Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Penegakan hukum hak asasi manusia di Indonesia Sari, Artika Mulia; Dompak, Timbul
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Multidisiplin
Publisher : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53935/jim.v3.i1.23

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir, sebagai anugerah Ilahi. Indonesia telah memberikan kerangka hukum yang kuat bagi HAM melalui UUD 1945 dan UU No. 39 Tahun 1999. Meskipun terdapat upaya-upaya tersebut, penegakan HAM masih menghadapi tantangan yang signifikan. Kasus-kasus bersejarah seperti tragedi Tanjung Priok, penghilangan paksa pada tahun 1997–1998, dan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur menyoroti kelemahan sistemik dalam kerangka hukum dan kelembagaan. Pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Pengadilan Hak Asasi Manusia bertujuan untuk mengatasi permasalahan ini namun terhambat oleh campur tangan politik, kurangnya independensi peradilan, dan sumber daya yang tidak memadai. Para korban seringkali mengalami trauma yang berkepanjangan, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan masih rendah karena tidak adanya proses hukum yang transparan dan adil. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka kualitatif untuk menganalisis upaya hukum Indonesia dalam melindungi dan memajukan HAM. Rekomendasi-rekomendasinya termasuk meningkatkan kapasitas peradilan, memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi korban dan saksi, dan meminimalkan pengaruh politik. Langkah-langkah ini sangat penting untuk meningkatkan mekanisme penegakan hukum dan menjamin keadilan bagi para korban pelanggaran HAM. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya reformasi hukum dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk memperkuat perlindungan hak asasi manusia di Indonesia
Hak asasi manusia di era digital: Tantangan dan peluang dalam mengatasi kejahatan siber Rif'at, Elvan Maulana; Dompak, Timbul
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Multidisiplin
Publisher : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53935/jim.v3.i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang terkait dengan hak asasi manusia dalam menghadapi kejahatan siber di era digital. Perkembangan pesat teknologi digital memberikan manfaat besar, namun juga menimbulkan ancaman serius terhadap privasi, kebebasan berekspresi, dan perlindungan data pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan regulasi, rentannya kelompok perempuan, anak-anak, dan minoritas terhadap kejahatan siber, serta perlindungan data pribadi yang masih lemah, menjadi tantangan utama dalam melindungi hak asasi manusia di dunia maya. Di sisi lain, teknologi juga menawarkan peluang untuk mitigasi kejahatan siber melalui solusi keamanan yang canggih, meskipun implementasinya terbatas oleh akses dan biaya. Penelitian ini menyarankan pembaruan regulasi, perluasan edukasi digital, pengembangan teknologi keamanan yang lebih terjangkau, dan pendekatan lintas sektor untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kerjasama internasional dan kebijakan yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi digital diharapkan dapat memperkuat perlindungan hak asasi manusia di dunia maya.
Dampak globalisasi terhadap proses demokrasi di Indonesia Fina, Syahrinda; Dompak, Timbul; Wasiman, Wasiman
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Multidisiplin
Publisher : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53935/jim.v3.i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap demokrasi di Indonesia, khususnya dalam konteks stabilitas dan kualitas demokrasi. Globalisasi, selain membawa kemajuan ekonomi dan integrasi global, juga menimbulkan tantangan serius bagi demokrasi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu dampak negatifnya adalah dominasi korporasi besar dalam politik yang dapat melemahkan peran masyarakat dalam proses demokrasi. Selain itu, krisis kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokrasi muncul ketika pemerintah dianggap kurang tanggap terhadap kesenjangan ekonomi yang diperburuk oleh globalisasi. Di era digital, penelitian ini juga menyoroti peran internet dalam memperluas partisipasi politik masyarakat sekaligus menekankan pentingnya literasi digital untuk mencegah manipulasi informasi. Studi ini merekomendasikan upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah, serta memperkuat keterlibatan masyarakat sipil untuk memperkuat landasan demokrasi di tengah tantangan globalisasi.
Co-Authors Abidin, Sholihul Afandi, Ficky Amirtha, Indah Maysa Arif, Syamsul Ma Assyafaah, Nur Ayu Wulandari Barimbing, Suryani Chaliza, Euis Citra Watti Mena Simatupang Dakhi, Grace Irene Daulay, Syamsiyah Adilah Dewi, Dewi Naluri Afriyanti Emilia, Herlin Putri Epriadi, Dedi Farika, Divha Adhania Fathimatuzzahra, Rahma Nabila Fau, Hironimus Odaligonama Ferdiansyah Ferdiansyah Fina, Syahrinda Gea, Ras Gustini Gea, Sukadamai Gulo, Diwi Putri Gultom , Deby Novalia Gultom, Deby Gusnia, Gusnia Hairi, Muhammad Imam Akbar Halawa, Yubileum Handini, Vernanda Harefa, Erwin Harefa, Mastiwi Putri Harefa, Remember to Hasibuan, Zalika Adinda Hayanti, Vivi Hutahaean, Rosa Hutahaen, Rosa Irawati, Ade Lusy Juita Siti Rahayu Karol Teovani Lodan Karol Teovani Lodan, Karol Teovani Khairina, Etika Khalida, Khalida Khodijah, Paramita Kurniawan, Julius Tito Lodan , Karol Teovani Lubna Salsabila Maldino, Teuku Fito Agus Mariyo, Mariyo Milenisha Andani Monica, Sofia Muhammad Nizam Muhammad Rasyid, Muhammad Nabila, Fitri Napitupulu, Chindy Apriani Ndruru, Titus Tulus Hati Ningsih, Natalia Merycristia Nisa, Karina Fachrun Nisa, Vira Khairun Nova, Rahma Desi Refli Nur assyafaah, Nur assyafaah Padrisan Jamba, Padrisan Pasaribu, Fitri Nesya Sartika Purwanti, Angel Putri, Henny Nurhasanah Putri, Shelvia Arnie Rambe, Reni Damayanti Rif'at, Elvan Maulana Riko Riyanda, Riko Ritonga, Fajar Fernando Rivaldi, Dio Rusmawati Rusmawati, Rusmawati Sabrina, Dea Rahma Safitri, Mena Saleha, Vila Mas Mafiana Saleha, Vila Mas Masiana Salsabila , Lubna Salsabilla, Lubna Saputra, M. Aditya Darma Saragih, Yessi Juwita Lestari Sari, Artika Mulia Sari, Cindy Fatika Siagian, Zevanya Angelica Putri Sianturi, Roni Sianturi, Sahat Simanjuntak, Poibe Gloria Simatupang, Indri Anggi Solikha, Jamiatus Sombo, Agustina Sumarni, Eli Tambunan, Marulitua Tania, Sherina Astri Wahyuningsih, Novi Warni, Novi Wasiman, Wasiman Wau, Miya Monika Wong, Angeline Zamili, Ester