Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan Motivasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Remaja di SMP Taman Dewasa Jetis, Sleman, Yogyakarta Andunara, Afrianus; Wirata, Resta Betaliani; Palupi, Ethic; Prawesti, Indah
PENA NURSING Vol 2 No 2 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i2.3381

Abstract

Background: Motivation is a condition that activates a person's behavior. The preliminary study found that there were six students in one class who had not received the Covid-19 vaccination. The school has carried out vaccinations, but there are still some who have not been vaccinated because during an interview with one of the students he said he did not vaccinate because he was afraid of being injected and also followed his friend who had not had the Covid-19 vaccine.Objective: to determine the relationship between peer support and the motivation for the implementation of Covid-19 vaccination in adolescents at Taman Dewasa Jetis Middle School, Slemam, Yogyakarta.Method: The study design used a quantitative - correlation with a cross-sectional approach. The population is 230 people, the sampling technique is stratified random sampling. The number of samples is 49 respondents with a measuring instrument in the form of a questionnaire and using Spearman rank analysis.Finding: Spearman rank test results obtained p-value 0.419 (> 0.05). The results of the analysis test show that the p-value is greater than alpha.Conclusion: There is no relationship between peer support and the motivation for the implementation of Covid-19 vaccination in adolescents at Taman Dewasa Jetis Middle School, Slemam, Yogyakarta.
Peningkatan Kapasitas Diri Remaja Melalui Pendekatan Community Participatory Menuju Desa Bebas Stunting di Kelurahan Selopamioro Rianita Elfrida Sinaga, Mei; Betaliani Wirata, Resta; Widi Istianti, Daning
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.778

Abstract

Dusun Nogosari Kelurahan Selopamioro memiliki potensi remaja yang tinggi untuk diberdayakan sejumlah 90 remaja. Kelurahan Selopamioro ini memiliki angka stunting tertinggi di DIY yaitu 181 dari 915 balita. Mayoritas pekerjaan mitra adalah petani dengan hasil panen padi dan kedelai. Kejadian balita stunting ini muncul disebabkan salah satunya terdapat ibu menikah dini dengan kondisi anemia berat saat hamil. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mewujudkan desa bebas stunting dengan membentuk kader dan posyandu remaja, memberikan pendampingan, penyuluhan serta pelatihan keterampilan pada kelompok remaja. Metode pengabdian dilakukan dengan edukasi, pembentukan posyandu remaja, dan pengolahan bahan makanan serta pembuatan media promosi. Didapatkan hasil bahwa kegiatan yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 80% pada remaja mengenai kesehatan reproduksi, gizi seimbang dan faktor penyebab terjadinya stunting. Selain itu hasil dari pelatihan kader remaja dan pembentukan posyandu remaja telah dilakukan pengesahan susunan struktur posyandu remaja tercapai 100% di Dusun Nogosari Kelurahan Selopamioro. Produk nugget kedelai sebagai makanan olahan hasil pangan di lingkungan dapat dilakukan dan diproduksi oleh remaja serta motivasi dan antusias remaja 100% mengikuti kegiatan. Upaya pemberdayaan dan kemitraan yang dilakukan dapat terealisasi melalui posyandu remaja yang terbentuk. Pemberdayaan kader remaja dapat menimbulkan kesadaran untuk melakukan skrining kesehatan sehingga desa bebas stunting dengan membentuk kader dan posyandu remaja dapat terwujud.
Improving Teenagers' Self-Capacity Towards Zero Stunting Through The Implementation Of The "Si-Telur Petis" Application As A Screening For Non-Communicable Diseases In Selopamioro Village: Peningkatan Kapasitas Diri Remaja Menuju Zero Stunting Melalui Implementasi Aplikasi “Si-Telur Petis” Sebagai Skrining Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Selopamioro Rianita Elfrida Sinaga, Mei; Widi Istianti, Daning; Betaliani Wirata, Resta
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i1.1229

Abstract

The demands of learning tasks for today's teenagers spend a lot of time on activities using gadgets while less physical activity, and less healthy eating patterns. This condition is one of the causes of the high incidence of anemia, hypertension and diabetes mellitus in adolescence. The purpose of this community service is to realize healthy adolescents by increasing the capacity of adolescents both knowledge and skills in the Prevention of non-communicable diseases using the application “Si-Telur Petis”. The method of dedication is carried out by training on the use of the ‘Si-Telur Petis” application, screening for non-communicable diseases, namely anemia, hypertension and diabetes mellitus, mentoring of adolescent cadres for home visits. It was found that the activities carried out increased knowledge by 88% in adolescents regarding the Prevention of non-communicable diseases, improved skills of adolescent cadres in screening 70%, understanding of adolescent cadres in using and accessing the application “Si-Telur Petis” 100%, confident adolescent cadres make home visits. The continuity of the implementation of Posyandu remaja needs support and assistance from the local health center. Increasing the self-capacity of adolescents is the key in preventing non-communicable diseases so that superior generations are realized.
Effects of Health Education on Hygienic Self-Care Practices among Female Adolescent Wirata, Resta Betaliani; Ballena, Naressia S
Journal of Health Education Vol 6 No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v6i2.46521

