanese community, faces significant challenges in maintaining its existence amid the rapid development of modern technology. This research aims to analyze the influence of technology on Wayang Golek Purwa performances, especially in integrating tradition and innovation to attract a wider audience and be relevant to the digital era. This research uses a descriptive qualitative approach through direct observation, literature study, and audio-visual analysis of the performance. The findings show that the application of technology, such as visual projection, modern lighting, and digital sound, significantly enriches the aesthetic and dramatic dimensions of Wayang Golek Purwa. In addition, the integration of multimedia technology opens up new opportunities to introduce stories and characters that are relevant to the younger generation. However, the research also identified challenges, including limited access to technology among performers in rural areas. The fusion of tradition and innovation through technology opens up opportunities for the preservation of Wayang Golek Purwa while strengthening its appeal in the era of globalization. Recommendations are made to develop a model of collaboration between traditional artists and technology experts to maintain a balance between modernization and preservation of traditional values.
Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pendamping Pembelajaran Vokal pada Anak Usia Dini Hutapea, Clarisa Jesika Korina Tiurmauli; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPTI - Januari 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.611

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran vokal adalah kurangnya minat siswa dalam pemanasan vokal. Pada era kontemporer, diperlukan metode yang menarik dan kreatif untuk meningkatkan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran YouTube dalam mendukung proses pembelajaran vokal anak usia dini, khususnya pada tahap latihan pemanasan vokal, serta mendeskripsikan proses pembelajaran tersebut dengan menggunakan YouTube sebagai media pendamping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lembaga kursus vokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dapat memberikan akses mudah ke materi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga memotivasi anak untuk belajar vokal secara mandiri maupun dengan bimbingan. Proses pembelajaran yang didukung oleh YouTube dapat meningkatkan keterlibatan anak, meskipun tetap diperlukan pengawasan untuk memastikan konten yang relevan dan sesuai usia. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan efektivitas pembelajaran seni vokal melalui integrasi media digital. Sinergi antara pembelajaran menggunakan YouTube dan pengajaran langsung dari pendidik sangat direkomendasikan untuk hasil yang lebih optimal untuk anak usia dini dalam pembelajaran vokal.
Analisis Aplikasi Moises AI dalam Pembelajaran Vokal: Inovasi Digital untuk Guru Musik Nurfalah, Asep Rizwan; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPTI - Maret 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.707

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan musik. Namun, pembelajaran vokal masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap backing track yang sesuai, kurangnya fleksibilitas dalam penyesuaian tempo dan nada, serta keterbatasan umpan balik yang cepat bagi siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi Moises AI dalam meningkatkan keterampilan vokal siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan melibatkan 4 guru dan 10 siswa dari Aha Music Course (AMC) yang telah menggunakan aplikasi Moises AI selama 3 minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam stabilitas nada, perbaikan dalam artikulasi lirik, dan mengoptimalkan kontrol dinamika suara yang lebih baik setelah memanfaatkan fitur Vocal Remover, Tempo Control, dan Transpose. Selain itu, para guru melaporkan bahwa aplikasi ini membantu mereka dalam memberikan evaluasi yang lebih cepat dan akurat terhadap perkembangan siswa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa aplikasi Moises AI memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran vokal yang efektif dan merekomendasikan integrasi teknologi ini secara berkelanjutan dalam kurikulum pembelajaran musik modern.
Digitalization of Tradition: An Android-Based Gamelan Degung Sundanese Application to Improve Musicianship Skills is Higher Education Maulana, Marsel Ridky; Sukmayadi, Yudi; Sunaryo, Ayo; Tresnadi, Soni
PROMUSIKA Vol 13, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v13i1.15712

