Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Socialization Of Patriotism In Jagoi Babang Sub-District Zulfahita Zulfahita; Citra Utami; Fajar Wulandari; Fitri Fitri; Iip Istirahayu
International Journal of Public Devotion Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v2i1.1594

Abstract

Indonesia is a country that has a variety of cultures, ethnicities, and races. This diversity is characteristic of the Indonesian state and the assets of the Indonesian people, in accordance with the motto of Unity in Diversity. Therefore, it is important for every citizen to have a sense of patriotism as a form of pride in the country of birth and shelter. The love of the motherland is not only implemented in the world of education, but also must be in the community, one of which is by conducting socialization to the community about the importance of the love of the motherland and then proceed with the screening of the Indonesian film titled "Merah Putih Memanggil (Red and White Calling)". This activity was carried out on Thursday, January 17, 2019, located in Jagoi Village, Jagoi Babang District. Participants in this activity were children and residents of Jagoi village and several members of the TNI from the Task Force Yonif 511 / DY. Through these activities, the aim is to further instill a sense of patriotism for participants who basically reside in the border area, namely the village of Jagoi, Jagoi Babang.
Bimbel Activities Program Guide Using Collaborative Approach of School Elementary Student at Village Pajintan Citra Utami; Zulfahita Zulfahita; Buyung Buyung; Evinna Cinda
International Journal of Public Devotion Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Number 1 July 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v1i1.556

Abstract

Free Tutoring Program conducted by lecturers collaborate with students STKIP Singkawang seeing their children's needs will be additional learning after school. Tutoring helps students in doing homework on a given subject in school and help the students' understanding of the lessons they do not understand at school. In addition to assisting students in understanding cognitive activities, tutors also inculcate moral values are good to the students as a way to talk, behave towards older people and others. Tutoring also helps faculty to see the education of elementary school children in pajintan and tutors teach students to develop their abilities in front of the children as their stock later after becoming a teacher. Tutoring activity is carried out twice a week is Saturday and Sunday at 15: 00-16: 030. Kids will get together and tutor will ask them what they learned today. Then divide each tutor will be in accordance with the appropriate number of students and subjects what they want to learn. The number of students in the activities is 26 students tutoring kids who follow learning have willingness to learn. Results are expected after tutoring activities are the students who are expected to gain new knowledge or mastery of a better school after attending tutoring
Socialization Of Healthy Snacks As An Efforts To Increase Nutrition In Indonesia-Malaysia Border Elementary School Students Eti Sunarsih; Emi Sulistri; Citra Utami; Nurul Husna; Andi Mursidi; Dian Mayasari
International Journal of Public Devotion Vol 5, No 1 (2022): January - July 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v5i1.2769

