Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENINGKATAN PEMASARAN KOPI MELALUI PENDAMPINGAN DAN PEMBUATAN WEBSITE E-COMMERCE Puryantoro, Puryantoro; Jaya, Firman; Suryaningsih, Yasmini; Untari, Wiwik Sri; Tulhusnah, Lusiana; Hendriansyah, Irfan; Wardana, Rifkian Jorgi; Hidayat, Mohammad Rizal
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2877

Abstract

Di era digital saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha dalam memasarkan produknya agar pangsa pasar menjadi semakin luas. Kelompok Tani Sejahtera sebagai mitra pengabdian memiliki produk unggulan kopi khas kayumas yang perlu dipasarkan menggunakan media website dengan memanfaatkan e-commerce untuk mendukung aktivitas promosi. Pendekatan pelaksanaan menggunakan metode Rational Unified Process (RUP) yaitu salah satu metode yang digunakan untuk penyelesaian masalah pemasaran adalah menggunakan pembuatan aplikasi website. Website yang telah dibuat untuk mitra dengan alamat www.ktsejahterakopi.com menyediakan sarana pemesanan secara online. Dengan menggunakan media promosi website ini akan mampu meningkatkan jumlah konsumen sehingga akan berdampak pada kesejahteraan mitra.
PENGARUH KONSUMSI ROKOK TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA KEDUNGDOWO KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Nurur Rahman, Lula Daihuda; Anugerah Yekti, Gema Iftitah; Untari, Wiwik Sri
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.5947

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia merupakan isu penting yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi rumah tangga dengan pendapatan rendah. Salah satu faktor yang dapat memperburuk ketahanan pangan adalah kebiasaan konsumsi rokok, yang sering kali mengalihkan anggaran rumah tangga dari kebutuhan pangan ke konsumsi rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi rokok terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang petani yang merokok, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara (in-depth interview) dengan menggunakan kuisioner food recall untuk memperoleh data terkait pola konsumsi pangan dan pengeluaran rumah tangga Analisis ketahanan pangan meliputi tiga indikator utama, yaitu: (1) proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga, (2) angka kecukupan gizi yang mencakup total asupan rumah tangga dibandingkan dengan rekomendasi kecukupan energi, dan (3) tingkat kecukupan energi dalam konsumsi pangan rumah tangga. Berdasarkan analisis ini, ditemukan bahwa sebagian besar rumah tangga petani di Desa Kedungdowo mengalami kerawanan pangan. Hasil analisis ketahanan pangan menunjukkan bahwa 26,7% rumah tangga petani dalam kondisi tahan pangan, 46,6% rumah tangga petani berada dalam kondisi krisis pangan dan 26,7% rumah tangga petani berada dalam kondisi rentan pangan. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa konsumsi rokok berpengaruh positif terhadap proporsi pengeluaran pangan rumah tangga. Temuan ini mengindikasikan bahwa setiap kenaikan pengeluaran untuk konsumsi rokok sebesar Rp 1 akan mengurangi proporsi pengeluaran pangan sebesar Rp 2.461.
Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah di Desa Landangan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Untari, Wiwik Sri; Wijaya, Rifky Agnitian; Mufid, Ahmad
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14265

Abstract

Shallots have been one of the leading vegetable commodities grown by farmers for many years. In Landangan Village, the land area designated for shallots reaches around 6.8 hectares, with an average harvest of between 7 and 7.5 tons per hectare. Good market potential makes it a priority to continue development. This research aims to identify factors that influence shallot production in Landangan Village, Kapongan District, Situbondo Regency. Samples were taken by census, which means all members of the population were used as samples. The analytical method applied is Cobb-Douglas Function Analysis, which is used to determine production factors that influence shallot production. The test results using the statistical F test show that the variables of land area, seeds, fertilizer and labor have a significant influence on shallot production in Landangan Village. However, the t test results show that only the seed and fertilizer variables have a significant effect, while the land area and labor variables do not have a significant effect on shallot production in Landangan Village.
ADDED VALUE OF ROBUSTA COFFEE PROCESSING IN BANG MOEL COFFEE HOME INDUSTRY INDIFFERENT PACKAGING Alfiyah, Siti; Puryantoro, Puryantoro; Untari, Wiwik Sri
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5348