Abstract

Using the Gamelan Degung Sunda application as an alternative instructional medium has proven effective in addressing the challenges posed by the limited availability of gamelan instruments in higher education settings. The demand for flexible and efficient solutions in developing performance skills for Gamelan Degung has driven the integration of digital technology into arts education. This study adopts a qualitative approach using a case study method, employing direct observation and in-depth interviews with students who engaged with the application as part of their learning process. The findings indicate that the Gamelan Degung Sunda application effectively enhances students' understanding of musical structure and fundamental techniques in playing Gamelan Degung Sunda. It also significantly improves accessibility by enabling students to practice independently outside formal classroom sessions. Moreover, the application fosters active learning, despite its limited content scope, which does not fully represent the complexity of karawitan (Sundanese classical music). These findings underscore that integrating digital technology into arts education is not merely a short-term solution to infrastructural constraints but represents an innovative approach to cultivating adaptive and participatory learning experiences. The practical implication lies in the application's role as a pedagogical aid within academic environments that lack adequate facilities. Academically, the study opens avenues for developing digitally-based arts curricula and further investigating the effectiveness of application-based instructional media within the context of arts education in the digital transformation era. Future application developments are recommended to include more complex instructional content and comprehensive integration within technology-oriented arts study programs.Digitalisasi Gamelan Degung: Aplikasi Berbasis Android untuk Meningkatkan Kemampuan Musikal di Pendidikan TinggiAbstrakPemanfaatan aplikasi Gamelan Degung Sunda sebagai media pembelajaran alternatif terbukti mampu menjawab tantangan keterbatasan instrumen gamelan di lingkungan perguruan tinggi. Kebutuhan akan solusi yang fleksibel dan efisien dalam mengembangkan keterampilan memainkan Gamelan Degung mendorong integrasi teknologi digital dalam proses pendidikan seni. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang menggunakan aplikasi tersebut dalam pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi Gamelan Degung Sunda efektif dalam mendukung pemahaman struktur musikal dan teknik dasar dalam bermain Gamelan Degung Sunda, sekaligus meningkatkan aksesibilitas mahasiswa untuk berlatih secara mandiri di luar kelas formal. Aplikasi ini juga memotivasi proses belajar secara aktif, meskipun masih memiliki keterbatasan dalam cakupan materi yang belum merepresentasikan keseluruhan kompleksitas karawitan Sunda. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran seni bukan hanya solusi jangka pendek atas keterbatasan sarana, tetapi juga pendekatan inovatif dalam menciptakan pengalaman belajar yang adaptif dan partisipatif. Implikasi praktisnya terletak pada pemanfaatan aplikasi ini sebagai alat bantu pedagogis dalam lingkungan akademik yang memiliki keterbatasan fasilitas. Sementara itu, implikasi akademiknya membuka peluang untuk pengembangan kurikulum seni berbasis digital serta kajian lebih lanjut mengenai efektivitas media pembelajaran berbasis aplikasi dalam konteks pendidikan seni di era transformasi digital. Disarankan pengembangan lanjutan terhadap konten aplikasi dengan materi yang lebih kompleks, serta integrasi menyeluruh dalam program studi seni berbasis teknologi.Kata kunci:  media pembelajaran; aplikasi musik; gamelan degung Sunda; aplikasi digital gamelan degung.
Collaborative Music Learning : Utilizing n-Track Application in Private Music Education Sembiring, Piter; Sukmayadi, Yudi; Sunaryo, Ayo
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 2 (2025): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.15002

Abstract

This study explores the utilization of n-Track, a digital audio workstation (DAW), as a collaborative tool in private music education. Unlike conventional music learning tools, n-Track enables real-time digital collaboration between teachers and students, facilitating asynchronous learning. This study presented a novel approach by utilizing mobile based DAW technology to enhance both in person and virtual music instruction, making it more accessible and interactive. Using a qualitative approach with a descriptive method, data was collected through observations and interviews with students engaged in n-Track-based learning. Thematic coding was used to identify recurring patterns and themes in the data, providing insights into the app’s impact on student and teacher interaction. The findings indicate that n-Track enhances student engagement, supports independent practice, and improves teacher-student interaction efficiency. Key features such as multitrack recording, MIDI sequencing, and real-time feedback facilitate structured musical arrangements and instrumental skill development. This study also highlights the importance of digital literacy among educators to maximize the benefits of technology in music education. Despite limitations in the free version of n-Track, it remains effective in fostering creativity and autonomy in music learning. This research contributes to the advancement of digital music pedagogy, emphasizing the role of DAWs in modern music education.
PROSES KREATIVITAS PENCIPTAAN JAIPONG WAYANG DI BENGKEL JAIPONG GALAKSINONGNONG'ART Oktaviani, Ayu Tri; Sunaryo, Ayo; Sudirman, Agus
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 5, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v5i1.80876

Abstract

TARI KUNTUL LIWAT DI SANGGAR SUNDA PURA Sudirman, Agus; Fitri, Dessy Lidia; Sunaryo, Ayo
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65298