Abstract

Along with the times, food has also experienced a significant development. Starting from a variety of processed foods, which can be served in various new forms and variations. During the growth period, children usually prefer snacks as snacks compared to eating healthy foods such as vegetables and fruits. Snacks that are developing today contain more colorful foods and contain harmful substances. The purpose of this socialization is so that children pay more attention to the snacks they consume. The method used is the first survey, the second choosing the location of service, the third collection of materials/materials, the fourth preparation of the material, the fifth meeting with the school wedding, the sixth implementation of the activity, the seventh documentation and the eighth activity reporting. The results obtained are that the implementation of the service carried out in Gersik Village, Jagoi Babang District, Bengkayang Regency went well and ran smoothly, which can be seen from the enthusiasm of the children when participating in the activities and indications that students have experienced an increased understanding of healthy snacks.
Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Pada Materi Lingkaran Kelas VIII Desi Gusnarsi; Citra Utami; Rika Wahyuni
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.922 KB) | DOI: 10.26737/jpmi.v2i1.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi lingkaran kelas VIII. Penelitian yang digunakan true experiment design dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII di SMP Negeri 04 Singkawang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII D sebagai kelas kontrol. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus N-gain dan uji-t (independen) untuk mengetahui perbedaan peningkatan, Effect Size untuk mengetahui pengaruh, persentase aktivitas siswa dan nilai motivasi belajar siswa untuk mengetahui aktivitas siswa dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diberikan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) yang dibuktikan dengan nilai N-gain 0,51 kategori sedang pada kelas eksprimen dan 0,25 kategori rendah pada kelas kontrol serta uji-t (independen) diperoleh nilai thitung = 5,67 > ttabel = 2,00, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa yang dibuktikan perolehan nilai Effect Size sebesar 1,76 dengan kategori tinggi, (3) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap aktivitas siswa yang  dibuktikan dengan perolehan persentase aktivitas 67,4% dengan kategori aktif, (4) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap motivasi siswa yang dibuktikan dengan nilai rata-rata motivasi belajar siswa keseluruhan sebesar 44,76 dengan kategori tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI TEORI BRUNER PADA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X MAS YASTI SINGKAWANG Wahyu Soraya; Citra Utami; Resy Nirawati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Number 1, March 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v6i1.2296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Yasti Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian adalah pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MAS Yasti Singkawang berjumlah 30 orang. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan spasial matematis siswa pada materi dimensi tiga, kemampuan awal siswa dan tahapan teori bruner (ikonik dan simbolik). Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan spasial dan wawancara yang disesuaikan dengan indikator kemampuan spasial matematis siswa dan telah diujikan dengan validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase skor kemampuan awal dan kemampuan spasial matematis siswa, pendeskripsian data tiap butir soal dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) Kemampuan spasial (KS) matematis siswa dilihat dari kemampuan awal (KA) yaitu: untuk KA tinggi siswa memperoleh KS dengan rata-rata nilai sebesar 65,4 (kategori tinggi), untuk KA sedang siswa memperoleh KS dengan rata-rata nilai sebesar 46 (kategori sedang), dan tidak ada siswa yang memperoleh KA rendah. 2) KS matematis siswa dilihat dari teori bruner (tahapan ikonik, dan simbolik) pada materi dimensi tiga yaitu untuk subjek ber KS tinggi, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik tetapi mampu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KS spasial sedang, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik tetapi mampu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KS rendah, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik dan kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik.
KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL DITINJAU DARI TEORI BRUNER PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR KELAS VIII MTs USHULUDDIN SINGKAWANG Mazilah Zila; Citra Utami; Resy Nirawati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Number 2, September 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v5i2.1147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengdeskripsikan  kemampuan  penalaran adaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Ushuluddin Singkawang berjumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan penalaran adaptif. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu mengkriteriakan dan mengelompokkan data. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1)Kemampuan penalaran adaptif (KPA) dengan kemampuan awal (KA) tinggi siswa memperoleh KPA dengan kategori tinggi (86.43) untuk KA sedang siswa memperoleh KPA kategori sedang (51,53), dan untuk KA rendah siswa memperoleh KPA kategori rendah (30,5); (2) KPA siswa dilihat dari teori bruner (tahapan ikonik, dan simbolik) pada materi operasi hitung bentuk aljabar yaitu untuk subjek KPA tinggi, siswa sudah menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik dan mampu menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KPA sedang, mampu menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik tetapi tidak mampu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KPA rendah siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik dan kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik; dan (3)keterkaitan antara tingkat KA siswa dengan tahapan teori Bruner terhadap KPA adalah siswa untuk KA tinggi dengan tahapan ikonik siswa bisa menggambar buku dan pensil dengan benar dan jelas  untuk tahapan simboliknya siswa bisa memberikan simbol dan untuk pengerjaan soalnya tidak bisa menjawab benar dengan KPA nya (tinggi), untuk KA sedang dengan tahapan ikonik siswa bisa menggambar tetapi tidak lengkap dan untuk tahapan simbolik siswa tidak bisa memberikan simbol dengan KPA nya (sedang) dan untuk KA rendah dengan tahapan ikonik siswa bisa menggambar buku dan pensil dengan tahapan simbolik siswa tidak bisa menjawabnyadengan KPA nya (sedang).
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII PADA MATERI PRISMA Nur Khotimah; Citra Utami; Nindy Citroresmi Prihatiningtyas
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Number 1 March 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.26737/jpmi.v3i1.457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Learning Cycle 7E terhadap kemampuan literasi matematis siswa, motivasi belajar siswa, dan keterlaksanaan model Learning Cycle 7E pada materi prisma kelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang yang terdiri dari lima kelas yang berjumlah 141 siswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Adapun sampelnya terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji-t Independen, dan persentase rata-rata indikator motivasi dan keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan:1) Adanya perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematis siswa pada kelas yang  diterapkannya model Learning Cycle 7E dengan kelas yang diterapkan model pembelajaran langsung. 2) Motivasi belajar siswa dikategorikan tinggi. 3) Keterlaksanaan model Learning Cycle 7E dikategorikan baik.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ANALOGI MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK KELAS IX Hefy Ayu Wulandari; Citra Utami; Mariyam Mariyam
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Number 2, September 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v6i2.2676