Abstract

The added value of processing coffee beans into robusta coffee powder and using different packaging, namely labeled plastic packaging, and clear plastic packaging, will of course bring benefits to these entrepreneurs. Therefore, it is necessary to discussin more detail to find out the added value obtained by the robusta coffee powder processing business in the Bang Moel Kopi household industry. This study aims to determine the added value obtained from the processing of robusta coffee powder in the household industry of Bang Moel Kopi in producing coffee powder. In this study, the analysis used is the hayami analysis method. The results of the study show that the value-added ratio of label packaging robusta coffee powder is in a high value-added positionbecause it is >40%, while the value-added ratio of plastic packaging is in the value-added category while curry has a percentage of 15-40%.
PENGARUH MINIMNYA PRAKTIK DAN LATIHAN SELAMA BELAJAR MATEMATIKA (STUDI KASUS : SISWA SD DI RW 02 KELURAHAN KEBONAGUNG KECAMATAN KALIWATES JEMBER) Santi, Risan Nur; Untari, Wiwik Sri; Andika, Rike
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i1.6587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi dampak dari minimnya praktik dan latihan selama belajar matematika terhadap siswa. Hasil dari kuisioner menyatakan 60% responden sangat terpengaruh terhadap minimnya praktik dan latihan selama belajar matematika sehingga memengaruhi keterlibatan dalam aktivitas belajar di dalam maupun di luar jam pelajaran. Sementara 27% responden lain merasakan dampak dari kualitas praktik matematika serta sulitnya mendalami konsep. Dalam aspek kritis, 67% responden menyatakan minimnya praktik sangat mempengaruhi tingkat pemahaman dan kemampuan untuk berpikir kritis. Selanjutnya, 46% responden merasa sangat dipengaruhi oleh pemahaman konsep, sedangkan 40% lagi mengaitkan dengan penurunan minat dan motivasi. Sebagian kecil lain yaitu 13% responden berupaya mengatasi keterbatasan waktu dengan berlatih secara mandiri. Dari hasil tersebut, pengaruh pentingnya peningkatan praktik dan latihan selama belajar matematika sangatlah tampak, sehingga dapat disimpulkan bahwa praktik dan latihan selama belajar matematika sangat berdampak pada keterlibatan, pemahaman konsep, tindakan untuk berpikir kritis, dan motivasi siswa. Perbaikan dalam alokasi waktu, program latihan, dan kualitas praktik dan latihan selama belajar matematika juga diperlukan untuk meningkatkan rasa cinta matematika terhadap siswa.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGEMASAN MINUMAN KUNYIT ASAM DI SEKOLAH LANSIA TANGGUH BAGES KELAS S2 CERIA JEMBER Untari, Wiwik Sri; Santi, Risan Nur; Mayangsari, Andina
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6750

Abstract

Program sekolah lansia adalah hasil kerjasama lembaga Indonesia Ramah Lansia (IRL) dan BKKBN. Sekolah Lansia merupakan upaya pemberian informasi, pelatihan dan permainan edukatif tentang kesehatan, keagamaan, sosial budaya dan sebagainya, sehingga lansia dapat hidup bahagia sejahtera. Salah satu sekolah lansia yaitu Sekolah Lansia Tangguh Bages Jember. Salah satu ketrampilan yang diprogramkan adalah pembuatan dan pengemasan minuman kunyit asam. Program ini bertujuan agar peserta sekolah lansia mampu meningkatkan kualitas hidup, produktifitas dan kemandirian lansia. Metode yang diterapkan yaitu sosialisasi, pelatihan dan praktek langsung. Capaian indikator pemahaman peserta sebelum dan setelah pemaparan menunjukakan peningkatan yang signifikan, Harapan ke depan peserta lansia dapat menciptakan pendapatan dari hasil pembuatan minuman kunyit asam.
ANALISIS USAHATANI TUMPANGSARI CABAI RAWIT TEMBAKAU DAN MONOKULTUR CABAI/TEMBAKAU DI DESA DAWUAN KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO Desintia, Desintia; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
PRIMA EKSAKTA Vol 2 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v2i1.6259