Abstract

Tari Kuntul Liwat merupakan bagian integral dari upacara Mapag Panganten dan melambangkan kekayaan budaya Karawang yang penuh tradisi. Tarian ini mengambil burung kuntul sebagai inspirasi utama, simbol kehidupan agraris dan kesejahteraan masyarakat Karawang. Tari Kuntul Liwat merupakan Tari yang terintegrasi elemen dari Tari Gondang, yang relevan dengan konsep tarian rakyat, menambah kedalaman makna dan kesesuaian budaya tari ini. Penelitian ini menggunakan teori Etnokoreologi sebagai dasar, dipadukan dengan teori revitalisasi, ide penciptaan, koreografi, serta teori rias dan busana. Metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif diterapkan untuk mengeksplorasi struktur koreografi yang didominasi oleh desain gerak asimetris dengan penggunaan ruang, tenaga, dan waktu yang sedang. Tari Kuntul Liwat menggambarkan kekayaan budaya Karawang melalui simbol burung kuntul dan gerakan anggun yang mencerminkan kehidupan agraris. Unsur pengadaptasian Tari Gondang menambah makna dan keselarasan budaya tari ini. Tari Kuntul Liwat berfungsi sebagai media edukasi dan pelestarian budaya. Tari Kuntul Liwat mencakup kategori gerak pure movement pada Meber Jangjang, locomotion pada Mincid, dan gesture pada Ngapak Sajodo. Riasan yang digunakan penari perempuan adalah rias korektif, sementara busana penari perempuan meliputi brukat kebaya putih, kebaya (kutang nini), dan rok kain batik dengan warna putih, hijau, dan hitam, yang menggambarkan motif bulu burung kuntul dan area persawahan. Rias busana penari laki-laki, diadaptasi dari Tari Gondang, mencerminkan kesederhanaan dan keaslian pakaian tradisional yang nyaman. Secara keseluruhan, Tari Kuntul Liwat melambangkan kekayaan budaya dan kehidupan agraris masyarakat Karawang, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai, serta diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan agar tetap relevan dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Koreografi Interkultural: Mengkokohkan Identitas Budaya Melalui Kolaborasi Seni Pada Bandung Isola Performing Art Festival (BIPAF) Sunaryo, Ayo; Gunawan, Iwan; Hapidzin, Rivaldi Indra; Endrayanto, Yana; Santana, Fifiet Dwi Tresna
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2830

Abstract

Artikel ilmiah ini memaparkan proses penciptaan karya tari yang berbasis blended interkultural pada panggung Bandung Isola Performance Art Festival (BIPAF) dengan melibatkan koreografer dari Indonesia, Belanda, India, Malaysia dan Amerika secara virtual dan nyata. Koreografi interkultural adalah kolaborasi antara elemn-elemen seni dari budaya yang berbeda sehingga terjadinya pertukaran ide, gerak, musik dan tradisi budaya yang berbeda. Kegiatan ini merupakan bentuk seni yang menginspirasi dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah action research. Melalui paradigma kualitatif, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data secara aktual, realistik, dan sistematis dalam menciptakan karya tari kolaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipatif, studi dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan refleksi. Hasil penelitian adalah terciptanya koreografi baru dalam teknik penciptaan karya tari antar negara pada panggung BIPAF melalui konsep blended interkultural. Pertunjukan koreografi interkultural secara blended bermanfaat untuk para koreografer, penari, komposer, animator dan pelaku seni lainnya dalam mencipta koreografi interkultural dari proses kolaborasi dengan menciptakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, teknik dan pengalaman budaya yang berbeda yang tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu.
GLORIFICATION OF LOCAL CULTURAL WISDOM IN THE IMPLEMENTATION OF FLS2N IN THE FIELD OF CREATIVE DANCE Sunaryo, Ayo; Hapidzin, Rivaldi Indra; Dyani, Putri Lilis; Santana, Fifiet Dwi Tresna
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 21 No. 1 (2024): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v21i1.31092

Abstract

This scientific article aims to create creative dance works based on the local cultural wisdom of West Java, specifically Sukabumi Regency, for the FLS2N competition. The organization of FLS2N at the high school level is an effort to develop the artistic spirit of elementary school students. Through FLS2N at the high school level, a love for the arts will be fostered, which will inspire them to preserve Indonesian art and protect the nation's cultural heritage, based on the local cultural wisdom of each region. The method used is action research. Through a qualitative paradigm, this method is used to describe data in an actual, realistic, and systematic manner in creating dance works for FLS2N needs. Data collection is conducted through interviews, participatory observation, document studies, focus group discussions, and reflection. The results of the study show that art and culture teachers in Sukabumi Regency can enhance their understanding and skills in creating creative dance works for FLS2N at the high school/MA level based on local cultural wisdom. Keywords: Breeding, Local Cultural Wisdom, FLS2N
Kukupu Dance Learning Innovation: Using Pop-Up Book Media to Improve Elementary School Students' Knowledge Amelia, Mesa; Sunaryo, Ayo; Badaruddin, Saian; Anizaim, Aimi Nabila
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 5, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v5i2.92012

Abstract

This study examines the effectiveness of using pop-up books in learning the Kukupu dance as an effort to improve dance knowledge in elementary school students. The Kukupu dance, which is part of cultural heritage, requires a deep understanding of movement techniques and the accompanying cultural context. The use of pop-up books as a learning medium was chosen because of its advantages in presenting information visually and interactively, making it easier for students to understand complex concepts. The research methodology involved designing pop-up books that integrate key elements of the Kukupu dance, such as movements, costumes, and cultural background, and implementing them in classroom learning activities. The research subjects consisted of fourth and fifth grade elementary school students, with the evaluation process carried out through observation, interviews, and knowledge tests before and after the media application. The analysis results showed that the use of pop-up books significantly improved students' dance knowledge, with a clear increase in understanding of movement techniques, costumes, and the cultural context of the Kukupu dance. These findings confirm the potential of pop-up books as an effective tool in dance learning, offering an innovative alternative to increase student engagement and understanding at the elementary school level.