Abstract

Background: As an older child enters the stage of adolescence, several changes happen within the human body, particularly female adolescents. The researcher as a Nurse educator realized the need to include health education on hygienic self-care practices in the subjects to be taught in Junior High School. The study aimed to determine the effect of health education on the hygienic self-care practices among adolescents’ female junior high school in Yogyakarta City, Indonesia. Methods: This study used quantitative design utilized pre-experimental with one group pretest-posttest design. The researcher used health education on the hygienic self-care practices module as the intervention and self-made questionnaire as the instrument. Results: Data shows a mean score on the before health education which is 2.96 had increased after health education to a mean score of 3.68. There is a mean difference of 0.72 and a p-value of 0.000 in between the scores which indicates a significant result. The proposed health education program developed by the researcher needs to be implemented in the participating schools. Conclusion: The role in the collaboration of the school nurses and teachers are needed to the success of a health education program to their students who are in the stage of adolescence.
Peningkatan Kapasitas Kesehatan Pengelola Sampah sebagai Upaya Pencegahan Stunting Menggunakan Pendekatan Asset-Based Community Development Sari, Ignasia Yunita; Wirata, Resta Betaliani; Adityasiwi, Gian Lisuari; Anggrahini, Putri Widia; Pingkani, Brigita Angel; Indriani, Catarina Arista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23436

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan nasional yang belum terselesaikan. Faktor lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan sanitasi, memiliki kontribusi terhadap kejadian stunting. Petugas pengelola sampah berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas pengelola sampah mengenai pencegahan infeksi melalui pelatihan personal hygiene, penggunaan APD yang benar, serta penerapan ergonomi kerja dalam mendukung pencegahan stunting berbasis lingkungan sehat. Penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, redemonstrasi, dan pendampingan dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Tahapan meliputi sosialisasi, pelatihan pencegahan infeksi dan ergonomi, pengadaan fasilitas cuci tangan dan APD standar, serta monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah pelatihan. Pada pelatihan pertama mengenai personal hygiene dan APD, nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 90,48% menjadi 100%. Pelatihan kedua mengenai ergonomi kerja menunjukkan peningkatan rata-rata dari 82,14% menjadi 100%. Selain itu, fasilitas cuci tangan telah terpasang di area pengelolaan sampah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan pengetahuan serta kesadaran petugas pengelola sampah terhadap pentingnya personal hygiene, penggunaan APD, dan penerapan ergonomi kerja.  Kata Kunci: Stunting, Pengelolaan Sampah, Personal Hygiene, Alat Pelindung Diri, Ergonomi.  ABSTRACT Stunting remains an unresolved national health issue. Environmental factors, including waste management and sanitation, contribute to the occurrence of stunting. Waste management workers play an important role in maintaining environmental cleanliness. This activity aims to improve the knowledge and skills of waste management workers in infection prevention through training on personal hygiene, proper use of personal protective equipment (PPE), and the application of work ergonomics to support stunting prevention based on a healthy environment. The methods used include education, training, demonstration, redemonstration, and mentoring with an Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The stages involved socialization, training on infection prevention and ergonomics, provision of handwashing facilities and standard PPE, as well as monitoring and evaluation of the program outcomes. There was an increase in knowledge after the training. In the first training session on personal hygiene and PPE, the average knowledge score increased from 90.48% to 100%. The second training session on work ergonomics showed an average increase from 82.14% to 100%. In addition, handwashing facilities were successfully installed in the waste management area. The training and mentoring activities effectively improved the knowledge and awareness of waste management workers regarding the importance of personal hygiene, PPE use, and the application of ergonomic practices. Keywords: Stunting, Waste Management, Personal Hygiene, Personal Protective Equipment, Ergonomic.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PIL PADA PASANGAN USIA SUBUR Dwi Afrita Sari; Priyani Haryanti; Oktalia Damar Prasetyaningrum; Resta Betaliani Wirata
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.1

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi di kalangan PUS sangat bervariasi. Di Kelurahan Demangan, pengguna KB hormonal terdiri dari 63 jiwa dengan suntik, 48 jiwa dengan implan, dan 41 jiwa dengan pil. Penggunaan pil KB merupakan yang terendah di antara jenis kontrasepsi hormonal lainnya. Rendahnya penggunaan pil KB diduga dipengaruhi oleh persepsi terhadap efek samping dan tingkat self-efficacy pasangan usia subur. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan penggunaan alat kontrasepsi pil pada pasangan usia subur di Kelurahan Demangan Yogyakarta tahun 2024. Penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 103 PUS, dengan sampel sebanyak 82 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner modifikasi Family Planning Self-Efficacy Scale. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Mayoritas responden berusia 20–44 tahun (80,5%), berpendidikan SMA/sederajat (41,5%), berstatus ibu rumah tangga (48,8%), dan tidak memiliki penghasilan (48,8%). Sebagian besar memiliki self-efficacy tinggi (54,9%), namun tidak menggunakan pil KB (59,8%). Uji Spearman’s rho menunjukkan hubungan signifikan antara self-efficacy dengan penggunaan pil KB (p = 0,007; r = 0,294), dengan keeratan rendah. Terdapat hubungan signifikan dengan keeratan rendah antara self-efficacy dengan penggunaan pil KB. Self-efficacy berperan penting dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain agar hasil lebih komprehensif dan inovatif.
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA Febiana Cindy Sulo; Tri Wahyuni Ismoyowati; Oktalia Damar Prasetyaningrum; Resta Betaliani Wirata
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i2.6

Abstract

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Menurut BKKBN secara global, diperkirakan 15 juta remaja hamil setiap tahunnya, 60% di antaranya hamil di luar nikah. Didapatkan gaya berpacaran yang dilakukan siswa-siswi tersebut yaitu berpegangan tangan, ciuman pipi, merangkul dan dirangkul dan didapatkan siswa memiliki bentuk perilaku seksual berisiko yaitu melakukan ciuman bibir dan sebagian besar dari mereka terpengaruh oleh gaya berpacaran seperti teman lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Analisis menggunakan uji spearman rank dan sudah lolos Ethical Clearence, populasi berjumlah 180 dengan sampel 45 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling, menggunakan alat ukur kuesioner. P-value 0,011 < α 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Hα diterima. Ada hubungan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain dan dapat memberikan edukasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual berisiko dalam meninjau perilaku seksual berisiko pada remaja.