Abstract

Tumpangsari merupakan salah satu strategi budidaya tanaman guna mengoptimalkanpemanfaatan lahan, dan meningkatkan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pendapatan usahatani tumpangsari cabai - tembakau dan monokulturcabai/tembakau, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani tumpangsari cabai -tembakau dan monokultur cabai /tembakau di Desa Dawuan Kecamatan Suboh. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa usahatani tumpangsari cabai dan tembakau lebih menguntungkandibandingkan usahatani monokultur cabai/tembakau. Pendapatan selama satu musimperhektar usahatani tumpangsari sebesar Rp. 88.478.718,- sedangkan pendapatan usahatanimonokultur tembakau sebesar Rp. 43.582.670,- dan pendapatan usahatani monokultur cabaisebesar Rp. 81.852.578. R/C Ratio usahatani tumpangsari tembakau dan cabai sebesar 3,50 danR/C rasio monokultur cabai/tembakau masing-masing 3,28 dan 2,59. Dengan demikianusahatani tumpangsari cabai /tembakau lebih efisien.
Pengaruh Input Produksi terhadap Risiko Usahatani Padi di Kabupaten Bondowoso Fadhil Mikala, Kawakibi Ahmad; Puryantoro, Puryantoro; Untari, Wiwik Sri
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 2 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2025
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi pada usahatani padi di Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Risiko produksi menjadi isu penting karena dapat menurunkan jumlah maupun kualitas hasil panen sehingga berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel benih, tenaga kerja, luas lahan, pupuk, pengalaman berusahatani, dan usia terhadap tingkat risiko yang dihadapi petani. Sampel penelitian berjumlah 93 petani yang ditentukan melalui teknik stratified random sampling berdasarkan strata luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih, luas lahan, dan pupuk merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap risiko produksi. Penggunaan benih yang tidak sesuai kebutuhan dapat meningkatkan ketidakpastian hasil, sedangkan pengelolaan lahan yang lebih luas dan penggunaan pupuk yang tepat mampu menurunkan risiko yang dihadapi petani. Sementara itu, tenaga kerja, pengalaman, dan usia petani tidak menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap risiko produksi, sehingga faktor teknis budidaya terbukti lebih dominan dibandingkan karakteristik individu petani dalam menentukan tingkat risiko. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan input produksi yang tepat sebagai strategi utama dalam mengurangi risiko usahatani padi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan program pendampingan dan kebijakan pengelolaan sarana produksi, serta membuka peluang penelitian lanjutan dengan memasukkan variabel eksternal seperti kondisi iklim, serangan hama, dan akses teknologi untuk memperoleh gambaran risiko produksi yang lebih komprehensif.
Risiko Produksi Usahatani Padi Di Desa Kembang Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso Mikala, Kawakibi Ahmad Fadhil; Untari, Wiwik Sri; Puryantoro, Puryantoro
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani padi merupakan kegiatan pertanian yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,. Penduduk di wilayah pedesaan seperti Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso mayoritas petani. Tantangan dalam produksi usahatani padi tersebut antara lain faktor benih, luas lahan, hama dan penyakit, ketersediaan pupuk, tenaga kerja, dan kurangnya penerapan teknologi yang dapat berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pada 93 petani sebagai responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikelompokkan pada tiga katagori luas lakan, yaitu 0,01-0,50 Ha, 0,501-1,00 Ha, dan 1.01-2,00 Ha. Analisis data dilakukan menggunakan koefisien variasi sebagai tolok ukur tingkat risiko pada masing-masing katagori dan penerimaan usahatani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi pada kategori luas lahan 0,01-0,50 Ha sebesar 0,28 dengan penerimaan Rp. 2.557.070 ; luas lahan 0,501-1,00 Ha sebesar 0,13 dengan penerimaan Rp. 5.591.104 dan pada luas lahan 1,01-2,00 Ha sebesar 0,05 dengan penerimaan Rp. 8.010.780, berarti ketiga katagori berada pada tingkat resiko rendah, dimana tingkat resiko produksi menurun seiring dengan kenaikan katagori luas lahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan manajemen risiko dalam pertanian sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan petani secara lebih terarah, salah satu diantaranya dengan membuat sistem informasi petani. dengan melibatkan aspek kelembagaan dan akses pasar secara lebih komprehensif, serta pemantauan risiko secara berkala.