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran analogi matematis ditinjau dari motivasi belajar siswa pada materi kubus dan balok. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-C SMP Negeri 2 Singkawang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar, tes kemampuan penalaran analogi matematis dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah Model Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Kemampuan penalaran analogi matematis siswa pada materi kubus dan balok ditinjau dari motivasi belajar tinggi terdapat 8 siswa rata-rata (62,88) pada kategori sedang, sebagian besar siswa tidak dapat pada tahap Applying, 2) Kemampuan penalaran analogi matematis siswa pada materi kubus dan balok ditinjau dari motivasi belajar sedang terdapat 16 siswa rata-rata (46,48) pada kategori sedang, sebagian besar siswa tidak dapat pada tahap Mapping, 3) Kemampuan penalaran analogi matematis siswa pada materi kubus dan balok ditinjau dari motivasi belajar rendah terdapat 6 siswa rata-rata (26,56) pada kategori rendah, sebagian besar siswa tidak dapat pada tahap Mapping dan Applying.
ANALISIS KELANCARAN PROSEDURAL MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERSAMAAN EKSPONEN KELAS X SMA NEGERI 2 SINGKAWANG Uray Windi Haryandika; Citra Utami; Nindy Citroresmi Prihatiningtyas
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Number 2 September 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.26737/jpmi.v2i2.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelancaran prosedural matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, bentuk penelitian yang digunakan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas Xa SMA Negeri 2 Singkawang. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa tes essay yang disesuaikan dengan karekteristik kelancaran prosedural matematis dan telah diujikan dengan validasi isi, validasi konstruk, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Hasil penelitian menunjunkan kelancaran prosedural matematis siswa; (1) kelompok atas yaitu 64% dengan kategori rendah, khususnya pada indikator fleksibel yaitu 74% dengan kategori sedang, indikator efisien yaitu 78% dengan kategori sedang dan  indikator efektif yaitu 41% dengan kategori sangat rendah; (2) kelompok tengah yaitu 53% dengan kategori sangat rendah, khususnya pada indikator fleksibel yaitu 90% dengan ketegori sangat tinggi, indikator efisien yaitu 36% dengan kategori sangat rendah dan pada indikator efektif yaitu 33% dengan kategori sangat rendah; (3) kelompok bawah yaitu 34% dengan kategori sangat rendah, khususnya pada indikator fleksibel yaitu 48% dengan kategori sangat rendah, indikator efisien yaitu 33% dengan kategori sangat rendah dan pada indikator efektif yaitu 22% dengan kategori sangat rendah
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN NUMERIK SISWA PADA MATERI ALJABAR Novi Arti; Citra Utami; Nindy Citroresmi Prihatiningtyas
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Number 2, September 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v5i2.937

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dan ex post facto dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan numerik dan motivasi belajar siswa,  hubungan yang signifikan antara motivasi belajar matematika dengan kemampuan numerik siswa sekelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang serta seberapa besar hubungan kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang yang terdiri dari lima kelas yang berjumlah 141 siswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Adapun sampel yang dipilih yaitu kelas VIII D. Instrumen penelitian dilakukan dengan  angket motivasi belajar siswa dan tes kemampuan numerik siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah kriteria kurva normal, persentase rata-rata indikator motivasi dan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan Program SPSS Statistic 23. Hasil penelitian menunjukkan : (1) kemampuan numerik siswa tergolong tinggi, (2) motivasi belajar siswa tergolong tinggi, (3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar  dengan kemampuan numerik siswa yaitu sebesar 46 %.