Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS USAHATANI TUMPANGSARI CABAI RAWIT TEMBAKAU DAN MONOKULTUR CABAI/TEMBAKAU DI DESA DAWUAN KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO Desintia, Desintia; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
PRIMA EKSAKTA Vol 2 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v2i1.6259

Abstract

Tumpangsari merupakan salah satu strategi budidaya tanaman guna mengoptimalkanpemanfaatan lahan, dan meningkatkan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pendapatan usahatani tumpangsari cabai - tembakau dan monokulturcabai/tembakau, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani tumpangsari cabai -tembakau dan monokultur cabai /tembakau di Desa Dawuan Kecamatan Suboh. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa usahatani tumpangsari cabai dan tembakau lebih menguntungkandibandingkan usahatani monokultur cabai/tembakau. Pendapatan selama satu musimperhektar usahatani tumpangsari sebesar Rp. 88.478.718,- sedangkan pendapatan usahatanimonokultur tembakau sebesar Rp. 43.582.670,- dan pendapatan usahatani monokultur cabaisebesar Rp. 81.852.578. R/C Ratio usahatani tumpangsari tembakau dan cabai sebesar 3,50 danR/C rasio monokultur cabai/tembakau masing-masing 3,28 dan 2,59. Dengan demikianusahatani tumpangsari cabai /tembakau lebih efisien.
Pengaruh Input Produksi terhadap Risiko Usahatani Padi di Kabupaten Bondowoso Fadhil Mikala, Kawakibi Ahmad; Puryantoro, Puryantoro; Untari, Wiwik Sri
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 2 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2025
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi pada usahatani padi di Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Risiko produksi menjadi isu penting karena dapat menurunkan jumlah maupun kualitas hasil panen sehingga berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel benih, tenaga kerja, luas lahan, pupuk, pengalaman berusahatani, dan usia terhadap tingkat risiko yang dihadapi petani. Sampel penelitian berjumlah 93 petani yang ditentukan melalui teknik stratified random sampling berdasarkan strata luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih, luas lahan, dan pupuk merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap risiko produksi. Penggunaan benih yang tidak sesuai kebutuhan dapat meningkatkan ketidakpastian hasil, sedangkan pengelolaan lahan yang lebih luas dan penggunaan pupuk yang tepat mampu menurunkan risiko yang dihadapi petani. Sementara itu, tenaga kerja, pengalaman, dan usia petani tidak menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap risiko produksi, sehingga faktor teknis budidaya terbukti lebih dominan dibandingkan karakteristik individu petani dalam menentukan tingkat risiko. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan input produksi yang tepat sebagai strategi utama dalam mengurangi risiko usahatani padi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan program pendampingan dan kebijakan pengelolaan sarana produksi, serta membuka peluang penelitian lanjutan dengan memasukkan variabel eksternal seperti kondisi iklim, serangan hama, dan akses teknologi untuk memperoleh gambaran risiko produksi yang lebih komprehensif.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG BALITA DI BKB KENCANA KEBONAGUNG KALIWATES JEMBER Untari, Wiwik Sri; Risan Nur Santi
Jurnal Mitra Dedikasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Yayasan Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jmdm.v2i2.182

Abstract

Tingkat prevelensi masalah tumbuh kembang balita yang cukup tinggi mendorong dilakukannya penyuluhan tentang tumbuh kembang balita. Tujuan penyuluhan dan pelatihan stimulasi balita kepada orang tua adalah untuk menambah pengetahuan orang tua, meningkatkan peran aktif dan kesadaran orang tua dalam menstimulir tumbuh kembang balita. Metode pengapdian Assest Based Community Development (ABCD), dengan lima langkah kegiatan, yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny yang dilakukan melalui pendekatan penyuluhan dan pelatihan, dilakukan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan pengapdian adalah anggota Sekolah Orang Tua Hebat BKB Kencana Kelurahan Kebonagung Kecamatan Kaliwates Jember. Hasil pre-test sebelum penyuluhan hanya 10% yang berpengetahuan baik dan tingkat pengetahuan pasca penyuluhan dan pelatihan stimulasi berdasarkan hasil post-test adalah 95%. Jadi penyuluhan dan pelatihan stimulasi meningkatkan pengetahuan orang tua. Saran kegiatan ini para orang tua untuk intensif memberikan simulasi dan asupan gizi bagi balita mereka.